Cinta Jessika

Cinta Jessika
Jessica adalah hiburan


__ADS_3

Jessica terdiam memandang ayahnya yang tengah berdiri dihadapannya mengulurkan tangannya meminta Jessica untuk keluar dari dalam mobil.


Jessica mengira ayahnya akan menolongnya. Namun saat Jessica sudah keluar dari mobil. Beberapa pria yang berpenampilan seperti Ferdi menghampirinya dan membawa paksa dirinya masuk kedalam Mension. Jessica menatap Ayahnya seakan meminta pertolongan namun Nico sama seperti Fabian. Tak berusaha menolong Jessica sedikitpun hanya bisa berdiam diri menatap nanar kepergian Jessica dengan beberapa pria yang membawa paksa dirinya.


"Ayah, kenapa kau ada disini dan hanya berdiam diri seperti itu saat aku diperlakukan seperti ini? Mungkin jika Kak Cynthia yang ada di posisi seperti diriku saat ini pasti kau akan membelanya mati-matian untuk menyelamatkan dirinya. Sayangnya ini aku bukan Kak Cynthia. Salahkah bila aku belajar membenci mu Ayah? Dan mengapa kau ada disini Ayah, di tempat Tuan besar yang membeliku dari Om Duda?" batin Jessica ketika ia berjalan dibawa para pria berjas hitam yang tampan namun begitu menakutkan sembari menatap Nico yang tetap berdiri pada posisinya.


Jessica dibawa kesebuah kamar yang berada di lantai atas. Saat Jessica masuk sudah ada tiga Maid yang berdiri menanti kehadirannya di dalam kamar. Para pria berjas hitam itu segera meninggalkan kamar yang akan di tempati Jessica selama berada di dalam Mension Abraham. Tidak lupa mereka mengunci pintu kamar itu dari luar. Terlihat seorang penjaga sudah siap menjaga kamar yang di huni oleh Jessica itu.


Saat ini Jessica merasa berada dalam sangkar emas. Kebebasan yang sudah terenggut di dalam kamar yang begitu mewah. Seperginya para pria berjas hitam Jessica menjatuhkan dirinya hingga duduk bersimpuh di lantai.


Beberapa Maid berusaha membangunkannya namun Jessica menolaknya. Ia menangkis tangan para Maid dengan kedua tangannya. Jangan ditanyakan lagi air matanya sudah jatuh begitu deras. Tangisnya begitu memilukan hati. Ia membayangkan nasib buruknya setelah ini.


Setelah mengetahui para Maid yang ada di kamarnya akan melakukan perawatan kecantikan pada dirinya jelang hari pernikahannya yang akan di langsungkan hari sabtu minggu ini, yang ia tahu ia akan menikah dengan Tuan besar pemilik Mall Grand Abraham, yang itu artinya dia akan menikah dengan laki-laki tua beristri. Jessica membayangkan dia menjadi istri kesekian dari orang terkaya nomor dua di negri ini.


"Kak Andre kamu dimana tolong aku!!! Aku hanya ingin menikah dengan mu tidak dengan Ban.dot Tua itu haaaaaaaaaaa....." pekik Jessica dalam tangisannya.


Disisi lain Abraham dan Adam yang berada di ruang kerja Abraham sedang begitu senang melihat layar CCTV yang menampilkan Jessica yang berada di kamarnya. Mereka seperti mendapatkan sebuah hiburan baru, mereka berdua terus saja terkikik begitu geli menyaksikan tingkah Jessica yang menangis meraung-raung terus menyebut nama Andre untuk segera menolongnya dan terus menyebut Bandot Tua pada pemilik Mall Grand Abraham yang tak lain adalah Kakeknya sendiri.


"Dad, kau di sebut Ban.dot Tua oleh cucu mu sendiri.. hahahaha..." ucap Adam yang begitu senang, untuk pertama kalinya ia mendengar seseorang dengan beraninya mengumpati seorang Abraham yang terkenal sebagai pengusaha bisnis yang berdarah dingin sadis dan kejam.


"Kau kelihatannya begitu senang keponakan mu itu mengumpati ku Dams? Tawa mu begitu lepas sekali menertawakan ku yang sedang di umpati oleh cucu ku sendiri." Abraham melirik tajam wajah anak sulungnya yang tengah duduk disampingnya itu.


"Aku tidak senang kok Dad, aku hanya menertawakan tingkah lucu keponakan ku Jessica bukan menertawakan mu Dad. Jangan terlalu sensitif dengan tawa bahagia ku mendengar celotehan polos keponakan ku itu Dad!" sangkal Adam.


Mereka berdua terus saja melihat layar CCTV dan mengencangkan volume speaker suara CCTV yang berasal dari kamar Jessica agar mereka tahu apa saja yang Jessica ucapkan disana.


