Cinta Jessika

Cinta Jessika
Maafkan Aku


__ADS_3

Keesokan harinya


Sejak pagi Fabian mencoba menghubungi Jessica melalui sambungan telepon namun ia mengalami kesulitan.


"Tut....tut...tut..." bunyi sambungan telepon Fabian pada Jessica.


"Arghh... Apa dia mematikan ponselnya lagi?" ucap Fabian kesal didalam kamar pribadinya.


Karena penasaran Fabian keluar dari kamarnya, ia mencari sang Mami untuk meminjam handphone. Ia mencari maminya di seluruh penjuru ruangan dengan tergesa-gesa. Akhirnya dia menemukan maminya berada di taman belakang yang sedang menyirami bunga mawar dan anggrek.


"Mom, aku mencari mu ternyata kau ada disini, boleh aku pinjam ponselmu?" ucap Fabian kemudian mengambil ponsel mami suci yang berada di meja taman belakang rumah Fabian tanpa menunggu jawaban sang Mami. Jessica benar-benar membuatnya kalang kabut.


Fabian langsung menekan nomor Jessica. Ia menekan tombol hijau di layar ponsel maminya.


"Tuttt.....tuttt... " nada dering memanggil.


"Kau.... arghhh.... Beraninya kau memblokir nomorku" ucap Fabian marah sambil mengusap kasar rambutnya dari belakang ke depan.


"Hallo" sapa Jessica disebrang sana.


"Hallo... hallo...hallo" sapa Jessica lagi namun Fabian tidak menjawab sapaan Jessica. Ia bingung dan malu harus memulai darimana untuk mengatakan bahwa dia menyesali atas apa yang terjadi kemarin.


"Hallo...hallo... Halo- halo Bandung Ibu kota Periangan. Halo-halo Bandung Kota kenang-kenangan. Sudah lama beta Tidak berjumpa dengan kau Sekarang telah menjadi lautan api. Mari bung rebut kembali." sapa Jessica kemudian menyanyikan lagu ciptaan Ismail Marzuki. Begitulah tingkah Jessica yang menggemaskan.


"Suaramu memang merdu dan tingkah mu sungguh lucu" ucap batin Fabian disebrang sana yang mendengar Jessica bernyanyi


"Mau ngomong ga nih, udah di nyanyiin juga malah tetep ga mau ngomong nih. Niat nelpon gak sih? Tutup aja deh nih, itung ya 1 2 3 4 50 75 99 100... Tutup ahhh..." celoteh Jessica menghitung loncat, sedikit mengancam dengan gayanya agar orang disebrang sana mau berbicara.


"Ma...Maafkan aku" ucap Fabian dengan terbata pada akhirnya. Jessica terdiam dan mulai menerka-nerka suara siapa barusan.


"Hallo... hallo siapa disana?" tanya Jessica pura-pura tidak mengenali lawan bicaranya disebrang sana. Padahal dia mengetahui kalau itu adalah suara Fabian.


Belum sempat Fabian menjawab Jessica sudah mematikan sambungan teleponnya.


"Gak salah tuh Om duda minta maaf? Ngomong maaf sama nyakitin tuh gampang Om yang lama itu nyembuhin rasa sakit hati aku nih.Om tuh udah melakukan kekerasan fisik dan mental aku.Ini nanti klo aku nikah sama dia bisa KDRT terus nih dan ujung-ujungnya aku nyanyi lagu Ku menangis... " ucap Jessica yang ngedumel sambil memainkan ponselnya. Kemudian ia langsung memblokir nomor yang tadi Fabian gunakan untuk menghubunginya.


Fabian disebrang sana tidak hilang akal ketika ia tidak bisa menghubungi Jessica kembali dengan ponsel maminya. Ia meminjam seluruh ponsel orang-orang yang ada dirumahnya untuk menghubungi Jessica. Jessica yang tidak biasa mendapat panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, apalagi terus menerus seperti ini,sudah menduga kalau nomor-nomor asing itu pasti ulah Fabian. Fabian mulai gila karena mode merajuk Jessica yang kelewatan ini. Fabian sampai menyuruh Alan membeli banyak nomor baru tapi semua sia-sia.


"Arrghhhh... J E S S I C A" teriak Fabian kemudian membuang barang-barang di hadapannya.


"Sulit sekali menghubungimu." keluh Fabian.


"Kenapa Anda tidak kerumahnya saja Pak" ucap Alan pada Fabian.

