Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kedatangan Suci


__ADS_3

Tak lama setelah mobil yang dikendarai Andre melaju meninggalkan kediaman Nico, Sebuah mobil mewah berwarna putih bermerek BMW terparkir di depan pintu pagar kediaman Nico. Nico yang hendak berangkat ke kantor kendaraannya tidak dapat keluar dari pekarangan rumahnya karena terhalangi oleh mobil tersebut.


Seorang wanita yang sudah berumur keluar dari mobil tersebut, Iya dia lah Suci. Nico sangat terkejut melihat kedatangan Suci ke kediamannya.


" Tante suci" batin Nico menyebut nama Suci.


Suci yang turun dari mobil segera menghampiri Nico yang berdiri mematung melihat ke arahnya.


" Apa kabar Nico? Apa kamu terkejut akan kedatanganku ke sini bukan?" ucap Suci ketika sudah berada di hadapan Nico.


" Kabarku baik tante, aku memang terkejut atas kedatangan tante ke kediamanku. Ada angin apa yang membawa tante mengunjungiku?" Nico menjawab pertanyaan Suci dengan santai.


" Kedatanganku kemari adalah untuk melamar putrimu Jessica untuk anakku Fabian, kau mengenal anakku Fabian bukan?" jawab Suci dengan suara yang lantang.


"Deg!" Nico terkejut mengetahui bahwa Fabian adalah anak dari Suci sahabat maminya itu.


" Maafkan aku tante, aku tidak bisa menerima lamaran tante" ucap Nico to the poin.


" Kau sungguh tidak sopan Nico, kau tidak memintaku untuk masuk terlebih dahulu ke kediamanmu lalu membicarakan tentang lamaran ini baik-baik, tapi kau malah secara terang-terangan menolak niat baik ku di liar rumah seperti ini" ucap suci yang kecewa.


" Maafkan aku tante, aku sangat hafal betul karakter tante seperti apa, Aku tidak mau anak-anakku mengetahui jati diriku yang sebenarnya, biarkan mereka hanya tahu mereka dilahirkan dari keluarga yang sederhana seperti saat ini. Dan aku tidak bisa menerima lamaran tante karena anakku sudah dilamar terlebih dahulu oleh orang lain" jawab Nico.


" Apa maksudmu anakmu dilamar oleh Andre anak sahabatmu Brata Kusuma itu?" tanya Suci pada Nico.


" Iya betul tante, anakku sendiri yang menerimanya, aku sebagai orang tua hanya mengikuti keinginan anakku saja, aku tidak ingin seperti Deddy ku yang selalu memaksakan kehendaknya. Dan aku tekankan lagi pada tante aku tidak akan mau diajak kerja sama oleh tante untuk memisahkan anakku dengan Andre. Anak sahabat ku itu" ucap Nico pada Suci, Nico seakan tahu apa isi pikiran Suci.


" Kenapa kau bisa bicara seperti itu padaku Nico?" tanya Suci lagi.

__ADS_1


" Karena aku sangat mengenali karakter tante seperti apa?!" jawab Nico.


" Baiklah jika itu keputusanmu, ada satu permintaanku padamu, Aku harap kau mau mengabulkannya, aku minta tolong dengan sangat kepadamu, cucuku Hana sedang sakit ia sangat merindukan anakmu Jessica, Besok adalah hari ulang tahunnya, izinkan anakmu untuk merayakan ulang tahun cucuku di perkebunan bersama Fabian dan kedua anaknya. Anggaplah ini menjadi salam perpisahan antara cucuku dan anakmu, besok siang seorang sopir akan menjemput anakmu, jika kau tidak mengizinkan anakmu Jessica untuk merayakan ulang tahun cucuku, aku akan membongkar seluruh rahasiamu kepada anak laki-lakimu Leon. aku tidak bisa membayangkan betapa kecewanya Leon kepadamu nanti, seharusnya dia tidak perlu berjuang terlalu keras untuk menjalani hidup ini tapi karena kau menyembunyikan jati dirimu dan melepaskan semua kemewahan yang kau miliki demi istri mu itu dia harus mengalami cacian dan hinaan dari orang-orang di sekitarnya" ucap Suci pada Nico dengan sedikit mengancam Nico agar Nico mau memberikan izin pada Jessica.


