Cinta Jessika

Cinta Jessika
Fabian kembali ke kota D


__ADS_3

Wanita tua yang menyimpan dendam yang tak kunjung padam tengah duduk memegangi pelipis matanya di sebuah rumah sakit besar di Kota D.


Kali ini dia tak memasukkan seorang gadis muda ini ke rumah sakit pusat Central Kusuma, milik keluarga besar Kusuma. Gadis yang tengah koma setelah melakukan aksi bunuh dirinya di apartemen yang ia sewakan untuk gadis itu tinggal selama di kota D.


Gadis yang putus asa, setelah melihat mantan kekasihnya bercumbu di depannya. Gadis yang begitu terpuruk karena baru beberapa hari bekerja disana atas bantuan wanita tua itu dipecat dan di usir secara tak terhormat oleh adik kandung mantan pacarnya itu karena tertangkap basah sedang menggoda mantan pacarnya itu.


Ya, gadis itu adalah Kiara dan wanita tua itu adalah Suci.


Suci sangat menyayangkan dengan tindakan putus asa yang diambil Kiara. Kiara mengakhiri hidupnya karena sudah tak tahan dengan masalah yang datang menghampiri dirinya bertubi-tubi di hari itu.


Sepulangnya dia dari kantor cabang perusahaan Adijaya Group. Ia mendapatkan kabar tidak enak dari Ibunya yang berada di kota J. Ibunya meninggal terkena serangan jantung setelah melihat pemberitaan mengenai dirinya yang di tayangkan di siaran televisi.


Berita tentang dirinya yang tertangkap basah menggoda penerus tahta kerajaan perusahaan Adijaya Group yang akan menikah dengan salah satu cucu keluarga Kusuma. Berita yang sangat hot dan terus di siarkan di Media gosip tanah air. Tayangan dimana dirinya di usir dari perusahaan Adijaya Group juga sangat Viral di media sosial.


Entah siapa yang melakukan semua itu yang pasti berita itu menjadi bumerang bagi hidup Kiara. Mentalnya yang tak kuat membuat ia akhirnya berbuat Nekat.


......


Hari yang di nanti Fabian pun datang. Fabian yang diantar oleh Margareth dan juga Kenzo ke Bandara terlihat begitu bahagia. Ia terus memancarkan senyum bahagianya kepada sang istri dan juga putranya.


Margareth tidak menaruh curiga sedikitpun pada suaminya itu, apalagi dia pergi bersama dengan Alan, assistennya yang setia padanya.


Margareth yakin Fabian tidak akan berbuat macam-macam lagi, karena sikapnya yang berubah dan begitu manis padanya dan juga ketiga anaknya.


"Kenzo sayang, Papi pergi dulu ya Nak, jangan rewel ya sayang!" Ucap Fabian sambil menggendong putra satu-satunya itu.

__ADS_1


"Iya Papi, Kenzo gak rewel, asal Papi rajin kabarin aku." Jawab Margareth dengan suara seperti anak kecil mewakili Kenzo.


"Hummm itu pasti maunya Mami, Papi terus berkabarkan? Papi disana kerja Mami, kalau Papi sibuk Mami jangan marah ya?" Ucap Fabian yang menatap wajah Margareth yang terlihat sendu karena akan di tinggalkan sang Suami untuk beberapa hari jika proposal kerjasama diterima.


"Hemmm ok deh Papi, hati-hati ya dan jangan lupa jaga hati Papi hanya untu Mami!" Pesan Margareth yang menohok Fabian.


"Maafkan aku Margareth aku tak pernah menjaga hatiki untuk mu, aku selama ini selalu menjaga hatiku untuk Jessica ku." Batin Fabian menjawab seperti ini namun mulutnya menjawab, "Ok Mami, I Love you."


"I love you too Papi." Balas Margareth yang kemudian memeluk tubuh suaminya.


"Ya sudah Mam, Papi harus pergi. Kenzo sayang sama Mami ya." Ucap Fabian melepaskan pelukan Margareth dan memberikan Kenzo pada Margareth.


Fabian pun melangkah pergi meninggalkan istri dan putranya bersama Toto supir pribadinya. Fabian berjalan berdua dengan Alan yang mendorong troli koper-koper mereka.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir dua jam, Fabian dan Alan sampai di kota D. Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan sebuah taksi ke hotel tempat dimana mereka akan menginap selama berada di kota D. Hotel yang tidak ia sangka adalah milik dari Tuan Adam, Paman Jessica.


