Cinta Jessika

Cinta Jessika
Pulang


__ADS_3

Paris, Jum’at pukul 16.00


Kota J pukul 21.00


Setelah menyelesaikan meeting bersama Tuan  Peter, Andre segera berpamitan dengan Tuan Peter. Dengan berat hati Andre memohon maaf pada Tuan Peter tidak bisa melanjutkan perjalanan bisnisnya dan perjalanan bisnis selanjutnya akan di wakilkan oleh Jimmy. Tuan Peter berusaha memaklumi dan mengizinkan Andre untuk kembali ke negaranya. Dengan dibantu oleh Jimmy Andre kembali ke negara asalnya itu.


Demi Jessica Andre rela meninggalkan pekerjaan yang sangat penting untuk masa depan perusahaannya. Andre benar-benar membuktikan bahwa Jessicalah yang utama dan yang terpenting dalam hidupnya saat ini.


Dibandara Internasional Charles de Gaulle.


“Jim, aku percayakan semua urusan bisnis yang ku tinggalkan ini pada mu. Aku sangat mengandalkan mu Jim.” ucap Andre sebelum menaiki Jet pribadinya.


“Baik Tuan saya akan berusaha semampu saya menjalankan tugas yang Tuan Andre berikan kepada saya.” sahut Jimmy sembari menunduk hormat.


“Baiklah Jim, aku pergi dulu. Jaga diri mu baik-baik disini sobat.” Andre menepuk pundak Jimmy yang masih saja menunduk hormat padanya.


*


*


*


Pukul 21.00 dikota J


Dokter Nathan  dan Suster Nita datang ke Apartemen Louis setelah Angela menghubungi mereka. Angela menghubungi Dokter Nathan atas perintah Andre untuk kembali mengobservasi luka di punggung tangan Jessica.


Angela sengaja meminta Dokter tampan itu untuk datang malam hari saja setelah ia memastikan calon Nyonya mudanya itu sudah masuk ke alam tidur. Kini mereka bertiga sudah berada di dalam kamar Andre. Nampak Jessica sudah tertidur sangat pulas. Dokter Nathan segera memeriksa punggung tangan Jessica. Ia mengamati dengan teliti luka di tangan calon istri pemilik rumah sakit dimana ia bekerja.


“Apa lukanya rajin dibersihkan dan diberi salep yang saya berikan?” tanya Dokter Nathan dengan suara yang berbisik.


“Iya Dok sangat rajin kami bersihkan. Memangnya kenapa Dok? Apa ada masalah di lukanya?” tanya Angela dengan wajah yang nampak khawatir.


“Tidak Nona, lukanya sudah mulai membaik. Mungkin dua tiga hari lagi luka ini sudah sembuh. Lukanya sudah banyak yang mengering. Hanya saja dia harus berhati-hati jangan sampai luka kering ini tertarik tanpa sengaja. Jika tertarik akan ada luka baru yang mungkin akan berbekas dan tak akan hilang. Saya akan memberikan salep lagi untuk luka luarnya dan suplemen kolagen untuk proses  maturasi penyembuhan lukanya.”


“Baik Dokter.”


Setelah memberikan obat Dokter Nathan dan Suster Nita pun pergi meninggalkan apartemen. Angela menemani Jessica tidur dikamar Andre, Ia tidur di sofa panjang yang berada di bawah jendela.


*


*


*


Pagi hari di Kota D


Mension Utama Brata.


Ayumi yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya di kejutkan oleh tindakan suaminya yang memeluk Ayumi secara tiba-tiba dari belakang. Ia menyiumi leher jenjang istrinya.


“Papi geli aku lagi masak.”Ayumi mencubit tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


“Jangan selalu meninggalkan aku Mam, ini hukuman untuk mu yang meninggalkan suami yang sedang ingin tidur di temani istrinya.”


“Papi kau sudah tua dan punya dua cucu tapi kelakuan mu masih saja seperti ini.”


“Biarkanlah Mam. Sebentar lagi kita akan hidup terus berdua tanpa pengganggu lagi. Menikmati masa tua kita bersama berdua penuh keromantisan seperti saat kita masih pacaran dulu.”


