Cinta Jessika

Cinta Jessika
Apartemen


__ADS_3

Anna membawa Jessica pergi dari kampus dengan mobilnya. Endah pun mengikuti kepergian mereka dari belakang dengan mobil miliknya.


Di perjalanan, Jessica terus saja bertanya kepada Anna seperti wartawan, hati Anna yang sedang gelisah karena telah membuat kakak sepupu yang disayanginya itu kecewa, memilih untuk diam dan fokus di balik kemudi.


" Anna motor gue gimana kalau gue pulangnya sama lo kayak gini?"


" Terus tas gue juga sama handphone gue masih ada di aula kampus. Di jagain sama si Ida cleaning service."


" Gue takut Ann kalo nanti Abang Leon telepon gue tapi gue gak bisa ngangkat gimana?


" Anna kok lu diem aja sih gue lagi ngomong sama lu nih, itu barang-barang gue gimana?"


" Lo nggak lihat gue lagi ngapain?" sarkas Anna.


" Lihat lagi nyetir kan?!" jawab Jessica dengan polos.


" Terus kalau lu tahu, lu harus apa?"


" Diem."


" Ya udah tuh lu tau harus diem, gue lagi konsentrasi nih, kalau lu bawel bisa-bisa gua nabrak."


" Yaelah Anna sensi banget sih lo sama gue, biasanya juga lo rame, ngomong mulu tapi tetep konsentrasi, gue kan cuma nanya tas gue , motor gue dan handphone gue, gue takut banget kalau gue sampai ga bisa dihubungin sama Abang Leon pasti dia marah sama gue An." Jessica bicara namun arah pandangan mata ke arah jendela kirinya tidak menatap Anna.


" Maafin gue ya bawel, klo ngomong tuh liat orangnya, jangan liat kesitu. Anna disini bukan disitu.Jadi orang jangan gedein ngambeg napa Jess, sudah lu tenang aja, barang-barang lu aman udah ada yang ngurus." bujuk Anna pada Jessica ketika ia melihat Jessica membuang pandangannya saat bicara padanya, dia sangat hafal betul sifat buruk Jessica yang tukang ngambeg.


"Siapa yang ngurus Ann, trs gue hubungin bang Leon gimana? Kan lu tau gue boleh nginep tapi ada syaratnya, gimana gue bisa ngelakuin syarat dari Abang Leon kalau handphone gue gak ada dan gue gak hafal nomornya Bang Leon dan lu sama Endah-kan ga punya nomor dia juga."


"Pokoknya lu tenang aja, yang pasti abang lu gak akan marah ataupun nanyain lu kalau lu sama kita-kita nginepnya, Apalagi nginepnya di Apartemen sepupu gue?"


"Kok bisa An?!"


" Ya bisalah pokoknya nanti juga lu tau kok kenapanya"


" Tuh kan Anna suka banget bikin orang penasaran, apa susahnya sih ngasih tau gak usah pakai nanti-nanti." ucap Jessica kesal, ia memanyunkan bibirnya dan menghentak-hentakkan kakinya karena kesal selalu dibuat penasaran oleh Anna. Anna yang melihat tingkah Jessica membuatnya tertawa geli.


"Lu tuh lucu banget si Jess kaya bocah kalau lagi kaya gini, lu itu hiburan banget buat gue, gue gak nyangka lu akan jadi kakak ipar gue nanti." batin Anna.


" An, Tuan Andre itu siapa lu, kok lu manggil dia kakak?


" Dia kakak sepupu gue."


" Kakak sepupu lu??" tanya Jessica penuh penekanan.


" Iya kakak sepupu gue, kenapa emangnya?"


" Dia tuh client-nya si Om duda, dan dia pernah merawanin bibir gue An, pas gue habis nyanyi di gladi resik event perusahaannya dia. " Jessica berbicara sambil meraba bibirnya.


" Baru merawani bibir atas kan belum bibir bawah?" ledek Anna.


"A N N A!!!" teriak Jessica Ia berkacak pinggang dan matanya membola.


" Jangan ngomong mesum bisa gak sih!" ucap Jessica kesal Ana meleknya.


" Hahaha gue cuma bercanda kok Jes, jangan marah!"


" Ayo turun, udah sampai nih." ajak Anna pada Jessica.


Mereka keluar dari mobil. Anna memberikan kuncinya pada petugas valet parking, begitu juga dengan Endah.


" Kok deket banget ya An dari kampus kita? Bukannya ini Apartemen Louis yang keliatan dari gedung kampus kita ya?" tanya Jessica pada Anna.


