
Diruang kerja Andre, setelah dua jam tertidur dengan nyenyaknya Jessica pun terbangun, matanya mengerjap-ngerjap melihat sekeliling ruangan yang terasa asing baginya.
Ia memeriksa kondisi pakaian yang ia kenakan, semuanya dalam kondisi utuh, dia mencoba mengingat-ingat mengapa ia bisa berada di sini. Setelah ia mengingatnya ia pun beranjak dari ranjangnya. Ia mencari keberadaan suami tercintanya. Ia keluar dari kamar yang berada di ruang kerja suaminya itu.
Dilihatnya suaminya tengah sibuk dengan tumpukan dokumen yang berada di atas meja. Tak ingin mengganggu suaminya. Jessica pun memilih merebahkah tubuhnya kembali di sofa.
"Sudah bangun? Apa sudah kamu sudah merasa lapar sayang?" Tanya Andre yang tengah menatap dirinya dari balik meja kerjanya.
"Kamu sibuk Kak. Kenapa bawa aku kesini?seharusnya biarkan aku pulang ke apartemen saja tadi," jawab Jessica yang melenceng dari pertanyaan Andre dengan suara manjanya.
"Aku tidak sibuk sayang, aku hanya mengisi waktu luangku disaat menunggumu bangun dari tidurmu, sekarang apa kamu sudah merasa lapar humm?" Tanya Andre yang sudah berada di sofa bersama Jessica. Andre mendudukan dirinya di sofa dan Jessica kembali menjadikan paha Andre sebagai tumpuan kepalanya untuk rebahan.
"Ya, aku bangun karena aku merasa lapar kak, tadi aku bermimpi makan bakso yang dalamnya ada kejunya." Jawab Jessica yang menatap wajah sang suami yang sedang membelai rambutnya.
"Kamu mau bakso isi keju,humm?" Tanya Andre yang juga menatap manik mata sang istri.
"Humm iya, sepertinya enak dan rasanya sudah terasa di lidahku ini kak," jawab Jessica sembari membayangkan bakso isi keju itu sudah masuk kedalam mulutnya.
"Kamu mau berapa humm? Sepertinya satu bungkus tak akan cukup untuk mu sayang," tanya Andre lagi menanyakan berapa porsi yang ia mau.
"Dua atau tiga boleh kak?" Jawab Jessica yang membalikkan pertanyaan padanya.
"Huahh...banyak sekali kamu mau tiga porsi ya, ok baiklah tapi tidak boleh pakai mie ya hanya boleh sayuran saja, bagaimana?" Andre menanggapi dengan wajah pura-pura terkejutnya.
"Huemm ok deh gak pakai mie gak apa-apa asalkan bakso isi kejunya tiga porsi ya?"
"Ok sayang, biar Bowo yang membelikannya untuk mu ya, tapi ingat jangan di bumbui terlalu pedas nanti kamu bisa sakit perut." Ucap Andre yang mengingatkan Jessica untuk tidak membumbui baksonya nanti dengan sambal hingga rasanya begitu pedas.
"Ok siap suami ku." Jawab Jessica yang langsung beranjak bangun dari posisi tidurnya.
Ia duduk bersandar di sofa, karena Andre ingin mengambil ponselnya di saku celananya. Segera Andre menghubungi Bowo untuk membelikan bakso yang di inginkan sang istri.
Setelah Andre selesai menghubungi Bowo dengan ponselnya, Jessica kembali merebahkan tubuhnya di sofa seperti semula. Menjadikan paha sang suami bantalan tidurnya.
"Kak apa kita perlu ke dokter untuk menanyakan kenapa aku jadi seperti orang yang gila makan seperti ini? Aku takut obesitas Kak, tapi kalau aku tahan rasa laparku perutku keram." Tanya Jessica pada Andre.
