Cinta Jessika

Cinta Jessika
Perpisahan dan Harga Diri


__ADS_3

Leon yang meninggalkan Jessica dan Andre di studio foto, Ia memutuskan untuk kembali keruang ganti dilantai dasar. Ia berniat ingin kembali kekantor melanjutkan pekerjaanya setelah mengganti pakaiannya nanti.


Setelah selesai mengganti pakaian, Leon ingin berpamitan dengan Andre dengan mengirimkannya sebuah pesan. Namun belum sempat ia mengirim pesan pada Andre. Leon melihat banyak panggilan tak terjawab dari Kiara dan Kiara juga mengirimkan beberapa pesan kepada Leon.


"Mas Leon, aku harap kamu bisa datang segera kerumah ku, orang tua ku menunggu kehadiranmu dirumah, Papi dan mami ingin membicarakan kelanjutan hubungan kita. Aku harap kamu bisa izin satu hari ini saja untuk menemui kedua orang tua ku." pesan Kiara pada Leon.


Leon yang mendapatkan pesan tersebut langsung mencoba menghubungi Kiara menanyakan ada apa tiba-tiba kedua orang tua Kiara memintanya datang kerumah mereka. Beberapa kali Leon mencoba menghubungi Kiara namun tidak bisa. Nomor Kiara seperti sudah tidak aktif lagi. Perasaan Leon makin tidak enak. Saat ini rasa penasaran menghantuinya. Ia segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari butik. Leon melewati Ana dan Endah begitu saja dihadapannya.


"Kenapa tuh si Abang singa? Jalan kaya orang kebelet aja." tanya Endah pada Anna. Anna menjawab dengan mengangkat kedua bahu dan kedua tangannya menandakan dia juga tidak mengetahuinya.


Leon berjalan begitu cepat ke parkiran mobilnya, ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman keluarga Dahlan orang tua dari Kiara. Tidak sampai tiga puluh menit Leon sudah sampai di kediaman keluarga Dahlan.


Setibanya disana, ternyata kedatangan Leon sudah ditunggu oleh kedua orang tua Kiara. Kini Leon sudah duduk diruang tamu kediaman Dahlan.


"Kamu tahu alasan kami memanggil mu kesini?" tanya Dahlan dengan wajah yang tak bersahabat.


"Maaf Tuan Dahlan, saya tidak mengetahui alasan Anda memanggil saya." jawab Leon dengan sopan.


"Maksud dan tujuan kami memanggil kamu kesini hanya ingin meminta kamu untuk menjauhi putri kami. Sudahi hubungan kalian sampai disini" ucap Dahlan tanpa memandang wajah Leon. Dahlan sama sekali tidak menghargai keberadan Leon disana.


"Apa alasan Tuan meminta saya mengakhiri hubungan saya dengan Kiara? Maaf Tuan saat ini saya butuh penjelasan atas permintaan Tuan Dahlan kepada saya." ucap Leon dengan sopan, ia masih menghargai Dahlan, meskipun Dahlan sangat terlihat tidak menghargainya.


"Bukankah sudah jelas dari dulu saya selalu menentang hubungan kalian, seharusnya kamu sadar diri siapa kamu dan siapa kami ini, saya memang pernah menyetujui hubungan kalian ketika kamu di angkat menjadi manager di perusahaan Dahkota. Tapi itu dulu tidak dengan sekarang, setelah kami mengetahui aib keluarga mu, Adik mu hamil di luar nikah bukan? Dia juga tidur tidak dengan satu pria saja bukan? Dia bahkan dengan sengaja menjebak Diego putra dari Roy sahabat ku. Ternyata kalian memang sangat ingin kaya dengan cara yang instan. Hingga melakukan hal sekeji itu. Tak akan aku biarkan orang seperti kalian masuk dalam keluarga ku yang begitu terhormat." ucap Dahlan dengan nada yang tinggi dan merendahkan Leon dan keluarganya.


"Baiklah saya menerima alasan tuan Dahlan menolak saya menjadi bagian dari keluarga Tuan Dahlan, tapi saya harap Tuan tidak akan menyesal jika nantinya Tuan mengetahui siapa saya sebenarnya." ucap Leon dengan tenang. Leon mampu menahan emosinya yang sudah di ubun-ubun atas hinaan dan fitnahan yang dilontarkan Dahlan pada Leon dan keluarganya.

__ADS_1


"Memangnya siapa diri mu? Sampai mati pun aku tidak akan menyesal tidak menjadikan mu bagian dari keluarga ini" ucap tuan Dahlan dengan ke angkuhannya.


