Cinta Jessika

Cinta Jessika
Mengorbankan dirimu


__ADS_3

Dengan ponsel yang masih menempel di telinganya Fabian tengah memperhatikan Jessica yang sedang tertawa bersama teman-temannya, entah apa yang ditertawakan oleh Jessica dan teman-temannya itu.


Hati Fabian yang berkecamuk diantara pilihan yang berat. Menerima tawaran Adam dengan mengorbankan Jessica sebagai salah satu syarat merupakan pilihan yang sangat berat baginya. Ini seperti makan buah simalakama.


Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Fabian menjawab penawaran Adam.


"Baiklah Pak Adam aku akan memberikan karyawanku Jessica pada dirimu dan untuk mencari Melani, kita bicarakan nanti setelah event." Fabian menerima penawaran yang diberikan oleh Adam.


" Hahaha... jawaban ini yang aku tunggu dari dirimu Fabian. Oke untuk Melani kita bisa bicarakan nanti, sekarang untuk Jessica Aku minta kau menyuruhnya untuk ikut masuk ke dalam mobil milik Ferdi assiten pribadiku. Ferdi akan membawa Jessica langsung kepadaku." ucap Adam kemudian menutup panggilan telepon begitu saja.


Fabian yang tidak lagi mau membuang waktunya segera berjalan menghampiri Jessica. Jessica yang melihat Fabian datang menghampirinya bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Mengapa raut wajah Fabian begitu tertekan? Seakan ada masalah besar yang sedang menimpa dirinya.


Kini Fabian berdiri di hadapan Jessica. Dia menatap dalam wajah Jessica wanita yang ia cintai. Segera ia peluk wanita yang ada di hadapannya itu. Fabian memeluk tubuh Jessica dengan begitu erat hingga membuat Jessica mengerang kesakitan. Meskipun Jessica sudah mengeluh kesakitan Fabian tetap memeluk tubuh Jessica dengan erat seakan mengunci tubuh Jessica agar tak terlepas dari dirinya. Jessica berusaha melepaskan sekuat tenaga pelukan Fabian namun Jessica kalah kuat.


" Maafkan Aku, Tolong setelah ini jangan membenciku! Aku terpaksa melakukannya." ucap Fabian ketika memeluk tubuh Jessica.


"Ada apa? Bapak kenapa? Apa ada masalah? Bapak melakukan apa pada ku hingga meminta maaf seperti ini?" tanya Jessica yang keheranan tiba-tiba Fabian datang memeluknya dan memohon maaf padanya.


Dari kejauhan Ferdi yang mengetahui Fabian tengah memeluk Jessica segera datang menghampiri mereka berdua. Ferdi menarik tubuh Jessica agar terlepas dari pelukan yang diberikan Fabian.


" Mari Nona, Anda harus ikut saya sekarang karena Tuan besar sudah menunggu Anda!" ajak Ferdi pada Jessica.


Ajakan Ferdi pada Jessica, membuat Jessica kebingungan. Jessica mengerutkan keningnya kemudian bermain mata pada Fabian, seakan bertanya ada apa sebenarnya ini. Fabian yang diberi kode oleh Jessica hanya diam saja tak keluar satu kata pun dari mulut Fabian. Disaat Jessica sangat membutuhkan penjelasan dari Fabian,Fabian malah diam membisu.


" Pak Fabian, Katakan padaku sebenarnya ada apa ini? Tuan besar siapa yang yang dimaksud orang ini? Kenapa aku harus ikut bersamanya?" tanya Jessica bertubi-tubi pada Fabian. Fabian yang ditanya hanya diam saja. Mulutnya seakan terkunci tak mampu menjawab pertanyaan Jessica.

__ADS_1


" Pak Fabian sudah menyerahkan Anda untuk Tuan besar kami, Nona. Dia telah menukar Anda dengan izin penggunaan Mall milik Tuan besar kami Nona." Ferdi menjawab semua pertanyaan Jessica.


Mata Jessica seketika membulat, Jessica mengepalkan kedua telapak tangannya. Rasa marah dan kecewa terpancar di wajahnya. Kemarahannya membuat Jessica dengan berani menarik kerah baju yang dipakai Fabian. Semua mata tertuju pada Jessica dan juga Fabian.


" Kau menjual diriku? Katakan apa kau sedang menjual diriku Pak? Katakan jangan diam saja kau punya mulut bukan!!" pekik Jessica terus mencecar pertanyaan pada Fabian dengan suara yang sudah bergetar, air mata sudah menggenang di kolopak mata Jessica dan sudah siap untuk terjun bebas.


" Maafkan aku, aku terpaksa melakukannya, Tolong mengerti posisi diriku Jessica!"


" Mengerti posisi dirimu kau bilang?! Apa kau sudah tidak waras Pak, sampai hati kau menjualku, salah apa aku padamu Pak, Hah? Beginikah caramu mencintaiku dengan menjual diriku ketika aku sudah berpaling dirimu? Apa kau tahu apa yang kau lakukan ini akan merusak masa depanku dan juga merusak hubunganku dengan kak Andre? Apa semua ini adalah rencanamu? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku sekarang? tadi kau bilang di pesawat kau seperti merasakan akan kehilangan ku selama-lamanya, ya ternyata memang benar firasatmu itu. Aku akan menghilang dari kehidupanmu. Mulai detik ini aku membencimu, dan jangan berusaha mencariku ataupun menemuiku lagi."


" Jangan pergi dari hidupku Jessica! Setelah ini aku akan tetap menerimamu. Dengan apapun keadaan mu aku akan tetap menerimamu, jika Andre membuangmu aku dengan tangan terbuka akan tetap menerimamu."


