Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kedatangan Margareth


__ADS_3

Di Lobby Perusahaan Batara Group seorang wanita top model sedang berdiri dengan perasaan penuh gelisah di depan meja resepsionis. Ia sedang menunggu kedatangan Tuan Andre dan assitennya yang sedang pergi untuk makan siang di luar bersama para istri-istri mereka.


Mobil yang di kemudikan Jimmy sudah sampai di Lobby perusahaan, ia menghentikan laju kendaraannya tepat di depan pintu Lobby perusahaan, seorang security segera membukakan pintu bagian belakang mobil Jimmy. Andre keluar dari mobil dengan wajah yang berbinar senang setelah menghabiskan waktu makan siangnya bersama sang istri. Senyum terus terpancar dari wajah tampannya.


Andre melangkah masuk ke perusahaan di ikuti oleh Jimmy yang berada tepat di belakangnya. Margareth yang sudah lama menunggu kedatangan mereka segera menghampiri Andre. Ya wanita top model yang sedang menunggu Andre dan Jimmy adalah Margareth.


Margareth berjalan menghampiri Andre dan Jimmy, Andre yang berjalan terus memandang ke depan tidak melihat keberadaan Margareth yang datang dari arah samping.


"Tuan Andre, bisa minta waktu Anda sebentar saja?! Ada yang ingin saya bicarakan pada Tuan." Ucap Margaret yang mengejar langkah Andre.


Mendengar suara Margareth Andre segera menghentikan langkahnya dan membalikkan badan untuk melihat Margareth. Andre memperhatikan penampilan Margareth dari atas hingga ke bawah. Penampilannya begitu berantakan tak seperti biasanya.


"Kenapa penampilanmu sekarang jadi seperti ini? Apa karir mu mengalami masalah Nona?" Tanya Andre pada Margaret yang di jawab dengan pelukan dan tangisan tersedu-sedu dari Margaret.


"Tolong aku Tuan, sekali ini saja tolong aku lagi Tuan." Ucap Margareth di sela tangisnya.


Andre tak membalas pelukan dari Margaret. Ia tetap berdiri tegak mematung tanpa respon apapun atas apa yang dilakukan Margaret padanya. Andre hanya melirik Jimmy untuk menyingkirkan tubuh Margareth darinya. Jimmy segera menarik tubuh kakak sepupunya itu.


"Kak, jaga sikap mu!" Ucap Jimmy pelan dengan suara penuh penekanan.


Margareth melepas pelukannya pada tubuh Andre dan mengusap air mata yang membasahi pipinya. Andre dan Jimmy memperhatikan kesedihan dan kekacauan diri Margareth yang ada di hadapan mereka.


"Sepertinya kau perlu menenangkan diri mu sebelum bicara pada ku Nona, pergilah menenangkan diri di ruang kerja adikmu, jika kamu sudah cukup tenang barulah bicara pada ku." Ucap Andre pada Margareth sebelum berlalu pergi meninggalkan Margareth yang di rangkul oleh Jimmy.


Diruang kerja Jimmy, Jimmy meminta Margareth untuk duduk di sofa tempat dimana dia dan istrinya habis bergulat menuntaskan hasrat liar sang istri yang ingin merasakan sensasi bercinta di kantor.


Jimmy meminta sekretarisnya untuk membuatkan minuman untuk menenangkan Margareth. Tak berapa lama minuman yang di pesan Jimmy pun datang. Secangkir coklat hangat yang di pesan Jimmy mampu membuat Margareth bisa menenangkan dirinya. Terlihat dari nafas yang teratur dan sisa-sisa senggukan tangisnya pun sudah berhenti.


"Sebenarnya apa yang terjadi sampai kau datang kesini untuk meminta tolong pada Tuan Andre, Kak? Kenapa kau tidak meminta tolong saja pada ku?" Tanya Jimmy yang ikut duduk di sofa sambil menatap serius wajah kakak sepupunya itu.


"Karena hanya Tuan Andre yang bisa membantuku untuk urusan ku kali ini Jim," jawab Margaret sambil meletakan secangkir coklat hangat ke atas meja yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Sebelum kau katakan pada Tuan Andre maksud dan tujuanmu datang kesini untuk meminta tolong padanya, katakanlah padaku terlebih dahulu kak!" Pinta Jimmy yang mulai menatap tajam Margareth.


"Aku hanya minta Tuan Andre mengizinkan aku membawa Jessica ke rumah sakit untuk melihat suamiku." Jawab Margareth.


