
Setelah kejadian Andre mencium Jessica, Jessica tidak melanjutkan lagi pekerjaannya di event tersebut ia memilih untuk kembali pulang ke rumah, ia memilih pulang menggunakan taksi tidak diantar oleh Toto sopir yang biasa mengantarkan Jessica kemanapun Jessica pergi selama satu bulan ini. kepergian Jessica dengan cara seperti ini membuat Fabian khawatir tapi tidak dengan Andre .
"Kemana anak itu? Handphonenya juga tidak aktif." tanya Fabian ketika mencari keberadaan Jessica di seluruh area Ballroom dan juga ruangan-ruangan lainnya.
Fabian kemudian menghubungi Alan meminta bantuan Alan, Alan adalah supir pribadi sekaligus merangkap menjadi asisten pribadi Fabian.
"Alan tolong cari Jessica sekarang juga! Kabari saya jika kamu sudah menemukannya." perintah Fabian di sambungan teleponnya. Namun sayangnya hingga acara selesai tidak satupun dari mereka menemui keberadaan Jessica. Semua reken kerja Jessica membicarakan tentang menghilangnya Jessica setelah kejadian di Changing room dan di Stage (panggung). Gosip dan berbagai asumsi tentang Jessica tersebar dikalangan karyawan dan karyawati perusahaan Fabian yang saat ini bertugas menjadi crew di event tersebut.
Sedang disisi lain Jimmy memberikan kabar kepada Andre bahwa Jessica pulang ke rumah dengan menggunakan taksi yang sengaja disiapkan oleh Jimmy untuk Jessica, ya benar Jimmy menyiapkannya ketika melihat Jessica berada di lobby, ia terlihat bingung ingin pergi menggunakan kendaraan apa, Jimmy yang sudah mengikuti Jessica akhirnya meminta staff hotel menyiapkan taksi untuk mengantarkan Jessica pulang, tentunya Jimmy sudah membayar taksi itu. Terbukti ketika taksi itu sudah sampai dirumah Jessica. Supir taksi itu menolak dibayar karena dia sudah dibayar seseorang dengan nominal yang besar untuk mengantarkan Jessica pulang. Jessica pun berterima kasih didalam hatinya kepada siapapun yang telah berbaik hati membayarkan taksinya.
"Kau sudah pastikan calon nyonyamu itu sudah sampai dirumah Jimmy?" tanya Andre ketika bersiap ingin menghadiri acara awarding perusahaan Batara Group.
"Sudah Tuan. Orang-orang kita sudah mengabari saya kalau nona Jessica sudah ada dirumah." jawab Jimmy.
"Kerja bagus Jimmy. Kabari terus pergerakan dia. Jangan sampai aku kecolongan." perintah Andre.
"Baik Tuan." ucap Jimmy patuh.
********
Tiga hari Jessica tidak masuk kerja, tiga hari pula ia menon aktifkan handphonenya. Dia enggan berangkat ke kantor, dia sangat malu untuk bertemu semua orang disana. Apa yang harus dia jawab jika mereka bertanya tentang kejadian di stage.
"Tok..tok..tok." Suara pintu kamar Jessica diketuk.
"Siapa? Jessica lagi ga mau diganggu, kalau mau ngomong cukup dibalik pintu aja!" Ucap Jessika.
"Leon. Kenapa kamu ga kerja Jes? Supir kamu dateng sudah datang kamu tetep didalam rumah gak mau nemuin, dirumah kamu ngumpet dikamar terus, mau kamu apa Jess? Abang kasian tahu sama kamu ya, kalau kamu mau gak kerja bilang sama dia kalau kamu hari ini nggak kerja, dan kasih dia kabar juga kapan kamu akan mulai masuk kerja lagi. Kasiankan supir kamu udah tiga hari nungguin kamu kaya orang bodoh didepan rumah. Dia baru pergi kalau ibu keluar dan jelaskan kalau kamu nggak mau masuk kerja dan lagi mengurung diri dikamar. Kalau kamu udah nggak mau masuk kerja lagi selama-lamanya, ya sudah kamu berenti saja. Jangan kaya orang bener cuma diem aja dikamar kaya kura-kura dalam tempurung. Inget Jes abang ga pernah ngajarin kamu buat lari dari masalah. Abang tahu banget kamu pasti lagi ada masalah sama bos duda kamu itu. Bukannya kamu pengen banget ngegebet dia, kenapa sekarang kamunya kaya gini, cemen banget kamu jadi cewek gak ada strong strongnya... Kalau kamu punya masalah nggak mau cerita ok. Itu hak kamu tapi kalau dirumah kamu jangan bersikap kaya gini. Liat saja kalau besok kamu masi kaya gini jangan salahin Abang kalau kamar ini kehilangan daun pintunya." ujar marah didepan pintu kamar Jessica. Setelah menyeselesaikan ucapannya Leon pun pergi.
