
Kota J pukul 12.30
Adam dan Ferdy telah menyelesaikan makan siang mereka di sebuah restauran yang dekat dengan apartemen Louis. Ia sengaja mencari restauran yang terdekat dengan tempat pertemuan dia dengan Fabian.
Baru saja Adam ingin menghubungi Fabian namun Fabian ternyata lebih dahulu menghubunginya.
"Hallo Tuan Adam dimana posisi Anda saat ini?" Tanya Fabian di sebrang sana.
"Saya sudah berada di Kota J, saat ini saya berada di restauran Lavista yang berada di depan gedung Apartemen mu."
"Ok baik Tuan Adam, tunggulah saya disana saya akan datang menghampiri Anda."
"Baik Pak Fabian saya tunggu kedatangan Anda." Telepon pun berakhir.
Lima menit kemudian Fabian datang, ia menghampiri meja Adam.
"Selamat siang Tuan Adam." Sapa Fabian dikala ia berdiri di hadapan Adam.
"Siang Pak Fabian silahkan duduk! Anda mau pesan sesuatu?" Sahut Adam.
"Tidak terima kasih." Jawab Fabian ketika ia menduduki salah satu kursi di meja makan Adam.
"Jadi bagaimana Pak Fabian? Dimana tempat persembunyian Melani berada?" Tanya Adam langsung pada intinya.
"Kemungkinan besar dia ada di perkebunan teh milik saya. Sebentar lagi kita akan menuju kesana namun saya sarankan cukup menggunakan mobil saya saja, agar tidak memancing kecurigaan."
"Baik saya akan ikuti saran Anda." Adam menyetujui saran Fabian namun jauh sebelum Fabian datang Adam dan Ferdy sudah menyusun rencana sendiri.
"Tapi sebelum kita berangkat izinkan saya bertanya satu hal penting pada Anda Tuan Adam."
"Silahkan Anda ingin menanyakan hal penting apa Pak Fabian?"
"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung privasi Anda Tuan Adam."
"Menyinggung privasi saya? Memangnya Anda ingin menanyakan tentang hal apa?"
"Saya ingin menanyakan apa Anda sudah meniduri karyawati saya yang bernama Jessica? Bagaimana kabarnya dia saat ini? Apa dia masih bersama Anda sekarang? Saya sungguh merasa bersalah padanya hingga membuat saya sulit untuk memejamkan mata disetiap malam yang saya lalui Tuan." Tanya Fabian dengan suara yang begitu lirih.
__ADS_1
"Hahahaha...pertanyaan Anda sungguh lucu, mana mungkin saya meniduri keponakan saya sendiri Pak Fabian. Dia sudah tidak lagi bersama saya, dia sudah kembali pada keluarganya." Jawab Adam diiringi gelak tawanya.
"KEPONAKAN???" Mata Fabian membola seketika itu juga.
"Ya dia keponakan saya, apa ada masalah jika dia keponakan saya?"
"Jadi Jessica keponakan Tuan Adam itu berarti dia cucu dari Tuan Abraham Adijaya?? Tanya Fabian meyakinkan.
"Ya Anda benar Pak Fabian. Dia salah satu cucu dari Tuan Abraham Adijaya. Nico Ayah Jessica adalah adik kandung saya. Kenapa Anda kelihatan begitu terkejut? Jangan bilang jika Anda tidak mengetahuinya?!"
"Ya saya sangat terkejut Tuan Adam dan saya memang tidak mengetahuinya."
"Apakah Nyonya Suci tidak pernah memberitahukan tentang Jessica pada dirimu?" Tanya Adam menelisik.
"Tidak. Apakah Mommy saya tau akan hal ini Tuan Adam?"
"Ya, Mommy Anda tentu tau Jessica adalah cucu dari keluarga Abraham makanya dia sangat ingin Anda menikah dengan keponakan saya." Adam menatap bola mata Fabian mencari kebenaran dari pernyataannya yang mencengangkan.
"Nyonya Suci sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan bahkan anakmu pun kau bodohi seperti ini." Batin Adam ketika melihat wajah sendu Fabian yang terlihat merasa di bodohi Mommynya sendiri.
"Tuan Adam, jika saya boleh tahu mengapa Anda saat di kota D meminta saya untuk membarter Jessica dengan izin guna Mall milik keluarga Anda? Apa Anda dan keluarga sedang mempermainkan saya?"
"Saya tidak sedang mempermainkan mu Pak Fabian, kami hanya ingin menunjukkan pada Jessica bagaimana posisi dia di hati Anda. Ternyata dia tak lebih berarti dari pekerjaan dan harta yang Anda miliki. Anda sangat takut kehilangan pekerjaan dan harta yang Anda miliki daripada wanita yang tulus mencintai Anda. Dan saya begitu terkejut mendengar Anda telah kembali rujuk dengan istri Anda setelah Jessica menghilang kami sembunyikan. Ternyata begitu mudahnya perasaan Anda berpaling dari Jessica."
"Tidak seperti itu Tuan Adam, saya memiliki anak yang tak mungkin saya korbankan, jika event saya bersama perusahaan Batara Group gagal itu artinya masa depan perusahaan saya diambang kesuraman begitu juga dengan masa depan anak-anak saya. Saya mengorbankan Jessica karena saya tahu Jessica memiliki Andre yang akan menyelamatkannya dari Anda saat itu. Tapi setelah saya merasa Jessica tak bisa dihubungi saya segera melakukan pencarian sampai - sampai pekerjaan saya pun saya serahkan pada assiten saya, Anda sudah salah paham tentang diri saya Tuan Adam dan saya harus rujuk karena...." Fabian menghentikan ucapannya ketika Adam dengan tangannya meminta Fabian untuk berhenti bicara.
