Cinta Jessika

Cinta Jessika
Akhirnya tau apa itu Lollipop


__ADS_3

Hari - hari selanjutnya pun dilalui Jessica dengan kegiatan kampus di pagi hari dan ketika waktu siang Jessica menjemput kedua anak Fabian. Kadang Jessica juga membawa kedua anak Fabian ke kampus. Jika latihan untuk pentas seni belum selesai dan kedua anak Fabian ingin melihat Jessica latihan Vocal terpaksa ia membawa kedua anak Fabian ke kampus.


Kegiatan Jessica menjemput kedua anak Fabian berakhir ketika anak-anak Fabian sudah menerima raport hasil belajar mereka. Raport kedua anak Fabian diambil oleh Bagas dan Suci. Fabian tidak sempat mengambilnya karena kesibukan pekerjaannya. Kini Jessica lebih fokus dengan kegiatan kampusnya setelah kedua anak Fabian memasuki masa libur sekolah.


Sedangkan di sisi lain Fabian sibuk dengan banyak Project yang diberikan perusahaan Batara group kepadanya. Perusahaan Batara group kerap kali meminta berbagai macam revisi sehingga membuat Fabian dan karyawannya kewalahan stres dan pusing. Ternyata tidak mudah menghadapi permintaan pihak Batara group yang selalu berubah-ubah dan ditambah lagi event pentas seni di Universitas Adikari tinggal di depan mata.


Semua kesibukan yang dialami Fabian dan Jessica adalah ulah perbuatan Andre. Andre menyiapkan rencana dengan begitu matang untuk menjauhkan mereka berdua. Dengan kesibukan yang Andre ciptakan membuat hubungan mereka menjadi menjauh dan durasi mereka bertemu pun menjadi berkurang.


" Apa semua sesuai rencana Jim?" tanya Andre dengan datar.


" Sepertinya semua sesuai dengan apa yang Tuan mau, Nona Jessica sudah sibuk dengan kegiatan kampus dan Fabian sudah kita buat sesibuk mungkin dengan Project yang kita berikan kepadanya, tuan." jelas Jimmy pada Andre.


" Bagus, awasi mereka jangan sampai Fabian rusak calon istriku!" perintah Andre dengan dingin.


" Baik Tuan akan saya laksanakan." jawab Jimmy mematuhi perintah Tuannya.


Di sisi lain kedua anak Fabian datang ke kampus Jessica, hari itu kedua anak Fabian menjemput Jessica karena mereka ingin ke kantor Papinya, Mereka ingin Jessica menemani saat mereka berada di kantor Papinya.


" Tante Jessica!!" panggil kedua anak Fabian ketika melihat Jessica sedang berada di pintu gerbang Universitas Adhikari. Jessica hendak pulang ke rumahnya.


" Hai Hana Hani!!" jawab Jessica kemudian ia menepikan sepeda motornya.


Jessica berjalan menghampiri mobil kedua anak Fabian yang ternyata dikendarai oleh Bagas.


" Assalamualaikum anak-anak tante." sapa Jessica pada kedua anak Fabian yang berada di balik jendela pintu mobil yang sedang terbuka itu.


" Waalaikumsalam tante." jawab mereka bersamaan.


" Cium tangan dulu dong cantik" pinta Jessica pada kedua anak Fabian. Kedua anak Fabian mengikuti permintaan Jessica.


" Hai nak Jessica." sapa suci dari dalam mobil. Jessica tidak terlalu memperhatikan keberadaan Suci yang berada di kursi sebelah supir.


"Oh, ada Nyonya.. Maaf saya tidak terlalu memperhatikan jika Nyonya ada bersama mereka."Jessica terkejut mengetahui Suci berada bersama kedua anak Fabian sedang duduk di kursi samping kemudi.


"Tidak apa Nak, saya dan suami rencananya ingin mengantar Hana dan Hani ke kantor Papinya, katanya mereka kangen sama Papinya, akhir-akhir ini Papinya sangat sibuk dikantor sampai anaknya tidak kebagian waktunya." ujar Suci agar Jessica tau betapa sibuknya Fabian.


