Cinta Jessika

Cinta Jessika
Bersiap ke pesta


__ADS_3

Setelah menghabiskan makan siang mereka bersama. Andre mengajak Jessica untuk duduk di ruang televisi sedang Ayumi masuk ke kamar dia hendak bersiap-siap untuk pergi menuju hotel tempat di mana ulang tahun perusahaan Santoso di selenggarakan.


"Sayang, duduk di ruang tv yuk, sambil nunggu Mami siap-siap" ajak Andre pada Jessica.


"Iya yuk, aku juga mau nonton kartun, jam segini itu ada film kartun lucu Kak" ucap Jessica.


"Ya sudah aku tenemani kamu nonton ya sayang" ucap Andre, kemudian menggandeng tangan Jessica, Mereka berjalan bersama ke ruang tv sambil bergendengan tangan. Mereka duduk bersama di sebuah sofa panjang. Andre duduk sambil merangkul bahu Jessica. Dan Jessica duduk bersandarkan lengan Andre.


"Aku selalu merasa bahagia bersamanya Tuhan, Dia selalu memperlakukan ku semanis ini, semua hal yang dilakukannya adalah hal pertama yang pernah terjadi dalam hidup ku, dia mencintaiku tanpa ku memintanya, kehadirannya dalam hidupku tak pernah ku duga dan debaran ini mungkin adalah suatu pertanda aku adalah bagian dari tulang rusuknya. Tolong aku Tuhan... Ku mohon jangan pisahkan aku dan dia. Biarkan aku hidup bahagia bersamanya hingga waktu ku telah habis di dunia ini dan Kau menjemput ku ke tempat keabadian" batin Jessica.


"Sayang nanti kamu Aku tinggal dulu ya aku mau antar mami ke hotel Grand Adam di pusat kota, kamu bisa beristirahat di kamar pribadiku jika kamu ingin, aku janji tak akan lama meninggalkanmu, Anna dan Endah juga sudah dalam perjalanan ke sini" ucap Andre yang memandang wajah Jessica yang ada didekatnya itu.


"Iya Kak pergilah aku tidak apa-apa, kau tak perlu mengkhawatirkan ku lagi pula ada Bi lastri di sini" ucap Jessica yang juga menatap wajah Andre.


Ayumi datang menghampiri Andre dan Jessica di ruang televisi ia sudah terlihat rapi dengan membawa tas jinjing nya yang terlihat elegan dan mewah itu menambah kesempurnaan penampilannya yang anggun dan berwibawa layaknya wanita berkelas pada umumnya.


"Ayo Ndre Mami sudah siap, papimu sudah menunggu Mami di sana" ucap Ayumi pada putranya.


"Jessica sayang mami tinggal dulu ya, sampai bertemu nanti di Hotel Grand Adam, jangan lupa kamu harus menyanyikan sebuah lagu untuk mami ya" pamit Ayumi, Ia juga mengingatkan Jessica untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya nanti karena Ayumi mengetahui Jessica pandai bernyanyi dan suaranya begitu merdu.


"Iya mami, hati-hati di jalan ya, Aku boleh titip salam gak Mih?" tanya Jessica pada Ayumi yang berdiri di hadapannya itu.


"Boleh sayang, kamu mau titip salam buat siapa?" jawab Ayumi yang kembali bertanya pada Jessica.


"Aku mau titip salam untuk Om Brata, salam kenal dari diriku" jawab Jessica dengan senyum yang begitu manis. Membuat Andre dan Ayumi ikut tersenyum.


"Oh Jessica, senyum mu dan sikap mu begitu manis sekali Nak, tentu Mami akan menyampaikan salam dari calon mantu mami ini kepada Papi. Jangan panggil Papi dengan sebutan Om yah, kamu harus biasakan memanggil kami Papi dan Mami ok" ucap Ayumi sambil mengelus pipi Jessica yang putih dan mulus itu.


"Ok siap Mami" Jessica memberikan senyuman yang begitu manis dan tulus dari hatinya kepada Ayumi. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya keberadaannya di sambut hangat tanpa penolakan dan intimidasi.


"Mami jalan dulu ya sayang" ucap Ayumi ketika Jessica mencium punggung tangannya.


"Iya Mih" ucap Jessica setelah mencium punggung tangan Ayumi.


"Aku jalan dulu ya sayang kamu baik-baik di apartemen ya, kalau butuh sesuatu katakan saja pada Bi Lastri" ucap Andre ketika Jessica mencium punggung tangannya.


"Mami sangat bersyukur melihatmu sebahagia ini mendapatkan wanita yang dijodohkan oleh papimu yang ternyata wanita yang telah kau cintai sejak lama dan dia wanita sederhana yang berhati baik menurut Mami" batin Ayumi ketika melihat Jessica mencium punggung tangan Andre.