"Memangnya kamu sudah berani ketemu dengan Dokter hum? Bukannya kamu takut sama rumah sakit?" Andre menanggapi pertanyaan istrinya dengan memberi pertanyaan kembali yang membuat Jessica terdiam dan berfikir beberapa saat. Andre yang melihat istrinya terdiam sesaat hanya bisa tersenyum.
"Aku memang takut sih kak, tapi lebih menakutkan lagi kalau aku sudah obesitas dan Kak Andre meninggalkanku." Ucap Jessica dengan wajah sedihnya.
Mendengar ucapan sang istri Andrepun tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana bisa kamu memiliki pemikiran seperti itu sayang, aku tak akan pernah meninggalkan mu, apalagi kamu sedang mengandung buah cinta kita." Sahut Andre yang membuat Jessica terkejut dan bangun dari posisi tidurnya.
Jessica menatap dalam mata sang suami. Mencari kebenaran dari ucapannya yang baru saja ia ucapkan.
"Maksud Kak Andre aku sedang hamil?" Tanya Jessica dengan wajah yang begitu serius menatap wajah sang suami yang terus saja mengukir senyum di wajah tampannya itu.
Andre pun menjawab pertanyaan istrinya dengan anggukan kepala dan senyum yang menyertai anggukan kepalanya tentunya.
"Kak Andre, pantas saja aku jadi doyan makan dan doyan tidur seperti ini, tapi bagaimana kak Andre bisa lebih tahu daripada diriku, harusnyakan aku yang lebih tahu lebih dulu daripada Kak Andre?" Tanya Jessica sembari mengusap perutnya yang mulai membuncit walaupun usia kandungannya baru beberapa minggu.
"Aku tahu saat kamu pingsan di Bandara waktu kita baru pulang dari bulan madu, Dokter pertama yang memeriksamu menduga kamu sedang berbadan dua, dan saat itu juga aku mendatangkan Dokter spesialis kandungan untuk memastikan dugaan kehamilan mu itu. Ternyata memang benar kamu sedang hamil, di layar USG sudah terlihat ada tanda kehidupan di dalam rahimmu sayang. Ada calon anak kita di dalam rahimmu." Tutur Andre dengan mata yang berkaca-kaca menatap sang istri.
__ADS_1
"Ahhh, Kak Andre jangan menangis!" Ucap Jessica yang menghapus air mata haru Andre yang jatuh dari kelopak matanya.
"Aku menangis bukan karena sedih sayang, aku menangis karena terharu karena Tuhan begitu baik pada kita, secepat ini kita sudah di percaya olehNya untuk menjadi orang tua untuk anak-anak kita nanti." Ucap Andre pada istrinya yang terus menatap dirinya.
"Iya kak, Tuhan begitu baik pada kita, semoga kita bisa menjaga kepercayaanNya yang diberikan pada kita ya kak?" Tambah Jessica yang kemudian menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Iya sayang, mungkin besok aku akan membawa mu ke rumah sakit jika kamu mau dan tidak takut untuk pergi kesana tapi jika kamu tidak mau biarkan Dokter spesialis kandungan yang akan datang di apartemen kita." Andre berkata sembari membelai rambut sang istri yang sedang bersandar di dada bidangnya.
"Iya, aku mau ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan ku asal bersama dengan mu ya Kak," tutur Jessica yang menguatkan dirinya dari rasa takutnya.
"Jangan di paksakan kalau kamu takut sayang, aku tidak mau membuatmu tak nyaman nantinya." Ucap Andre yang berusaha mengerti ketakutan yang ada di dalam diri istrinya.
"Tidak kak, jika bersama mu aku pasti berani dan tak takut lagi." Jessica berkata menyakinkan suaminya.
"Benarkah hanya dengan di temani diriku, kamu jadi berani dan tak takut lagi?" Tanya Andre yang meragukan keberanian Jessica.
"Ya benar Kak, karena Kak Andre adalah sumber kekuatan dan kebahagiaanku." Jawab Jessica dengan senyum menggodanya.