" Sudah kuduga sifat tante memang tidak pernah berubah selalu mengancam seseorang demi apa yang tante inginkan terwujud.Baiklah aku akan memberikan izin kepada anakku besok untuk pergi tapi ini untuk pertama dan terakhir kalinya mereka pergi bersama dan jika anakku tidak ingin pergi aku harap tante tidak memaksanya." ucap Nico.


Setelah mendengar jawaban Nico, Suci segera menaiki mobilnya dan pergi dari kediaman Nico tanpa memberi tanggapan apa-apa lagi. Yang pasti Suci pergi setelah menelan pil pahit penolakan dari Nico.


" Tidak ada celah lagi bagiku untuk membantu putra ku mendapatkan cintanya pada Jessica, Hana maafkan Omma yang tidak bisa mengabulkan permintaan mu untuk menyatukan Papi mu dengan Tante Jessica yang sangat kau sayangi itu" batin Suci. Ia merenung di kursi belakang mobil sedan mewah itu. Air mata membasahi pipinya yang sudah terlihat banyak kerutan.


"Andaikan saja suami ku mau membantu putra ku mendapatkan Jessica mungkin aku tidak sebuntu ini mencari cara untuk menyatukan mereka, kenapa suami ku begitu pengecut untuk menghadapi Abraham dan juga Brata. Padaha ini semua demi kebahagiaan anak dan cucunya" ucap Suci di dalam hatinya.


Keadaan Suci yang sedang sedih dan termenung di dalam mobil mewahnya, berbanding terbalik dengan keadaan di dalam mobil yang di kendarai oleh Andre. Layaknya orang yang sedang kasmaran, senyum dan tawa menghiasi wajah mereka di dalam perjalanan menuju apartemen.


" Hari ini begitu indah bagiku sayang.Karena untuk pertama kalinya kamu duduk di samping kemudi menemaniku hanya berdua saja, tidak ada orang yang menganggu kita" ucap Andre yang melirik wajah Jessica di sela ia mengemudikan kendaraannya.


Jessica yang mendengar ucapan Andre menjadi salah tingkah. Ditambah lagi Andre mengambil tangan Jessica yang berada di paha Jessica. Dan digenggamnya erat tangan Jessica kemudian sesekali ia mencium punggung tangan Jessica di sela ia mengemudikan mobilnya. Andre memperlakukan Jessica begitu manis. Membuat hati Jessica berbunga-bunga.


"Baiklah Nona Jessica ku sayang, aku akan menuruti perintah dari mu, aku akan fokus untuk menyetir, tolong jangan menggodaku dengan senyuman mu itu ya" ucap Andre pada Jessica dibalik kemudinya sambil melirik wajah Jessica dan memancarkan senyuman diwajah tampannya itu.


Dering ponsel Jessica berdering saat mobil yang dikendarai Andre hampir tiba di lobby apartemen. Jessica segera mengambil ponselnya di dalam tas dengan menggunakan tangan kirinya.


"Ayah" ucap Jessica ketika melihat nama Nico tertera di layar ponsel. Ucapan Jessica terdengar oleh Andre.


"Angkatlah sayang" pinta Andre pada Jessica. Andre pun menghentikan mobilnya tepat di depan lobby, ketika petugas valet parking mendekat ke mobilnya, Andre segera menggibaskan tangan kanannya agar petugas itu menjauh sementara waktu. Karena Jessica sedang mengangkat panggilan telepon dari Nico.


"Hallo Ayah" sapa Jessica.

__ADS_1


"Hallo Nak. Apa kau sudah sampai di apartemen?" tanya Ayah.


"Sudah ayah kami baru saja tiba, tapi kami masih di dalam mobil, ada apa ayah?" jawab Jessica kemudian bertanya penuh rasa penasaran.