__ADS_1


"Aku tidak punya keberanian Alan" jawab Fabian. Alan merasa heran baru kali ini bossya tidak mempunyai keberanian mendatangi rumah wanita. Biasanya dia dengan mudahnya datang kerumah para wanita dengan gagah berani sekarang seperti kerupuk yang menciut.


Senin di pagi hari.


Mobil Fabian sudah terparkir di depan pagar rumah Jessica pagi-pagi sekali, rencananya dia akan mengantar kemanapun Jessica pergi hari ini, Ia juga berencana untuk meminta maaf kepada Jessica.


Setelah dua jam menunggu akhirnya Jessica keluar dengan sepeda motornya, Jessica membuka pintu pagar rumahnya lalu mengeluarkan sepeda motor miliknya, saat membuka pagar Jessica melihat Fabian ada di depan pagar rumahnya, Fabian menyapa Jessica dengan senyuman namun Jessica tidak membalas senyuman Fabian. Ia mengacuhkan Fabian, Jessica tidak menganggap keberadaan Fabian di sana. Begitulah sifat buruk Jessica ketika merajuk.


"Jess... Jess... Bisakah kita bicara sebentar saja..please Jes. " Fabian memohon.


"Saya antar ya kamu mau kemana? Kamu mau naik motor atau naik mobil? Kalau kamu ingin naik motor biar motor kamu saya yang bawa ya." pinta Fabian pada Jessica berusaha menghentikan laju sepeda motor Jessica. Namun sayang Jessica tetap mengacuhkan Fabian ia lebih memilih melajukan sepeda motornya meninggalkan Fabian.


Ketika Jessica meninggalkan Fabian. Fabian langsung berlari masuk ke dalam mobilnya.


" Alan ikuti dia kemanapun dia pergi!" perintah Fabian pada Alan.


Fabian mengikuti laju sepeda motor Jessica sampai di parkiran kampus. Di parkiran kampus Jessica bertemu dengan Diego yang baru saja tiba.


"Jess... Kamu datang juga apa kamu ditunjuk untuk mengisi acara di pentas seni nanti? berarti kita sama Jess" tanya Diego yang berusaha berjalan berdampingan dengan Jessica namun Jessica mengabaikannya.


Fabian yang baru turun dari mobil berlari mengejar langkah Jessica.


"Jess... Please, kita perlu bicara" Ucap Fabian pada Jessica yang juga didengar oleh Diego. Jessica masi dalam mode diam. Ia masih enggan menanggapi Fabian dan juga Diego. Orang-orang yang menyakiti perasaannya.


" Aku akan menunggumu di sini Jessica sampai kau pulang nanti" Teriak Fabian berharap Jessica mendengarnya kemudian membalikkan badan namun sayangnya Jessica tetap berjalan seakan tak mendengar perkataan Fabian. Sungguh kejam memang.


Diego yang sejak tadi melihat adegan drama Jessica dan Fabian tersenyum sinis melihat Fabian.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu melihat saya bocah tengil" ucap Fabian sambil menatap Diego dengan tatapan tajam.


"Bukankah dia yang waktu itu memberikan air minum untuk Jessica?" batin Fabian ketika melihat Diego lebih jelas.


"Saya hanya tersenyum melihat drama kalian tadi" jawab Diego santai.


"Hah, drama kau bilang" ucap Fabian mengulang perkataan Diego.


"Selamat di acuhkan ya Om ... Oh iya Jessica selalu memanggil anda dengan teman - temannya itu Om Duda, berarti kalimat ucapan yang bagus untuk anda adalah Selamat diacuhkan ya Om duda" ledek Diego.


"Kau..." emosi Fabian mulai meledak.


"Ya saya kenapa Om... Om mau marah silahkan, bahkan seharusnya saya yang marah dengan Anda!" ucap Diego berjalan menghampiri Fabian.


"Kau akan sulit mendapat maaf darinya, bahkan untuk membuatnya bersuara pun kau harus berusaha keras, Om. Satu juta kalipun kau meminta maaf dia tidak akan memaafkanmu jika sakit hatinya belum hilang" ucap Diego lagi.

__ADS_1


"Sok tahu kau" ucap Fabian.


Tentu saja saya tahu karena Jessica itu pacar saya Om" terang Diego.


Deg!! Fabian kaget dengan pernyataan Diego.


