Cinta Jessika

Cinta Jessika
Paris tiga pasangan


__ADS_3

Di Negara Paris


Pukul 19.00


Andre dan Jimmy baru saja tiba di Mansion. Ke dua pria itu terlihat begitu letih setelah seharian bekerja. Tubuh dan fikiran mereka sepertinya sangat membutuhkan istirahat.


Tak lama berselang dari kedatangan mereka mobil yang di tumpangi Jessica dan rombongan pun tiba, Jessica begitu bersemangat untuk turun dari mobil karena melihat sosok suami yang ia rindukan telah kembali dari perjalanan bisnisnya. Sang suami tengah terlihat berjalan menuju pintu untuk masuk ke dalam mansion.


"KAK ANDRE KU...! Pekik Jessica sembari berlari menghampiri Andre.


Andre yang merasa di panggil oleh istri tercintanya segera menghentikan langkah kakinya lalu membalikkan badannya. Jessica yang berlari langsung naik ketubuh Andre dan bergelayut manja di tubuh kekar yang terlihat letih itu. Seperti anak kecil yang loncat kedalam gendongan sang ayah yang baru pulang bekerja. Leon yang melihat kelakuan adiknya kepada suaminya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"Kenapa datang-datang langsung seperti ini hemmm? Tanya Andre yang sedang menggendong istri manjanya itu.


"Kaaaangeeen," jawab Jessica singkat dari balik leher Andre yang terus ia endus dan ciumi tanpa henti. Wangi tubuh Andre sekarang menjadi candu untuk Jessica. Jessica merasa ada yang kurang jika belum mencium aroma tubuh Andre.


"Aku bau belum mandi, jangan ciumi aku seperti ini terus sayang! Nanti kamu bisa muntah karena bau keringat ku. Apa kamu tidak malu banyak orang yang melihat dan memperhatikan kita karena kamu seperti ini?"


"Biarkan saja aku suka wangi tubuh mu, Kak. Tak bau sama sekali tapi wangi hemmmm....wangiii.... lagi pula biarkan saja mereka melihat dan memperhatikan kita, jika mereka iri mereka bisa lakukan dengan pasangan mereka masing-masing kan?" Sahut Jessica dengan sikap cueknya.


Endah yang melihat dan mendengar ucapan Jessica dari kejauhan merasa tertantang segera meniru apa yang dilakukan Jessica pada Andre.


"Babang Jimmy gendong kaya Jessica boleh?" Pekik Endah sembari mengedip-ngedipkan mata genitnya.


Jimmy yang malu untuk menjawab permintaan Endah lebih memilih tak menjawab permintaan Endah, ia malah menjawab dengan bahasa tubuhnya yang langsung saja merentangkan kedua tangannya sembari tersenyum menatap sang kekasih, tak lupa dengan kedipan mata yang tak kalah menggoda Endah. Endah yang melihat apa yang dilakukan Jimmy dengan segera naik ketubuh kekar Jimmy, ia bergelayut manja di tubuh Jimmy seperti Jessica.


"Dasar tukang foto copy!" Umpat Jessica ketika Endah menjulurkan lidahnya ke arah Jessica dalam gendongan Jimmy.


"Biarin weee....," sahut Endah cuek sambil menjulurkan lidahnya.


Tak ingin kekasihnya bertengkar dengan Nyonya mudanya, Jimmy segera membawa masuk Endah kedalam, mengikuti langkah Leon dan Anna yang telah terlebih dahulu masuk kedalam mansion.


Leon yang terlihat letih sudah enggan menanggapi tingkah absurd Endah dan Jessica. Ia melenggang begitu saja melewati kedua pasangan aneh nan absurd itu sembari menggandeng tangan Anna.


"Jangan minta hal yang sama seperti mereka pada ku Ann! kaki ku sudah kau buat berkonde hari ini," ucap Leon pada Anna yang pandangan matanya seakan iri milihat Jessica dan Endah.


"Iya aku tahu, maaf," sahut Anna dengan menundukan wajahnya.