“Apa maksud mu dengan tanpa pengganggu Pih?”


“Anak kesayanganmu akan menikah minggu depan. Om Abraham sudah menghubungi ku semalam  untuk memajukan rencana pernikahan anak kita dan anak Nico.”


“Yang benar Pih ah senangnya…Mami punya menantu lagi.” Ayumi memeluk suaminya sambil tersenyum bahagia akhirnya Andre dan Jessica menikah.


“Kau senang sekali Mam. Jangan sampai ada menantu baru kau melupakan ku!” ucap Brata dengan wajahnya yang merengut.


“Tentu aku sangat senang memiliki menantu yang memiliki hobby yang sama dengan ku, memasak dan berkebun. Dan lagi pula calon menantu ku ini akan tetap berada di negara ini dan tidak akan meninggalkanku. Hidup ku akan lebih berwarna dan tidak kesepian lagi Pih.”

__ADS_1


“Kau tak pernah kesepian Mam, kan ada aku.”


“Tentu berbeda Pih, sudahlah Pih segera bersihkan dirimu dan pergi keruang makan. Aku akan menyelesaikan masakan ku dan kita sarapan bersama. Jangan lupa kau kabari anak sulung mu untuk menghadiri acara pernikahan adiknya!”


“Baiklah Mam, aku akan melaksanakan segala perintah mu, istriku tersayang.” ucap Brata sembari mencium pipi istrinya dengan lembut. Kemudian pergi menuju kamar pribadinya untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.


*


*


*


Kediaman Nico.


Diruang makan dikediaman Nico hanya ada Cynthia dan Nico yang duduk dengan setia di meja makan yang nampak kosong. Tidak ada kopi ataupun menu makanan untuk mereka sarapan pagi. Karena Lestari tengah merajuk pada suaminya. Bahkan semalam Lestari memilih untuk tidur di kamar putranya Leon.


“Ayah, Ibu mana?” tanya Cynthia pada Nico.


“Di kamar Abang mu.” jawab Nico dengan wajah yang lesu.


“Apa ibu tidak menyiapkan sarapan pagi untuk kita Ayah? Aku sangat lapar? Bagaimana dengan pertumbuhan bayiku jika ibu tidak menyiapkan sarapan pagi dan susu hamil untuk ku Ayah?” rengek Cynthia pada Nico.


“Hari ini ayah yang akan menyiapkan sarapan dan susu untuk mu Nak.” Nico segera berjalan kedapur membuatkan segelas susu hamil untuk Cynthia.


Leon yang baru datang membelikan sarapan pagi untuk Ibunya memandang sinis kearah Cynthia dan juga Nico yang berada di dapur sedang membuatkan susu untuk Cynthia. Nico memperhatikan bungkus plastik yang dibawa oleh Leon. Leon yang sedang mengambil piring makan untuk Ibunya tidak memperdulikan pandangan mata Ayahnya itu.


“Kau beli sarapan untuk siapa Leon?” tanya Nico pada anak lelakinya.


“Ibu dan aku.” jawab Leon singkat.


“Kau tidak membelikan untuk Ayah dan adikmu?” tanya Nico lagi.


“Tidak kalian tidak memesannya.”


“Adik mu Cynthia sudah lapar, berikan milikmu untuk adikmu dulu Leon. Kau bisa membelinya lagi bukan. Jika kamu pergi untuk membelinya lagi belilah dua sekalian untuk Ayah.” pinta Nico pada Leon yang sudah menyeryitkan sebelah alisnya.


“Leon jaga kata-kata mu! Kau akan menyakiti perasaan Cynthia.” sahut Nico.


“Ck. Ayah kau sepertinya  begitu takut menyakiti perasaan anak kesayanganmu Cynthia. Padahal kau sudah mengusir anak bungsu mu karena anak kesayanganmu itu. Seharusnya saat bertemu aku pagi ini, pertama kali yang harus Ayah tanyakan padaku itu bagaimana kabar dan kondisi Jessica. Dimana sekarang dia berada bukan meminta makanan ku untuk Cynthia. Aku sangat kecewa pada mu Ayah.Ayah sama sekali tidak ada rasa perduli pada Jessica. Aku harap Ayah tidak akan menyesal memperlakukan Jessica seperti ini dikemudian hari.”


