
Pagi hari di rumah Jessica, sebuah mobil Mercedes Benz berhenti di depan mobil BMW Fabian. mobil Mercedes Benz itu adalah milik kedua orang tua Diego. Kedatangan mobil tersebut dilihat oleh Fabian dan juga Alan.
" Mobil siapa ini pagi-pagi sekali bertamu?" ucap Fabian.
" Sepertinya mobil Diego Pak Fabian, mantan pacarnya Nona Jessica." Alan mengomentari ucapan Fabian ia melihat Diego berada di kursi depan mobil tersebut.
" Kau tahu tentang Diego, Alan?" tanya Fabian
" Saya sedikit tahu dari Sisil Pak, Diego adalah mantan pacar Nona Jessica, mereka putus karena Diego sudah meniduri Cynthia kakaknya Nona Jessica, meskipun Nona Jessica sudah memutuskan hubungannya dengan Diego tapi Diego tidak mau menerimanya Pak, Diego juga sering mengikuti Nona Jessica kemanapun Nona Jessica pergi, Toto juga pernah mengatakan pada saya, jika menjemput Nona Hana dan Nona Hani bersama dengan Nona Jessica ada mobil yang sama selalu mengikuti mereka." terang Alan.
" Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang Alan?" tanya Fabian.
" Karena saya pikir apapun mengenai Nona Jessica tidak penting bagi Pak Fabian karena menurut saya, Pak Fabian tidak menyukai Nona Jessica." ucap Alan dibalik kemudi.
" Alan kau jangan suka mengambil kesimpulan sendiri mulai sekarang apapun yang kau ketahui di belakangku kau harus menceritakannya padaku apalagi tentang Jessica, apa kau paha?!"tutur Fabian.
"Paham Pak." jawab Alan.
Diego dan kedua orang tuanya keluar dari mobil Mercedes Benz.
" Ternyata bocah tengil itu bersama kedua orang tuanya, mau apa mereka?" tanya Fabian dalam hatinya.
Diego membuka pintu pagar rumah Jessica yang tidak terkunci. Diego dan kedua orang tuanya masuk ke pekarangan rumah Jessica, Diego mengetuk pintu rumah Jessica terlihat Ibu Lestari membukakan pintu. Ibu Lestari nampak terkejut kedatangan Diego bersama kedua orang tuanya sepagi ini, ditambah lagi kondisi wajah Diego yang terlihat luka-luka dan lebam. Walaupun sudah dibersihkan dan diobati. Namun luka-luka hasil karya Fabian masih terpampang jelas di wajah Diego, karena kejadiannya baru saja terjadi kemarin.
Lestari mempersilahkan tamunya untuk masuk. Ibu lestari berjalan menghampiri suaminya yang berada di meja makan, Nico yang sedang asyik di meja makan sedang menikmati secangkir kopi sambil membaca berita online di ponselnya itu melihat kearah Ibu Lestari lalu bertanya, "Siapa yang datang bu?"
"Ada Diego dengan kedua orang tuanya. Mereka ingin bertemu Ayah, Chintya dan juga Jessica, Mereka sedang menunggu di ruang tamu, Ibu mau siapkan minuman untuk mereka dulu dan memanggil kedua anak kita, Ayah temui saja dulu mereka" Ucap Lestari pada suaminya. Leon hanya mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya tanpa berkomentar apapun. Ia menyantap sarapan yang sudah tersaji di meja makan.
"Ya panggillah anak-anak kita, ayah akan menemui mereka terlebih dahulu" Ucap Nico pada istrinya.
Nico menemui Diego dan kedua orang tuanya diruang tamu, Ia tidak terkejut dengan kedatangan kedua orang tua Diego bahkan memang Nico sedang mengharapkan kedatangan mereka untuk membicarakan tentang Chintya. Yang membuat Nico terkejut adalah luka lebam di wajah Diego. Terungkap sudah praduganya sejak subuh tadi ketika bertemu Fabian dengan bentuk wajah yang terluka seperti Diego tapi jika dilihat luka Diego lebih parah dari Fabian.
