Cinta Jessika

Cinta Jessika
Ketegasan Andre


__ADS_3

Jessica membuka pintu kamar pribadinya, ia keluar dengan wajah yang di tekuknya.


"Sayang lihatlah! Suami mu ini di aniaya lagi sama Kakak mu nih...nih... Lihatlah sayang! Sakit loh ini.." ucap Andre seolah-olah menjadi korban.


Ia menunjukkan lengannya yang merah bekas pukulan Endah barusan. Endah mendengar cara Andre mengadu pada istrinya mencebik bibirnya.


"Cih, Kak Andre gunakan aku sebagai kambing hitam." Sulut Endah memprovokasi Jessica.


Namun Jessica seakan tak perduli dengan keributan mereka berdua.


"Ayah sudah pergi belum Ndah?" Tanya Jessica sambil memegangi lengan suaminya yang ia elus-elus.


"Blom, lagi ngerayu Ibu kali sekarang." Jawab Endah dengan santainya.


"Ayah sama siapa kesini? Sama Kakak jadi-jadian gue ya?" Tanya Jessica lagi kali ini tiba-tiba rasa marah dan kesalnya muncul sehingga tangan Andre bukannya ia elus-elus lagi tapi ia remas-remas.


"Aaa-aduhhhh sakit.... Kok malah tambah di sakitin sih sayang?" Rintih Andre yang kemudian menarik tangannya dan mengelus-elus tangannya sendiri.


"Diam Dad, jangan manja! Lihat situasi dan kondisi kalau mau manja-manjaan!" Omel Jessica pada suaminya yang membungkam Andre. Ia memilih diam daripada ia harus tidur di luar.


"Ayah kesini sama laki gue sama Bang Leon. Si anak tikus ga ikut. Lu gimana sih? Apa lu lupa kalau tuh anak tikus udah terhempas dari hidup ayah. Ayah sendiri yang ninggalin dia gitu aja pas tahu dia bukan darah daging Ayah." Jawab Endah yang mengingatkan Jessica.


"Oohh iya gue lupa. Ayah minta maaf gak sama lu Ndah?" Tanya Jessica lagi


"Nanya mulu lu, kaya wartawan. Ya pastinya dia minta maaflah masa kesini cuma buat nemuin ratunya." Jawab Endah yang bosan di tanya terus menerus oleh Jessica.


"Terus lu maafin Ndah?" Tanya Jessica lagi yang membuat Emdah menghela nafas.


"Nanya mulu, gue kesini buat manggil kalian disuruh Ibu buat makan bareng. Masakan ibu hampir dingin katanya ntar kadi ga enak dimakan." Jawab Endah yang tak menjawab pertanyaan yang ditanyakan Jessica.


"Ishhh gue nanya apa lu jawab apa. Jawab dulu baru gue mau turun ke bawah!" Pinta Jessica dengan menggoyangkan lengan Endah.

__ADS_1


"Iya gue maafin Ayah, udah puas? Ayo kebawah gue udah laper, apalagi anak gue nih, udah laper pakai banget." Jawab Endah yang membuat mata Jessica membola.


"Endah kok lu gampang banget maafin Ayah sih?!" Protes Jessica.


"Ahh tau ah... Kak Andre urus tuh istrinya. Suruh dia turun cepet kalau gak ibu pasti marah dan ngambek." Pekik Endah yang meninggalkan keduanya begitu saja.


"Ayo sayang kita turun! Pasti kedua anak kita juga sudah lapar seperti tantenya." Ajak Andre yang menggandeng tangan sang istri dan menuntunnya untuk turun.


Dimeja makan, Jessica menikmati makanannya tanpa menganggap keberadaan Nico diantara mereka. Setelah semua makan di dalam piring Jessica sudah habis. Ia langsung bangkit dari posisi duduknya.


Andre yang melihat sang istri ingin pergi langsung menarik lengan sang istri untuk duduk kembali. Jessica berusaha melepaskan tangan Andre namun Jessica kalah kuat, Andre menatap tajam istrinya agar menurut padanya. Jessica yang keras kepala tetap ingin pergi.


"JESSICA KUMALA SARI DUDUK!!" Bentak Andre untuk pertama kalinya dihadapan semua orang.


Semua orang terkejut melihat sikap keras Andre pada Jessica untuk pertama kalinya dihadapan mereka. Endah dan Anna sampai tersedak mendengar kemarahan Andre pada Jessica.