" Iya ini Apartemen Louis, lu suka ga Jes?" tanya Anna.


" Suka banget, coba gue punya unit di sini. Pasti gue nggak perlu datang pagi-pagi banget dari rumah buat ngampus dan bermacet-macetan." jawab Jessica.


" Gue doain semoga lu segera punya unit di sini ya Cinderella." Endah mendoakan Jessica.


" Amin, semoga segera di kabul." ujar Jessica senang mendengar Endah mendoakannya.


" Emang nanti ini akan jadi hunian lo Jess, tapi kalau lu udah jadi kakak ipar gue nanti." batin Anna.


Mereka bertiga berjalan menuju unit apartemen Andre. Didalam Lift terjadi perbincangan antara mereka bertiga.


"Ndah besok-besok lu kalau mau lakuin sesuatu lu mikir dulu ya! Gara-gara lu sepupu gue jadi marah dan kecewa sama gue." Anna menegur Endah.

__ADS_1


" Ya maaf, gue nggak tahu bakal jadi kayak gini dan gue juga nggak tahu kalau orang yang mukul Diego itu tadi sepupu lo. Lagi kenapa juga dia harus mukul Diego? Jessica kan bukan siapa-siapanya dia." ujar Endah membela dirinya.


" Ya dia ngelakuin itu karena dia cemburulah apalagi coba alasan kalau bukan cemburu." jawab Anna.


" Atas dasar apa dia cemburu sama Jessica? Jessica kan bukan siapa-siapanya dia, pakai logika aja deh Ann." ucap Endah merasa tidak logis apa yang dilakukan Andre kepada Diego.


" Atas dasar cinta." jawab Anna, jawaban Anna membuat Endah tertawa geli.


"Cinta kata lu??" tanya Endah seakan tak percaya. Anna mengangguk- anggukan kepalanya menjawab pertanyaan Endah.


"Emang lu kenal kakak sepupunya Anna, Jes?" tanya Endah penasaran.


" Kenal Ndah, dia itu client-nya si Om duda." jawab Jessica.


" Dan perlu lu tau Ndah, tadi si Jessica bilang sama gue bibirnya dia udah diperawanin sama si Kak Andre sepupu gue itu hahahaha."


"Hah serius,,,?! Akhirnya tuh bibir lepas juga masa perawannya hahahaha..." ledek Endah.


Kedua sahabat Jessica sangat puas menertawakan Jessica, hingga wajah Jessica berubah menjadi merah jambu karena menahan malu.


Saat ini mereka telah sampai di unit apartemen milik Andre mereka memasuki salah satu kamar yang berada di bawah. Mereka merebahkan diri mereka di kasur super besar berukuran 200 cm x 200 cm. Kasur berukuran King ini membuat mereka sangat leluasa merebahkan tubuh.


" Kita istirahat dulu aja yuk! nanti habis bangun tidur kita mandi bareng dan makan baru deh kita cerita-cerita." ajak Anna


" Anna tapi gue kan nggak bawa baju ganti." ujar Jessica.


" Iya bener gue juga nggak bawa." ujar Endah.


" Udah tenang aja kita tinggal tidur juga nanti ada orang yang ngirim baju sama makanan buat kita." ucap Anna.


" Udah yuk kita istirahat dulu pokoknya nanti setelah kita bersih-bersih dan makan kita buka sesi curhat." ajak Anna lagi.


" Hahaha curhat aja harus pakai sesi. Kocak lo Ann." Endah menertawakan apa yang dikatakan oleh Anna tentang sesi curhat.


" Iya dong. Hidup itu harus sesuai dengan rules of Life." terang Anna.


" Iya deh apa kata lu, kebangetan lempeng hidup lu Ann pantes jadi jomblo akut." timpal Endah.


"Sialan lu, kaya lu enggak aja, lu juga kebangetan bar-bar jadi cewek makanya gak laku-laku hahaha..." balas Ana, ia tidak terima dikatakan jomblo akut.


Jimmy menyiapkan tiga baju tidur kembar dengan motif Winnie the Pooh sesuai dengan kesukaan Anna, Jimmy sangat mengetahui kesukaan sepupu Andre itu. Jimmy juga menyiapkan baju ganti lain untuk mereka bertiga pulang nanti. Untuk Anna dan juga Endah Jimmy menyiapkan baju non-formal, sedang Jessica disediakan baju formal untuk pergi berangkat ke kantor besok.


