Cinta Jessika

Cinta Jessika
Berbagi Tugas


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Bowo sudah berada di depan pagar sebuah pabrik gula yang terbengkalai. Terlihat dari tingginya ilalang di sekitaran halaman pabrik. Tak mereka sangka ternyata Tuan Brata sudah berada disana terlebih dahulu.


"Lama sekali kalian, Papi hampir jamuran karena dibuat menunggu oleh kalian." Protes Brata yang menatap tajam keduanya.


"Kami tadi ingin ke Mansion utama untuk bertemu dengan Papi terlebih dahulu, eh Papi malah sudah ada disini duluan. Lagi pula Papi ngapain kesini buru-buru?" Jawab Andre yang malah membuat Brata jengkel.


"Ngapain kesini?? Kamu tanya Papi ngapain kesini Ndre?!!!" Tanya Brata sampai memajukan wajahnya ke wajah putranya.


"Iya, Papi ngapain kesini?" Jawab Andre yang malah menekankan untuk apa Papinya ada disini.


"Papi kesini mau makan." Jawab Brata asal dengan wajah kesalnya.


"Sudah Tuan, Andre ini sedang datang bulan makanya sewot seperti itu, lebih baik kita atur strategi saja bagaimana misi penyelamatan kita untuk mereka." Ajak Jimmy yang langsung diterima oleh Brata.


"Jim, didalam ada sebagian orang-orang kita, saya tidak mau ada satu nyawa pun melayang dari orang-orang kita. Bobby dan kawan-kawan akan mengawal langkah mu Jim, kau adalah eksekutornya."


"Bagaimana saya bisa membedakan orang-orang kita dan orang-orang mereka Tuan?" Tanya Jimmy yang meminta petunjuk.


"Orang-orang kita menggunakan jaket kulit berwarna hitam keluaran pabrik garmen kita,sedang orang-orang mereka tidak menggunakannya lebih kepada Jas ataupun kemeja. Bagaimana Jim kau sudah jelas?" Jawab Brata dengan jelas.


"Baik Tuan, saya sudah jelas. Kemana Bobby dan kawan-kawannya Tuan?" Tanya Jimmy dengan mata yang mengedar ke kanan dan ke kiri.


Brata menepuk tangannya dua kali, Bobby dan kawan-kawannya pun muncul dari segala arah. Yang membuat Andre terkejut adalah Bobby yang di sebut Jimmy dan Brata adalah Borni sekertaris prianya yang bergaya layaknya seperti seorang wanita.


"Kau ini Borni atau Bobby huh?"tanya Andre yang mencubit pinggang Bobby alias Borni.


"Di kantor Borni disini Bobby Tuan." Jawab Bobby alias Borni dengan suara khas perempuan saat menyebut nama Borni dan suara khas berat laki-laki saat menyebut nama aslinya Bobby.

__ADS_1


"Aishhh... Kegilaan apa lagi ini Jim?" Tanya Andre dengan mendengus.


"Maaf, aku hanya menjalankan perintah istriku yang disetujui oleh istri mu." Jawab Jimmy yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ada pertanyaan lagi Jim, Ndre?" Tanya Brata yang menatap mereka secara bergantian.


"Jika Jimmy jadi eksekutornya lalu aku jadi apa Pih?" Tanya Andre dengan mulutnya yang mencebik. Moodnya tiba-tiba saja hilang karena di kelabuhi assiten sekaligus kakak iparnya itu.


"Kau jadi umpannya bukannya Cynthia ingin sekali di nikahi oleh mu Son?" Jawab Brata yang membuat Andre bergidik geli. Brata yang melihatnya hanya tersenyum simpul.


"Bagaimana Papi tahu Cynthia ingin sekali di nikahi oleh diriku?" Tanya Andre yang begitu penasaran kenapa Papinya seakan tahu segalanya


"Tentu Papi tahu, apa yang Papi tidak tahu tentang dirimu? Sekarang jadilah umpan untuk menyelamatkan istri dan keluarga istri mu, Ndre!" Jawab Brata yang meminta Andre bersedia menjadi umpan mereka.


"Betul kata Tuan Brara, Ndre. Masuklah terlebih dahulu bersama Angela dan Bowo sebagai umpan. Berpura-puralah mau menikahi Cynthia. Aku janji sebelum kau mengucapkan ijab Kabul mereka sudah berada di alam Baka." Tambah Jimmy yang membuat Andre memutar bola matanya.