"Sepertinya istriku sudah pandai menggombaliku sekarang ya?" Goda Andre pada Jessica dengan mencubit gemas pipi Jessica yang sudah mulai terlihat cubby.
"Aduhh sakit kak, jangan di cubitt!" Jessica mengeluh sambil mengusap pipinya yang baru saja di cubit oleh suaminya itu.
"Pipi mu ini sungguh menggemaskan, aku selalu inginhl mencubit dan menggigitnya." Ucap Andre yang kemudian mendaratkan bibirnya di pipi Jessica yang menggemaskan baginya.
Selang tak berapa lama, Bowo pun datang membawa pesanan yang diinginkan Jessica. Andre dengan telaten menyiapkan bakso isi keju yang akan di makan Jessica. Jessica dengan lahap menghabiskan tiga mangkuk bakso isi keju itu tanpa tersisa, tak lupa Andre juga memesankan lemon tea untuk dirinya.
"Apa sudah kenyang?" Tanya Andre yang melihat Jessica tengah duduk bersandar sembari mengusap perutnya yang membuncit itu. Ia tengah sibuk memberereskan dokumen di meja kerjanya.
"Sudah Daddy, aku sudah kenyang. Terima kasih bakso kejunya Daddy." Jawab Jessica dengan suara seperti anak kecil.
"Paijo, aku sudah kenyang Paijo. Terimakasih bakso kejunya ya Paijo." Ledek Jessica dengan suara bassnya yang sengaja ia keluarkan.
"Hah Paijo lagi, mulai ya ngeledekin suami lagi, gak boleh gitu dong sayang. Gak baik, kamu ingetkan pesan ibu apa?" Ucap Andre yang kemudian menghampiri Jessica yang sedang duduk kekenyangan.
"Hehehe... maaf ya sayang, habis kamu kaya pura-pura Budi sih jadi aku panggil Paijo lagi."
"Budi??"
"Iya Budi, singkatan dari budek dikit hehehe..."
"Tuhkan kamu ngatain aku lagi kan? Kamu mulai nakal ya sekarang? Awas aja ya nanti kalau sudah di apartemen kamu akan aku kasih hukuman."
"Mau dong di hukum sama kami, hukumannya yang bikin enak ya Daddy," goda Jessica yang mencium pipi suaminya itu.
"Kamu panggil aku Daddy hum?" Tanya Andre yang kemudian memeluk tubuh istrinya itu.
"Iya, aku harus membiasakannya dari sekarang karena sebentar lagi kita akan punya anak. Apa kamu keberatan Kak?"
"Tidak aku tidak keberatan, aku malah suka kamu memanggilku seperti itu. Coba panggil lagi."
"Daddy... DA...DDY" Panggil Jessica yang di hadiahi ciuman dari Andre yang begitu banyak di seluruh bagian wajahnya.
"Daddy sudah ah... gak enak nanti ada karyawan kamu masuk, aku malu. Kalau mau bermesraan jangan di kantor! Aku risih." Ucap Jessica dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"Ok baiklah Mommy, ayo kita pulang untuk melanjutkan kemesraan kita di apartemen." Ajak Andre yang segera bergegas berdiri menarik tangan Jessica untuk ikut berdiri bersamanya.
"Tidak, aku tidak mau pulang sekarang, aku mau ke mall sama Endah dan Anna, aku sudah janjian sama mereka. Endah minta kado pernikahan dari ku,"
"Ok baiklah, sana pergilah. Pasti kakak kandungmu itu minta di traktir bukan?"
"Kok Daddy tau aja sih?!"
"Tentu aku tahu apalagi yang dia pinta selain minta ditraktir. Belikan saja apa yang di mau, jangan terlalu pelit padanya. Dia sudah melewati hidup yang berat sebelum mengetahui dirinya adalah keturunan dari keluarga Abraham."
"Iya suamiku yang berhati baik dan dermawan."puji Jessica yang kemudian memeluk tubuh Andre yang berdiri di hadapannya.
