Cinta Jessika

Cinta Jessika
Berbelanja


__ADS_3

Ketika gadis cantik berjalan saling bergandengan tangan menyusuri pertokoan yang berada di dalam Mall. Mereka bertiga tidak lagi perduli dengan kedua pria yang sudah nampak lelah dan bosan mengikuti mereka. Keluar masuk toko sudah berkali-kali mereka lakukan namun tidak satupun barang yang mereka beli hingga akhirnya kesabaran Leon pun habis.


"Kalian ini mau beli barang atau hanya melihat-lihat saja hah? Kalau cuma mau lihat-lihat lebih baik kita pulang saja kaki ku sudah lelah mengikuti kalian kesana kemari." ucap Leon kesal kepada tiga gadis cantik di hadapannya yang tengah sibuk melihat-lihat tas bermerek yang harganya mulai dari jutaan hingga milyaran rupiah.


"Hai Abang Singa tak ada yang meminta mu untuk mengikuti kami, jika kamu ingin pulang, pulanglah sendiri tanpa harus mengomel-ngomel kepada kami." ucap Endah menanggapi perkataan Leon. Seketika mata Leon membulat mendengar Endah memanggilnya namanya dengan Abang Singa.


"Apa tadi kau bilang ABANG SINGA?" Leon mengucap ulang dan menekan nama Abang singa yang di ucap Endah barusan.


"Iya, apa ada masalah dengan nama yang ku berikan pada mu barusan? Itu nama yang sangat cocok untuk mu Bang. Karena jika kau marah kau itu nampak seperti singa yang suka mengaung-ngaung. Membuat orang yang kau marahi kena mental seperti aku ini. Sayangnya aku ini manusia tahan banting tapi tidak dengan kedua sahabat ku yang seperti manusia kerupuk yang mudah melempem saat kau marahi. " ucap Endah sembari berkecak pinggang menatap tajam Leon.


Leon membalas menatap tajam bola mata Endah. Namun kemarahannya sirna begitu saja ketika ia merasa melihat ibunya di dalam bola mata Endah.


"Kenapa sorot mata mu mirip sekali dengan Ibu ku. Aku tidak bisa benar-benar marah pada mu meskipun aku merasa sangat kesal dan marah pada mu. Perasaan marah ku pada mu ini seperti rasa marah ku pada Jessica saja. Ahhh...ada apa dengan ku?" batin Leon yang terdiam saat menatap dalam bola mata Endah. Endah yang tidak suka di tatap seperti itu oleh Leon langsung mencolok mata Leon dengan jari telunjuknya. Hingga Leon menjerit kepedihan dan kesakitan di matanya.


"Au... au...au...Sakit sekali" Leon meringis kesakitan. Anna segera menghampiri Leon dan berusaha membantu mengurangi rasa sakit Leon dengan meniup-niupkan mata Leon yang di colok Endah.


"Endah lu ngapain sih nyolok mata abang gue? Kasian kan dia kesakitan." ucap Jessica yang ikut panik melihat Leon kesakitan.


"Lemah sekali jadi laki-laki. Bagaimana dia mau menjaga Anna nanti jika dia selemah ini!" ucap Endah sembari melirik Leon yang tengah kesakitan dengan kedua tangan yang ia lipat didadanya.


Deg! Leon merasa Endah memiliki kemiripan gaya bicara dengannya.


"Siapa sebenarnya diri mu Ndah, Kenapa kamu memiliki kemiripan dengan Ibu dan juga diri ku? Setelah pernikahan Jessica aku akan mencari tahu asal usul mu. Aku tidak yakin semua kemiripan yang ada pada diri mu ini hanya kebetulan." ucap Leon di dalam hatinya sembari menatap wajah Endah yang terlihat merajuk seperti Jessica.


Entah ada dorongan darimana, Leon berjalan menghampri Endah yang membuang pandangannya dari dirinya. Leon segera memeluk tubuh Endah dari samping dan menarik kepalanya agar bersandar di dadanya. Jessica dan Anna di buat tercengang dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


"Aku tak marah pada mu karena kamu memanggi ku Abang Singa mulai saat ini kau bebas memanggil ku apa saja dan aku juga tak marah pada mu karena kamu menyakiti mata ku dengan mencolok mata ku. Maafkan aku jika selama ini apa yang aku lakukan membuat mu dan juga Jessica terluka." ucap Leon saat memeluk Endah seakan mengerti isi hati Endah. Endah yang berada di pelukkan Leon merasa mendapatkan keteduhan seperti yang selama ini ia rasakan jika memeluk Jessica.


"Bang Leon kenapa peluk-peluk Endah ihh..ihh." ucap Anna sembari menghentak-hentakkan kakinya. Ia merasa cemburu pada Leon dan Endah. Leon melirik Anna dan juga Jessica.

__ADS_1


"Kemarilah sayang!" pinta Leon pada Anna. Anna segera berjalan menghampiri Leon yang tak juga melepaskan pelukkannya pada Endah.


Setelah Anna menghampirinya. Leon kembali melirik ke arah belakang di mana kini Jessica berdiri. "Kemarilah Jes!" pinta Leon pada Jessica. Jessica segera menghampiri Leon Abangnnya itu.


Ketika mereka sudah berada di dekat Leon. Leon segera merangkul ketiga gadis cantik itu dalam pelukkannya.


"Dengarkan baik-baik ucapan ku. Mulai sekarang kalian adalah bersaudara bukan lagi bersahabat. Kalian harus saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Dan kau Jessica dan kau juga Endah mulai sekarang hargailah Anna sebagai calon kakak ipar kalian. Jika ada sesuatu dan kalian membutuhkan aku katakan saja jangan segan-segan dan malu-malu. Aku akan menjaga kalian dan menjadi pelindung untuk kalian selamanya." ucap Leon ketika memeluk tiga gadis cantik itu.


