
Tiga puluh menit sebelum Jessica dan keluarganya dibawa ke pabrik gula yang terbengkalai. Suci dengan gagah berani menghubungi Dewi melalui via telepon.
Dretttt!! Ponsel Dewi bergetar dan berdering. Sebuah lagu yang pernah dinyanyikan Jessica ia jadikan sebuah nada dering.
Dewi yang mendengar ponselnya berdering segera mengambilnya di atas nakas dan melihat siapa yang meneleponnya pada layar ponselnya.
"Suci!! Mau apa lagi dia menghubungi ku?" Tanya Dewi sebelum ia mengangkat panggilan masuk dari sahabatnya yang berhati busuk itu.
"Hallo!! Suci ada perlu apa lagi kau menelepon ku?" Sapa Dewi dengan suaranya yang tak lagi ramah kepada sahabatnya itu.
"Hahahaha Dewi, dari nada bicaramu, sepertinya kau sangat membenci ku kini ya hahahaha... Aku hanya ingin memberitahukan kepada dirimu, bahwa aku sudah mengikuti kata-kata mu pada waktu lalu. Dimana kau berkata jika putraku benar-benar mencintai cucumu, kau memintaku dan putra ku membawa pergi cucumu jauh dari keluarga mu, bukan begitu Dewiku sayang? Hahahaha..." Ucap Suci diiringi tawanya yang seperti orang kehilangan kewarasan.
"Suci, jangan kau lakukan apapun terhadap cucuku!!! Aku berkata demikian karena aku tak tahu siapa dirimu sebenarnya. Lagi pula cucuku itu sudah menikah dan sedang hamil, kau jangan berbuat macam-macam Suci atau kau akan terima sendiri akibatnya." Balas Dewi yang berani mengancam Suci.
"Ouw...Ouww.... Aku takut sekali dengan ancamanmu Dewi, aku takkan berani melawanmu tapi bohong hahahahahaha... ku beri tahukan padamu bahwa anak mu Nico, menantumu Lestari juga kedua cucumu Jessica dan Endah sedang dalam perjalanan menuju pabrik gula milik keluarga ku. Kau tahu tempatnya kan Dewi? Sebelum aku membawa Jessica pergi bersama Fabian putra kesayanganku meninggalkan Negeri ini. Aku akan melenyapkan mereka semua bersama dengan pabrik gulaku yang mulai hancur karena Kau meninggalkan Kakakku dan menikah dengan Abraham pria yang sangat ku cintai." Sahut Dewi.
"Kau???!!!"
"Aku kenapa Dewi??? Aku cantik?? Memang aku cantik, lebih cantik dari dirimu pastinya. Tapi nasibku tidak seberuntung dirimu dan aku tidak menyukainya itu."
"Hatimu kotor Suci, aku tak pernah meninggalkan Kakakmu, karena aku dan dia tidak ada hubungan apapun dan aku menikah dengan suamiku karena dijodohkan bukan karena kami saling mencintai sebelumnya. Kau sudah salah paham dengan ku."
"Perduli setan dengan jawabanmu, kau pandai berkilah, Dewi!!! Hari ini aku akan membalaskan dendam ku padamu dengan menghancurkan hidupmu. Akan ku bunuh anak, menantu dan cucu mu. Dan akan aku jadikan cucumu Jessica sebagai boneka pelampiasan cinta dari putraku. Bersiaplah menerima kehancuran mu Dewi. Kau boleh datang untuk menyaksikan bagaimana Anak, menantu dan cucu mu merenggang nyawa di tanganku hahahahaha....." Ujar Suci dengan amarahnya. Ia sama sekali tak terima penjelasan yang sebenarnya dari Dewi. Dia hanya mempercayai anggapan dan asumsinya sendiri.
Suci menutup panggilan teleponnya begitu saja tanpa menunggu lagi balasan dari Dewi mengenai ucapannya.
Dewi segera berlari menghampiri Abraham yang berada di ruang kerja bersama Adam putra sulungnya.
"Dad...Daddy gawat Dad... Nico dan keluarganya di culik dan disekap di pabrik gula milik suci yang sidah tidak beroperasi. Dia ingin membunuh keluarga kecil Nico untuk membalaskan dendamnya padaku sebelum ia pergi membawa Jessica meninggal Negara ini." Ucap Dewi yang tengah berdiri dengan deraian air mata.
Rasa takut dan khawatir tergambar diwajah tuanya yang masih terlihat cantik dan terawat.
"Mommy tenang dulu, Daddy akan hubungi cucu menantu kita dulu. Kita jamgan bertindak gegabah."
__ADS_1
Abraham segera menghubungi nomor ponsel Andre. Andre yang sedang dalam perjalanan menuju Mansion utama keluarganya merasa ponselnya yang ia letakkan di saku celananya berdering. Ia segera mengangkat panggilan telepon dari Kakek istrinya itu.
"Hallo Kek, ada apa?" Tanya Andre dengan santai
"Kau ada dimana Ndre?" Jawab Abraham yang malalh menanyakan keberadaan Andre.
"Aki sedang dalam perjalanan menuju Mansion Papi, ada apa Kek?" Jawab Andre.
"Apa kau sidah tahu bahwa istrimu dan keluarganya diculik?" Tanya Abraham dengan serius.