"Apa?? Apa kau sudah tidak waras hah? Tak ku sangka kau begitu egois Kak, tak bisakah kau mengerti perasaan orang yang selama ini menjadi dewa penolong mu!" Jimmy berkata-kata penuh amarah.


"Aku hanya ingin membawa Jessica menemui suami ku, tidak melakukan apa-apa Jim?"


"Bukannya sudah ku beritahu padamu, Jessica sudah menjadi istri Tuan Andre dan kini dia sedang mengandung buah cinta mereka. Sekarang kau datang dengan permintaan konyol mu ini kak, kau sama saja ingin merusak kebahagiaan mereka. Aku tak akan mengizinkan mu menemui Tuan Andre, sebaiknya kau pulang saja!" Jimmy berkata dengan penuh emosi dan rasa kecewa pada Margareth.


"Tidak Jim, aku tak akan pulang sebelum bicara dengan Tuan Andre. Aku melakukan semua ini bukan demi suamiku, tapi demi anak-anakku. Tolong mengertilah sedikit, Jim!" Ucap Margaret yang memohon pengertian dari Jimmy, adik sepupunya itu.


"Hah, kau ini... bisa-bisanya kau bicara seperti itu padaku, Kak Margareth. Apa pernah aku tak mengerti akan dirimu Kak? Bahkan aku jadi pembunuh pun hanya karena aku mengerti setiap luka yang tergores di hatimu dan untuk menyelamatkan buah hatimu dari wanita ular itu, itu semua aku lakukan demi diri mu dan karena ulah suamimu itu. Entah seberapa besar dosa yang harus ku tanggung karena selalu berusaha mengerti akan dirimu. Tolong jangan bersikap melewati batasanmu Kak! Jika kau tak bisa membalas kebaikan Tuan Andre selama ini, setidaknya jangan lukai perasaannya dengan keegoisanmu." Ucap Jimmy dengan meremas kuat lengan Margareth.


"Anakku butuh sosok Papinya Jim, dia sudah lama tak sadarkan diri, anak-anakku sudah sangat merindukannya. Suamiku hanya merespon apapun tentang Jessica, bahkan hanya dengan mendengar rekaman suaranya Fabian mau merespon. Aku percaya Fabian akan sadar dari tidur dalamnya, jika Jessica datang untuk membangunkannya. Aku hanya perlu Jessica membangunkan dia dari tidur dalamnya, hanya itu, aku tidak minta apapun lagi jadi tolong aku untuk terakhir kalinya, aku mohon Jim?!" Margareth masih bersikeras dengan keinginannya.


"Ya kau memang tidak akan meminta apapun lagi, tapi apa kau tidak berfikir dampak yang akan terjadi nantinya? Bagaimana rumah tangga Tuan Andre dan Jessica nantinya Kak, jika Fabian benar-benar akan sadar dari tidur dalamnya dan berkeinginan kembali merebut Jessica dari Tuan Andre? Pernahkah kau berfikir sampai kesana? Lalu bagaimana nantinya dengan ibu mertuamu yang terobsesi menjadikan Jessica menantunya, dengan sadarnya Fabian karena kehadiran Jessica pastinya dia akan merencanakan rencana baru untuk kembali menyingkirkan dirimu dan berusaha menyatukan Fabian dan Jessica dengan cara liciknya itu." Ucap Jimmy yang tak pernah terfikirkan oleh Margareth sebelumnya.


Mendengar ucapan Jimmy tangis Margareth pun pecah.


"Ya kau ingin anak-anak mu bahagia tapi kau mengorbankan kebahagiaan orang yang sudah menjadi malaikat penolong dalam kehidupanmu Kak, ingatlah jika bukan karena Tuan Andre, kau hanya akan menjadi gelandangan di luar sana, setelah di buang dan di campakan secara licik oleh ibu mertuamu itu." Imbuh Jimmy.


"Lalu aku harus apa Jim? Aku harus apa...???" Tanya Margareth yang sudah buntu dalam fikirannya.


"Kau hanya perlu memulai kehidupan baru mu. Mulailah kehidupan baru mu bersama ketiga anak mu tanpa suami yang sudah tak mencintaimu itu. Tinggalkan dia, jika dia hanya akan menjadi beban di dalam hidupmu." Jawab Jimmy yang di balas dengan gelengan kepala dari Margareth.


"Aku mungkin bisa hidup tanpa Fabian tapi tidak dengan kedua anakku yang selama ini hidup bersamanya Jim." Balas Margareth.


