Cinta Jessika

Cinta Jessika
Siapa Jessica sebenarnya


__ADS_3

Fabian mengambil ponselnya di nakas. Ia menghubungi Sisil di Kantor.


"Hallo selamat siang Pak Fabian ada yang bisa saya bantu" sapa Sisil disebrang sana


"apa Jessica sudah kembali ke kantor?"tanya Fabian


"belum pak" jawab Sisil


"coba kamu cek apa dia dan Toto sudah kembali ke kantor apa belum, segera kabari saya kalau dia sudah kembali" perintah Fabian pada Sisil


Sisil segera menghubungi resepsionis, menanyakan keberadaan Toto di kantor.


"Bagian Resepsionis disini ada yang bisa kami bantu" sapa staff resepsionis


"mbak, ini Sisil mau tanya Pak Toto dan Jessica sudah kembali ke kantor belum?" tanya Sisil


"Pak Toto ada kalau Jessica gak ada Mbak Sisil, tadi sih dia turun dari mobil didepan lobby tapi gak masuk mbak, sampai sekarang belum balik lagi" jawab resepsionis itu


"ok deh mbak makasih ya" ucap Sisil kemudian menutup panggilan interkomnya.


"ada apa lagi ni anak sama si boss?" tanya batin Sisil


Sisil segera menghubungi Fabian, Ia memberikan informasi yang ia dapat.


"Hallo Pak Fabian" sapa Sisil


"iya, bagaimana Sil apa dia sudah kembali?" tanya Fabian


"Pak Toto sudah kembali pak bersama Jessica tapi Jessica setelah turun dari mobil tidak masuk ke kantor pak, menurut penglihatan reseptionis Jessica pergi keluar dan sampai saat ini dia belum kembali" terang Sisil


"ok biarkan saja dia seperti itu" ucap Fabian kemudian menutup panggilan teleponnya.


"Kemana kamu? kenapa kamu suka sekali seperti ini? childish" ucap Fabian.


Fabian segera menghubungi Alan, menanyakan keberadaan Alan. Fabian meminta Alan untuk menunggunya. Ia berencana akan pergi mencari Jessica. Fabian pun bersiap, ia membersihkan diri dan makan siang bersama kedua putrinya di ruang makan.


"papi are you ok?" tanya Hana khawatir karena melihat Papinya kembali terluka


"I'm Ok honey... kenapa kamu terlihat begitu khawatir? Papi baik-baik saja nak" ucap Fabian sambil membelai rambut panjang Hana.


"Tante Jessica mana Pih?" tanya Hana


"iya tante mana, kok gak ikut makan siang sama kita? Tante bobo ya Pih dikamar Papi?" tanya Hani


"Tante Jessica kembali ke kantor sayang" jawab Fabian kepada kedua putrinya.


"Pih, bolehkah Hana minta sesuatu sama Papi, anggap saja ini kado ulang tahun untuk Hana nanti?" pinta Hana sambil memandang wajah Fabian yang sedang menyantap makan siangnya.


"bolehkah Hana minta Tante Jessica jadi mami kita?" pinta Hana


"uhuk..." Fabian tersedak mendengar permintaan Hana. Suci yang baru tiba di meja makan segera memberikan air minum untuk putranya.


"Hana sayang, sebaiknya kalau Papi mu sedang makan jangan diajak bicara, Lihatlah Papi mu jadi tersedakkan." ucap Suci pada cucunya.


"Iya Omma maaf, maafin Hana ya Pih." ucap Hana dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa tersedak seperti itu nak?"tanya Suci pada Fabian.


"Itu Omma Kak Hana minta tante Jessica jadi mami kita." ucap Hani.


Jawaban dari bibir mungil Hani membuat Suci memandangi wajah Hana yang terlihat sedih.


"Hana ingin punya Mami ya?" tanya Suci pada cucunya itu.


"Iya Omma tapi Hana mau tante Jessica yang jadi Mami untuk kita bukan tante Rania." jawab Hana.


"Baiklah kalau itu mau Hana, tapi Hana harus bantu Papi membujuk tante Jessica supaya mau menjadi Mami kalian" ucap Suci pada kedua cucunya. Fabian hanya melihat wajah Suci penuh tanya.


"Mom, rencana apa lagi yang ingin kau lakukan? Mommy dan aku sama-sama ditolak Jessica hari ini" batin Fabian.


"Iya Omma aku akan bujuk Tante Jessica nanti" ucap Hana antusias.


"Ya bujuklah tante kesayangan mu itu, sepertinya waktu yang tepat membujuk tante mu itu saat kalian merayakan ulang tahun ke perkebunan." Suci memberi saran kepada cucunya.


"Iya Omma, aku akan membujuknya saat ulang tahun ku nanti" ucap Hana dengan wajah berseri.


"Kita lihat nanti, kamu bisa saja menolak aku dan anakku Jessica, tapi apa kamu tega menolak permintaan cucuku" batin Suci, ia menyunggingkan senyumnya.


*******


"Laper Ann." keluh Endah pada Anna.