"Kak ayo kita ikut kedalam!" Ajak Jessica pada suaminya.


"Kau mau kedalam sambil aku gendong seperti Endah atau turun dan jalan sendiri?"


"Iya mau di gendong aja, bolehkan Kak?? Kaki ku lelah sekali karena mengikuti ratu shopping berbelanja dan ratu makan itu wisata kuliner. Kau tahu Bang Leon sedang ngambek dengan Anna dan Endah?"keluh Jessica pada suaminya.


"Hahahaha...dia ngambek mungkin karena kelelahan mengikuti maunya mereka, bukan begitu?"


"Iya Kak kamu benar sekali hehehe... aku saja sampai memijat-mijat kaki ku berkali-kali karena terlalu lelah berjalan dari toko satu ke toko lainnya,"


"Benarkah kaki mu seletih itu hingga kamu memijat-mijat kaki mu sendiri?"


"Benarlah Kak, buat apa aku berbohong. Jadi tolong ya aku mau ke kamat tapi digendong aja bolehkan suami ku sayang?"


"Ok baiklah Tuan putri, aku akan menggendong mu kemanapun kamu pergi, katakanlah sayang sekarang kamu mau ke kamar atau keruang makan terlebih dahulu hemm?" Tanya Andre yang menatap wajah istrinya penuh kasih sayang.


"Kekamar, aku ingin ganti baju dan membersihkan diri dulu bersama mu baru ke ruang makan, itu pun jika sempat," jawab Jessica sambil menurun naikkan kedua alisnya dengan senyum penuh arti.


Andre yang mengerti kode istrinya langsung tersenyum bahagia. Fikiran mesum pun mulai hinggap di dirinya, rasa letih, lemah, lesu yang semula ia rasakan telah sirna, kini berubah menjadi semangat yang membara ingin bermain kuda-kudaan dengan sang istri.


"Sepertinya kamu sedang mencoba menggoda suamimu ini hemmm? Istri ku sudah pandai menggoda rupanya hemm? Aku tambah gemes sama kamu," ucap Andre yang menggelitik dada Jessica dengan wajahnya hingga Jessica tertawa kegelian. Andre menghentikan aksinya ketika Jessica memintanya untuk berhenti mengelitiknya.


"Kakak tau aku ini sedang tidak menggoda mu tapi lebih tepatnya mengajak mu bermain kuda-kudaan,"ucap Jessica memperjelas membuat Andre kembali mengukir senyum.


"Istriku tersayang, aku sangat menerima ajakan mu ini, tapi ngomong-ngomong kamu mau berapa ronde main kuda-kudaan sama aku malam ini hemm?" Bisik Andre dengan suara yang begitu sensual di telinga Jessica kemudian menggigit kecil daun telinga Jessica membuat Jessica berdesir dan meremang.


"Ahh... Kak... jangan disini... kira-kira enaknya berapa ya???" tanya Jessica menantang Andre.


"Berapa saja mau mu sayang, aku akan mengabulkannya. Kamu tinggal sebutkan saja berapa ronde yang kamu mau, aku dengan senang hati akan mengabulkannya," jawab Andre dengan tatapan mesumnya.

__ADS_1


"Hahaha...kalau banyak itu mah ngenakin kamu kak dan nyiksa aku, dan bisa dipastikan besok paginya aku gak bisa jalan, terus aja ngangkang kaya pengantin sunat, untuk malam ini aku tak mau banyak-banyak ah...., karena besok aku mau menuntut kamu untuk menepati janji mu pada ku, katanya kita akan menghabiskan waktu untuk pergi jalan-jalan,bukannya begitu Kak?" ujar Jessica.


"Hahaha... kamu masih ingat ya sama jalan-jalan?"


"Ingat dong, masa lupa,"


"Klo sama aku inget gak?"


"Ingetlah masa lupa, klo ga inget ga mungkin aku kangen sama suami aku yang ganteng sejagat raya bagi aku,"


"Kok bagi kamu aja sih? Berarti bago orang lain gak dong, aku jelek ya dimata orang-orang?"