Leon segera pergi membawa piring dan bungkusan plastik sarapannya ke kamar pribadinya. Ketika melewati kursi duduk Cynthia. Leon dengan sengaja menendang kursi yang di duduki Cynthia hingga kursi itu hampir terjungkal.


“Aduh…” keluh Cynthia.


“LEON!!!”pekik Nico yang melihat aksi Leon itu. Leon sama sekali tak memperdulikan pekikan Nico. Ia tetap berjalan maju menuju kamarnya.


*


*


*


Apartemen Louis


Jessica bangun seperti biasanya di pagi hari. Ia melaksanakan aktifitas pagi seperti biasa membersihkan dirinya sebelum ia turun ke ruang makan. Pagi yang berbeda ia rasakan tanpa kehadiran keluarganya yang menyambutnya di ruang makan. Hatinya begitu terenyuh, ia sedih karena tak bisa melihat ibu yang selalu menyediakan susu coklat hangat di pagi hari untuknya.


Bi Lastri datang membawakan nasi goreng sosis dan segelas susu coklat hangat untuk Jessica. Segera Angela hendak membantu Jessica untuk menyuapi makanan Jessica yang sudah tersaji diatas meja namun Jessica menolaknya.


“Aku mau mencoba memakannya dengan tanganku sendiri Angela.” Jessica menolak Angela membantunya. Menarik kembali piring makannya yang ditarik Angela.


Dengan gerakan perlahan Jessica menghabiskan sarapan paginya. Setelah menghabiskan makanannya Jessica kembali kemar Andre mencoba menghubungi Lestari ibu yang ia rindukan.


“Hallo bu..” sapa Jessica dengan suara yang lirih.


“Hallo Jessica anakku… kamu sudah makan dan minum susu nak? Apa mereka menyiapkan susu untuk mu?” tanya Lestari dengan suara yang menahan sedih.


“Aku baru saja selesai sarapan pagi bu, Bi Lastri menyiapkan susu coklat untuk ku bu namun rasanya tetap berbeda mu. Karena susu itu bukan buatan tangan ibu.” jawab Jessica dengan isak tangis kerinduannya pada Lestari.

__ADS_1


“Jangan menangis nak, kamu harus jadi wanita yang kuat.Buktikan pada ayahmu kamu anak yang mandiri.”


“Iya bu. Tapi aku merindukan ibu.”


“Ibu juga merindukanmu Nak, tunggulah waktu yang tepat kita akan bertemu kembali. Sekarang Ibu dan Abang mu sedang memberi teguran halus pada Ayah mu dan juga kakakmu Cynthia.”


“Baiklah bu. Aku akan menunggu saat itu tiba untuk melepas kerinduanku pada Ibu.” ucap Jessica di akhir panggilannya bersama Lestari.


Setelah menutup panggilan teleponnya Jessica kembali menangis memeluk guling yang ada diatas ranjangnya itu.


“Berat sekali hidupku Tuhan… Aku masih sanggup kehilangan yang lainnya tapi sulit bagiku jauh dari sosok ibu yang menyayangiku dan mencintaiku setulus dan sepenuh hatinya. Kak Cynthia pasti hatimu sangat bahagia karena aku sudah pergi dari rumah. Kau bisa mendapatkan kasih sayang ayah secara utuh tanpa harus berbagi lagi denganku. Kenapa kak? Kenapa kakak tidak bisa seperti Kak Claudia yang sangat menyayangi Anna adiknya? Kenapa kita tak bisa seperti mereka kak? Apa salah ku pada mu Kak? Kenapa kau tak bisa sedikitpun berusaha menyayangiku bahkan untuk dekat dengan ku? Kenapa kamu selalu berusaha menyakitiku, Kenapa kak? Kenapa?! Bahkan Endah yang hanya anak angkat masih bisa menyayangi adik perempuannya. Kenapa kamu tidak Kak? Kenapa?!” Jerit pilu di hati Jessica.


