Cinta Jessika

Cinta Jessika
Melanjutkan permainan yang tertunda


__ADS_3

“Hallo Kak Andre, mana adik ku? Aku ingin bicara penting dengannya,”  tanya Endah disambungan telepon yang terhubung di ponsel Andre dan Jimmy.


“Tidak bisakah kamu berhenti untuk mengganggu kami malam ini, kamu bisa mengobrol dengan istriku besok pagi, kamu baru saja menghentikan aktifitas menyenangkan kami, asal kamu tahu saja itu,’’ ucap Andre dengan nada kesal.


“Tidak bisa, aku harus bicara malam ini juga, adikku itu harus di tegur sekarang juga kalau tidak, ini akan jadi masalah baru di keluarga kita, Kak Andre,” balas Endah dengan memaksa.


“Memangnya apa salah istriku? Hingga kamu semarah ini pada istriku Endah?” tanya Andre yang penasaran dengan sikap Endah yang terdengar bergitu marah dengan istrinya.


“Biarkan istrimu yang menceritakan kesalahannya sendiri pada mu, Kak. Sekarang tolong berikan ponsemu padanya, aku ingin bicara dengannya.” Pinta Endah sekali lagi.


Andre segera memberikan ponselnya kepada Jessica yang berada di sampingnya.


“Ini Mom, Kakak mu Endah ingin bicara,” ucap Andre saat memberikan ponselnya pada Jessica.


Lima belas menit lamanya Endah menceramahi Jessica tanpa jeda sedikitpun, Jessica hanya manggut-manggut dan hanya kata iya yang terdengar dari mulutnya. Andre menatap bingung  sang istri yang hanya diam saja tak seperti biasanya, biasanya sang istri selalu beradu argumen dengan Kakak kandungnya itu.Pembicaraan mereka berdua yang cukup lama, sampai membuat sang junior yang tadinya tegak berdiri hingga kembali tertidur dengan sendirinya tanpa merasakan pelepasan. Karena kesal menunggu lama, akhirnya Andre memilih untuk tidur saja.


“Baiklah Ndah, gue gak akan mengulanginya lagi. Sepertinya pembicaraan kita cukup sampai disini dulu, suami gue kayanya udah ngambek, karena Lo kelamaan ceramahnya, ” Jessica berkata sembari melirik Andre yang sudah memejamkan mata menghadap dirinya, dengan tangan kanan Jessica yang sejak tadi terus membelai lembut kepala suaminya itu.


“Ok,” jawab Endah singkat dan langsung mematikan sambungan telepon begitu saja.


Tak berbeda jauh dengan Andre, Jimmy pun terlihat kesal menunggu sang istri, ia juga memilih memejamkan mata terlebih dahulu dikamarnya, ia membiarkan istrinya sejak tadi mengoceh tanpa henti di ruang televisi.


“Sudah telepon-teleponannya Mom?” tanya Andre dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


“Sudah Dad,”jawab Jessica yang ikut berbaring di samping suaminya, dengan saling berhadapan.


“Hemm, baguslah kalau sudah selesai. Ayo kita tidur!” ucap Andre dengan mata yang masih terpejam.


Jessica mematikan lampu temaram, kemudian memeluk tubuh sang suami.


“Dad,” panggil Jessica pada suaminya.


“Hemm, apa Mom?” sahut Andre.


“Dad maafkan aku, karena lupa menceritakan padamu, jika tadi siang aku tak sengaja bertemu dengan Mbak Clara dan Pak Fabian sewaktu di rumah sakit, aku menghampiri mereka karena rasa penasaranku. Kenapa mereka berada di poli kesehatan jiwa di rumah sakit milik keluargamu, Dad. Tadi Endah menelepon untuk menegurku, agar aku tidak kepo dan ikut campur dengan kehidupan Pak Fabian.” Ucap Jessica jujur pada sang suami.


“Hemm, aku sudah mengetahuinya dari Angela dan Bowo akan hal itu Mom, yang dikatakan Endah ada benarnya Mom, sebaiknya kita tidak mendekati mereka ataupun ikut campur dalam urusan pribadi mereka.” Ujar Andre yang mengusap bahu sang istri.


“Iya Dad, aku tahu itu, jujur Dad, aku bukannya tidak mau cerita padamu, hanya aku lupa saja tadi, aku harap Daddy tidak marah padaku ya, jujur saja aku lupa karena Daddy tadi seperti mengajakku untuk bermain,sampai akhirnya Endah menelepon mu dan menghentikan  aktivitas kita.” Ungkap Jessica yang seakan mengingatkan Andre dengan permainannya yang terhenti karena Endah menelepon.