"Ya bagi aku ajalah, soalnya bagi Anna, Abang Leon paling ganteng, bagi Endah, Assiten Jimmy paling ganteng, dan aku gak mau berbagi kamu sama orang lain Kak, kamu akan jadi milik aku aja sekarang dan selamanya. Gak boleh ada yang muji ataupun mengangumi kamu, cuma aku yang boleh titik gak boleh pakai tapi."


"Ternyata kamu posesif ya sayang?"


"Iya kenapa kalo aku posesif, kamu gak suka?"


"Aku suka, suka banget malah. Kalau aku milik kamu, kamu milik siapa sayang?"


"Ya milik kamulah, milik siapa lagi, ga mungkinkan aku jadi miliknya assisten Jimmy bisa di buat perkedal aku nanti sama kamu dan Endah,"


"Hahaha jadi perkedel...Ok baiklah Tuan Putri kita akan segera masuk kedalam, suami mu ini akan menuruti semua keinginan mu, kebahagiaanmu adalah prioritasku, sekarang sebelum masuk kedalam tolong berikan aku asupan tenaga dulu, mau kan? Hari ini aku juga lelah tapi lelah ku hilang saat diajak main kuda-kudaan tadi." Pinta Andre yang menyodorkan pipinya untuk di kecup Jessica.


"Tentu mau dong suamiku sayang, hanya aku yang boleh kasih asupan tenaga macam ini ke kamu...Muach... muach... muach... muach... " Jessica mengecup seluruh bagian wajah Andre.


"Udah semuanya dicium sekarang ayo masuk! Kita sudah terlalu lama di luar," Ucap Jessica ketika selesai mengecup Andre.


"Ok sayang pegangan yang kuat kita akan melakukan perjalan mendaki gunung sebentar lagi..."


"Mendaki gunung? Naik tangga kali ah. Habis menaiki anak tangga baru mendaki gunung aku hehehe..." Sahut Jessica yang memancing senyum Andre mengembang kembali di wajahnya.


"Dasar Istri mesum,"


"Aku mesum kan karena kakak yang ngajarin, dasar Suami mesum," gumam Jessica tak terima di sebut istri mesum oleh suaminya.


Andre memilih diam tak lagi menanggapi ucapan Jessica yang akan beranak binak jika terus diladeni.


Ke empat orang yang sudah menunggu satu jam lebih di meja makan pun di buat kesal oleh pasangan suami istri ini.


Endah sudah memainkan alat makannya ke piring kosong, meskipun Jimmy sudah melarang dan meletakkan alat makan ketempat semula Endah tetap kembali melakukannya.


Leon menunggu dengan wajah yang tertekuk seperti dompet tanggung bulan, sedang Anna terlihat sibuk dengan dirinya sendiri, ia terus saja memandangi jam baru yang sedang ia kenakan, jam baru ini adalah jam yang baru dibelikan Leon hari ini padanya. Saking bahagianya di belikan jam limited edition di dunia hingga ia melupakan keberadaan Leon disampingnya.


Leon yang sudah merasa jengah, lelah, kesal dan ngantuk namun merasa lapar pun segera mengambil menu makanan yang sudah di hidangkan dan tersaji di atas meja makan tanpa menunggu pasutri yang masih asyik dengan kegiatannya sendiri di dalam kamar.


Apa yang dilakukan Leon memancing berhatian ketiga orang yang bersamanya. Merasa di perhatikan Leon segara menyuruh ketiga orang itu untuk mengikuti jejaknya.


"Makanlah tak perlu menunggu mereka! Bisa mati kelaparan jika harus menunggu mereka yang sedang produksi kecebong," ucap Leon dengan tampang kesalnya.


"HAHAHAHAHAHA...." tawa Anna, Endah dan Jimmy pecah secara bersamaan mendengar ucapan Leon barusan.


