Cinta Jessika

Cinta Jessika
Koma


__ADS_3

Jessica nampak menangis tersedu-sedu dalam pelukan Andre suaminya. Semua orang yang terbangun datang menghampiri keduanya untuk melihat kondisi Jessica. Mereka terlihat begitu perduli dan mengkhawatirkan Jessica.


Namun belum sempat mereka bertanya tentang kondisi Jessica, Andre sudah meminta mereka terlebih dahulu untuk kembali beristirahat ke tempat mereka masing-masing. Andre melepaskan pelukannya kemudian berkata pada semua orang yang menghampiri dirinya dan Jessica.


"Jessica tidak apa-apa kalian bisa kembali beristirahat, dia hanya mengalami mimpi buruk, maaf sudah membuat waktu tidur kalian terganggu," ucap Andre dengan suara paraunya.


Mendengar ucapan Andre mereka pun kembali beristirahat di kursi mereka masing-masing. Sedang Andre menatap wajah istrinya yang sudah basah dengan air mata.


"Apa kamu mimpi buruk sayang?"tanya Andre sembari menenangkan Jessica dengan mengelus-elus punggung Jessica ketika semua orang sudah kembali pada tempat mereka masing-masing. Jessica mengusap air mata yang ada di pipinya lalu menceritakan mimpinya itu pada suaminya.


"Iya kak, aku mimpi buruk,maafkan aku sudah memimpikan laki-laki lain dan menangis seperti ini,"


"Memangnya kamu mimpiin siapa sayang sampai minta maaf begini?"


"Aku mimpiin Pak Fabian, Kak,"


"Pak Fabian?"


"Iya aku bermimpi si Pak Fabian itu datang ke pada ku dalam kondisi perutnya berdarah-darah dia meminta maaf padaku dan berpamitan. Tiba-tiba saja aku melihatnya terkapar di rumah sakit tak sadarkan diri. Dalam mimpiku aku mencoba menggoncangkan tubuhnya sekuat tenaga agar ia cepat bangun karena kedua anaknya terus menangis histeris melihat Papinya dalam kondisi seperti itu tapi dia tak kunjung bangun, kedua anaknya makin menangis histeris dan membuatku jadi kalut, aku terus memanggilnya untuk membangunkannya tapi dia tak bangun-bangun Kak, apa dia sudah meninggal dan saat ini rohnya sedang menghantui ku. kak?" Jessica menceritakan mimpinya di dalam pelukkan suaminya.


"Hussstt kamu tidak boleh bicara seperti itu, Semoga itu hanya sebuah mimpi bukan kejadian nyata, berdoalah dia dan keluarganya baik-baik saja sayang." Ucap Andre menenangkan Jessica.


"Iya kak..." sahut Jessica masih dengan isak tangisnya.


"Sayang..."


"Hemmm..."


"Apa kau masih mencintainya?"


"Tidak, aku sudah tidak mencintainya... aku malah sudah membencinya karena sudah menukarku dengan kepentingannya."


"Jika dia tidak melakukan itu apa kamu masih mencintainya?


"Tidak, aku sudah tidak mencintainya sejak kamu hadir di hidupku kak... kamu sudah berhasil mengarahkan hati, fikiran dan cintaku untuk berjalan mengarah pada mu. Kamu selalu memberiku rasa nyaman dan aman. Aku merasa menjadi wanita yang sangat berharga jika berada didekatmu. Tidak ada alasan untuk tidak mencintaimu kak dan posisi dia dihatiku dengan begitu saja terganti oleh mu,"


"Kenapa dia begitu mudah tersingkir di hati mu sayang?"


"Karena mencintainya hanya menambah luka di hatiku, dia terus menorehkan luka di hati ku yang masih terluka, sebenarnya aku yang salah, aku terlalu menaruh ekspetasi terlalu tinggi padanya setelah putus dengan Diego."


"Kenapa kamu memilih mencintai dia sayang?"


"Karena dari pertama kali aku masuk ke perusahaan itu aku begitu mengaguminya, dia begitu keren dalam membuat ide, dan event yang ia buat selalu membuatku berdecak kagum,"


"Hemmm, karena itu..."