"oh.begitu Nyonya" ucap Jessica menanggapi perkataan Suci.


"Tadi di jalan Hana dan Hani minta kamu menemani mereka di kantor, apa kamu bersedia menemani mereka?" tanya Suci.


Jessica melihat kedua wajah anak Fabian yang penuh damba padanya. Meskipun lelah akhirnya Jessica menyetujuinya.


"Baiklah Nyonya demi Hana dan Hani saya bersedia, cuma saya biar naik sepeda motor saja, nanti kita bertemu disana." ujar Jessica.


"Baiklah nak Jessica, tapi nanti kami hanya bisa mengantar mereka saja, karena kami masih ada keperluan, jika nanti anak-anak mau pulang, biarkan mereka bisa pulang dengan Toto ataupun bersama Papinya nanti" ujar Suci pada Jessica.


"Ya Nyonya, kalau begitu saya pamit jalan dulu." pamit Jessica, Ia kembali ke sepeda motornya. Melajukan sepeda motornya ke perusahaan Fabian.


Jessica lebih dulu sampai di perusahaan Fabian. Jessica menunggu kedatangan kedua anak Fabian di lobby. Selang berapa menit kedua anak Fabian sudah tiba di perusahaan. Bagas dan suci menurunkan cucunya kemudian menitipkan kedua cucunya itu kepada Jessica. Setelah itu mereka meninggalkan perusahaan Fabian.


Jessica berjalan bergandengan dengan kedua anak Fabian, sebelum ke ruangan Fabian Jessica bertanya terlebih dahulu pada bagian resepsionis tentang keberadaan Fabian.


" Mbak, Pak Fabian ada nggak di ruangannya?" tanya Jessica kepada bagian resepsionis tentang keberadaan Fabian.


" Yah sayang sekali Jessica, Pak Fabian sedang meeting di perusahaan Batara Group." jawab resepsionis tersebut.


" Papi nggak ada tante?" tanya Hana nampak kecewa. Jessica menjawab pertanyaan hanya dengan menganggukan kepala.


"Kalau Papinya nggak ada kita tunggu di ruangannya aja, tapi kita ngumpet aja yuk kita kasih Papi kejutan gimana tante?" ucap Hani antusias untuk memberi kejutan pada Fabian.


" Oke ide bagus" jawab Jessica mengedipkan mata agar Hana tidak kecewa lagi.


" Mbak nanti kalau Pak Fabian datang Jangan kasih tahu kalau kami datang ya!" pinta Jessica pada resepsionis yang bernama Nungki.

__ADS_1


" Oke Jessica nanti kalau Pak Fabian sudah sampai aku telpon kamu, aku ikutan permainan anaknya Pak Fabian ya?" ucap resepsionis yang bernama Nungki dia mengedipkan matanya pada Hana dan Hani.


" Oke Mbak Makasih banyak ya" Jessica mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Nungki.


" Let's play the games tante." ucap Hani.


Mereka berjalan menuju ruangan Fabian, Ketika diruangan Fabian, mereka sibuk mencari tempat persembunyian yang bagus untuk bersembunyi. Mereka melihat dari kolong meja balik horden hingga akhirnya mereka menemukan lemari pakaian ganti Fabian yang cukup besar untuk mereka bertiga bersembunyi, ditambah lagi di bagian atas pintu lemari ada celah-celah udara sehingga Jessica bisa mengintip dari dalam lemari.


30 menit sudah mereka menunggu kehadiran Fabian. Akhirnya Nungki menelpon Jessica Ia memberitahukan bahwa Fabian telah datang. Mereka segera masuk ke dalam lemari pakaian ganti Fabian untuk bersembunyi. Jessica berada di tengah-tengah antara Hana dan Hani.


" Sayang kalian jangan bersuara oke nanti kita bisa ketahuan kalau kalian bersuara!" pinta Jessica kepada kedua anak Fabian.


" Oke tante." jawab mereka.