Terdengar Jessica juga terus saja mengumpati Fabian dan juga Nico. Kata-kata umpatan Jessica sangat menggelikan bagi mereka. Bagaimana tidak, Jessica berharap mendapatkan kekuatan dari bulan seperti dalam serial film kartun, ia ingin menghukum Fabian dengan kekuatannya itu. Ia ingin menjadikan Fabian sebagai seorang Pangeran Katak yang buruk rupa, supaya sulit mendapatkan jodoh sebagai balasan perlakuan Fabian terhadap dirinya.


Sedang dengan Nico, dia berharap tak hanya anak durhaka saja yang menjadi Si Malin Kundang yang di kutuk menjadi Batu, Jessica berharap setelah kejadian yang dirinya alami saat ini, dia mendapatkan anugrah kekuatan untuk mengutuk Ayahnya menjadi batu. Semua yang di ucapkan Jessica membuat Adam dan Abraham terkikik geli.

__ADS_1


"Setelah Ayah menjadi batu aku akan memukul Ayah dengan palu Mjolnir milik Thor di film Marvel, Aku akan menghancurkan ayah seperti ayah yang selalu menghancurkan hati ku demi Kak Cynthia...Huaaaa.... Pasti ini semua rencana Ayah untuk menjauhkan aku dari Kak Andre karena Ayah ingin mewujudkan ke inginan Kak Cynthia untuk menjadikan Kak Andre ayah dari bayi yang dikandung Kak Cynthia...Huaa....hiks...hiks"


"Dia mengoceh tiada henti, ucapannya begitu konyol dan spontan... Hahaha... aku memiliki cucu selucu ini. Tenanglah Jessica cucuku, aku tak akan biarkan siapapun merusak kebahagian dirimu dengan Andre." ucap Abraham di sela tawanya.


"Bang Leon aku berharap Abang bisa berubah menjadi Hulk agar bisa melepaskan aku dan membawa aku pergi dari sini, para penjaga disini menyeramkan semua Bang, aku kira di dunia ini tak ada lagi yang lebih menyeramkan dari dirimu Bang ternyata disini sangat banyak pria tampan berwajah garang dan menyeramkan seperti diri mu Bang. Aku seperti berada di sarang pria tampan berwajah menyeramkan, Meskipun mereka begitu tampan tapi aku tetap mau Abang membebaskan ku dan mengantarkan aku pada Kak Andre... percuma saja aku di sarang pria tampan tapi aku menikahnya sama Ban.dot Tua Huaaaa..." cerocos Jessica kemudian kembali menangis, ucapan Jessica kembali membuat Abraham dan Adam tertawa geli.


"Kau sangat bo.doh Nico menyia-nyiakan anak selucu dan sepolos Jessica." ungkap Adam sembari meneguk secangkir kopi ditangannya.


" Ya adikmu itu selalu saja bertindak bo.doh, makanya aku ingin memberikan pelajaran kecil di hidupnya." sahut Abraham yang juga sedang menengguk secangkir kopi ditangannya.


Di Mension Abraham, Lestari yang menduga kehadirannya di Mansion Abraham tidak diharapkan dan tidak akan diterima dengan baik ternyata salah. Seluruh anggota keluarga Nico sangat menerima kehadiran Lestari, mereka bersikap ramah dan bersahabat pada Lestari namun tidak dengan Cynthia. Meskipun di terima dengan baik hatinya tetap merasa sedih karena dibalik kebahagiaannya ada kesedihan putri bungsunya yang akan di jodohkan dengan pria yang tak dikenal. Lagi-lagi putri bungsunya harus kehilangan sumber kebahagiaannya.


Dibalik kesedihan yang dirasakan Lestari ada rona kebahagiaan yang terus terpancar dari wajah Cynthia. Betapa tidak, dia merasa hidupnya naik kelas karena merasa menjadi cucu orang terkaya nomor dua negri ini dan dia merasa jalan dan peluang untuk mendapatkan Andre semakin besar.


Segala usaha dilakukan Cynthia untuk mendapatkan simpati dari keluarga besar Nico, namun sayangnya mereka seakan mengabaikan dan menganggap keberadaan Cynthia tidak ada di tengah-tengah mereka. Meskipun Chinthia kerap kali menarik perhatian mereka dengan tingkahnya yang berusaha mencuri perhatian Abraham. Baik mereka ataupun Abraham sama-sama memilih untuk mengacuhkan Cynthia, karena mereka semua sudah mengetahui sebenarnya Cynthia bukanlah bagian dari keluarga mereka. Cynthia hanyalah orang asing bagi mereka.


*


*


*


Hari pun berlalu dengan begitu cepat. Hari ini adalah hari Sabtu, hari dimana Jessica dan Andre akan menikah.