"Hahahaha Pacar ... Itu tidak mungkin kalau dia pacarmu tidak mungkin dia mengacuhkanmu" ujar Fabian menyangkal pernyataan Diego.


"Dia memang pacar saya, dia hanya sedang marah dengan saya dan Anda datang mengusik hubungan kami" ucap Diego dengan nada bicara yang mulai meninggi.


"Hahahaha... Itu artinya dia lebih memilih saya dibandingkan kamu, dan yang saya dengar dia sudah memutuskan hubungannya denganmu bocah tengil. Kau ini sudah jadi mantan tapi masi belum bisa menerima kenyataan, saya ingatkan pada kamu Duda itu lebih menarik daripada bocah tengil seperti kamu" ucap Fabian menyombongkan dirinya.


"Saya pastikan dia akan kembali kepelukan saya, om sebaiknya mundur dan menyingkir, apa anda tidak malu sudah menjadi duda dan sekarang menjadi pebinor" ucap Diego.


"Kau benar-benar sudah menghinaku bocah tengil, kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa" ucap Fabian memegang kerah baju Diego.


"Bugh!!" Fabian memukul Diego. Begitu pula dengan Diego yang tidak mau kalah. akhirnya perkelahian tidak dapat di hindari. Alan dan orang sekitar yang melihat perkelahian itu mencoba melerai mereka. Hingga Akhirnya security kampus datang dan membawa mereka ke kantor satuan pengamanan kampus. Kejadian memalukan ini baru pertama kali dialami oleh Fabian maupun Diego. Biarkan semua ini menjadi kenangan dan pengalaman mereka mengejar cinta dan maaf seorang wanita yang pernah mereka sakiti.


Setelah selesai dengan kegiatannya Jessica langsung menuju parkiran, hari semakin terik matahari berada di atas kepala. Jessica melihat Fabian duduk di jok sepeda motornya. terlihat penampilan Fabian yang berantakan wajahnya yang sedikit lebam-lebam dan di sudut bibirnya terlihat ada luka terbuka. Bajunya juga terlihat kotor dan berantakan.


Jessica yang melihat penampilan Fabian menatap dengan sedih ada rasa kasihan di benaknya, ingin rasanya dia mengobati luka Fabian tapi ia tetap memilih untuk mengabaikannya seperti kemarin dia mengabaikan Jessica. Sejenak Jessica berpikir kenapa penampilan Fabian bisa seperti ini dan akhirnya dia menemukan jawabannya dia mulai mengira-ngira apa yang telah terjadi pada Fabian tadi. Karena ketika Jessica meninggalkan Fabian juga ada Diego.


"Pasti kalian berkelahi,Om duda kamu terlalu bar-bar.Apa Diego lebih parah dari ini.Ah.. sudahlah." ucap batin Jessica.


Jessica diam berdiri menatap Fabian begitu juga Fabian yang duduk diatas motor Jessica menatap Jessica dalam diam.


"Peluk aku Jess, seperti waktu itu." pinta Fabian dalam batinnya.


Jessica menatap Fabian kemudian membuang wajahnya, Ia mengusir Fabian dari sepeda motornya. Dengan menarik tangan Fabian sampai Fabian menyingkir dari kendaraannya.


"Jess, bisakah kita bicara please, saya ingin bicara penting denganmu Jess." ucap Fabian.


Jessica tidak menjawab, dia menstarter sepeda motornya kemudian kembali meninggalkan Fabian.


"Jessica aku mencintaimu." teriak Fabian yang Frustasi tidak diberikan kesempatan bicara oleh Jessica.


Jessica mendengar apa yang dikatakan Fabian namun ia tetap melajukan sepeda motornya. Ia tetap mengacuhkan Fabian


"Bagaimana rasanya Om Duda ku? Jika perasaanmu diacuhkan oleh orang yang kamu cintai. Sakit bukan?! Itu yang selama ini aku rasakan Om." ucap batin Jessica.


Fabian yang sudah menyatakan isi hatinya dengan mengalahkan egonya namun masi di acuhkan benar-benar membuat Fabian kesal dan Frustasi. Ia menendangkan Kakinya ke udara. menendang apa saja yang ada dihadapannya.


"Arrrrgh....J E S S I C A.... Kau sungguh keterlaluan, kau lebih jahat dari diriku." Pekik Fabian kesal. Ia tidak perduli lagi dipandang aneh oleh orang di sekitarnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2