"Tak perlu Anda repot-repot menjelaskan lagi pada saya, saya sudah tahu alasan Anda kembali pada mantan istri Anda. Perlu Anda ketahui alasan Anda kembali pada istri Anda menjadi salah satu alasan kuat kami untuk memisahkan Anda dengan Jessica. Kami berhak menentukan pendamping yang terbaik untuk Jessica. Baiklah Pak Fabian sebaiknya kita berangkat sekarang, jangan membuang waktu lebih lama lagi. Melani harus segara kami temukan untuk mengetahui dimana ia sembunyikan Kakak perempuan Jessica sebenarnya." Adam berdiri meninggalkan meja makan, ia berjalan meninggalkan Fabian yang duduk termenung.
Ferdy assisten Adam segera menghampiri Fabian dan mengajaknya untuk segera menyusul Adam yang sudah berdiri menunggunya di lobby restaurant.
Fabian dan Adam berangkat dengan menggunakan mobil Lexuz LM350 milik Fabian yang dikendarai oleh Toto.
Didalam perjalanan Fabian lebih banyak diam, pandangannya kosong menatapi pemandangan jalan yang ia lewati dibalik jendela mobilnya.
Dalam hatinya ia menyesal dan merutuki dirinya sendiri. Ternyata wanita yang selama ini mencintainya, wanita yang selama ini ia abaikan da ia sakiti hatinya dengan kata-kata kasarnya bukanlah gadis biasa. Dia bukan gadis yang ingin merubah dirinya menjadi Cinderella, dia sebenarnya adalah seorang putri dari kerjaan bisnis milik Kakeknya. Jessica yang selalu ia rendahkan selama ini nyatanya lebih tinggi kedudukan sosialnya dibanding diri Fabian sendiri.
"Tuan Adam..." panggil Fabian pada Adam yang sedang memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Ya ada apa Pak Fabian."
"Apa Jessica membenci saya?"
"Ya sepertinya dia sangat membenci Anda, apa Anda mau melihat buktinya."
Adam menyodorkan ponselnya yang menayangkan rekaman cctv saat Jessica mengumpati Fabian dan ingin sekali mengutuk Fabian menjadi pangeran katak yang buruk rupa. Fabian begitu terperangah melihat rekaman cctv yang ada di ponsel Adam sedang Adam terus saja menahan tawa jika mengingat rekaman cctv itu.
"Dia itu gadis yang lucu baik dan menggemaskan, saya sangat terhibur dengan hadirnya dia dihidup saya sekarang." Ucap Adam yang menatap wajah Fabian yang terlihat sendu menatap layar ponsel Adam.
"Apa maksud Tuan dengan hadirnya dia sekarang?"
"Jessica baru saja hadir ditengah-tengah kami setelah sekian lama keluarga besar kami terpisah dan terpecah belah. Jessica adalah anak adik saya yang bernama Nico, Nico pergi dari rumah di hari pernikahannya bersama Melani. Nico menolak menikah dengan sepupu mu dari awal Mommy ku dan Mommy mu menjodohkan mereka, namun Mommy mu terus mendesak Mommy saya untuk segera menikahkan Melani dan Nico. Desakan itu terus kami dapati karena ternyata Melani tengah mengandung seorang anak yang bukan darah daging Nico. Saat Nico mengetahuinya, Nico memilih pergi kemudian menikah dengan Lestari wanita yang ia cintai, ia memulai kehidupannya sendiri bersama keluarga kecil mereka tanpa embel-embel keluarga Abraham. Sekarang kami merangkul mereka kembali karena kami mengetahui Melani dan Mommy mu sudah menukar Putri pertama Nico dengan anak kedua Melani. Tanpa sengaja kami mengetahui semua hal ini karena Cynthia keponakan mu yang menggantikan posisi anak Nico tengah hamil di luar nikah, Melani menemui Cynthia dan mengatakan sendiri bahwa Cynthia adalah putrinya. Dan ditambah lagi gerak-gerik Mommy mu yang terlihat ingin sekali menikahkan dirimu dengan Jessica." Tutur Adam yang membuat Fabian diam menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Adam.
"Jadi semua ini terjadi karena Mommy saya dan Melani?"
"Ya bisa dibilang seperti itu."
Tidak terasa mobil yang dikendarai Toto sudah berhenti di sebuah Villa yang nampak asri. Fabian turun dari mobil terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Adam.
Fabian membuka pintu Villa yang tak terkunci. Suasana villa nampak begitu sepi. Seorang penjaga Villa yang tengah menyapu lantai nampak terkejut melihat kedatangan Fabian.
"Den Fabian... Bibi sampai kaget."
"Mommy dan Kak Melani ada Bi?"
"Ada Tuan, mereka ada di lantai atas sedang menonton televisi."
"Makasih Bi."
Tanpa di ketahui Fabian, Adam diam-diam sudah menelepon Ferdy dengan ponselnya yang ia biarkan menyambung sejak ia menginjakkan kaki di Villa milik Fabian.
Fabian dan Adam menaiki anak tangga menuju lantai dua.
"Apa kabar Melani?" Sapa Adam saat berdiri tepat di belakang sofa yang di duduki Melani dan Suci.
Kedua wanita itu terkejut bukan main mendengar suara sapaan dari Adam. Mereka berdua rasanya ingin kabur namun tidak mungkin dilakukan oleh mereka, selain mereka berada di lantai dua juga karena kedatangan Adam bersama dengan Fabian.
__ADS_1