Andre dan Ayumi pun pergi meninggalkan apartemen. Mereka pergi menuju hotel tempat di mana diselenggarakannya ulang tahun perusahaan Santoso.


Tidak Berapa lama dari kepergian Ayumi dan Andre kedua sahabat Jessica datang ke unit apartemen Andre.


"Ting tong" suara bel unit apartemen Andre berbunyi.


Bi Lastri yang mendengarnya langsung membukakan pintu apartemen, nampak Anna dan Endah hadir di muka pintu memasang senyum kepada Bi Lastri yang membukakan pintu untuk mereka. Mereka masuk dan berjalan menghampiri Jessica yang berada di ruang televisi.

__ADS_1


"Udah datang aja lo getol banget, biasanya manja minta dijemput dulu sama si Ana" ucap Endah sambil menoyor bahu Jessica dengan keras.


"Aduh nih bocah kalau datang pasti deh langsung menganiaya gue, salam selamat datang lu tuh nggak asik Ndah" ucap Jessica kesal sambil memegang bahunya yang habis didorong oleh Endah.


"Tau lu ndah demen bgt nganiaya makhluk lemah di depan kita ini" ucap Anna yang malah meledek Jessica.


"Ah sama aja lu, yang satu nyiksa fisik gue yang satu nyiksa psikis gue" ucap Jessica kesal kepada Anna.


" Ah...lebay akut udah mulai deh nih si Cinderella gadungan" ucap Endah yang memutar bola matanya malas mendengar ucapan Jessica barusan.


Netra anak menyorot punggung tangan Jessica yang nampak memerah, Yang diletakkan Jessica di atas pahanya sendiri.


" Tangan lu kenapa Jes? Kok merah banget kaya luka bakar gitu" tanya Anna pada Jessica


"Iya luka bakar, gue habis disiram air panas sama pacarnya Om duda." jawab Jessica singkat.


"Wah parah banget Rania bener-bener jahat dan bar-bar nih cewek, awas aja dia nanti ditempat pesta pasti gue bales!" ucap Endah yang tak terima temannya diperlakukan seperti itu oleh Rania.


"Tuh kan apa yang gue khawatirkan terjadi, terus si om dudanya tahu nggak, kalau tuh cewek j*lang itu ngelakuin ini ke lu Jess?" tanya Ana dengan emosi pada Jessica.


"Tahu.... dia tahu kok." jawab Jessica singkat.


"Terus cuma tahu aja gitu, masa dia gak ngelakuin apa-apa ketika dia tahu lo disiram air panas sama si cewek Barbar itu" tanya Endah yang kurang puas dengan jawaban Jessica.


"Kak Andre jemput lo?! Loh kok bisa, lo hubungin dia emangnya?" tanya Ana heran.


"Iya gue juga bingung kenapa dia yang datang, soalnya yang gue hubungin pas kejadian Bang Leon eh malah dia yang datang, bingung juga waktu itu gue" jawab Jessica.


"Terus apa yang dilakukan kakak sepupu gue pas dia datang ke kantor lu?" tanya Anna penasaran.


" Ya dia bawa gua pulang tapi pas gue mau dibawa pulang sama dia, si om duda ngelarang Kak Andre buat bawa pulang gue malah si Om duda ngusir Kak Andre, alasan si Om duda kaya gitu karena posisinya kejadian ini tuh ada di perusahaan dia, jadi dia yang berhak antar gue pulang tapi kak Andre bersi kukuh mau bawa gue pulang, dia bilang kalau dia itu datang ke kantor gue di minta sama Abang Leon untuk jemput gue, dan disitulah si Om Duda gak bisa nahan kita lagi dan biarin gue dibawa pulang sama Kak Andre" Jessica menerangkan kepada dua sahabtnya itu.


" Haddeh ya ampun... berarti Kak Andre datang karena dihubungi sama abang lo pinter" ucap Endah kesal dengan memutar bola matanya malas dan menyindir Jessica dengan kata pintar padahal kata yang ingin keluar dari mulutnya adalah kata yang sebaliknya.


"Terus kakak gue nggak ngakuin apa-apa sama Rania ataupun Om duda? Soalnya setahu gue dia tuh orang yang sangat kejam dan berdarah dingin kalau ada keluarganya ataupun orang yang dia sayangi disakiti orang lain" tanya Anna lagi.


"Gue nggak tahu dia ngelakuin apa, tapi yang pasti pas gua mau balik dan kita jalan ngelewatin Rania, Kak Andre sempet berhenti dan bilang sama Rania untuk bersiap menerima pembalasan dari dia atas perbuatannya dia ke gue" jawab Jessica.


