
Setelah menguping pembicaraan antara istrinya dan maminya, Andre terlihat tersenyum lebar membayangkan bagaimana istrinya nanti akan menggodanya. Dilihatnya layar laptop yang menampilkan keadaan kamar pribadinya melalui kamera CCTV yang berada di dalam kamar pribadinya.
Andre melihat Jessica yang begitu sibuk membuka lemari pakaian, Jessica sedang mengobrak-abrik pakaian tidur yang seperti saringan tahu itu, ia mencari warna yang disarankan oleh mertuanya yaitu warna merah ataupun hitam.
Ia menemukan kedua lingerie yang berwarna merah dan juga hitam dalam jumlah yang lumayan banyak dengan berbagai macam model.
"Aissshh... Kak kau sangat mesum rupanya, lihatlah kau menyediakan baju model seperti ini begitu banyak... Aku sangat malu jika sampai para pelayan mencucinya nanti setelah ku pakai." gumam kecil Jessica.
Setelah menemukan warna yang ia cari. Pertama-tama Ia mencoba beberapa lingerie berwarna hitam. Setelah memakainya Jessica berjalan ke arah cermin melihat dirinya yang menggunakan baju dinas seorang istri dimalam hari itu, melalui pantulan cermin ia melihat bentuk tubuhnya yang begitu indah dengan rambut yang hitam panjang sengaja Jessica gerai begitu saja.
Sesekali Jessica berpose menggoda di depan cermin sambil tersenyum-senyum sendiri. Di tengah malam seperti ini dia cekikikan menertawa dirinya sendiri, karena suaminya merajuk dia harus berpakaian seperti ini untuk pertama kali dalam hidupnya. Ditambah lagi dia harus menggoda sang suami dengan menggunakan pakaian yang tembus pandang ini nanti. Subgguh menggelikan baginya.
"Aishhh.... Aku tak pernah membayangkan saat sudah menikah seperti ini, aku harus menjadi istri yang pandai menggoda suami yang mudah merajuk seperti Kak Andre. Hufft menang banyak nih dia...tapi tak apalah yang kugoda adalah suamiku sendiri bukan suami orang lain dan nantinya aku akan menikmati setiap sentuhannya yang membawaku melayang....hahaha..." fikiran Jessica sudah traveling membayangkan permainannya bersama sang suami seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.
Sedang di ruang kerjanya Andre terus saja tersenyum melihat tingkah istrinya yang tampak dilayar laptopnya. Istrinya itu tengah sibuk mencoba berbagai model koleksi lingerie yang ada di lemari pakaian tidur Jessica.
"Istri polosku yang menggemaskan. Dia terlihat begitu senang menertawakan dirinya sendiri." gumam Andre dibalik wajah yang terus saja mengukir senyuman .
Andre segera membenarkan duduknya dan pura-pura sibuk dengan berkas-berkas di atas meja kerjanya ketika melihat Jessica hendak menghampirinya diruang kerja yang berada satu lantai dengan kamar pribadinya.
"Aku harus bisa menahan diri agar tidak mudah tergoda oleh mu sayang...Aku ingin melihat bagaimana cara mu menggodaku sayang." ucap Andre dalam hatinya. Ia sudah terlihat siap menunggu kehadiran sang istri yang berniat menggodanya.
Sedang Jessica mulai memperagakan jalan seperti putri mabok, ia pernah melihat Clara berjalan berlenggak-lenggok menggoda Fabian dan sekarang ia menirunya untuk menggoda suaminya.
"Hahaha... Hadduh aku jadi meniru cara jalan Mbak Clara... ternyata repot ya... kemayu kaya gini bukan aku banget. Tapi gak apa-apa deh cuma buat malam ini aja demi suami tercinta apapun aku lakuin." keluh Jessica saat mencoba cara jalan Clara saat menggoda Fabian yang pernah ia lihat.
Kini Jessica sudah berada di muka pintu ruang kerja Andre. Ia membuka handle pintu ruang kerja suaminya. Jantungnya berdenyut dan bergemuruh. Ia begitu gugup untuk melancarkan aksinya untuk merayu sang suami. Dilihatnya sang suami tengah sibuk dengan berkas-berkas dan laptopnya.
"Kak Andre..."panggil Jessica dengan suara yang seksi dan manja. Jessica melangkah maju dengan kegugupannya.
"Hemmm..."jawab Andre tanpa menoleh melihat dirinya. Andre pura-pura acuh.
"Kak..." panggilnya lagi.
"Hemmm..." jawab Andre kembali dengan mendehem.