"Mohon maaf Tuan Dahlan, saat ini belum tepat bagi saya untuk mengatakan jati diri saya sebenarnya. Tunggu saja saat itu tiba. Semoga anda tidak menjilat perkataan anda kembali." ucap Leon masih bersikap sopan. Didikkan Ayah dan Ibunya memang sangat luar biasa.


"Kalau begitu saya permisi." Leon pamit dan bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Kiara.


"Kiara maafkan aku, aku tidak bisa memperjuangkan cinta kita lagi. Karena aku tidak bisa menerima jika keluarga ku sudah di hina seperti ini oleh keluarga mu. Terima kasih sudah pernah hadir dan mengukir hari yang indah di dalam hidupku. Semoga kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari ku Kiara, dan perlu kau ingat aku tak akan pernah kembali lagi pada mu ketika aku sudah di minta untuk pergi dari hidup dengan cara yang seperti ini. Maafkan aku Kiara jika sikap yang aku ambil ini menyakitimu." ucap Leon pada Kiara yang berada dihadapannya. Kiara yang mendengar perkataan dari Leon hanya bisa menangis. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Keputusan orang tuanya sudah Final begitu juga dengan Leon.


Leon segera keluar dari kediaman keluarga Dahlan. Ia segera masuk kedalam mobilnya. Ia memukul - mukul stir mobil miliknya. Ia berteriak sekuat tenaga meluapkan amarahnya dan kekesalannya.


Ia mengambil ponsel di saku celananya. Ia mencari nomor Andre di contact telepon miliknya. Setelah menemukannya ia segera menghubungi Andre.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo kakak ipar kau ada dimana? Mengapa tiba-tiba menghilang?" tanya Andre disebrang sana.


"Untuk apa kau kesana? Apa ada masalah?" tanya Andre.


"Apa yang akan kau lakukan jika keluarga calon istri mu dihina Ndre?" Leon malah balik bertanya.


"Menghina keluarga calon istriku sama saja menghina keluarga ku, pasti aku akan menghancurkan siapapun yang sudah menghina keluarga ku juga keluarga calon istriku." jawab Andre.


"Bagus... Buktikan pada ku ucapan mu sekarang! hancurkan keluarga Dahlan untuk ku." ucap Leon dengan santainya.


"Apa kau tidak ingin menceritakanya terlebih dahulu pada ku? Apa yang sudah terjadi sebenarnya denganmu?" tanya Andre.

__ADS_1


"Buktikan saja dulu kata-kata mu baru aku akan menceritakannya padamu." Jawab Leon menantang ucapan Andre.


"Apa kau masih disana?"tanya Andre.


"Iya aku masih berada di depan kediaman keluarga Dahlan." jawab Leon.


"Baiklah tunggulah disana! Dalam beberapa menit aku akan membuat tuan Dahlan kena serangan jantung mendadak." ucap Andre.


"Buktikan!!!" ucap Leon singkat. kemudian menutup panggilan teleponnya begitu saja.


Andre yang ditemani Jimmy saat berganti pakaian pun langsung meminta Jimmy untuk menarik investasi yang ia tanamkan di perusahaan milik Dahlan. Ia juga meminta Jimmy untuk menghubungi beberapa rekan bisnisnya yang sedang bekerja sama dengan perusahaan Dahlan. Untuk membatalkan kerja sama mereka dengan perusahaan Dahlan. Andre juga mengatakan pada Jimmy jika mereka menolak tarik saja dana investasi di perusahaan mereka. Sangat mengerikan bukan? Pantas saja jika Bagas orang tua dari Fabian sangat tidak mau berurusan dengan keluarga Brata dan juga keluarga Abraham yang mengerikan.


Tiga puluh menit berlalu Leon masih menunggu di depan kediaman keluarga Dahlan. Tiba-tiba suara sirine ambulans terdengar dari kejauhan mendekat kearah kediaman Dahlan. Leon segera keluar dari mobilnya. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dahlan di bawa oleh ambulans di iringi isak tangis Kiara dan Nana istri Dahlan.


"kau benar-benar membuktikannya Ndre." ucap Leon pada dirinya sendiri.


Leon segera kembali kedalam mobilnya. Ia kembali menghubungi Andre.


"Hallo ndre." sapa Leon.


"Bagaimana apa kau sudah puas? Kau hutang penjelasan dengan ku!" tanya Andre pada Leon.


"Aku akan menjelaskannya besok, aku butuh waktu untuk sendiri" jawab Leon.


"Kemarilah kita makan bersama jangan menyendiri, berbagilah masalahmu pada ku, saat ini aku dan adikmu berada di restaurant Mutiara." ajak Andre.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak berminat mendatangi mu saat ini, kau jaga saja adikku." ucap Leon kemudian menutup panggilan teleponnya begitu saja.


bersambung


__ADS_2