"Wah berarti kita tinggal nunggu saja kabar kehancuran Rania atau kita bisa menyaksikan langsung secara live kehancuran Rania di tangan Kak Andre" ucap Anna.


"Wow berarti gue akan menyaksikan sebuah pertunjukan drama pembalasan dendam Seorang CEO ternama di negara ini demi seorang Cinderella jadi-jadian" celoteh Endah yang membuat Anna tertawa dan membuat Jessica kesal karena ledekkan Endah itu.


"Hahaha bisa saja lu Ndah, tapi gue yakin kehancuran Rania sangat ditunggu-tunggu oleh semua wanita yang merasa pernah tersakiti oleh dia, terutama istri-istri para pengusaha yang suaminya pernah ke cantol dengan mulut goanya dia dan lembah kenikmatan yang dia punya hahahaha" ucap Anna di akhiri gelak tawanya.


"Berarti dia udah salah cari lawan dan kena batunya, apes dia jahatin Cinderella kita ini" ucap Endah.

__ADS_1


"Iya bener Dia salah salah cari lawan biasanya lawan dia cuma perempuan lemah tanpa seseorang yang membelanya dibelakang tapi sekarang dia lawan makhluk yang sangat lemah dan lebay tapi dibalik kelemahan dan kelebay-annya ini ada seorang laki-laki yang kuat dan berkuasa yang akan selalu membelanya dalam kondisi apapun" ucap Anna membanggakan sosok Andre dengan kata-kata meledek Jessica. Membuat Jessica memutar bola matanya dengan malas ketika mendengar ucapan Anna


"Oh so sweet banget si Kak Andre, Nasib lu beruntung banget si Jess, Habis terhempas sama dua buaya darat , lu langsung dapet pangeran dari kerajaan bisnis, ah... anggg... semoga jodoh gue kaya Kak Andre ya" ucap Endah sambil mencolek hidung mancung Jessica.


Waktu pun cepat berlalu, tim make up artis pun sudah datang. Ketiga wanita cantik itu segera di make over oleh tim make up artis yang berpengalaman. Dua jam berlalu mereka bertiga sudah tampil cantik dengan balutan gaun pesta.



Penampilan Anna



Penampilan Endah



Penampilan Jessica


Disisi lain, setelah mengantarkan Ayumi ke kamar hotel. Andre bertemu dengan Abraham di lorong kamar hotel.


"Selamat sore Kek" sapa Andre kemudian mencium telapak tangan Abraham dan juga Dewi yang berada dihadapannya.


"Selamat sore Ndre, Bagaimana apa kamu sudah meminta Leon untuk menghadiri acara ini? Dan memberitahunya akan niatku yang ingin bicara dengannya empat mata?" jawab Abraham yang memberikan Andre pertanyaan mengenai Leon.


"Sudah Kek, dia akan datang setelah jam pulang kantor" jawab Andre tersenyum ramah.


"Anak itu sungguh pekerja keras" ucap Abraham.


"Iya betul Kek dia memang pekerja keras namun dia orang yang sangat keras kepala dan sangat mudah marah" ucap Andre pada Leon.


"Hahahaha kau sesang mengadukan sikap calon kakak iparmu padaku rupanya, bagaimana hubungan mu dengan cucu ku?" tanya Abraham dengan tawa yang menghiasi wajah tegasnya itu.


"Hubunganku berjalan baik Kek, hanya saja besok aku harus berangkat ke Paris melakukan perjalanan bisnisku dengan Tuan Peter, tapi ada sesuatu yang memberatkan keberangkatan ku Kek." jawab Andre.


"Apa yang memberatkan mu, katakanlah! Kakek akan membantu mu jika kamu membutuhkan bantuan Kakek" ucap Abraham menawarkan bantuan.


"Jessica diminta pergi menemani Fabian ke perkebunan untuk merayakan ulang tahun kedua putrinya yang kembar itu, aku khawatir dia akan berbuat nekat, membuatku kehilangan Jessica selama-lamanya." ungkap Andre dengan wajah yang lesu


"Kau serahkan semuanya pada ku, kau tidak perlu mengkhawatirkannya." ucap Abraham sambil menepuk bahu Andre.


"Pergilah Nak, Jemput dia untuk datang ke sini!" pinta Abraham pada Andre.


"Baik Kek aku pergi dulu, Nek aku pergi dulu ya, sampai jumpa nanti malam." pamit Andre kemudian kembali mencium punggung tangan keduanya. Setelah berpamitan Andrepun melangkahkan kakinya menuju apartemen untuk menjemput sang pujaan hati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2