Anna membangunkan kedua sahabatnya, Ia mengajak kedua sahabatnya untuk mandi bersama. Mereka membersihkan tubuh bersama di dalam bathtub. Mereka berendam air susu di dalam bathtub sambil bersenda gurau. Ketika mereka tidur Jimmy meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkan air mandi susu di dalam bathtub untuk mereka membersihkan diri berendam bersama di dalam bathtub seperti kebiasaan yang mereka lakukan bila berada di rumah Anna..


Setelah menyelesaikan kegiatan membersihkan diri mereka memakai baju tidur kembar yang disediakan oleh Jimmy.


"Kocak nih yang nyiapin baju tidur, mana gambarnya kartun Winnie the Pooh, samaan pula. Berasa kayak usia gue tuh baru 5 tahun, yang selalu pengen baju samaan sama temennya.. hahahaha" ucap Endah lalu ia tertawa terbahak-bahak diikuti oleh kedua sahabatnya.


" Jangan gitu Ndah lu kayak nggak tahu aja sih Ana tuh suka banget sama Winnie the Pooh." ujar Jessica mengingatkan Endah bahwa Anna sangat menyukai Winnie the Pooh.


" Oh iya ya gue sampai lupa." ucap Endah Mengingat bahwa sahabatnya itu sangat menyukai Winnie the Pooh.


" Udah nggak usah bahas motif baju, Ayo kita makan gue udah laper." ucapkan nama mengalihkan pembicaraan, dia mengajak kedua temannya untuk makan bersamanya.


Mereka pergi ke ruang makan, dilihatnya meja makan sudah tersaji berbagai jenis makanan. Mereka menyantap habis makanan yang ada di meja makan. Setelah makanan habis, seorang ibu tua yang biasa dipanggil Bi Lastri menghampiri meja makan, Ia merapikan piring bekas mereka makan dan membersihkan sisa-sisa makanan mereka, Setelah menyelesaikan aktifitas di meja makan mereka pun memilih duduk di ruang televisi. Anna memilih duduk di sofa single, Endah memilih berbaring di sofa panjang, menjadikan paha Jessica bantal tidurnya. Endah memang sering tidur di pangkuan Jessica, baginya paha Jessica sangat nyaman untuk jadikan bantalan tidurnya.


" Ayo kita mulai sesi curhat kita" Anna membuka sesi curhat.


" Iya... Ayo Jes katanya mau cerita!" ucap Endah.


" Iya tapi gue bingung nih mulai dari mana gue cerita sama lo semua." ucap Jessica.


" Nggak usah bingung gue pengen denger dulu cerita lo kenapa lo bisa putus sama si Diego, gue penasaran banget sumpah masalahnya hubungan lo sama dia gue tuh adem-adem aja tau-tau bubar, gak ada angin gak ada hujan coba." terang Endah.


" Gue sama Diego putus karena dia udah selingkuh dia udah berkhianat sama gue." ujar Jessica penuh penekanan pada kata selingkuh dan berkhianat.


" Selingkuh berkhianat kayaknya nggak mungkin banget deh Jes." Endah tidak yakin dengan perkataan Jessica. Karena Diego nampak sangat mencintai Jessica.


" Nggak mungkin gimana kenyataannya emang dia selingkuh dan waktu gue denger itu awalnya gua juga nggak percaya, tapi untuk ngebuktiin apa yang gue dengar, gue langsung nanya sama dia dan akhirnya dia ngakuin kalau dia pernah selingkuh." terang Jessica.


" Slingkuh sama siapa dia?" tanya Endah.


" Sama Kak Cynthia." jawab Jessica.


" Hah serius lu?" Endah terkejut mengetahui Diego selingkuh dengan kak Cynthia.

__ADS_1


" Iya serius, dan lu tahu nggak apa yang bikin gue nggak bisa maafin dia, kalau dia cuma slingkuh dibelakang gue cuma hangout bareng sih gue nggak masalah, gue masih bisa maafin dia, tapi ini mereka sampai wik wik dan sekarang kak Cynthia lagi hamil."


" Hah Gila banget Diego, Gak nyangka gue!" ucap Endah terkejut.


" Tapi dia mau tanggung jawab kan Jess?" tanya Endah.


" Dia nggak mau bertanggung jawab, karena menurut dia kakak gue hamil sama pacarnya tuh si Berry, menurut dia kakak gue udah hamil duluan pas dia wik wik sama kakak gue." ujar Jessica.


" Terus terus terus..." Endah penasaran minta Jessica meneruskan ceritanya.