__ADS_1


"Kamu tidak cemburukan kak?"


"Tidak sayang, aku tidak akan cemburu padanya karena aku sudah memilikimu, sekarang saatnya kamu berusaha untuk kembali tidur sayang, aku akan menjaga mu agar mimpi buruk tak akan datang menghampiri mu lagi, jangan lupa berdoa ya!" Pinta Andre pada istrinya.


Jessica menjawab dengan anggukan kepalanya. Kemudian membaca doa tidur.


"Kak Andre..." panggil Jessica yang matanya belum juga bisa terpejam.


"Hmmm..." jawab Andre yang belum tidur namun ia memilih untuk memejamkan matanya saja agar Jessica kembali tidur.


Ia sangat tahu kelakuan istrinya jika dia tetap terjaga maka Jessica pun akan ikut terjaga bersamanya. Padahal rasa kantuk Andre telah sirna karena pekikan Jessica memanggil nama Fabian tadi.


Sedikit pun tidak ada rasa cemburu ataupun curiga di fikiran ataupun perasaan Andre mengenai mimpi Jessica tentang Fabian. Ia menganggap mimpi Jessica barusan hanya bunga tidur dan yang di bahas barusan oleh Jessica dan dirinya tidak dia ambil pusing karena itu adalah sepenggal cerita masa lalu yang hanya perlu di kubur dalam-dalam agar tidak merusak rumah tangganya kelak. Ia hanya perlu tahu tanpa harus di perpanjang lagi.


"Ada apa lagi sayang? Kenapa kamu tak kunjung tidur hemm?"


"Kak... bolehkah aku meminta Kak Andre berjanji padaku?"


"Berjanji apa sayang?"


"Aku ingin Kak Andre berjanji pada ku tak akan meninggalkan ku sendirian apapun yang akan terjadi kelak..." ucap Jessica dengan suara yang begitu lirih.


"Memangnya aku ini mau kemana hingga kamu takut aku tinggalkan seperti ini sayang?" Tanya Andre dengan mata yang terpejam.


Hati Andre begitu senang mendengar Jessica mempunyai rasa takut kehilangan dirinya. Itu artinya Jessica sudah benar-benar mencintainya sehingga ia takut kehilangan dirinya.


"Entahlah aku tidak tahu, yang pasti aku tidak mau ditinggalkan oleh dirimu kak, pokoknya kemanapun kamu pergi bawalah aku." Pinta Jessica dengan suara manjanya.


"Iya aku akan selalu membawa mu kemanapun aku pergi. Bahkan ke kantor pun nanti aku akan membawa mu."


"Tapi Kak Andre tidak akan mengkhianatiku dengan berselingkuh dengan wanita lainkan?"


"Hahaha... kenapa kami bertanya seperti itu sayang?"


"Karena aku trauma Kak,"


"Aku berjanji tak akan selingkuh, kamu bisa pegang janjiku. Buatku kamu adalah satu-satunya wanita yang akan menemani hari-hari ku hingga azalku menjemput. Sekarang beristirahatlah! Karena ketika sampai nanti ratu shopping akan mengajak mu berbelanja menghabiskan uang ku disana dan kamu tak perlu menakutkan hal yang tak akan pernah mungkin terjadi." Ujar Andre dengan tersenyum melirik wajah istrinya.


"Maksud mu ratu shopping itu Anna Kak?"


"Hmmm... siapa lagi kalau bukan dia, besok saat aku bekerja dengan Jimmy kamu bisa pergi berbelanja sepuasnya dengan Anna dan Endah. Leon dan pengawalku disana akan menjaga kalian dan membantu kalian saat berbelanja nanti. Kita akan bertemu kembali saat jam makan malam bersama. Jadi sekarang aku minta dengan sangat kembalilah tidur sayang, manfaatkan waktu perjalanan panjang kita ini untuk beristirahat karena besok adalah hari yang melelahkan untuk kita."