"Produksi kecebong Ann... Hahaha... kocak ni Bang Leon."


*


*


*


Enam hari sudah mereka berada di Paris. Jessica benar-benar menikmati suasana bulan madu yang begitu indah bersama Andre.


Andre membawa Jessica ketempat wisata terkenal dan terbaik di negara itu, selain ke menara Eifell mereka mengunjungi tempat wisata lain diantaranya, Andre membawa Jessica berjalan-jalan ke Musee du Louvre. Musee du Louvre adalah museum terbesar di dunia dan monumen terkenal yang bersejarah di Paris, Perancis.


Kemudian dihari yang berbeda Andre membawa Jessica dan rombongan pergi bermain di Disneyland Paris dan masih banyak lagi tempat yang mereka kunjungi di negara itu.


Namun di hari terakhir mereka di Paris Andre membawa Jessica dan rombongan ke Champs-Elysees. Disana mereka melihat bangunan-bangunan kuno dan beberapa monumen di sepanjang jalan yang menghubungkan Place del la Concorde dan Place Charles de Gaulle.

__ADS_1


Disana para lelaki hanya duduk-duduk santai di cafe menikmati makanan dan minuman mereka, sedang para wanita sibuk berbelanja barang branded dengan di temani oleh para pengawal setia mereka.


Anna dan Endah terlihat begitu semangat berbelanja namun tidak dengan Jessica. Ia seakan bermalas -malasan untuk ikut memilih barang-barang yang akan ia beli.


Ketika para wanita kembali ke Cafe dimana para pria berada, semua pria menatap bingung pasangan mereka masing-masing, Leon dan Jimmy terasa pusing seketika, ketika melihat barang bawaan pasangan mereka terlalu banyak seakan ingin membuka toko saja. Lain halnya dengan Andre, ia hanya melihat sang Istri menenteng tas belanja yang berukuran keci itupun hanya satu dan pengawalnya tidak membawa apa-apa.


"Kamu gak beli sesuatu sayang?"tanya Andre yang heran melihat Jessica hanya membawa satu tas belanja.


"Beli, ini." Jawab Jessica sembari menyodorkan tas belanjanya sembari menarik kursi untuk duduk di samping suaminya.


"Satu aja?" Tanya Andre yang masih tak percaya.


"Heem cuma satu, memangnya kenapa kalau cuma satu?"


"Gak nyesel udah di sini cuma beli satu?" Tanya Andre meyakinkan.


"Nggak, kenapa harus nyesel? Aku cuma tertarik sama satu barang itupun cuma dompet kecil ga besar," Jawab Jessica apa adanya.


"Kok tertariknya cuma satu yang barang yang lainnya memangnya ga ada yang bikin kamu tertarik? Disinikan barang-barangnya bagus-bagus sayang." Tanya Andre lagi yang masih tak percaya.


"Gak ada yang bikin aku waw gitu,Kak, yang bikin aku waw ya cuma satu dompet ini doank." jawab Jessica singkat.


"Kenapa gak ada sayang? Pasti adakan cuma kamu berhemat aja bukan begitu?" Andre mencoba menebaknya namun salah.


"Gak aku ga berhemat ini aja dompet kecil yang aku beli kalau di rupiahin bisa hampir 150 juta, mahal kan?"


"Iya mahal kalau ukuran cuma dompet. Terus kenapa kamu cuma beli satu macam aja sih?Jadi penasaran aku sama kamu. Coba kamu kasih aku satu alasan yang bisa menghilangkan rasa penasaran aku sama kamu yang belanja cuma satu barang disaat kedua sahabat kamu beli barang sebanyak itu, sampai pengawal mereka terlihat kewalahan membawa barang belanjaan mereka, sedang kamu satu,"


"Pada dasarnya aku ini bukan orang yang suka belanja seperti mereka suami ku tercinta dan tersayang, aku ini tipe orang yang hanya beli sesuatu yang sesuai dengan yang aku butuhkan dan barang itu menarik hati aku serta harganya sesuai kantong aku. Seperti halnya aku menentukan pasangan hidup, aku hanya akan memilih satu pria yang menarik hati aku, yang selalu mengarahkan hati aku untuk berjalan menuju hatinya dan pria yang itu sangat membutuhkan aku serta menghargai dan menghormati aku sebagaj seorang wanita. Sedang dia aku butuhkan sebagai pelindungku, sandaranku, teman hidup aku, sahabat aku, teman dekat aku dan ....."Jessica sengaja memotong pembicaraannya membuat Andre penasaran di buatnya.