" Terus belum lama ini Diego datang sama keluarganya kerumah gue, pas dia habis berantem sama sih Om duda, orang tuanya bakal maksa si Diego tanggung jawab jika terbukti bayi yang dalam kandungan Kak Cynthia itu anaknya Diego. Jadi mereka akan ngelakuin tes DNA saat anak itu lahir dan keluarganya Diego tuh kalau ngomong seenak jidatnya tau, masa bokapnya bilang kalau anak itu nggak terbukti anaknya Diego dia mau ngelamar gue jadi istrinya Diego." Jessica menceritakan panjang lebar.


" Ih gila juga ya cara berfikir mereka gak pakai hati, penuh keegoisan. apa maunya mereka aja gitu" Endah menanggapi cerita Jessica, seketika Endah langsung ilfil sama keluarga Diego.


" Tunggu... tunggu... tadi lu bilang si Om Duda berantem sama Diego, kok si om Dude bisa berantem sama Diego gimana ceritanya tuh? Lu harus cerita dari awal sampai akhir sedetail mungkin." Endah mengkoreksi cerita Jessica dan meminta Jessica menjelaskan.


"Jadi gini waktu gue lagi ngerasa patah hati banget, gue berusaha kuat dan akhirnya gue mengalihkan perasaan gue itu ke Om Duda, awal-awal sih si Om nolak-nolak gue gitu, dia sering nyakitin gue dengan kata-kata dan sikapnya dia. Tapi lama-lama tuh dia ngebales semua perhatian gue ke dia, tapi sayangnya itu dia cuma PHP-in gue aja, jadi sikap dia itu kadang suka berubah-berubah kadang manis kadang emosi dia ke gue meledak-ledak dan Dia pernah bilang sama gue akan arti kata kita, yang artinya bagi dia, aku sama kamu akan jadi kita, kan kalimat itu bikin gue berharap sama dia apalagi dia suka jemput gue buat ngantor bareng, nah yang bikin gue berantem sama dia gara-garanya dia tuh mau nyosor gue ya gue nggak mau lah gitu aja disosor tanpa kejelasan status. Pas gue minta kejelasan status sama dia, emosi dia meledak, dia bilang sama gue. Jangan berharap status sama saya, gitu dia bilang. Gue kecewa dong sama dia ya udah gue ngambeg aja sama dia, saat gue jauhin dia dia malah ngajar-ngejar gue, ya udah tuh dia jadi sering ngikutin gue, sampai ke kampus. nah waktu gua mau latihan vokal di kampus di parkiran tuh gue ketemu sama Diego. Gue nyuekin dan ninggalin si Om Duda sama si Diego, dan pas gue balik dari latihan si Om Duda tuh udah di atas motor gue dalam keadaan udah berantakan udah babak belur deh pokoknya, dan waktu itu di kantor dia bilang katanya dia berantem sama si Diego gara-gara gue." Jessica cerita panjang lebar sesuai permintaaan Endah.


" Kalau menurut gue jelas aja si om Duda nggak mau ngasih lo status soalnya dia itu punya pacar namanya Rania kalau nggak salah, kalau tentang sikapnya dia yang meledak-ledak emang dia orangnya kaya gitu tempramental, dan kalau sikapnya dia berubah-ubah kayak gitu berarti dia lagi bingung milih antara elo sama si Rania itu." ujar Anna menanggapi cerita Jessica tentang Fabian, Dia baru bersuara, sejak tadi dia hanya diam menyimak cerita Jessica.


"Kok lu bisa tau Ann, si Om Duda udah punya pacar namanya Rania?" katanya Endah penasaran.


" Jadi tuh gue sering lihat di Om Duda kalau hadirin acara bisnis sama tuh cewek, ya lu tahu sendiri deh Mami Papi gua tuh kalau ada acara bisnis selalu bawa anaknya jadi ya gue tahu lah, dan asal kalian tahu ya si cewek ini juga nggak bener" jawab Anna.


" Nggak bener gimana maksud lo?" tanya Endah lagi.


" Ya nggak bener kayak cewek Open BO gitu padahal bokap nyokapnya itu lumayan tajir loh pengusaha juga, entah apa yang cewek itu cari gue juga nggak ngerti." jawab Anna.


" Kok lu jadi diem aja Jes?" tanya Endah ketika melihat Jessica hanya diam mendengarkan Ana dan juga Endah berbicara.


" Gue speechless sumpah" jawab Jessica.


" Lu mau lihat mereka nggak Jess, dua hari lagi ada ulang tahun perusahaan bokap gue nanti lo gue kasih invitation biar lo bisa masuk ke acara itu, lo bakal lihat si Bos duda kesayangan lo itu sama ceweknya." tawar Anna.


" Gue sih mau aja tapi gue nggak ada baju bagus Ann buat hadir ke acara kayak gitu." jawab Jessica.