"Brukk" suara pintu dibuka dengan kasar.


"Arghhh...sial." umpat Fabian dengan nada tinggi. Jessica melihat Fabian datang dalam kondisi emosional.


" Jangan bersuara sayang papimu sedang berubah menjadi banteng." bisik Jessica kepada kedua anak Fabian.


Kedua anak Fabian menurut, mereka menganggukan kepalanya. Jessica juga melihat Clara datang keruangan Fabian, membawakan secangkir kopi dan meletakkannya di meja kerja Fabian. Posisi Fabian saat itu masih berdiri di dekat sofa. Clara mendekati Fabian. Berjalan berlenggak-lenggok seakan sedang menggoda Fabian. Tanpa aba-aba Fabian menarik tengkuk Clara kemudian menyambar habis bibir Clara. Seketika mata Jessica terbelalak melihat apa yang dilakukan Fabian kepada Clara. Dadanya penuh sesak air matanya ingin mengalir namun Ia bendung, Ia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat. Rasanya tubuhnya tidak bertulang dan lunglai. Lagi- lagi ia merasa kecewa dan sakit hati oleh orang yang ia cintai. Ingin rasanya ia berteriak dan menjambak rambut Clara atau menampar pipi Fabian. Tapi hal itu tidak ia lakukan, ia lebih memilih untuk diam dan melihat apa yang dilakukan Fabian dan Clara selanjutnya sambil berkata dalam hatinya.


" Ini yang Om duda bilang cinta sama aku? Ini yang Om duda janjikan tidak akan sosor sana sosor sini lagi, memang ini tidak di depan umum Om tapi Om melakukannya sembunyi-sembunyi dariku, apa lagi Om lakukan ini dengan Clara sekretaris Om yang seksi itu. Aku bukan tandingannya Om, Aku tidak ada apa-apanya dibanding dia." ucap batin Jessica lirih.


15 menit mereka bertukar Slavina, setelah puas berciuman, Fabian pun melepaskan ciumannya. Dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa, Clara tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Jessica terkejut untuk kedua kalinya. Jessica melihat apa yang dilakukan Clara dengan Junior milik Fabian. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Clara, sungguh menjijikkan yang ia lihat saat ini.


" Tunggu... Apa ini yang dimaksud mbak Lina dan juga Mbak Sisil tentang Lollipop? Ah sial betapa bodohnya aku. Kenapa aku bisa mencintai laki-laki brengsek seperti dia, Dia nggak jauh beda sama Diego." ucap batin Jessica penuh sesal.


" Pantas saja Mbak Clara tampar aku waktu itu ternyata hubungan mereka sejauh ini, ini benar-benar gila." batin Jessica.


" Om Duda kamu berhasil meremukan hatiku, harapanku, lagi lagi kamu menerbangkan dan menjatuhkan aku lagi, Ya Tuhan betapa sakit hati ini lagi-lagi orang yang aku cintai seperti ini." batin Jessica terluka.


Di balik lemari Jessica menahan rasa emosi sedih dan kecewa. Dia merasa dibodohi oleh Fabian, Fabian seperti tidak menghargai perasaan cintanya, apa yang pernah Fabian katakan tentang kata-kata cinta seperti hanya bualan saja.


Jessica tetap bertahan di balik lemari, Ia tetap menyaksikan apa yang dilakukan Fabian dan Clara meskipun apa yang dia lihat mengotori matanya. Jessica berusaha bersikap tenang. Ketika Fabian sudah mendekati pelepasan hingga ia meminta Clara untuk lebih cepat.


Dan saat Fabian melakukan pelepasan, Fabian lagi-lagi menyebut nama Jessica. Hal itu membuat Clara dimakan api cemburu dan dibalik lemari Jessica juga merasa kesal.


" Sial... Jangan-jangan dia membayangkan gue yang ngelakuin itu padanya, dasar brengsek." umpat Jessica di dalam lemari.