Sesampainya di hotel, Fabian memutuskan untuk makan di restoran hotel bintang lima tersebut. Tanpa di sangka ia melihat wanita yang ia rindukan tengah memakan kroket kentang kesukaannya bersama Angela dan juga Bowo tanpa Endah dan juga Anna.


Anna dan Endah sedang berada di Ballroom hotel tersebut, mereka sedang melihat langsung para pekerja mendekorasi Ballroom itu, yang akan di gunakan besok malam untuk acara lamaran Anna dan juga Leon.


Tadinya Jessica bersama mereka namun Jessica memutuskan untuk turun ke restoran karena kedua calon bayinya di dalam perut tidak bisa lagi diajak kompromi. Ia sangat lapar tak kuat lagi menahan rasa lapar yang membuat tubuhnya langsung sempoyongan.


Fabian mengambil meja yang tak terlalu dekat daj tak terlalu jauh dari meja Jessica, ia memesan menu makanan yang sama dengan menu makanan yang di makan Jessica. Fabian duduk seorang diri karena Alan tak ikut makan bersamanya karena beralasan masih kenyang.


"Tuhan begitu baik padaku, aku bisa melihatmu disini Jessica ku sayang, inilah pertanda kamu memang akan menjadi milikku, aku hanya tinggal menunggu tangan Tuhan bergerak mengembalikan dirimu kedalam pelukan ku." Batin Fabian yang terus menatap Jessica dari kejauhan.

__ADS_1


Tak lama berselang, makanan yang dipesan Fabian telah sampai, seorang pramusaji meletakkan piring berisi menu pesanan Fabian di atas meja. Dan saat Fabian sibuk dengan menu makanan yang diletakkan pramusaji itu, Andre datang melewati meja makannya tanpa di sadari oleh Fabian begitu pula dengan Andre.


"Lapar sekali rupanya istriku ini humm." Andre mencium kilas pipi mulus sang istri yang dipandang oleh Fabian dari kejauhan.


Sakit, ya Fabian merasa hatinya sakit karena cemburu melihat Andre bisa melakukan hal yang ingin dia lakukan tapi dia tak bisa melakukanya. Saat ia baru saja melihat Jessica ingin rasanya ia memeluk bahkan mencium gadis yang dirindukan dirinya dan memporak-porandakan hidupnya.


"Lapar sekali Daddy, ini sudah piring ketiga ku, tapi masih saja lapar, gimana dong?" Jawab Jessica yang membuat Andre tersenyum lebar.


"Pesanlah lagi sayang! Kalau masih lapar humm." Ucap Andre yang menatap penuh cinta pada sang istri.


"Tapi tadi sama Endah gak boleh banyak-banyak, aku harus jaga badan takut Daddy main serong karena bobot tubuh aku nanti kaya karung beras." Adu Jessica dengan suara manjanya yang membuat senyum Andre tak pudar diwajahnya.


"Aku tak akan melakukan itu sayang, tubuhmu mau sebesar apapun aku tak perduli, karena aku hanya akan mencintai dirimu seorang. Jangan menyiksa dirimu dan anak kita hanya karena prasangka rasa takut mu dan Kakak mu terhadapku. Ok!" Andre menanggapi aduan istrinya dengan kalimat manis yang membuat Jessica langsung menyenderkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


"Daddy so sweet... Habis makan bobo siang disini yuk, kamarnya bagus deh Dad... Apalagi Bathtubnya cocok banget buat kita berendam berdua sambil kamu nengokin calon anak-anak kamu." Bisik Jessica di telinga suaminya sambil tersenyum dan menatap wajah suaminya kemudian mengedipkan mata genitnya.


"Ohh...jadi karena ini aku di minta meninggalkan pekerjaan ku dan menyusulmu disini humm?" Tanya Andre yang menoel hidung mancung sang istri.


"Yes, of course hehehe... Aku lagi pengen Dad... Pengen banget...." Jawab Jessica dengan suara seksinya.


"Ya baiklah, aku tak akan menolak tawaran yang menggiurkan ini sayang. Cepat habiskan makananmu setelah itu ayo kita ke kamar." Balas Andre yang kemudian menyuapi kroket ke empat Jessica.


Dan dari kejauhan Fabian menahan semua rasa kecemburuannya melihat keromantisan wanita yang sangat ia cintai dengan suami sahnya.


"Sabarlah Fabian, biarkan dia bersenang-senang sebelum dia menangis kehilangan Jessica sebentar lagi." Fabian menguatkan hatinya yang sakit.

__ADS_1


__ADS_2