
"Kak Andre apa aku sudah cantik?" Tanya Cynthia pada Andre yang tengah memperhatikannya merias diri.
"Cantik di lihat dari ujung monas. Dari tadi make up gak selesai-selesai, mau diapain lagi sih wajahnya udah mirip kaya Dakocan." Umpat Andre kesal didalam hatinya.
"Cantik, kamu sangat cantik malam ini Cynthia, aku sampai terpana melihat kecantikanmu." Ucap Andre berbohong sampai ia ingin muntah mendengar ucapannya sendiri.
"Benarkah??" Tanya Cynthia yang begitu senang mendapatkan pujian dari Andre, ia menatap wajah Andre dengan pandangan mata yang berbinar.
"Kak Andre apa mereka akan tetap disini bersama kita? Aku sungguh risih melihat mereka ada satu ruangan dengan kita." Tanya Cynthia dengan matanya yang menatap Angela dan Bowo.
Angela menatap netra Cynthia dengan tatapan menghunus namun Cynthia seakan tak perduli, dia merasa di atas awan karena mendapatkan pujian dari Andre. Berbeda dengan Angela yang terlihat begitu tak menyukai Cynthia, Bowo tampak tenang dan bersikap biasa saja.
"Baiklah aku akan mengusir mereka demi kenyamanan mu." Jawab Andre yang makin membuat Cynthia merasa diatas awan.
"Terimakasih Jimmy kau sudah membuat Andre bertekuk lutut padaku, tapi aku tak percaya begitu saja. Aku akan membuat Andre lupa ingatan. Melupakan setiap keping ingatannya tentang Jessica." Batin Cynthia yang sudah merencanakan sesuatunya dengan baik.
"Bowo, Angela keluarlah! Biarkan aku berdua disini dengan Cynthia." Titah Andre pada pengawal pribadi yang setia padanya itu.
Angela memiliki firasat buruk dengan Cynthia mengusir mereka dari sini.
"Pasti wanita itu sedang merencanakan sesuatu. Jika sampai terjadi sesuatu dengan Tuan Muda, aku pastikan dia tak akan selamat di tangan ku." Batin Angela.
Dengan langkah kaki yang berat Angela dan Bowo pergi meninggalkan Tuannya bersama Cynthia. Saat mereka keluar dengan kondisi tak siap,dia orang langsung membius mereka. Mereka terjatuh dan tak sadarkan diri.
Brukkk!!! Suara tubuh Angela dan Bowo terjatuh.
Suara dari luar mengejutkan Andre yang tengah duduk dalam kebosanannya. Ia beranjak dari kursi duduknya, ia berdiri dan ingin menghampiri asal suara di luar ruangannya bersama Cynthia namun baru selangkah ia melangkah, seseorang keluar dari balik tirai dengan sebuah balok memukul pundak dan kepala bagian belakang Andre.
Andre yang memiliki fisik yang kuat tidak langsung terjatuh namun darah langsung mengalir begitu deras dari luka kecil yang terlihat terbuka . Ia menolehkan pandangannya melihat kearah belakang siapa yang memukulnya. Ternyata orang suruhan Cynthia. Andre baru saja ingin mengambil pisrol di belakang pinggangnya namun orang suruhan Cynthia yang melihat lawannya seakan ingin memgambil sesuatu yang dia duga adalah senjata api langsung saja mengambil pisau belati yang ia bawa untuk melakukan penyerangan kembali.
Ia ingin menusuk Andre namun Andre dapat menangkisnya. Terjadi pergulatan antara Andre dan orang tersebut hingga akhirnya kondisi Andre yang mengeluarkan banyak darah makin membuatnya melemah. Orang suruhan itu akhirnya berhasil menindih tubuh Andre. Ia menusuk lengan Andre dengan pisau belati itu.
" Aaaaaa..... " Erangan Andre kesakitan sebelum ia akhirnya pingsan.
"Marcus, dia pingsan... Segera bawa dia kerumah sakit!! Ingat jangan bawa kerumah sakit Central Kusuma dan setelah dia dipasang cairan infus oleh perawat atau Dokter segera campurkan obat penghilang ingatan ini kedalam cairan infusnya!" Perintah Cynthia sembari memberikan sebuah suntikan yang terdapat obat penghilang ingatan yang Cynthia dapatkan di pasar gelap.
"Baik Nona, akan saya laksanakan." Jawab Marcus yang menunduk patuh.
Tubuh Andre yang tengah pingsan di bopong oleh beberapa orang untuk segera dilarikan kerumah sakit, namun saat mereka sudah berada di luar pintu tenyata Bobby sudah standby di sana.
__ADS_1
Dengan cekatan Bobby melumpuhkan orang-orang yang membopong tubuh Andre, tak ada perlawanan berarti yang di dapati Bobby saat merebut tubuh Tuan Mudanya itu.
"Tuan sadarlah, Tuan!!!" Tangan Bobby dengan kurang ajarnya menampar wajah tampan Tuan Mudanya itu.
Berkali-kali Bobby menampar wajah Andre hingga tampak bekas memerah di pipinya.
"Sakit Bob, hentikan!!" Ucap Andre yang akhirnya sadar juga.
"Tuan, kenapa Anda sampai seperti ini?" Tanya Bobby pada Andre yng tak langsung dijawab oleh Andre.
Andre sedang merasakan pandangannya yang masih nampak berbayang. Ia mengedipkan matanya berkali-kali, seakan berusaha memulihkan pandangannya.
"Kemana Jimmy, Bob?" Jawab Andre yang malah menanyakan keberadaan Kakak Iparnya.
"Sudah didalam Tuan." Jawab Bobby dengan singkat.