“Dad, apa perlu kita nyalakan lampu terlebih dahulu, sebelum kita melanjutkan permainan kita? ” tanya Jessica pada Andre yang sedang meraba bagian bawah tubuh sang istri.


“Tidak perlu Mom, sesekali kita nikmati sensasi berbeda, bermain dalam kegelapan,” jawab Andre dengan tersenyum, namun senyum Andre tak bisa dilihat jelas oleh sang istri.


“Ok, baiklah Dad, ini pertama kalinya kita bermain dalam gelap seperti ini.” Ujar Jessica yang sedikit mengangkat pinggulnya, membantu sang suami yang sedang melepas pakaian dalam yang ia kenakan.


Selesai menelanjangi sang istri, Andre kembali berbaring di samping sang istri, membuat Jessica menyeryitkan alisnya.

__ADS_1


“Kok, malah tiduran sih Dad? Gak jadi?” tanya Jessica yang seakan protes, ia sudah di telanjangi oleh sang suami,  tapi suaminya malah kembali berbaring disampingnya.


“Jadi dong Mom, aku ingin kamu yang memimpin permainan terlebih dahulu, tolong puaskan aku malam ini, anggap saja ini sebagai hukuman, karena kelupaan kamu menceritakan pertemuan kamu dengan mantan Bossmu itu sayang,” pinta Andre yang sudah membimbing Jessica untuk naik keatas tubuhnya yang juga sudah tak mengenakan sehelai pakaian pun.


Jessica menaiki tubuh sang suami, ia memulai permainannya dengan mengecup suaminya.


Cup!


Jessica memcium bibir Andre.Dari kecupan kemudian berakhir dengan saling me.lu.mat. Kedua tangan Jessica mulai bergerak, ia meraba-raba bagian dada sang suami, dan jari-jari nakalnya bermain dengan lihai di nepel sang suami, apa yang dilakukan Jessica  membuat aliran darah Andre berdesir hebat, junior yang tadinya tertidur kini kembali berdiri tegak. Tak kalah dengan sang istri tangan Andre pun bermain di bawah sana, memasukkan satu jarinya di milik sang istri.


“Mom,” panggil Andre dengan wajah yang di penuhi dengan hasratnya pada sang istri.


“Hemm, “ Jawab Jessica yang sedang menciumi jakun sang suami.


Andre mengarahkan tangan Jessica pada miliknya yang menegang, kemudian tangan satunya menunjuk ke bibir sang istri. Jessica sangat paham dengan keinginan sang suami. Dengan senang hati Jessica melakukannya, Jessica mengerakkan lidahnya di ujung junior suaminya itu. Jangan tanya apa yang sedang dirasakan Andre saat ini. Yang pasti ia sedang terbang kecakrawala dengan gerakan mulut sang istri yang naik turun di miliknya itu. Sesekali menyesap, sesekali lidahnya menari-nari di puncak juniornya itu, benar-benar nikmat yang tiada tara yang sedang dirasakan Andre saat ini.


“Ahh… Mom” Andre makin menekan kepala sang istri, saat dia merasakan sesuatu yang lolos keluar dari tubuhnya itu. Tanpa ragu Jessica menelan semua yang dikeluarkan suaminya di dalam mulutnya itu. Ia membersihkan milik suaminya itu dengan lidahnya yang menari-nari. Yang kembali membuat sang Junior kembali menegang.


Sekarang posisi berbalik, Andre meminta Jessica untuk duduk mendekati wajahnya, Andre memposisikan milik sang istri didepan wajahnya, Andre mulai mengerakkan lidahnya diarea milik sang istri, ia melakukan hal yang sama dengan sang istri, menghisap dan memainkan lidahnya disana. Jessica begitu menikmati permainan sang suami. Tubuh Jessica bereaksi, ia menggelinjang merasakan sesuatu yang lolos dari miliknya.


Andre kembali menuntun Jessica untuk memasukkan miliknya pada milik sang istri. Mereka mulai melakukan penyatuan, dengan perut buncitnya, Jessica masih terlihat bersemangat naik turun di atas milik sang suami. Kamar pribadi mereka diwarnai dengan suara erangan dan lenguhan kenimatan dari keduanya.


“Ahh… Daddy!” Jessica men.de.sah karena ia hampir berada di puncak kenikmatannya.

__ADS_1


“Tunggu, sayang kita sama-sama ya, sebentar lagi Daddy juga hampir sampai,” pinta Andre pada sang istri untuk terus bergerak diatasnya.


Dan tak lama kemudian, milik Jessica dan Andre sama-sama berdenyut bersamaan, sensasi baru bermain dalam kondisi gelap sungguh sangat luar biasa bagi mereka.


__ADS_2