"Tadi Nyonya Suci datang kerumah kita Nak, dia memberitahukan ayah bahwa cucunya yang bernama Hana sedang jatuh sakit karena merindukan mu, dia juga meminta izin ayah untuk membawamu pergi merayakan ulang tahun cucunya bersama atasanmu Pak Fabian di perkebunan esok hari. Besok siang mereka akan mengirimkan supir untuk menjemputmu, Ayah mengizinkannya karena rasa kasihan kepada cucunya itu, ayah juga mengatakan ini untuk pertama dan terakhir kalinya ayah mengizinkan kamu pergi bersama bos mu itu karena kamu sudah memiliki calon suami, anggaplah ini sebagai salam perpisahanmu pada anak bosmu itu sebelum kau di pinang oleh Andre. Sebaiknya perkataan ayah ini kamu bicarakan dulu pada Andre, jika dia keberatan maka ikutilah perkataannya. Ayah tidak mau merusak hubungan kalian karena keputusan ayah tadi pada Nyonya Suci" ucap Nico diujung teleponnya.


"Baik ayah aku akan langsung bicarakan apa yang ayah katakan barusan pada Kak Andre" ucap Jessica menanggapi ucapan ayahnya yang panjang lebar.


"Baiklah kamu baik-baik disana ya, ayah akan menutup teleponnya" ucap Nico di akhir pembicaraannya.


"Iya Ayah" jawab Jessica di akhir panggilan telepon bersama Nico.


"Ada apa?" tanya Andre pada Jessica penasaran karena mendengar namanya di sebut. Pandangan mata Andre pada wajah Jessica seakan meminta Jessica memberi tahukan padanya tentang apa yang dibicarakan Jessica dengan Nico barusan.


"Kata Ayah tadi Nyonya Suci datang kerumah, dia memberitahukan ayah bahwa Hana sedang jatuh sakit karena merindukan ku, dia juga meminta izin ayah untuk membawa ku pergi merayakan ulang tahun Hana dan Hani bersama Pak Fabian di perkebunan besok. Dan besok siang mereka akan mengirimkan supir untuk menjemputku, kata Ayah, ayah mengizinkannya karena rasa kasihan kepada cucunya Nyonya Suci, ayah juga mengatakan ini untuk pertama dan terakhir kalinya ayah mengizinkan aku pergi bersama Pak Fabian karena aku sudah memiliki calon suami. Ayah meminta ku menganggap ini sebagai salam perpisahanku pada anak Pak Fabian sebelum aku di pinang oleh mu Kak. Jadi bagaimana menurutmu?" Jessica menjelaskan panjang lebar, tidak ada kata-kata yang dikurangi atau dilebih-lebihkan. Andre menatap dalam bola mata Jessica mencari kejujuran ataupun kebohongan disana. Andre diam sejenak.dan berfikir.


"Pergilah sayang! Aku tak akan melarang mu asalkan kau bisa menjaga kepercayaan yang ku berikan kepadamu, ku harap kau tidak mengecewakan ku, tapi sebelum kau pergi bersamanya. Kau antarkan aku dulu di pagi hari kebandara ya?! Karena besok aku harus berangkat ke Paris untuk bertemu rekan bisnis ku" ucap Andre. Ucapan Andre seketika membuat raut wajah Jessica mendung. Jessica tidak ingin Andre pergi jauh darinya.


"Kenapa wajah mu begitu sedih sayang?" Tanya Andre pada Jessica sambil membelai rambut Jessica tergarai panjang itu.


"Aku sedih mendengarmu akan pergi heeehhh" jawab Jessica kemudian menangis dan memeluk tubuh kekar Andre.


"Cep...Cep sayang, sudah jangan menangis aku hanya pergi dua minggu saja bukan dua tahun" ucap Andre sambil mengusap lembut punggung Jessica.


"Dua minggu itu lama kak" ucap Jessica dalam pelukkan Andre.


"Kalau kau merindukan ku beritahu aku, aku akan menyiapkan penerbangan untuk mu, agar kau bisa menyusul ku hemmm bagaimana kamu mau?" tanya Andre ada Jessica. Jessica menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Andre mencium pucuk kepala Jessica sebelum ia melepaskan pelukkannya.

__ADS_1


"Ayo sayang kita turun, kedua orang tua ku sedang menunggu kehadiran mu di apartemen ku" ucap Andre mengajak Jessica untuk turun dari mobil.


Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan berjalan menuju unit apartemen Andre.


__ADS_2