__ADS_1
"Ternyata Pak Fabian berkelahi dengan Diego, dasar anak muda zaman sekarang besar sekali emosinya hanya karena merebutkan cinta mereka hingga berkelahi" batin Nico dengan mata yang memperhatikan Diego.
"Assalammualaikum wr wb." sapa Nico pada tamunya.
"Waalaikumsalam wr wb." jawab Roy, Wina dan juga Diego. Merekapun berjabat tangan kemudian.
"Saya Roy papinya Diego dan ini istri saya Wina maminya Diego" ucap Roy memperkenalkan dirinya dan kedua anggota keluarganya.
"Saya Nico ayahnya Chintya dan Jessica." ucap Nico memperkenalkan diri
"Ada keperluan apa Bapak sekeluarga datang kerumah kami sepagi ini?" tanya Nico basa basi.
"Mohon maaf bila kedatangan kami mengganggu keluarga Bapak, Begini pak, kedatangan saya dan keluarga datang ke sini ingin membicarakan masalah anak-anak kita." terang Roy.
" Ya silahkan Anda ingin memulai membahas masalah dari mana terlebih dahulu." Nico mempersilahkan Roy dengan santai.
"Pertama-tama Saya minta maaf atas nama Diego dan keluarga yang telah melakukan kesalahan kepada kedua Putri bapak terutama kepada Cynthia." ucap Roy diawal pembicaraan.
" Wajah Diego seperti itu pasti hasil karya si Om Duda barbar." batin Jessica.
" Wajah Diego seperti itu habis dipukuli Siapa Apa mungkin Abang Leon atau Berry atau sama papinya sendiri? tanya Cynthia pada dirinya sendiri.
Roy menatap kedua anak gadis Nico dan juga menilai kedua anak gadis dihadapannya.
" Yang satu cantik dengan riasan sepertinya ia pandai berdandan pakaiannya juga modis dan sedikit terbuka, yang satunya cantik alami penampilannya sederhana tanpa polesan make up sedikitpun, pakaiannya juga santun, di mana di antara mereka yang bernama Jessica yang dicintai Deigo anakku?" batin Roy.
"Lalu bagaimana Pak Roy?" tanya Nico, Nico melihat Roy terus memperhatikan kedua putrinya pun memutuskan untuk bertanya tujuan kedatangan keluarga Diego.
"Jadi begini Pak Nico, kami bermaksud akan bertanggung jawab atas perbuatan anak kami terhadap putri Bapak yang bernama Cynthia, tapi sebelum Diego menikahi Cynthia ada baiknya kita lakukan tes DNA terlebih dahulu. agar kita tidak melakukan kesalahan lagi apa benar anak yang dikandung oleh Cynthia adalah anak dari anak kami Diego, dan jika terbukti anak yang dikandung oleh Cynthia bukan anak dari Putra kami, kami berencana akan melamar anak bapak yang bernama Jessica untuk anak saya Diego." ungkap Roy menjelaskan maksud dan tujuannya datang kekediaman Nico.
" Oh ternyata begitu maksud dari kedatangan pak Roy ke rumah saya, untuk tes DNA mari kita lakukan setelah anak yang dikandung oleh Cynthia lahir dan untuk Jessica saya kembalikan lagi kepada anaknya, Apakah dia bersedia menikah dengan Diego atau tidak?" ucap Nico yang berusaha menahan emosinya
__ADS_1
" Bagaimana nak apa kamu mau menikah dengan Diego?" tanya Nico pada Jessica.
" Maafkan Jessica ayah, Om Roy, Tante Wina, dan Diego. Tidak terpikir oleh Jessica untuk menikah muda karena masih banyak impian Jessica yang belum Jessica capai dan Jessica juga tidak mungkin menerima Diego sekarang ataupun nanti karena Jessica tidak mungkin berbahagia di atas penderitaan Kak Cynthia." jawab Jessica dengan sopan menolak niat baik keluarga Roy.