"Mereka hanya perlu di biasakan Kak, seperti Kenzo yang terbiasa hidup tanpa Fabian."


"Ini tak akan mudah Jim, apa yang aku jalani nanti tak akan semudah apa yang kau ucapkan Jim,"

__ADS_1


"Kau belum menjalaninya, makanya kau bilang tak mudah, itu karena fikiranmu yang berkata seperti itu Kak, jika kau tak berusaha untuk memulai semuanya akan terasa tak mudah bagi mu, Kak. Didiklah anak-anakmu menjadi wanita-wanita yang kuat dan tidak selicik Neneknya dan ajarkan Kenzo menjadi pria yang tangguh dan setia, tidak seperti Papinya itu."


" Jim..."


"Dan satu lagi, ajarkan pada mereka untuk tidak membiasakan semua keinginan mereka bisa mereka dapatkan dengan mudah apalagi mendapatkan keinginan mereka dengan mengorbankan kebahagian dan kenyamanan orang lain." Tambah Jimmy yang tak memperdulikan perasaan Margareth. Karena apa yang diucapkan Jimmy adalah kalimat sindiran untuknya.


"Jim, kata-katamu sungguh keterlaluan." Ucap Margareth yang menatap sendu wajah adik sepupunya itu.


"Sebaiknya kau pulang Kak, banyak pekerjaan yang harus aku kerjaan. Aku tak ada waktu banyak untuk mengurus permintaan konyolmu itu pada Tuan Andre. Aku harap, kau jangan lanjutkan keinginanmu untuk bertemu Tuan Andre hanya untuk permintaan konyolmu itu." Ucap Jimmy yang berjalan ke meja kerjanya meninggalkan Margareth yang masih duduk di sofa.


"Jim, tolong aku, tidak bisakah hanya satu kali ini saja ku mohon?!" Margareth berlari dan berlutut memeluk salah satu kaki Jimmy, membuat Jimmy memghentikan langkah kakinya yang menuju meja kerjanya.


"Pergilah Kak, sebelum aku berbuat kasar pada mu." Jimmy berkata tanpa menatap Margareth yang sedang memeluk salah satu kakinya.


"Jim, aku mohon!" Ucap Margareth dengan suara lirihnya.


"Sekali aku katakan tidak akan tetap tidak," balas Jimmy yang teguh dengan pendiriannya.


"Jika aku tak bisa membawa Jessica lebih baik aku mati Jim, aku tak sanggup melihat kedua anakku menderita tanpa Papinya." Ancam Margaret pada Jimmy.


"Jika mati adalah jalan terbaik untukmu maka lakukanlah Kak, sampai jumpa di neraka nanti." Sahut Jimmy yang membuat Margareth makin mengencangkan tangisnya. Ancaman yang ia ucapkan sama sekali tidak mempan untuk Jimmy.


"Sekencang apapun kau menangis tak akan merubah pendirianku." Ucap Jimmy menanggapi tangis Margareth yang terdengar hingga keluar ruangan.


Karena kesal dengan Margareth yang tak mengerti akan kata-katanya, Jimmy pun kemudian menghempas kasar tubuh Margaret dari kakinya.


"Auuuu.... sakit." Jerit Margaret yang jatuh tersungkur karena di hempas oleh kaki Jimmy.


Jimmy membiarkan begitu saja Margareth jatuh tersungkur tanpa niat untuk membangunkannya, apalagi untuk meminta maaf karena telah berbuat kasar padanya.


Sedang di balik pintu, sejak tadi sepasang mata dan telinga, melihat dan mendengar semua percakapan dan apa yang dilakukan Jimmy pada Margaret. Ternyata sejak tadi semua yan dilakukan oleh mereka di lihat dan di dengar oleh Andre yang berdiri di balik pintu ruangan Jimmy.

__ADS_1


Andre memang sengaja mendatangi ruangan Jimmy karena ingin tahu maksud dan tujuan kedatangan Margareth padanya. Saat ia ingin mengetuk pintu ruangan Jimmy, ternyata pintu itu tak tertutup sempurna hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu. Dari tempatnya berdiri ia dapat melihat dan mendengar semua percakapan mereka, dari celah pintu yang sedikit terbuka itulah ia bisa mendengar tanpa harus masuk ke dalam ruang kerja Jimmy dan terlibat dalam percakapan mereka.


Setelah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan Margareth padanya, Andre pun memutuskan untuk kembali keruangannya sebelum Margareth keluar dan melihat dirinya yang berada disana.


__ADS_2