"Ya aku tahu Kek, makanya aku ingin ke Mansion utama untuk bertemu dengan Papi. Aku butuh arahannya untuk meyelesaikan masalah ini dan menyelamatkan istriku dan keluarganya.
"Oh begitu rupanya, baru saja Suci menelepon Nenekmu, dia mengatakan akan membunuh kedua mertuamu dan juga kakak iparmu Endah sebelum dia dan Fabian pergi membawa Jessica meninggal Negara ini ." Terang Abraham yang membuat Andre meradang.
"Sialan ternyata benar Duda itu ikut terlibat dibalik semua ini." Umpat Andre yang dapat di dengar oleh Abraham dan juga Jimmy.
Andre sejenak terdiam. Membuat Jimmy yang duduk disebelahnya bertanya-tanya. Kemudian dengan lancangnya ia merebut ponsel Andre dari tangannya. Sekarang giliran Jimmy yang berbicara dengan Abraham.
"Kenapa tidak jadi ke temu dengan Papi ku dulu Jim?" Tanya Andre ketika Bowo kembali memutar arah.
"Bertemu dengan Papimu sangat membuang waktu Ndre, aku tak mau jadi Duda muda. Mereka ingin membunuh istriku. Sebelum mereka membunuh istriku. Akan ku bunuh mereka terlebih dahulu." Jawab Jimmy dengan tatapan menyeramkan. Ia segera menyiapkan senjata apinya dengan peredam suara begitu pula dengan Andre.
"Aku harap tak ada korban jiwa Jim." Andre berkata sembari memperhatikan Jimmy yang sibuk dengan pistol-pistolnya.
"Ya berharaplah demikian! Bagiku jika pistol ini sudah keluar dari tempat keramatnya pasti dia akan memakan korban." Ucap Jimmy menyeringai.
"Kau sangat menakutkan Jim," seloroh Andre yang hanya di balas senyum sinis dari wajah pria tampan yang duduk di sebelahnya.
Tiba-tiba ponsel Jimmy berdering, terlihat ipanggilan masuk dari nomor yang tak di kenal. Jimmy segera mengangkat panggilan teleponnya.
"Hallo," sapa Jimmy
"Hallo Jimmy sayang, masih ingat dengan suara indah diriku hum hehehe." Jawab seorang wanita dengan tawa centilnya yang seakan sedang menggoda Jimmy, siapa lagi jika bukan Cynthia.
__ADS_1
"Ya Cynthia suaramu memang sangat merdu dan menggoda, aku tak mungkin melupakannya dan akan selalu ku ingat itu, Ada apa kau menghubungi ku?" Tanya Jimmy yang sedang bersandiwara tak mengetahui jika istrinya tengah diculik oleh dirinya.
"Jimmy sayang kau tahu, Diego dan Omma ku sudah bekerja sama untuk menculik Jessica dan keluarganya mereka ingin membalas dendam pada keluarga Jessica. Aku ingin sekali membantu melepaskan Endah, istrimu yang tak salah apa-apa, tapi jika aku membantumu bolehkan aku meminta imbalan darimu sayang." Jawab Cynthia dengan manjanya yang membuat Jimmy serasa ingin muntah.
"Imbalan apa cantik?" Tanya Jimmy kemudian.
"Aku ingin kau membantuku juga sayang, bawalah Kak Andre ke pabrik gula yang sudah terbengkalai, buat dia menikahi ku sayang, bisakan?" Pinta Cynthia yang membuat Andre yang juga mendengar permintaan langsung mau muntah dan tubuhnya berkali-kali bergidik ngeri.
"Tentu bisa Cynthia. Kau kan lebih cantik dari Jessica tentu Andre mau menikah dengan mu. Kapan aku harus kesana Cynthia?" Jawaban Jimmy membuat hati Cynthia berbunga-bunga.
"Sekarang!!! Sekarang saja sebelum Omma membunuh istri dan kedua mertuamu." Desak Cynthia pada Jimmy.
"Baiklah tunggu kedatangan pangeran mu disana ya. Andre akan datang bersama dengan Bowo dan Angela. Maaf jika aku tak bisa datang karena aku masih di kota J, urusanku belum selesai disini. Tolong berikan saja istriku bersama Bowo dan Angela ya!" Balas Jimmy yang berbohong.
Jujur saja Jimmy berbicara dengan Cynthia sembari menahan sakit di pahanya karena Andre mencengkram kuat paha kanannya. Andre marah karena Jimmy main menyetujui permintaan Cynthia yang tak akan pernah ia kabulkan.
"Baiklah Jimmy, aku akan menunggu kedatangannya , bye Jimmy."
"Bye Cynthia."
"Kau sudah gila hah?" Tanya Andre dengan amarahnya.
"Ya sedikit." Jawab Jimmy yang makin memancing emosi seorang Andre.
"Aku tak mau menikah dengan wanita busuk itu! Kau saja yang menikah dengannya."tolak Andre.
"Tidak mau, aku bisa dijadikan sate oleh Endah jika mengkhianatinya." Tolak Jimmy juga.
"Lalu kenapa kau iyakan permintaan wanita busuk itu?" Tanya Andre dengan tatapan mata menyeringai.
"Membuat hatinya senang sebelum azal menjemputnya apa salahnyakan?" Jawab Jimmy yang seketika membuat Andre terdiam.
Sedang Bowo dan Angela hanya tersenyum tipis mendengar keributan di kursi belakang.
__ADS_1