"Dasar abang yang ga bisa ngertiin perasaan adenya." Gerutu Jessica didalam kamar.
Jessica mengambil handphonenya untuk menghubungi Toto, kalau untuk seminggu ini dia ingin tidak masuk kerja. Jessicapun mengaktifkan ponselnya. Belum ia menghubungi Toto matanya terbelalak betapa terkejutnya banyak laporan panggilan tak terjawab dan banyak pesan yang masuk ke Handphonenya. Ia merasa menjadi orang penting yang sedang dicari keberadaannya. Dan yang membuat ia lebih terkejut laporan panggilan tak terjawab dari Fabian yang hampir mencapai 200 dalam tiga hari ini.
"Om duda khawatir atau mau marah-marah ya?" Tanya Jessica pada dirinya sendiri.
"Tring...tring" suara ponsel Jessica berdering . terlihat lihat dilayar Handphone Jessica Pak Fabian Calling. Jessica ragu untuk menjawabnya. Dia membiarkan panggilan Fabian begitu saja. Hingga akhirnya panggilan ke-5 kalinya Jessica pun mengangkatnya.
"Hallo..." sapa Jessica.
"Sudah puas kamu mengacuhkan saya? Sudah puas kamu bolos kerja?" ucap Fabian disebrang sana.
"Belum." jawab Jessica singkat. Dia belum ada mood untuk melayani Fabian yang mengajaknya berdebat.
"Ya sudah kalau belum lanjutkan saja sesuka hati kamu!" ucap Fabian selanjutnya.
"Ok bye." ucap Jessica kemudian menutup sambungan teleponnya.
"Sialan...anak ini malah menutup teleponnya, kamu sudah berani ya Jess" umpat Fabian kesal. Fabian mencoba menghubungi Jessica kembali , Jessica pun memgangkatnya.
"Apa?" tanya Jessica.
"Apa kata kamu?" tanya Fabian.
"Saya lagi gak mau ribut sama Bapak, mood saya lagi gak bagus, Bapak kalau gak ada yang mau diomongin selain nyari ribut matiin aja teleponnya saya ngantuk mau tidur" ucap Jessica cuek.
"Ok.... ok..., Kamu kapan masuk kerja hmm?" tanya Fabian dengan nada lembut untuk pertama kalinya.
"Gak tau, aku males... Pengen berenti aja boleh gak pak?" Jawab Jessica.
"Kamu gak boleh berenti! kamu tau kan konsekuensinya kalau kamu berhenti sebelum kamu menyelesaikan kontrak kerja kamu, kamu harus ganti rugi gaji 12 kali lipat." Ucap Fabian menakuti Jessica.
"Ya udah saya ganti tapi bayarnya nyicil." jawab Jessica santai.
"Hahahaha mana ada? Mana boleh kamu tetap harus bayar dimuka sebelum kamu berhenti atau kamu akan saya pidanakan." Ancam Fabian lagi.
__ADS_1
"Ya udah penjarain aja kalau begitu, enak makan tidur gratis di penjara." ucap Jessica asal.
"Ya nanti kamu saya penjarakan, kamu tinggal tunggu saja, nanti kamu akan saya penjarakan didalam hati saya aja." ucap Fabian gombal.
"Hahahaha penjara dihati Bapak? Gak salah denger nih saya Pak?" ucap Jessica menertawakan gombalan Fabian.
"Kamu gimana sih? Katanya mulut saya ini gak
pernah bicara manis sama kamu, giliran saya bicara manis kamunya kaya gini, kamu maunya apa sebenernya?" tanya Fabian.
"Gak tau pak, saya juga gak ngerti maunya saya apa sama Bapak." jawab Jessica.
"Ya sudahlah, besok kerja ya?! Anak saya sudah sangat merindukan kamu." ucap Fabian.
"Oh anak bapak yang merindukan saya kalau bapaknya gimana rindu juga gak nih sama saya?" tanya Jessica menggoda.
"Saya juga merindukan kamu, sudah puas dengan jawaban saya? Besok pagi saya akan jemput kamu. Kamu harus sudah siap dan kamu harus menunggu saya di depan pagar rumah kamu ya. Saya tidak mau menunggu kamu seperti tadi pagi, tiga jam saya menunggu kamu, tapi kamu nggak kunjung keluar." ucap Fabian yang membuat hati Jessica berbunga-bunga.
"Ok siap boss, maaf sudah membuat bapak sudah menunggu saya."