"Laper ya makanlah Ndah, lu manja banget si sama Anna, gue jadi curiga nih sama lu, jangan-jangan lu gak normal ya suka sama si Anna." ucap Jessica.


"Eh sembarangan ya lu kalau ngomong, lu itu harus tau Ana itu bagaikan kakak dan ibu bagi gue." ucap Endah dengan memuku bahu Jessica berkali-kali.


"Tua banget ya gue punya anak udah segede Endah hahaha..." ucap Ana dibalik kemudinya.


"Duh... kok jadi baper si Ndah. Sorry... sorry." ucap Jessica kemudian memeluk erat Endah.


"Kalau mereka gak perduli sama lu. Lu gak perlu takut ngerasa sendiri. Kita kan selalu ada buat lu, kita sangat perduli sama lu." ucap Jessica.


"Iya... udah peluknya.. gue laper." ucap Endah ia melepaskan pelukan Jessica.


"Mau makan apa sayang?" tanya Ana dibalik kemudinya.


"Makan apa aja asal jangan paku sama beling." jawab asal Endah.


"Hahahahaha" tawa Jessica dan Anna bersamaan.


"Makan direstoran deket butik aja ya." saran Anna.


"Iya terserah yang penting makan... udah mau pingsan nih gue, ngebut dikit donk Ann" ucap Endah.


"Ah lebay banget si lu Ndah." ucap Jessica.


"Biarin." Endah membuang pandangannya kearah jendela.


"Ngambeg ya.. lucu ya An, kalau cewek bar-bar ngambeg." goda Jessica.


"Hahaha iya ya bisa ngambeg juga dia." ucap Ana, Ia melirik Endah dari center mirror mobilnya.

__ADS_1


"Bisalah. Emang Jessica aja yang bisa ngambeg." ujar Endah memasang wajah merajuknya.


"Hahaha" tawa Jessica dan Ana mendengar ucapan Endah.


Kini mereka sudah berada didalam.sebuah restoran yang tak jauh dari butik yang akan mereka tuju.


"Guys, gue pengen ketoilet dulu ya." ucap Jessica pada kedua temennya.


"Iya gih sana jangan lupa cebok yang bersih jangan sampai belepetan kemana-mana. cantik-cantik kok jorok." ucap Endah pada Jessica.


"Apaan sih lu Ndah gue gak pernah kaya gitu. bikin malu gue aja lu. Lambe lu tuh Ndah harus dikondisikan." ucap Jessica kesal kemudian pergi ke toilet meninggalkan kedua temannya yang sedang sibuk memilih menu makanan.


"Hahaha gila lu Ndah ada-ada aja sih lu." ucap Anna


"Biarin gue seneng kalau liat dia kesel sama gue." ucap Endah


"Eh lu mau gak kerja sama sama gue buat nyatuin dia sama kakak sepupu gue?"


"Siapa? Kak Andre maksud lu?" tanya Endah.


"Iya... mau gak lu?"tanya Anna


"Mau aja kalau itu buat kebaikan sahabat kita, tapi emang Kak Andre-nya mau sama dia?"


"Ya mau-lah. Lu gak liat wajah Kak Andre babak belur begitu kalau gak cinta sama Jessica, ngapain juga dia mau diajak duel sama si Om duda kalau bukan karena memperjuangkan Jessica."


"Iya ya kok gue gak mikir sampai situ ya." ucap Endah.


"Lagi pula dibantu atau nggak sama kita, Jessica bakal jadi istrinya Kak Andre." terang Ana


"Hah kok bisa?" tanya Endah heran.


"Bisalah Ndah, jadi Kak Andre udah dijodohin sama Jessica, Mereka dijodohin sama Kakeknya Jessica dan bulan depan mereka nikah."


"Hah serius lu...nikah?? Kakeknya yang mana nih? Kakeknya dari nyokap atau bokap? Secara kan Kakek dari nyokapnya cuma petani mana bisa sih jodohin Jessica sama Kakak sepupu lu yang sultan itu"


"Kakek yang dari bokapnya, iya bulan depan mereka nikah, nanti kita ke butik sekalian fitting baju pengantin, gue alasan aja tadi pengen foto pake baju pengantin bertiga."


"Ah bisa aja lu ngibulnya An, Kata lu Kakek dari bokapnya? Bukannya udah gak ada ya, An?"


"Kata siapa gak ada? Om Nico itu udah bohongin anak-anaknya untuk menutupi jati diri dia yang sebenernya."


"Wah serius lu An Om Nico begitu... terus... terus."


"Lu tau gak Mall Grand Abraham di kota D yang terbesar se- Asia?"


"Tau kenapa?"


"Nah kakeknya Jessica itu pemilik mall itu, bokapnya Om Nico."


"Waw... Amazing... Tajir dong dia sebenernya... Ah gila ini bener gila Hidden Richman ini namanya nih." ucap Endah takjub


"Eh lu jangan ember sama Jessica dia masih gak tau apa-apa baru Abang Leon yang tau." ucap Ana memperingati Endah


"iya ok lu bisa percayain masalah itu sama gue"

__ADS_1


bersambung


follow ig Author ya @dhepoyesaputri90


__ADS_2