"Dan apa sayang?"


"Dan ..... eee....dan itu ....eeee.... dan itu lhoo...." Jessica pura-pura bingung sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal, dan arah pandangannya yang kekiri dan ke kanan.


"Itu apa sayang? Cepet katakan saja sayang, jangan buat aku penasaran ah!" Pinta Andre yang begitu penasaran.


Kini Andre audah memasang wajah yang begitu serius ingin mendengar kelanjutan ucapan Jessica yang terpotong.


"Da- dan jadi suami yang akan menjadi patner di atas ranjang ku hahahahaha... serius amat nungguin aku ngomong Kak?" Jawab Jessica yang mengusap wajah serius suaminya itu dengan telapak tangannya kemudian mengecup kilat bibir Andre yang menggoda.


"Aishhh.... aku kira apa, kamu tuh sering banget ngerjain aku sekarang ya? Kamu tuh orangnya jail banget hemmm, ngomong begitu aja pakai aaaa eeee...." ucap Andre yang memasang wajah merajuk dengan kembali duduk bersandar di kursi lalu melirik tajam wajah istrinya sembari menyeruput kopi di tangannya.


"Jadi suami jangan suka ambegan Ndre, nanti gak dikasih jatah bikin kecebong repot urusannya," Ucap Leon yang ikut nimbrung menasehati Andre.


"Kecebong???" Andre membeo tak mengerti.


"Kamu tidak tahu Ndre kecebong itu apa?" Tanya Leon yang dijawab gelengan kepala oleh Andre.


"Kalau kamu tidak tahu, tanyakan saja pada istrimu," peritah Leon pada Andre membuat Andre kembali menatap Jessica.


"Jesssica....." Andre memanggil nama Jessica dengan suara yang penuh penekanan.


"Iya kak... maafkan aku,"


"Ayo kita pulang! Mulut kamu ini harus di hukum sebelum kita kembali ke negara kita,"ucap Andre sembari berdiri kemudian menarik tangan Jessica untuk bangkit dari duduknya.


"Kak dua ronde aja ya jangan banyak-banyak please..." Jessica berjalan sembari memohon pada Andre yang menggenggam erat tangannya.


"Sepuluh ronde tanpa penolakan dan tanpa jeda!" Ucap Andre pura-pura tegas sambil menahan tawanya. Ia hanya ingin menakut-nakuti istrinya sebagai balasan karena sudah mengerjainya tadi.


"Apa??? Ngegang-ngegang nih, kaya penganten sunat deh ni jalannya nanti, ampun deh ampunn..."sahut Jessica dengan memekikan kata ampun berkali-kali.


Pekikan kata ampun yang keluar dari mulut Jessica membuat ke dua pasang kekasih yang berjalan dibelakangnya tertawa terbahak-bahak. Tawa mereka membuat Jessica berhenti dan menoleh ke belakang.


"Seneng iya? Senang??? Senengkan?? Lihat gue menderita senengkan dasar sahabat lak.nat" ucap Jessica , membuat Andre yang mendengarnya sembari menahan senyuman yang tak bisa ia tahan lagi.


"Kak, potong gaji Assiten Jimmy dia sudah berani-beraninya menertawakan ku!" Pinta Jessica sambil menarik lengan Andre.

__ADS_1


"Siap, gaji Jimmy akan aku potong 20% asal kamu siap melayani ku 20 ronde malam ini,"


"Apaaa????"


__ADS_2