Jessica menangis hingga ia lelah dan akhirnya tertidur.


Di sisi lain Brata terlihat sedang kesulitan menghubungi anak bungsunya Andre. Ia ingin menghubungi anak bungsunya itu untuk memintanya segera kembali dari Paris. Brata ingin Andre segera mengurus pernikahan anaknya  itu yang akan dilaksanakan minggu depan. Waktu yang begitu singkat untuk mengadakan sebuah acara pernikahan.


Brata yakin ponsel anaknya itu dalam mode off sehingga tidak bisa dihubungi. Akhirnya Brata memutuskan untuk menghubungi Jimmy. Jimmy yang masih tertidut terbangun karena ponselnya berdering.


“Hallo” suara berat Jimmy menyapa. Ia tak melihat dulu siapa yang meneleponnya saat itu.


“Jimmy, apa kau sedang bersama anakku?” tanya Brata.


“Oh Tuan.. Maafkan saya Tuan Brata. Saya tidak tahu jika Tuan yang menghubungi saya. Tuan Andre sudah kembali ke Kota J Tuan. Nona Jessica menangis meminta Tuan Andre kembali.”


“Hahahaha.. benar kah itu?” tawa Brata menanggapi jawaban Jimmy. Brata tidak menyangka Andre yang terkenal gila kerja tiba-tiba meninggalkan pekerjaan yang sangat penting hanya karena permintaan seorang wanita.


“Benar Tuan, Mungkin sekarang pesawat  Tuan Andre masih mengudara Tuan menuju Kota J.”


“Oh baiklah kalau begitu. Jimmy kau selesaikan pekerjaan disana selesai atau tidak selesai jumat depan kau sudah harus sudah kembali di kota D. Karena Andre sahabatmu akan menikah dengan wanita yang ia cintai.”


“Bukannya masih bulan depan Tuan?”


“Tidak Jim, acara dimajukan. Kalau begitu kau boleh melanjutkan istirahat mu Jim, Maaf jika aku sudah menggangu waktu istirahmu. Jaga diri mu baik-baik disana Jim!”


“Baik Tuan.”


Setelah menyelesaikan panggilan telepon dengan Jimmy. Brata segera menghubungi assitennya untuk meminta pilot pesawat jet pribadi mereka mengganti rute arah penerbangan Andre.


*


*


*


Pukul 14.00 Kota D.


Pesawat Jet pribadi milik keluarga Kusuma telah mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Kota D. Andre yang menghabiskan waktunya dengan beristirahat di  dalam pesawat sangat terkejut saat keluar dari pesawatnya. Ia memandang sekeliling bandara. Ia sangat mengenali dimana sekarang ia berada. Ia mengurungkan dirinya untuk turun dari pesawat. Ia menghampiri pilot yang membawa pesawatnya itu.


“Kap, kenapa kau membawa ku ke kota D bukankah Jimmy dan aku sudah katakan pada mu aku akan kembali ke kota J?!”


“Maaf Tuan Andre, Tuan Brata meminta Anda untuk kembali sebentar saja ke Mension utama. Karena Tuan Brata ingin bicara sangat penting pada Anda Tuan.”


“Oh…”


“Permisi Tuan jika saya dibolehkan saya akan istirahat sejenak sambil menunggu Anda menyelesaikan urusan Anda Tuan.”


“Ya silahkan Kap. Jika Kapten lelah Kapten boleh pulang saja biar Kapten Hari yang akan menggantikan Anda Kap.”


“Terimakasih atas pengertiannya Tuan. Kalau begitu saya pamit.Sampai berjumpa di penerbangan berikutnya Tuan.”


"Ya Kap, terimakasih sudah mengantarkan saya dengan selamat ke kota D."


"Sama-sama Tuan."


Andre keluar dari pintu pesawat, sebuah sedan mewah Bugatti Chiron berwarna hitam sudah terparkir di bawah Garbarata. Ia menaiki mobil itu setelah salah satu Bodygard membukakan pintu mobil untuknya. Mobil mewah itupun melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju Mension utama Brata Kusuma.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2