Di dalam kamar Jessica terus saja menangis, dia merutuki hari ini adalah hari tersial dalam hidupnya, karena harus menikah dengan Bandot Tua dan menjadi istri ke sekian.


Jessica berhenti menangis setelah Ferdi datang mengancam seakan-akan ingin membunuh seluruh anggota keluarga Jessica yang sudah berada di Mension Abraham, jika Jessica masih saja menangis dan membuat para MUA tidak bisa merias wajahnya.


"Dengar Nona Jessica jika dalam waktu 15 menit Anda tidak juga siap, Aku pastikan seluruh anggota keluarga mu yang sudah berada di aula akan kehilangan nyawanya karena mu." Ferdi berkata seolah-olah akan melakukan hal itu.

__ADS_1


Jessica yang mendengar ancaman Ferdi segera menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya yang terlanjur jatuh membasahi pipi putih mulusnya itu. Jessica nampak mamajukan bibirnya memasang wajah cemberut kepada Ferdi. Ferdi segera menatap tajam dan memelototi Jessica, membuat nyali Jessica menciut.


Adam yang menjadi ketagihan melihat tingkah konyol dan sepontan keponakannya itu jadi sering keruang kerja Abraham untuk melihat layar CCTV yang menampilkan tingkah keponakannya yang selalu membuatnya tertawa seperti saat ini. Ia begitu terhibur melihat Jessica Vs Ferdi.


"Tampang wajah kalian seperti itu kenapa begitu lucu sekali bagi ku ya? Hahaha... "


"Ferdi berani-beraninya kau mengancam keponakanku seperti itu hahaha... "


"Kenapa kamu memanyunkan bibir mu seperti itu nak, tingkah mu begitu menggemas Nak... Jika kamu tahu kamu akan menikah dengan pria yang sangat kau cintai aku tak akan melihat tingkah lucu mu dibalik kesedihan mu ini nak, Ban.dot Tua yang kau maksud itu kakek mu Nak, bukan calon suami mu hahahahaha..."


"Mata mu yang melotot itu seperti hampir keluar dari kelopak mata mu Fer hahaha..."


Itulah kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Adam disela tawanya. Tawanya begitu menggema di seluruh penjuru ruang kerja Abraham.


Sebelum melihat kejadian ini Adam pernah melihat Jessica Vs Ferdi untuk pertama kalinya dari rekaman camera didalam mobil Ferdi. Adam sengaja memasang camera di dalam mobil yang digunakan Ferdi untuk membawa Jessica ke Mension. Ia lakukan itu untuk berjaga-jaga. Namun saat ia melihat rekaman Adam di buat terhibur dengan sikap berani Jessica, yang terus melakukan perlawanan pada Ferdi dengan menggigit, memukul bahu Ferdi dan bahkan menendang kursi kemudi Ferdi dari belakang hingga membuat Ferdi terjungkal. Ferdi yang sering disebut beruang kutub harus menahan kesabaran menghadapi Jessica. Tak bisa dibayangkan wajah Ferdi yang sedang menahan gejolak emosinya yang sudah meledak-ledak menghadapi Jessica yang memiliki sikap bar-bar.


Celoteh sepontan Jessica sangat disukai oleh Adam, Pamannya itu. Karena kedua putrinya tidak ada yang bertingkah seperti Jessica. Kedua putrinya terlalu menjaga image sebagai cucu dari keluarga besar Abraham Adijaya setelah beranjak dewasa sehingga membuat Adam merasa kehilangan sosok kepribadian asli dari kedua putrinya itu. Adam begitu terlena menyaksikan tingkah Jessica di layar CCTV hingga membuatnya lupa akan tugasnya menyambut kedatangan kerabatnya.


Sementara Ferdi saat ini setelah melihat Jessica yang sudah selesai di rias segera keluar dari kamar Jessica. Ia meminta orang-orang dari Claudia Boutique yang sudah siap berada di depan pintu kamar Jessica untuk segera masuk dan menyelesaikan tugasnya memakaikan Jessica kebaya pengatin berwarna putih.


Ema salah satu karyawan dari Claudia Boutique masuk terlebih dahulu kemudian di ikuti karyawan yang lainnya yang akan membantunya memasangkan kebaya pengantin mewah yang sengaja di rancang khusus oleh Claudia untuk Jessica.


Saat Jessica melihat Ema. Jessica dibuat terkejut akan kehadiran Ema.


"Ema..."Jessica menyebut nama Ema dengan wajah berharap pertolongan dari Ema.


"Mbak Jessica...?!!!" Ema menyebut nama Jessica, Ia tidak menyangka ternyata kebaya yang begitu spesial di rancang dan dijahit sendiri oleh Claudia adalah kebaya untuk Jessica teman adik Bossnya itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2