Plak!! Jessica menapar pipi Fabian.


"Kau sudah tidak waras. Aku sangat menyesal sudah pernah mencintai manusia seperti diri mu. Terbuat dari apa hati mu hah?! Tega sekali kau menukarku, Serendah itu diriku kau perlakukan Pak. Persetan dengan ungkapan kata-kata cintamu selama ini." Jessica menunjuk - nunjuk dada Fabian dengan jari telunjuknya kemudian memukul dada bidang pria yang ada dihadapannya itu. Pria yang hanya diam menerima perlakuan dirinya karena rasa bersalah dan ketidak berdayaannya.


"Maafkan aku...maafkan aku yang lagi-lagi menyakiti mu." batin Fabian.


"Arghhh" pekik Fabian ketika mobil yang membawa Jessica telah pergi jauh dari pandangan Fabian.


Clara yang begitu bahagia dengan apa yang dilakukan Fabian segera melangkahkan kakinya mendekati Fabian. Clara menyentuh bahu Fabian seakan menggoda Fabian. Ya dia seakan menawarkan dirinya untuk membuat Fabian tenang kembali dengan cara yang seperti biasanya.


Fabian yang menyadari Clara yang menyentuh bahunya segera menoleh menghadap Clara. Fabian menatap wajah Clara yang sedang tersenyum menggoda seperti biasanya itu.


"Clara, andaikan Pak Adam tidak meminta Jessica pada ku tadi. Mungkin kau yang akan tawarkan dan aku berikan pada lelaki tua itu." batin Fabian saat menatap Clara.

__ADS_1


"Jangan menggodaku Clara, Aku sedang ingin sendiri!" pinta Fabian kemudian pergi menjauh dari Clara.


Sepeninggal Jessica, seluruh mobil pameran sudah dapat masuk ke area pameran begitu juga dengan barang-barang vendor yang diperlukan untuk pameran. Fabian mencoba menghubungi Andre untuk meminta bantuannya untuk menyelamatkan Jessica. Namun ponsel Andre sulit dihubungi karena nomornya sudah tidak aktif.


Diperjalanan menuju mension Abraham Jessica terus saja meronta meminta di turunkan. Ia menjerit histeris ketika ia mencoba menghubungi kekasih hatinya untuk meminta pertolongan namun nomor Andre sedang tidak aktif. Ia juga mencoba menghubungi Leon namun hasilnya sama nomor Leon juga sudah tidak aktif.


"Kalian kemana? Kenapa ponsel kalian mati disaat seperti ini? Tolong aku!!! Dasar Om Duda Breng.sek" pekik Jessica.


Ferdi yang berada di balik kemudi sudah tidak tahan lagi berada satu mobil dengan Jessica. Jessica sudah berkali-kali melakukan perlawanan dengan menggigit lengannya, memukul lengannya, dan menendang-nendang kursi kemudinya dari belakang dengan sekuat tenaga membuat ia harus mengerem mendadak mobil yang dikemudikannya karena ia hampir terpental karena tendangan Jessica itu. Ingin rasanya Ferdi melakukan kekerasan untuk mendiamkan keponakan bosnya yang begitu bar-bar namun apalah daya dia tak bisa melakukannya. Jika sampai ia melakukannya pasti nyawanya akan melayang ditangan Adam bosnya itu.


Kendaraan yang dikemudikan Ferdi sudah sampai di Mansion Abraham. Ferdi segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Jessica. Jessica yang dipaksa keluar oleh Ferdi terus meronta-ronta dan berteriak-teriak. Jessika tidak mau keluar dari mobil ia takut diperkosa oleh Tuan besar yang diucapkan Ferdi tadi padanya.


"Ayo Nona cepat turun Tuan besar Adam sudah menunggu kehadiaran Anda didalam!!" ucap Ferdi yang menarik tangan Jessica untuk keluar.


"Tidak!!! Aku tidak mau keluar. Aku tidak mau melayani Tuan besar tua mu itu. Ku pastikan nyawa mu dan Tuan besar mu akan melayang jika kekasih ku datang kesini untuk menolongku nanti." ucap Jessica yang terus bertahan tidak mau keluar.


"Hahaha... kekasih Anda tidak akan datang kesini Nona. Bukankah Anda tidak berhasil menghubunginya barusan?!" sahut Ferdi ya g mengingatkan Jessica bahwa dia sudah gagal meminta pertolongan.


"Aaaaaa... Tidakkkkkkkkk..."pekik Jessica dengan suara begitu melengking yang membuat Ferdi segera menutup kedua daun telinganya. Ferdi merasa gendang telinganya seakan ingin pecah mendengar pekikkan Jessica.


Teriakan Jessica membuat hewan peliharaan Abraham yang berada di halaman depan terdiam dengan mata yang bergerak kekanan dan kekiri. Teriakan Jessica terdengar hingga kedalam Mension. Nico yang sangat mengenali suara teriakan anaknya segera keluar dan mendatangi Jessica yang masih menjerit-jerit di dalam mobil. Sedang Ferdi kini sedang berjongkok dengan menutup kedua daun telinganya.


"Jessica..." panggil Nico pada Anaknya. Panggilan Nico pada Jessica membuat Jessica berhenti menjerit. Ayah dan anak itu saling menatap satu sama lain.


"Ayah?!" panggil Jessica yang keheranan dengan keberadaan Nico yang sekarang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Kenapa Ayah ada disini?!" tanya Jessica pada dirinya sendiri.


Bersambung.


__ADS_2