"Baiklah kak sekarang aku akan kembali tidur, terima kasih atas kebaikan mu pada ku suami ku, aku makin tambah cinta deh sama kak Andre, I love you my husband,"


"Sama-sama sayangku, semua yang aku lakukan pada mu semata-mata agar membuat mu bahagia hidup bersamaku, aku pun sama makin tambah cinta padamu dari hari ke hari yang kita lewati bersama, enam kata untuk mu sayang ku,"

__ADS_1


"Apa?"


"I love you to my wife," ucap Andre kemudian Andre pun mencium kening Jessica setelah membalas kata-kata cinta yang dilontarkan sang istri.


"Jawab I love you to my wife aja lebay banget kak, pakai enam kata segala, lebay tau gak," ucap Jessica sembari memukul pelan dada bidang suaminya.


"Tapi sukakan?"


"Iya tapi..." ucapan Jessica terhenti karena bibir Andre membungkam bibir Jessica yang terus ingin bicara.


"Tidurlah hemmm"


"Iya..."


Andre kembali memeluk tubuh istrinya memberi kenyaman dan kedamaian dalam dada bidangnya dan Jessica pun akhirnya dapat kembali tidur dengan nyenyak dalam pelukan suami tercintanya, karena selain memeluk Andre juga memberikan usapan-usapan lembut di kepala Jessica membuat Jessica dengan cepat kembali ke alam mimpi.


*


*


*


Fabian di bawa kerumah sakit Central Kusuma milik keluarga Andre yang letaknua tak jauh dari apartemen Louis. Margaret meninggalkan ketiga anaknya bersama baby sister.


Didalam perjalanan.dia menghubungi Bagas untuk memberitahu berita buruk mengenai musibah yang menimpa Fabian putra bungsunya. Bagas begitu terkejut dan khawatir, dengan cepat ia segera mendatangi rumah sakit tempat dimana Fabian di tangani.


Fabian segera masuk ke ruang operasi untuk melakukan penjahitan di area lukanya, Fabian begitu mengeluarkan banyak darah sehingga ia harus melakukan transfusi darah. Tak tanggung-tanggung ia sampai membutuhkan empat kantong darah dengan golongan AB. Untungnya Bank Darah di rumah sakit ini memiliki banyak stok darah sehingga mempermudah penanganan Fabian.


Setelah operasi selesai Fabian segera di bawa keruang rawat VVIP. Fabian masih terlihat tak sadarkan diri. Dokter mengatakan Fabian akan sadar dalam waktu dua jam kedepan namun dua jam telah berlalu Fabian belum ada tanda-tanda untuk sadar.


Bagas yang begitu khawatir segera memanggil dokter menanyakan perihal kondisi anaknya. Bagaikan petir yang menyambar. Bagas mendapatkan berita yang tak mengenakan hatinya.


"Mohon maaf Pak Bagas dengan berat hati kami memberitahukan bahwa kondisi pasien saat ini dalam masa tidur dalam, kami tidak bisa memastikan kapan ia akan sadar, kami akan tetap berusaha untuk melakukan pengobatan yang terbaik untuk pasien kami."


"Apa tidur dalam? Apa anak saya koma dokter?"


"Ya Pak Bagas," tubuh tua itu tiba-tiba melemas mendengar jawaban Dokter.


Margaret yang baru tiba dari kantor polisi berlari ketika melihat mertuanya hampir jatuh lemas ke lantai untung saja Dokter laki-laki yanh menangani Fabian cukup kuat menopangnya.


"Dad,,, bangun Dad... ada apa? Kenapa Daddy seperti ini?" Tanya Margaret dengan cemas dan takut karena Bagas seperti ingin hilang kesadaran.


"Fabian... Fabian...." Bagas tak mampu berkata-kata, namun air mata dari kelopak matanya jatuh tanpa permisi


"Fabian kenapa Dad?" Tanya Margaret begitu khawatir.

__ADS_1


"Dia koma."


"Apa???" Seketika itu juga tubuh Margaret jatuh kelantai karena pingsan.


__ADS_2