" Jadi kamu menolak niat baik kami untuk lamaran Diego nanti, Nak Jessica?" tanya Roy dengan rasa kecewa dengan jawaban gadis cantik yang sangat dicintai anaknya yang berada dihadapannya.
"Kamu menolakku Jes? Aku sangat mencintaimu, aku tau saat ini kamu sedang marah dan kecewa pada ku. Aku harus meyakinkan kamu dengan cara apa lagi anak yang dikandung Cynthia bukan anakku sayang. Tolong fikirkan kembali tentang rencana lamaran ku ini. Kamu bisa menjawabnya nanti tidak harus sekarang sayang." Diego masih bersikeras agar Jessica menerima lamarannya.
" Maafkan saya Om Roy tante Wina dan Diego, saya tidak bisa, saya minta maaf." kembali Jessica memohon maaf akan ketidak sediaannya. Jawaban Jessica tidak bisa diganggu gugat lagi.
" Bagaimana pak? Anda sudah mendengar sendiri jawaban dari putri saya, saya tidak bisa memaksakan pilihan hidup anak saya biarkan mereka bahagia dengan jalan dan pilihan hidupnya masing-masing, Saya harap anda dapat menghargai keputusan putri saya." ucap Nico kepada Roy dan Wina.
" Baiklah kalau begitu kami pamit ,kami akan kembali lagi ketika bayi yang dikandung Cynthia telah lahir, kami permisi." Roy pamit meninggalkan kediaman Jessica, Diego yang sudah berada di luar rumah berjalan mendahului kedua orang tuanya, Dia terlihat sedih dan kecewa.
" Diego.... Diego..." panggil Wina ketika Diego berjalan mendahuluinya
" Diego Maafkan Mami nak." ucap Wina lirih kemudian ia dirangkul oleh suaminya Roy.
" Sudahlah Mih, biarkan dia sendiri dulu ini berat baginya, ditolak oleh orang yang dia cintai dan ia harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai, walaupun ini masi kemungkinan, Dan ini juga pelajaran untuk mami untuk tidak terlalu ikut campur dengan urusan anak-anak kita nantinya, Lihatlah!! Seperti ini jadinya jika kita terlalu banyak ikut campur dan memaksakan kehendak kita terhadap anak-anak." Roy mencoba menasehati istrinya
Fabian melihat Diego yang memasuki mobil dengan wajah yang muram, raut wajah kecewa terpancar jelas di wajah Diego. Diego menutup pintu mobilnya dengan kasar. Diego melampiaskan kekesalan dan rasa kecewanya pada pintu mobil Mercedes Benz yang dinaikinya.
" Apa yang terjadi di dalam ya sampai bocah Tengil wajahnya seperti itu? Apa dia datang melamar? Siapa yang dia lamar Jessica atau kakaknya, jangan-jangan lamarannya ditolak? Makanya dia seperti itu. Kalau kau melamar Jessica, jangan harap kau mendapatkannya Bocah tengil. Hahahaha.. Karena aku sudah terlebih dahulu meminta Jessica pada Ayahnya, kau terlambat Bocah Tengil." sorak batin Fabian.
Setelah beberapa lama Fabian melihat Roy dan Wina keluar dari pagar rumah Jessica ia menyaksikan Wina menangis dalam rangkulan Roy.
"Benar dugaanku dia ditolak buktinya ibunya sesedih itu hahaha.... Kau tak bisa merebut Jessica dariku kau lihat saja nanti Jessica secepatnya akan berada dalam pelukanku." ucap Fabian pelan namun masih terdengar oleh Alan.
" Pak Bos belum diterima sudah senang melihat orang lain ditolak, dia tidak sadar nona Jessica sedang marah padanya dan sedang mengacuhkannya, Bagaimana nanti jika dia yang ditolak oleh nona Jessica? Pasti dia akan menyusahkanku lagi nanti." batin Alan.
Kedua orang tua Diego masuk ke dalam mobil, mobil keluarga Diego pun melaju meninggalkan kediaman Jessica.
__ADS_1