"Ya saya maafkan...selamat malam Jessy. Selamat tidur semoga kamu mendapat mimpi indah." ucap Fabian setelah itu menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Jessica.
" Oh my God, gak salah denger nih si Om duda ngucapain selamat tidur dan mimpi indah.... hahahaha jangan-jangan dia udah klepek-klepek sama aku. Aku pasti mimpi Indah kok Om dudaku kalau kamu sikapnya begini terus sama aku" ucap batin Jessica berbunga-bunga.
*******
Pagi hari di kediaman Nico
" Kamu sudah keluar kamar nak mengurung dirinya sudah selesai." tanya Ayah Nico pada anak gadisnya.
" Sudah Ayah aku harus bekerja karena kalau aku tidak bekerja aku diminta mengembalikan gajiku 12 kali lipat dan harus dibayar di muka."
" Oh begitu, kemarin Ayah bertemu dengan Bosmu di depan pagar rumah kita, pantas saja anak ayah jatuh cinta padanya, ternyata selain kaya dan tampan dia juga laki-laki yang ramah dan sopan menurut ayah." ucap Ayah sambil menyeruput kopi di siapkan ibu di meja makan.
" Sebenarnya kamu itu menyukai dia atau membenci dia sih Nak?" tanya Ayah.
" Entahlah Ayah aku pun juga tidak tahu dengan apa yang aku rasakan saat ini." jawab Jessica.
" Ayah waktu Ayah pertama kali ketemu sama ibu Apa yang ayah rasakan? Apakah jantung ayah berdebar-debar saat pertama kali berjumpa dengan ibu" tanya Jessica dengan memasang wajah yang serius.
" Kenapa kamu menanyakan hal itu nak? Apa kamu sedang merasakan debaran itu nak? Sehingga kamu bertanya kepada ayah tentang perasaan waktu Ayah pertama kali bertemu dengan Ibu mu?" Ayah malah balik bertanya.
" Ayah jawab saja pertanyaan aku. Jangan Ayah membalikan pertanyaanku!" pinta Jessica dengan nada merajuk.
" Waktu Ayah pertama kali bertemu dengan ibumu jantung Ayah pada saat itu sangat berdebar-debar bahkan sebelum Ayah bertemu dengan ibumu jantung Ayah sudah berdebar-debar tapi ketika Ayah dekat dengan ibu mu, debaran yang ayah rasakan hilang berganti menjadi satu rasa, yaitu rasa nyaman. Ayah menganggap ini adalah cinta pandangan pertama dan juga cinta sejati ayah. makanya ayah sangat berjuang untuk menikahi Ibumu, halangan dan rintangan apapun Ayah hadapi demi mendapatkan ibumu." terang ayah sambil menyeruput kopi di tangannya.
"Oh ayah,,, ayah sungguh so sweet." ucap Jessica sambil menyanggah pipinya di kedua telapak tangannya.
" Si Buta Dari Gua Hantu sudah keluar dari Gua rupanya, takut ya pintu Guanya hilang?" Tanya Bang Leon ketika ingin duduk dikursi meja makan.
" Dasar Abang nggak ada akhlak ngatain Adiknya sendiri Si Buta Dari Gua Hantu." ucap Jessica.
"Terus maunya dipanggil apa Cinderella?" tanya Abang Leon.
"Tau ah malas ngomong sama Abang gak asyik. Kok mau- maunya ya Kak Kia sama abang?!" ucap Jessica menimpali Leon.
"Ya maulah kan Abangmu ini ganteng dan pekerja keras." jawab Leon.
"Ganteng diliat dari ujung sedotan." timpal Jessica
"Kamu cantik klo diliat dari nusa kambangan." balas Leon mengatai adiknya.
" Ayah Abang Leon tuh mulutnya jahat." adu Jessica pada ayahnya.
__ADS_1
"Leon, sudah cukup jangan terus menggoda adikmu." pinta ayah pada Leon.
Keluarga kecil bahagia ini pun menghabiskan sarapannya dengan penuh keceriaan seperti hari-hari sebelumnya.
"Tin...tin..tin" suara klakson mobil di depan pagar rumah terdengar.
"Ayah Ibu bang Leon dan kak Cynthia aku berangkat kerja dulu ya?! Jemputanku sudah datang." Jessica berpamitan tak lupa mencium kedua tangan orang tuanya dan juga kedua kakaknya.
Dilihatnya Fabian sudah berdiri bersandar di cap mobilnya dengan kedua tanganya sudah berada disaku kedua celananya.
"Sepertinya kamu sudah lupa akan permintaanku tadi malam." ucap Fabian dengan wajah datar dan dingin.