" Dah tenang aja gue bakal siapin semuanya, kalau lu mau." ujar Anna.


" Iya gue mau." jawab Jessica.


" Terus ada lagi gak yang belum lu ceritain Jess sama kita-kita?" tanya Endah.


" Ya waktu gue nggak ada lo pada gue deket sama temen kantor gue namanya Mbak Sisil sama Mbak Lina, gue suka curcol sama mereka waktu jam kerja dan pas jam istirahat juga, waktu itu sekretarisnya si Om Duda namanya Clara, menurut gue dia hilang secara misterius pagi itu, karena gue ngerasa dia tuh ga ada dimanapun, saat gue ngomong sama Mbak Sisil dan juga Lina tentang hilangnya Clara, mereka malah bilang dengan santainya. Si Clara ini lagi sibuk ngemut lolipop rasa asin di bawah meja, gue bingung dong gue nggak tahu maksud mereka, dan kemarin gue baru tau yang mereka maksud dengan Lolipop rasa asin itu, ternyata Juniornya si Om Duda, gue liat dengan mata kepala gue sendiri dibalik lemari pakaian gantinya dia, waktu itu gue lagi ngumpet disitu sama dua anaknya si Om duda."


"Ah gila jijay banget gue sama si Om duda." ujar Endah, sepertinya ia sedang membayangkan Clara dengan Lollipop Asin itu, karna dia terlihat seperti orang yang sedang muntah-muntah, bangkit dari posisi tidurnya.


"Gila tuh cewek pasti mau ngelakuin itu karena uang, Jiji gue kalau liat yang kaya gitu." ucap Anna.


"Eh tapi kita bilang jiji sekarang karena kita belum pernah ngerasain, jangan-jangan nanti kalau udah nyobain kita malah doyan dan ketagihan... Hahaha..." coloteh Endah.


" Hahaha...hahaha iya bener Ndah." ucap Anna mengiyakan perkataan Endah.


" Terus ada lagi gak yang belum lu ceritain sama kita?" tanya Endah pada Jessica.


" Si Clara ini pernah nampar gue di halte waktu gue lagi nunggu driver Ojol, keliatannya dia cemburu sama gue."


" Hah serem banget dia... Bar-bar juga nih cewek. Lu harus hati-hati sama orang macam Clara Jess" ucap Ana


" Iya gue bakal hati-hati, kayanya kisah gue ngenes banget ya? Gak ada yang berjalan mulus." ujar Jessica dengan wajah sedih.


" Ya gak ngenes-ngenes banget si menurut gue, cuma ngenes aja gak pakai banget." ledek Endah mencairkan suasana.


"Endah kebiasaan deh suka ngeledekin gue." ucap Jessica kesal.


" Gue yakin suatu saat Tuhan udah nyiapin jodoh terbaik buat lo Jess, Jadi lu nggak usah mikirin orang-orang yang udah nyakitin lo. Lo tinggal berjalan maju hidup ke depan tanpa harus melihat kebelakang." ujar Anna menasehati Jessica.


"Nah betul kata si Anna, tadi siang kan dia bilang kalau sepupunya cinta sama lu, nah saran gue lu sama dia aja. Sepertinya lebih enak dicintai daripada mencintai deh Jess." Endah mencoba memberi saran kepada Jessica.


"Ah entahlah... Kayanya gue mau tutup buku dulu, gue harus netralin hati dan fikiran gue kayanya. Emang bener kata orang kalau habis putus sama orang kita itu jangan asal mindahin cinta kita ke orang lain, yang ada ya kaya gue ini, sekarang gue mau fokus sama karir dan kuliah gue aja saat ini." ucap Jessica.


" Iya gue setuju sama cara berfikir lu Jess." ucap Anna.


" Udahkan ceritanya... Masih ada lagi gak yang mau diceritain, kalau gak ada tidur yuk gue ngantuk lagi nih gara-gara dengerin dongeng kehidupan Jessica." ajak Endah kepada dua sahabatnya.


Mata Endah sudah terlihat merah menahan rasa kantuk, beberapa kali ia terlihat menguap. Kedua sahabatnya mengiyakan ajakan Endah. Mereka bertiga masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Ketika mereka bertiga baru saja masuk kedalam kamar, Andre pun baru saja tiba di Apartemennya. Andre mematikan lampu diruang Tv dan membuka tirai gorden di ruang Tv. Dia duduk dalam kegelapan, ditemani sinar rembulan yang manembus tirai gorden, nampak pemandangan gedung pencakar langit di malam hari di balik Jendala.


__ADS_2