Untuk pertama kalinya dalam hidup Endah ia merasa mendapat perlindungan dan sandaran. Membuat Endah yang memiliki hati yang kuat sekuat baja akhirnya luluh dengan kata-kata yang Leon ucapkan. Untuk pertama kalinya dari sekian lamanya air mata dari netra Endah berhasil terjun bebas dan begitu deras mengalir hingga membasahi dada Leon. Leon membiarkan Endah menangis dipelukkannya. Karena saat ia memeluk Endah ia merasakan jiwa Endah yang begitu rapuh namun berusaha kuat sama seperti Jessica adiknya.


"Menangislah sepuas hati mu, setelah ini kembalilah menjadi wanita yang kuat. Karena aku tidak ingin memiliki adik yang lemah." ucap Leon pada Endah. Endah pun menjawab dengan mengangguk kepalanya didalam pelukkan Leon.


Anna menatap wajah Leon penuh arti. Leon yang merasa ditatap oleh Anna pun menolehkan pandangan matanya kepada Anna. Ia menarik tengkuk kepala Anna mendekatkan bibirnya pada telinga Anna.


"Anna ku sayang, setelah ini aku ingin kau menceritakan asal usul Endah pada ku. Karena sekarang aku baru merasakan dia memiliki kemiripan dengan anggota keluargaku. Aku ingin memecahkan teka-teki yang ada di fikiranku bersamamu." bisik Leon di telinga Anna kemudian mencium pipi Anna sekilas. Anna mengangukkan kepala menjawab kesediaannya untuk menceritakan asal usul Endah pada calon suaminya itu.


*


*


*


Mereka juga mengambil celana panjang dan kemeja bermerek yang sama dengan tas yang mereka pilih. Setelah mereka selesai memilih-milih barang belanjaan mereka. Kini saatnya mereka membayar seluruh tagihan belanja mereka. Setelah staf kasir menghitung total belanjaan mereka yang mencapai angka seratus juta rupiah. Jessica di buat terkejut. Matanya seakan ingin keluar dari cangkangnya. Mulutnya terbuka begitu lebar tanpa ia tutup.


"Jess, mingkem!" pinta Endah yang melihat tingkah memalukan Jessica.


"Hah... Iya." Jessica segera merapatkan mulutnya dan berusaha kembali bersikap biasa-biasa saja. Walaupun dihatinya merasa menyesal sudah memilih barang-barang mahal itu. Dia sangat kasihan pada Anna jika harus selalu membayarkan belanjaan dirinya dan juga Endah.


Terlihat Endah dan Anna mulai bermain mata. Mereka akan mulai menjalankan rencana jail mereka kepada Jessica.

__ADS_1


"Jess!!" panggil Anna. Jessica menoleh kearah Anna yang memanggilnya.


"Ada apa Ann manggil-manggil? Deket aja pakai manggil-manggil nadanya satu oktaf." tanya Jessica yang kesal karena Anna memanggilnya dengan suara yang begitu keras seakan keberadaannya begitu jauh dari Anna.


"Bayar!" ucap Anna santai.


"APA GUE YANG BAYAR!!!" teriak Jessica. Matanya membola mendengar Anna memintanya untuk membayar seluruh tagihan yang mebcapai angka seratus juta rupiah itu. Jessica memutar matanya seketika itu juga ia langsung jatuh pingsan karena terkejut. Badannya hampir jatuh lunglai begitu saja ke lantai. Bowo dengan sigap menahan tubuh Jessica agar tidak terjatuh ke lantai.


Anna dan Endah yang melihat Jessica jatuh pingsan segera ikut menolongnya. Disela kecemasannya kepada Jessica. Anna dan Endah saling melirik satu sama lain dan langsung tersenyum dan kemudian tertawa begitu lebar.


"HAAA......HAHAHAHA" tawa Endah dan juga Anna begitu lepas dan terlihat sangat senang diatas penderitaan Jessica.


Bowo yang panik segera menggendong Jessica keluar dari toko tersebut. Bowo ingin membawa Jessica ke rumah sakit. Ia khawatir calon Nyonya mudanya ini kena serangan jantung karena perbuatan kedua sahabatnya itu.


Di depan Toko nampak Leon sedang menerima panggilan telepon di ponselnya. Leon menatap Bowo yang tengah menggendong adiknya itu. Leon segera menghampiri Bowo.


"Kenapa adikku Bow?" tanya Leon penuh ke khawatiran.


"Dia pingsan Tuan, saya akan segera membawanya kerumah sakit." ucap Bowo yang terlihat panik dan cemas.


"Kenapa dia bisa pingsan Bow?" tanya Leon lagi.


"Ini karena perbuatan kedua sahabatnya itu Tuan, Nona Jessica di minta membayar seluruh tagihan belanja mereka hingga dia terkejut dan akhirnya seperti ini ." jawab Bowo yang nampak kesal.


Sejenak Leon terdiam lalu tak lama kemudian tawa Leon pun pecah, "HAHAHAHAHA".


"Tuan ini bagaimana malah tertawa, Nona sedang pingsan saya takut Nona kena serangan jantung Tuan." ucap Bowo menahan emosinya karena Leon menanggapi perkataannya dengan tertawa.


"Hahaha Bowo kau terlalu berlebihan seperti Tuan muda mu itu. Sekarang kau hanya perlu membawa adikku pulang kerumah. Aku yang akan membayar semua tagihan belanjaan mereka.Biarkan adikku istirahat dirumah. Aku yakin dia tidak apa-apa hanya terkejut saja." pinta Leon kepada Bowo. Dan Bowo pun akhirnya dengan terpaksa mengikuti perintah Leon untuk membawa Jessica pulang kerumahnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2