"Jaga kandunganmu baik-baik saat sedang tak bersama diriku ya," bisik Andre di telinga sang istri.
"Iya suamiku sayang." Sahut Jessica dalam pelukan Andre.
Saat mereka sedang berpelukan, Anna tiba-tiba datang menyelonong begitu saja. Ia membanting tasnya dengan kesal di atas meja yang berada di dekat Jessica dan Andre. Anna menjatuhkan dirinya kasar ke atas sofa dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Si Endah, bener-bener maniak, dia main sama suaminya di ruang kerja. Ihhh menjengkelkan mendengar suara ******* mereka tuh." Cerocos Anna yang baru saja datang.
"Gue ketuk tuh pintu Jes, dia malah sengaja ngedesah, gue panggil si Endah malah di jawab bentar lagi nanggung, ihh...bener-bener kan sinting banget kakak lu itu." Cerocos Anna lagi yang membuat Jessica dan Andre tertawa.
"Ntar lu juga begitu sama Bang Leon, inget Ann, Kakak gue itu calon adik ipar lu juga hahahaha...." sahut Jessica dengan tawanya.
"Iya juga ya, dia itu calon adik ipar gue. Hadduh semoga gue diberi kekuatan menghadapi kelakuan dia yang benar-benar menguji iman gue." Balas Anna dengan pandangan mata yang melihat tumpukan mangkuk bekas Jessica makan.
"Ini siapa yang habis makan bakso nih, kayanya mangkoknya lebih satu? Tapi kok gelas minumnya cuma satu?" Tanya Anna yang terlihat heran dengan bekas makan yang terlihat di meja sofa itu.
"Bekas makan ogutt Ann, maklumlah kalau bumil pasti makannya banyak, kan bukan cuma oguut yang makan tapi anak ogutt di dalam perut juga."
"Huaaaa... lu beneran tekdung Jess, wahhh gue bentar lagi punya keponakan dong ya? Semoga doa lu ke ijabah punya anak kembar." Ucap Anna yang kegirangan.
"Iya Ann, besok kak Andre ngajak ke rumah sakit buat priksa kandungan, lu mau ikut Ann?"
"Memangnya lu ga takut sama rumah sakit, bukannya lu phobia sama rumah sakit dan teman-temannya tuh?" Tanya Anna.
"Kan di temenin sama pak suami masa takut, kalau takut tinggal peluk dia aja." Jawab Jessica yang langsung mempraktekkan memeluk suaminya di depan Anna.
"Iya deh yang lagi bahagia mau punya baby, emangnya gue boleh ikut?" Tutut Anna sembari menatap wajah Andre dan Jessica bergantian.
"Tentu boleh, tak ada yang melarang kamu untuk ikut Ann." Jawab Andre yang langsung dibalas pelukan oleh Anna.
"Makasih ya Kak Andre, Anna di bolehin ikut."
"Hemm iya, bantu Kak Andre jaga Jessica dan kandungannya ya Ann,"
"Siap Kak, Anna akan jaga calon keponakan Anna ini sepenuh jiwa raga Anna." Ucap Anna yang berlebihan.
"Tapi kak transferin uang dong, kita mau shopping nih." Sambung Anna lagi yang membuat Andre menepuk jidatnya.
"Apa nanti setelah kamu menikah nanti masih akan meminta uang seperti ini pada ku Ann?" Tanya Andre kepada adik sepupunya itu.
"Tentu masih dong kak, tak akan ada yang berubah dari kebiasaanku. Yang berubah hanya statusku saja.Hehehehe..." jawab Ann dengan tawanya.
__ADS_1
"Hadeeh... aku tak mau mentrasfer uang padamu aku sedang sibuk, belilah apa yang kamu mau, Jessica akan membayarnya nanti." Jawab Andre yang kemudian melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.
Sedang Jessica kembali duduk di sofa bersama Anna sembari menunggu kedatangan Endah yang sedang menuntaskan hasratnya bersama suaminya itu.