"Tenang saja, dia tak akan marah, Papi akan pasang badan untuk mu Ndre." Balas Brata yang menanggapi keluhan sang putra.


"Ya-ya-ya... Angela , Bowo ayo kita masuk. Kita hanya seperti ayam yang digiring masuk ke kandang singa." Sahut Andre yang kemudian meninggalkan mereka. Andre kembali masuk kedalam mobil bersama dengan Bowo.


Angela membuka pintu pagar besi yang sangat berat dan sulit di buka. Ia mendorongnya sekuat tenaga. Di dalam mobil Andre mengenakan lagi Jas hitam yang tadi ia lepaskan, ia menyelipkan sebuah pistol dengan peredam suara di belakang pinggangnya untuk berjaga-jaga.


Angela kembali masuk dan duduk di kursi samping pengemudi, mereka kembali melajukan mobil mereka masuk kedalam kawasan Pabrik.


"Mereka ada di bangunan yang mana Bow?" Tanya Andre yang tak sabar ingin cepat sampai.


"Sepertinya yang belakang Tuan. Lihatlah hanya ada satu bangunan yang menyala lampunya dan banyak orang berkerumun disana!" Jawab Bowo sambil tangannya menunjuk ke sebuah bangunan yang di depannya banyak kerumunan orang.

__ADS_1


Seseorang yang menggunakan jaket kulit dengan mengalungkan senjata api dilehernya memberikan kode pada Angela dan juga Bowo jika mereka adalah orang-orang yang berpihak pada Tuan Brata. Dengan memberikan simbol 505 dengan tangan kanannya.


Andre dengan gagah berani melangkah diikuti oleh Angela dan juga Bowo menghampiri kerumunan para pengawal itu.


"Mana calon pengantin ku?" Tanya Andre pada seseorang yang maju mendekatinya.


"Di dalam Tuan." Jawab Seorang tetua di kumpulan para pengawal itu.


Saat Tetua itu ingin menggeledah Andre. Andre seketika langsung saja memundurkan tubuhnya.


"Kau sentuh tubuh ku dengan tangan kotormu sejengkal saja, ku cincang tubuhmu hidup-hidup! Kau tahu siapa aku bukan?!" Ancam Andre yang membuat tetua itu mengangkat kedua tangan diatas kepala.


"Baik Tuan silahkan masuk!" Akhirnya Tetua itu dengan berat hati mempersilahkan Andre dan para pengawalnya masuk tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.


Andre masuk mengikuti arahan seseorang ke sebuah ruangan yang begitu terang, ia melihat Cynthia sedang merias dirinya sendiri diatas kursi rodanya.


"Apa yang terjadi denganmu? Kenap kau duduk di kursi roda seperti itu?" Tanya Andre begitu saja ketika baru sampai di ruangan tersebut.


"Kak Andre kau datang mengejutkanku saja, aku bisa duduk seperti ini di kursi roda karena ulah Endah, dia baru saja menganiaya diriku, Kak. Kata Dokter kondisiku seperti ini hanya sementara waktu saja kok Kak, kamu jangan khawatir aku tidak akan cacat kok!" Jawab Cynthia yang membuat Andre kagum dengan Kakak Iparnya itu.


"Mau kau cacat atau tidak aku tidak perduli, aku bertanya keadaanmu bukan karena mengkhawatirkan mu tapi aku cuma penasaran kenapa kau bisa duduk di kursi roda seperti ini." Batin Andre.


"Oh... Baguslah kalau begitu, dimana kita melangsungkan pernikahan kita Cynthia?" Tanya Andre pada Cynthia yang tengah sibuk merias wajahnya.


"Disini kak. Di depan keluarga kandungku dan keluarga istri pertamamu. Sekarang kita tunggu Mommy ku dulu ya, dia sedang ke toilet sebentar." Jawab Cynthia dengan tersenyum senang.


"Hemmm... Baiklah." Jawab Andre singkat yang kemudian mendaratkan bokongnya ke sebuah kursi kayu tua di dekat Cynthia.

__ADS_1


"Ingin rasanya aku menembak mati dirimu sekarang agar aku tak mendapat amukan dari kesalah pahaman ku bersama istriku nanti karena keingian gila mu ini." Batin Andre yang sedang memperhatikan Cynthia yang tengah merias dirinya.


__ADS_2