"Baiklah aku akan kedalam, Kau cek keadaan Bowo dan Angela, aku mengkhawatirkan mereka Bob, sebelum aku mereka buat seperti ini, Angela dan Bowo seperti juga mengalami hal yang sama, karena aku diminta wanita busuk itu untuk mengusir mereka berdua." Pinta Andre yang mengkhawatirkan kedua pengawal setia istrinya itu.
"Baik Tuan." Jawab Bobby yang segera meninggalkan Andre setelah membantu Andre untuk bangun.
Brakkk!!! Suara pintu tua yang di tendang Andre dengan sisa tenaganya. Pintu itu bukan hanya terbuka melainkan copot dari engselnya.
Tubuh yang makin lemah karena sudah banyak kekurangan darah. Dengan langkah gontainya dia masuk kedalam ruangan pabrik itu untuk menyelamatkan sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka.
Sosok Andre yang muncul dengan banyak bercak darah di kemeja putih yang ia kenakan membuat Endah dan Jessica terkejut begitu juga dengan Cynthia dan Melani. Tanpa menatap sang istri Andre menghampiri Cynthia dan Melani.
"Kau memang cantik malam ini Cynthia, aku akui itu. Terimakasih sudah berdandan secantik ini untuk diriku, sungguh hatiku sangat tersanjung melihat penampilan mu menyambut diriku yang akan...." Ucap Andre yang terpotong oleh Cynthia yang tak sabar mendengarnya.
Hati Jessica begitu cemburu mendengar perkataan Suaminya yang di depan matanya memuji kecantikan wanita yang selama ini menjadi sumber penderitaannya.
"Daddy teganya kamu memuji Kak Cynthia di hadapanku." Batin Jessica yang menangis sejadi-jadinya.
"Main api nih adik ipar kurang ajar." Endah dengan emosi berjalan menghampiri Andre.
"Yang akan apa Kak Andre?" Tanya Cynthia dengan mata berbinarnya menatap wajah tampan Andre.
"Yang akan menjemput kematian mu." Jawab Andre yang sudah menodongkan pistol dengan peredam suaranya tepat di jantung Cynthia.
Pandangan mata Cynthia yang tadinya menatap Andre, beralih pada dada sebelah kirinya yang sudah ditodongkan pistol oleh Andre.
__ADS_1
"Kak..." Panggil Cynthia yag membuat Andre menarik pelatuk pistolnya.
"Say goodbye Cynthia..." Ucap Andre saat ia menarik pelatuk pistolnya yang membuat Melani menjerit histeris memecahkan keheningan di ruang pabrik gula itu.
Slep...Slep....Slep!!! Tiga tembakan menembus dada kiri Cynthia.
"Tidakkk! Cynthia putriku!!" Pekik Melani saat melihat tubuh indah Putrinya roboh jatuh keatas lantai.
Darah segar mengalir deras dari dada bagian depan maupun bagian belakang Cynthia. Tak ada lagi pergerakan dari tubuh indah wanita malang itu. Membuat Melani makin menangis sejadi-jadinya.
Tiga orang yang terpenting di dalam hidupnya merenggang nyawa di hari yang sama ditempat yang sama dihadapan dirinya. Melani mengambil darah Cynthia dan melumuri dirinya dengan darah putrinya itu.
Setelah itu ia bangkit dan berjalan menghampiri Andre yang sedang berjalan menghampiri Jessica. Andre ingin mengusir Fabian yang terus menangis di pangkuan sang istri. Saat berjalan Melani mengangkat sebagai Rok yang ia kenakan. Ia mengambil sebuah pistol yang ia simpan di bagian paha sebelah kanannya.
Saat tangannya mulai mengarahkan pistol kearah Andre dengan cepat Jimmy menembak kaki Melani dari jauh.
Slep!!! Satu tembakan membuat Melani terjatuh. Endah yang mengerti ini menjadi bagiannya langsung berlari mendekati Melani.
"Tidak semudah itu menjadikan adik gue seorang janda Melandong." Ucap Endah yang menginjak telapak tangan kanan Melani.
"Arghhh.... Lepaskan anak sialan!" Umpat Melani yang merintih kesakitan.
"Baru tahu ya kalau gue ini anak sialan dan anak Lo yang baru aja koit itu siaul. Hahahaha...." balas Endah yang kembali tertawa menyeramkan.
"Tawa mu itu sungguh menakutkan!! Kau sangat cocok menjadi cucu Abraham si Pria kejam."
"Hahaha... Tentu saja gue ini sangat menakutkan dan mirip dengan Kakek gue tercinta, kan gue cucu kandungnya."
Melani menata benci pada Endah dan lagi-lagi Endah seakan tak perduli dengan tayapn kebencian Melani.
"Kenapa Lo liatin gue begitu hum? Oh gue tau, Lo mau titip pesan buat Kakek gue yang masih energik itu hum? Atau Lo mau langsung aja nih cusss, karena sekarang tugas gue tinggal satu, yaitu untuk ngasih Lo tiket yang sama, sama anak Lo tuh!" Ucap Endah lagi yang matanya menunjuk ke arah mayat Cynthia.
"Aaaaaargggghhhh...." Terik Melani melawan namun langsung di tembak oleh Endah dari tubuh bagian punggung kirinya.
Teriakan itu terhenti seketika, seketika itu juga Melani merenggang nyawa ditangan Endah.
"Bobby bereskan semua ini!" Perintah Jimmy pada Bobby yang sudah berdiri diantara mereka.
Andre yang langkahnya sempat terhenti karena Melani segera melanjutkan langkahnya.
__ADS_1