Mereka menyudahi permainan mereka dan merapikan diri mereka. Setelah itu mereka pergi dari ke ruang kerja Fabian. Jessica dan kedua anak Fabian keluar dari persembunyian mereka saat Jessica melihat Fabian dan juga Clara telah pergi dari ruang kerja Fabian.


" Sayang berjanjilah pada tante jangan katakan pada Papi kalian kalau kita sudah datang dari tadi dan bersembunyi di balik lemari, Ok!" pinta Jessica pada kedua anak yang begitu manis dihadapannya.


"Memang kenapa Tante?" tanya Hana.


" Sepertinya Papi Kalian sedang banyak masalah dan ia sedang mengamuk seperti banteng, Dia sedang tidak asik jika kita ajak bermain dan dia akan marah pada kita nanti jika tahu kita bersembunyi di balik lemari pakaiannya. Karena kita sudah membuat baju Papi kalian lecek dan berantakan." Jessica berusaha menjelaskan kepada anak Fabian meskipun berbohong.


" Oke baiklah tante Lain kali kita akan bermain seperti ini lagi." jawab Hana lesu.


" Tentu sayang masih banyak kesempatan hari esok untuk kita bermain bukan?!." ujar Jessica.


" Ya sudah kita tunggu papimu di sini ya kalian duduk dulu di sofa, tante akan buatkan kalian minuman." Jessica menyuruh kedua anak itu untuk duduk di sofa.


" Oke Tante Jangan lupa Hani mau cemilan juga ya." ujar Hani.


" Siap Nona Hani yang cantik, tante akan bawakan minuman juga cemilan untuk kalian." puji Jessica pada Hani.


Jessica pergi ke pantry membuat minuman untuk Hana dan Hani. Ia juga mengambil beberapa makanan kecil untuk kedua anak Fabian. Saat ia ingin meninggalkan pantry ia bertemu dengan Dila office girl di lantai 5


"Dil, Pak Fabian dimana?"


" Di ruang meeting Mbak, lagi ngamuk-ngamuk dari kemarin sampai sekarang nggak ada capeknya." jawab Dilla.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?"tanya Jessica.


" Kata orang-orang pekerjaannya revisi terus sedangkan deadline jalan terus." jawab Dilla.


" Oh begitu makasih infonya ya Dil." ujar Jessica.


" Iya sama-sama mbak." jawab Dilla.


Jessica kembali ke ruangan membawa minuman dan makanan untuk kedua anak Fabian, sambil menunggu Jessica membacakan dongeng untuk Hana dan Hani. kedua anak itu menjadikan paha Jessica bantalan mereka, Hana dipaha kanan dan Hani di paha kiri. Jessica membacakan dongeng hingga Hana dan Hani tertidur di sofa panjang, cukup lama mereka menunggu Fabian selesai meeting, akhirnya Fabian pun datang tapi mereka bertiga sudah tertidur di sofa karena lelah menunggu.


Saat itu Fabian membuka pintu ruangannya, dilihatnya ada seorang wanita duduk bersandar di sofa, Fabian juga melihat dua pasang kaki anak- anak di sebelah kanan dan kiri sofa itu. Ia yakini kedua pasang kaki itu adalah kaki kedua anaknya.


Fabian berjalan pelan menghampiri sofa. Ia melihat Hana dan Hani tengah tertidur di paha Jessica. Dan Jessica juga tengah tertidur. Fabian menyiumi kedua anaknya bergantian. Selanjutnya ia menatap dalam wajah Jessica. Fabian mencium pucuk kening Jessica.


" Kalian begitu manis, dua Bidadari kecilku dan Cinderella pujaan hatiku." ucap Fabian pelan.


Fabian duduk di balik meja kerjanya. setelah kedatangan kedua putrinya dan juga Jessica emosinya hilang begitu saja, malah ia bersemangat bekerja di balik mejanya. Ia melihat rundown yang diserahkan oleh bagian tim Creatif untuk acara Pentas Seni besok. Ia melihat nama Jessica berada di sana. Besok Ia akan melihat penampilan Jessica. Senyum mengembang di wajah Fabian, Ia membayangkan penampilan Jessica yang memukau hatinya.