"Saya gak lupa kok pak, tapi sayangnya saya bangun kesiangan karena semalam saya mimpi terlalu indah." ucap Jessica
"Hah... Bisa saja kamu menjawab saya." ucap Fabian kemudian masuk kedalam mobilnya begitu juga dengan Jessica.
"Pak boleh gak hari ini kita gak kekantor? Sebenernya saya belum siap masuk kantor" pinta Jessica pada Fabian dengan wajah memelas.
"Kenapa belum siap" tanya Fabian.
"Saya belum siap ketemu orang kantor, belum siap jawab pertanyaan orang kantor dan belum siap dengerin gosip tentang saya sama bapak dan sama pria asing itu." terang Jessica
"Hmm baiklah, kamu mau kemana kalau gak kekantor?" tanya Fabian.
"Kesekolah anak bapak kita tunggu mereka pulang habis itu kita ke mall, ajak mereka ke area permainan disana boleh pak?" Jawab Jessica.
"Mereka harus bimbingan belajar Jes." Ucap Fabian.
"Hari ini mereka terakhir ujian sekolah, mulai senin besok mereka sudah libur, lagi pula hari ini hari jumat mereka akan pulang lebih cepat dan bimbingan belajar juga sudah libur mulai hari ini, terakhir kamis kemarin." Jessica mencoba menjelaskan pada Fabian.
"Ok baiklah, hanya hari ini ya, tapi saya tidak bisa sampai sore karena saya harus meeting dengan Perusahaan Batara Group jam 3 sore nanti, sepertinya mereka akan kasih kita banyak project" ucap Fabian menyanggupi permintaan Jessica
"Tapi habis dari mall saya pulang ya, gak mau ikut ke kantor?" ucap Jessica
"Ayolah Jessica please jangan seperti ini, kamu jangan takut menghadapi mereka. kamu tenang saja ada saya disamping kamu" ucap Fabian meyakinkan Jessica.
"Ok." Jawab Jessica dengan berat hati.
Disisi lain Andre yang mendapat kabar dari Jimmy tentang Jessica yang dijemput kerja oleh Fabian, tapi tidak jadi kekantor melainkan pergi menjemput anak Fabian dan saat ini posisi mereka berada di Mall, seketika hati Andre gusar ia berusaha menahan kecemburuannya.
"Jimmy majukan jadwal meeting kita bersama Fabian setelah sholat jumat dan makan siang, katakan pada dia jika dia telat kita akan membatalkan semua project yang akan kita serahkan padanya" perintah Fabian.
"Hanya ini yang bisa menghentikanmu bersenang-senang dengan calon istriku Fabian, kau pasti akan memilih perkerjaan daripada Jessica" batin Andre.
Dimall Grand Frans, Fabian sedang ke pusingan karena kedua anaknya dan juga Jessica sama-sama merajuk. Baru saja mereka tiba tapi mereka harus kecewa karena Fabian membatalkan acara bersenang-senang karena jadwal meeting di majukan.
"Hayolah Jess, dewasalah sedikit, kau tau project ini juga untuk masa depan kedua anakku juga untuk masa depan kita." ucap Fabian membujuk Jessica.
"Kita?!" tanya Jessica memperjelas kata "Kita" pada Fabian.
" Iya kamu dan aku akan jadi kita, ayolah Jess bujuk anak-anakku supaya mau pulang." terang Fabian dan meminta Jessica membujuk anaknya.
"Ok baiklah." ucap Jessica.
"Hai, anak-anak tante yang cantik dan manis,,, kita sepertinya harus pulang karena Papimu ada urusan.yang sangat penting, bagaimana kalau sebagai ganti hari ini kita minta Papi kalian untuk jalan-jalan lihat perkebunan teh saat liburan sekolah nanti, kalian mau?" bujuk Jessica pada kedua anak Fabian.
"Mau tante... Aku mau. Papi benarkah apa yang dikatakan tante Jessica kita akan jalan - jalan melihat kebun teh di liburan sekolah nanti" ucap Hana dan Hani antusias.
"Iya sayang, apapun yang dikatakan tante Jessica selalu benar" ucap Fabian memaksakan senyumnya kepada kedua anaknya dan Jessica.
"Bilang saja kamu yang mau jalan-jalan melihat kebun teh bersama ku, kamu memang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan." bisik Fabian di telingan Jessica.
"Hehehehe" Jessica cengengesan menanggapi bisikan Fabian.
__ADS_1
"Ayo kita pulang sayang Papi akan mengantar kalian" ajak Fabian kemudian menggandeng kedua anaknya. Jessica mengikuti langah mereka dari belakang. Setelah mengantarkan kedua anak Fabian Hana dan Hani ,Jessica dan Fabian melanjutkan perjalanan menuju perusahaan Batara Group.