"Lihat sini dong sayang!!" pinta Jessica dengan suara manjanya. Ia tengah berpose didekat lemari buku-buku Andre. Dengan satu tangan di senderkan di lemari dan satu tangan lagi berkacak pinggang. Dan satu kakinya ia angkat dan diletakkannya di atas meja.
"Aku lagi sibuk, nanti saja aku lihat."
"Bener nih gak mau lihat? Nanti nyesel lohhh..."
__ADS_1
Andre akhirnya menoleh sebentar ke arah Jessica kemudian kembali melihat layar laptopnya.
"Sial... seksi sekali istriku malam ini...Aku harus bisa menahan juniorku untuk tidak bangun sebelum melihat seberapa besar usahamu dalam menggodaku malam ini sayang." batin Andre.
"Kak...Kak Andre.." Jessica berjalan berlenggak-lenggok menghampiri Andre karena Andre hanya menoleh sebentar padanya.
Andre menahan gelak tawanya karena saat ia melirik cara jalan Jessica yang berlenggak- lenggok tak biasa dan terkesan kaku itu memancing dirinya untuk tertawa. Bukannya tergoda tapi ia malah ingin tertawa menertawai istrinya. Sudut bibir Andre tertarik sedikit karena sulit baginya menahan tawanya.
"Kamu lucu sekali berjalan dengan cara seperti itu sayang...Gadis bar-bar seperti mu tiba-tiba kemayu seperti ini sungguh terlihat lucu seperti robot mabok yang sedang berjalan." batin Andre.
"Kak...." panggil Jessica lagi namun Andre tak menjawab karena dia sedang menahan tawanya.
Kini Jessica berdiri dibelakang kursi kerja Andre, ia meraba dada bidang Andre dari belakang kursi yang Andre duduki. Ia meletakkan dagunya di bahu Andre dan berbisik di telinga Andre.
"Kak bobo yuk..!" ajak Jessica dengan suara yang sensasional membuat bulu-bulu halus Andre meremang ditambah lagi tangan Jessica yang terus saja meraba-raba dada bidang Andre dengan jemarinya.
"Kamu tidur saja duluan nanti aku nyusul..." jawab Andre dengan cepat seakan tak tergoda dengan apa yang dilakukan Jessica. Padahal tubuhnya sudah berdesir dan juniornyapun sudah terbangun.
Jessica yang mendengar jawaban suaminya dengan cepat kilat mendudukkan dirinya diatas pangkuan suaminya. Ia merebut berkas-berkas yang ada ditangan suaminya dan meletakannya diatas laptop yang ia tutup begitu saja. Ia menoleh ke arah wajah suaminya. Ia menggelayutkan kedua lengannya di leher suaminya.
"Kak... maafin aku ya, aku mengaku salah..Kak Andre sayang maukan maafin istrimu ini? Aku tau kok kak Andre lagi marah sama aku tapi jangan cuekin aku kaya gini kak... Aku janji deh gak akan ngulangin kesalahan ku lagi. Sekarang untuk menebus kesalahan aku ke kak Andre, kita main kuda-kudaan yuk sebelum bobo?!" Jessica merayu Andre dengan suara yang manja sembari menatap wajah sang Suami yang sedang pura-pura merajuk.
"Kuda-kudaan?" tanya Andre mengulang kata-kata Jessica.
"Ohh... Aku sedang cape Jess, tadi siangkan sudah lagi pula aku banyak kerjaan sekarang." sahut Andre sok jual mahal.
"Ohhh doang Kak... Ya ampun kak ngerjain kerjaan apa sih kak? Daripada ngerjain kerjaan ini mendingan ngerjain aku." seloroh Jessica membuat Andre menahan tawa mendengar ucapan istrinya.
"Apa kamu tidak melihatnya sayang, pekerjaan kantorku begitu banyak?!" jawab Andre dengan tatapan mata yang mengarah pada berkas yang ada diatas meja.
"Aissshh Kak... Jangan berbohong! Bohong itu dosa Kak... Mana ada pengantin baru banyak kerjaan seperti ini. Asal Kak Andre tau saja ya pengantin baru itu kerjaannya bikin dede bayi bukan seperti ini yang dikerjakan. Aku tahu ini tuh cuma akal-akalan mu saja yang merajuk padaku bukan Kak?" Jessica mencoba menebaknya.
Andre menatap wajah istrinya yang berbicara dengan nada kesal dan mulai menekuk wajahnya.
"Bikin dede bayi kata mu???" Andre bertanya dengan mengulang kata-kata Jessica.