Hana bangun terlebih dahulu, dia membangunkan adiknya dan juga Jessica.


" Tante bangun... Papi sudah ada di depan kita" Hana membangunkan Jessica menggoyang-goyang tubuh Jessica. Jessica membuka matanya ia melihat senyum Fabian mengembang melihat mereka. Jessica tidak membalas senyuman Fabian.


" Simpan senyum palsumu itu Om Duda, aku sangat membencinya!" umpat Jessica kesal di dalam hatinya.


" Kamu terlihat lelah sekali Jess, apa kegiatan kampus menguras tenaga dan pikiranmu? Kamu tidur pulas sekali sampai tidak menyadari keberadaanku?" tanya Fabian seakan mengkhawatirkan Jessica.


" Nggak salah ngomong dia, Om Duda lah yang sudah menguras emosi dan pikiran aku dan merusak pandangan mata aku tadi, seumur hidup aku baru lihat yang kaya begitu tadi." batin Jessica.


" Kenapa kamu diam hemmm.... ? Apa aku buat kamu marah lagi?" tanya Fabian seakan tak dosa.


" Iya Om sudah sangat membuat aku marah dan kecewa aku mulai membencimu Om." jawab Jessica di dalam hatinya. Sedang di hadapan Fabian Jessica hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


" Apa kalian sudah makan, sekarang sudah jam 05.00 sore?" tanya Fabian pada kedua anaknya dan juga Jessica.


" Belum Papi kami belum makan" jawab Hani.


" Oke bagaimana kalau kita makan bersama di luar" tawar Fabian.


"Mau... mau Papi tapi tante ikut kan?" jawab Hani kemudian bertanya apakah Jessica ikut atau tidak.


" Tentu sayang." ucap Fabian.


"Eh... sayang tante nggak bisa ikut kali ini, karena tante harus mempersiapkan diri untuk pentas seni besok." tolak Jessica dengan sebuah alasan yang masuk akal. Ia ingin sekali menghindari Fabian mulai saat ini.


" Oke baiklah tante ...Semoga penampilan tante besok sukses ya." ucap Hana mendoakan Jessica sembari tersenyum dan memeluk Jessica.


" Iya sayang makasih atas doanya ya." ujar Jessica.


" Kamu baik-baik saja kan? kamu tidak lagi menghindari aku? Kenapa hati aku merasa kamu sedang menghindariku Jess?" tanya Fabian.


" Saya nggak apa-apa Pak, itu hanya perasaan Bapak saja, besok kita bisa ketemu di kampus, dan saya tidak sedang menghindari Bapak kok." ucap Jessica berbohong.


Akhirnya mereka berpisah Jessica pulang dengan sepeda motornya sedang Fabian dan kedua anaknya menaiki mobil yang dikendarai Alan.


Di perjalanan Jessica terus memikirkan dan membayangkan apa yang ia saksikan tadi. Begitu pilu rasa hatinya, begitu tersayat hatinya dengan apa yang dilakukan Fabian kepada Clara. Lagi-lagi hatinya tersakiti karena di khianati. Tangisnya pun tak terbendung, sepanjang jalan ia menangis dan berteriak meluapkan amarahnya.


Ketika di lampu merah Alan berhenti di samping sepeda motor Jessica. dia melihat Jessica yang menangis, berkali-kali Jessica menghapus air matanya, terlihat ia menangis hingga sesenggukan.


" Ada apa denganmu Jessica hingga kamu menangis seperti itu?" tanya Alan pada dirinya sendiri.


Dari balik kemudi Alan juga melihat ke kursi belakang di mana ada Fabian dan kedua anaknya yang sedang sibuk bercanda


" Mereka nampak baik-baik saja tapi kenapa Jessica menangis sedih itu?" Alan menyimpan pertanyaan yang membuatnya penasaran.

__ADS_1


Dia pun berkata pada dirinya sendiri akan mencari tahu apa penyebab yang terjadi pada Jessica hingga membuatnya menangis seperti itu.


bersambung


__ADS_2