"Maafkan aku! Jadilah istri yang penurut Jessica! Aku sudah meminta mu untuk kembali duduk dengan menarik tanganmu, tapi kamu malah menentangku dengan berusaha yerus melepaskan tangan ku. Aku ini kepala keluarga, aku tidak suka di tentang." Ucap Andre yang menatap dalam manik mata Jessica.


"Maafkan aku Dad." Ucap Jessica dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tapi Dad..."


"Tidak ada tapi, menurutlah atau kamu mau mendapatkan kemarahan ku lagi." Ancam Andre yang membuat Jessica menekuk wajahnya.


"Ayolah sayang, kamu boleh bersikap seperti ini dulu tapi tidak sekarang, kamu tahu sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu, jadilah contoh yang baik untuk anak-anak kita."


"Hemmmm baiklah...."


Nico yang merasa di bukakan jalan untuk meminta maaf pada Putri bungsunya yang sangat sulit di taklukkan itupun bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri putrinya. Andre menggeser duduknya memberikan ruang untuk Nico dan istrinya bicara dari hati ke hati.


"Jessica sayang, maafkan kesalahan Ayah, Ayah menyadari semua kesalahan yang ayah lakukan pada mu nak. Jessica mau kan maafin Ayah?" Ucap Nico yang genggaman tangan Jessica.

__ADS_1


Jessica terdiam seperti biasanya ia mematung tanpa respon.


"Ehemmmm...sayang." Andre berdehem dan Jessica melirik ke arah suaminya.


"Iya Ayah, Jessica maafin Ayah." Jawab Jessica dengan terpaksa.


"Yang ikhlas jangan terpaksa seperti itu!" Tegur Andre yang menatap tajam manik mata istrinya.


"Iya Ayah, Jessica sudah maafi Ayah. Tapi Ayah jangan bawa kakak jadi-jadian Jessica kesini. Nanti suami aku di rebutnya." Ucap Jessica mengulang ucapannya dan ia tambahkan dengan ke khawatirannya.


"Tidak sayang, ayah tak akan membawa dia kesini. Ayah pun sudah tidak tahu kabarnya lagi. Ayah meninggalkan dia begitu saja bersama Berry mantan kekasihnya itu." Balas Nico yang membelai rambut panjang Jessica yang tergerai.


"Kata Kakek, Ayah akan mendapatkan cucu kembar dari dirimu dan Andre. Apa itu benar Nak?" Tanya Nico sembari menatap perut Jessica yang membuncit.


"Iya, kemungkinan besar anak aku laki-laki dan perempuan." Jawab Jessica yang membuat senyum bahagia Nico terukir dengan jelas.


"Wah ayah langsung dapat cucu sepasang laki-laki dan perempuan. Kalau Endah bagaimana?" Nico merespon dan berusaha adil pada kedua putrinya.


"Anakku belum kelihatan, kemarin terakhir USG, dia masih sebesar biji kacang hijau." Sahut Endah sembari mengusap perutnya yang masih rata.


"Aku gak di tanya Ayah?" Sahut Anna yag ingin juga diperhatikan oleh calon Ayah mertuanya.


"Hah, apa??? Anna, kamu dan Leon belum menikah. Kalian tidak aneh-aneh kan?" Tanya Nico yang terkejut dengan sahutan Anna.


"Aneh-aneh apa maksud Ayah?" Tanya Leon yang pura-pura tak mengerti.


"Ya berbuat yang belum saatnya kalian lakukan sebelum kalian sah menjadi suami istri." Jawab Nico.


"Aku ini masih polos Ayah, di otakku hanya kerja dan kerja tidak seperti dua adikku yang isinya ngeres terus setiap hari." Balas Leon yang langsung mendapat lirikan tajam dari kedua adiknya.


"Ah..ngomong masih polos, sok bener banget jadi orang." Sahut Endah yang tersulut emosi.

__ADS_1


"Hahaha, dia bilang masih polos katanya, ntar di polosin sama Anna baru tahu rasanya. Huha-huha yeahhhh" Ucap Jessica yang mengundang tawa semua orang terkecuali Anna dan Leon.


Nico begitu bahagia dan bisa bernafas lega hari ini, karena sudah mengantongi maaf dari ketiga anaknya. Hanya satu PRnya yang tersisa, yaitu menaklukkan hati sang istri.


__ADS_2