"Iya bikin Dede bayi Kak. Ayo kak kita bikin dede bayi di kamar kita kak?!" jawab Jessica yang masih berusaha mengajak Andre kembali ke kamar bersamanya.
"Memang kamu tahu bagaimana caranya bikin dede bayi?" tanya Andre dengan pertanyaan yang memancing Jessica.
"Tahulah... walau aku dalam masa training tapi aku sudah mulai jago dan handal." bisik Jessica di telinga Andre kemudian mengecup telinga suaminya hingga turun ke leher suaminya dan memberikan tanda kepemilikan di sana.
__ADS_1
Andre berusaha menahan de.sah.an yang ingin keluar dari mulutnya dengan cara mengepalkan kedua telapak tangannya dan memejamkan kedua bola matanya karena apa yang Jessica lakukan sudah membangkitkan gai.rahnya.
Jessica menatap suaminya yang sedang memejamkan mata dengan tersenyum mengejek.
"Kau tergodakan...?? Kayanya Kak Andre nikmatin banget sentuhan aku. Kalau Kak Andre mau lagi, ayo Kak kita ke kamar yuk! lanjutin di kamar aja jangan disini, yuk kak?!" ucap Jessica sambil mengedipkan satu matanya dengan genit.
"Sayangnya aku tidak tergoda dan sedang tidak menikmati apa yang kau lakukan tadi padaku. Aku hanya memejamkan mata untuk menghilangkan rasa kantukku saja." sangkal Andre.
"Masa sih kak, gak tergoda tapi kok ada yang keras-keras mengganjal dibawah sini." Jessica sengaja menggoyang pinggulnya untuk menggoda suaminya kembali.
"Jessica stop! Duduklah dengan tenang." Andre meminta Jessica berhenti tapi Jessica malah terus menggoyangkan pinggulnya tak memperdulikan perkataan Andre.
Jessica lalu mendaratkan bibirnya di bibir Andre. Ia kecup bibir suaminya kemudian dengan perlahan Ia me.***** bibir suaminya yang hanya diam tak membalas ciumannya. Ia terus berusaha agar Andre membalas ciumannya. Namun Andre tetap tak membalas permainannya.
Karena kesal akhirnya Jessica menggigit bibir Andre. Alih-alih membuka mulutnya Andre malah sedikit mendorong tubuh istrinya hingga ciuman merekapun terlepas.
"Sakit sayang jangan di gigit!" ucap Andre yang mengeluh kesakitan sembari mengusap bibirnya yang digigit Jessica.
"Habis kamu diem aja dicium sama aku. Jadi aku kesel aku gigit aja deh jadinya." sahut Jessica kemudian membuang pandanganya dari wajah Andre sembari melipat kedua tangannya di dadanya.
"Kenapa jadi kamu yang ngambek pada ku sayang?" tanya Andre pada istrinya yang sudah terlihat merajuk.
"Itu karena kamu gak mau balas ciuman aku, aku kaya nyium patung, aku malas sama Kak Andre. Mulai hari ini Kak Andre puasa seminggu jangan minta jatah main sama aku." ancam Jessica kemudian bangun dari posisi duduknya.
Namun baru saja ia bangkit Andre menarik pinggang Jessica hingga membuatnya duduk kembali dipangkuan suaminya.
"Kak Andre lepas, aku mau ke kamar, aku mau tidur." ucap Jessica sembari meronta melepaskan tangan Andre yang melingkar kencang di pinggangnya.
"Jangan banyak bergerak sayang! Kamu sudah membuatnya bangun sejak tadi. Bukannya tadi kamu mengajak ku main kuda-kudaan. Aku udah siap nih. Ayo kita buat dede bayi bersama hemmm!" kini Andre yang berbalik mengajak istrinya.
"Telat... aku sudah tidak berselera lagi. Aku mau tidur." jawab Jessica ketus.
"Tidak boleh, kamu tidak boleh tidur sebelum menidurkan juniorku yang sudah terlanjur bangun,sayang."
"Tidurkan saja sendiri." ucap Jessica kemudian berusaha melepaskan diri dari pangkuan Andre.
Andre melepaskan tanganya yang melingkar di pinggang istrinya, ia membiarkan istrinya untuk pergi dan mengikuti dari belakang kemana langkah istrinya itu pergi.
Jessica kembali kekamar tidur mereka. Sesampainya di dalam kamar Andre segera mengangkat tubuh Jessica yang masih berjalan menuju ranjang mereka.
"Kak Andre lepas!!" ucap Jessica yang terkejut Andre tiba-tiba menggendongnya.
__ADS_1
bersambung...