Cinta Jessika

Cinta Jessika
Meminta Izin


__ADS_3

Andre menatap dalam wajah Jessica yang berada duduk di sampingnya itu.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu kak?" tanya Jessica saat di tatap begitu dalam oleh Andre.


" Bolehkah aku mengagumi kecantikanmu di pagi ini?" tanya Andre kepada Jessica. Jessica dengan reflek memukul paha Andre yang sedang menggombalinya itu. Andre mengambil tangan Jessica yang memukulnya tadi dan memegangi tangan Jessica penuh kelembutan tanpa melepasnya.


" Jangan coba-coba merayuku sepagi ini di depan keluarga ku Kak, sekarang kau suka sekali menggombali ku." ucap Jessica setelah memukul paha Andre. Apa yang di lakukan Jessica membuat Andre tersenyum kemudian melirik kearah kedua orang tua Jessica yang juga tersenyum melihat sepasang anak manusia yang sedang kasmaran itu.


"Ibu Ayah,aku mohon izin untuk membawa Jessica pergi ke apartemenku pagi ini, kedua orang tuaku sudah tiba di kota J. Mereka ingin menemui Jessica sebelum mereka sibuk menemui sanak saudara kami yang lain di kota ini." Andre meminta izin kepada kedua orang tua Jessica.


" Pergilah nak, salam untuk kedua orang tuamu dari kami." ucap Nico memberikan izin kepada Andre untuk membawa Jessica ke apartemennya menemui kedua orang tuanya.


" Iya nak Ibu juga mengizinkan kamu membawa Jessica menemui orang tuamu, tapi mungkin nanti kamu akan direpotkan olehnya karena kondisi tangannya masih seperti itu, sampaikan pula salam Ibu pada kedua orang tuamu " ucap Lestari pada Andre.


" Terima kasih ayah dan ibu karena telah mengizinkan Aku membawa Jessica untuk pergi ke apartemen menemui kedua orang tuaku, aku akan menyampaikan salam ayah dan juga ibu kepada kedua orang tuaku nanti. aku tidak akan merasa direpotkan, aku malah senang bisa melayani calon istriku ini." ucap Andre ketika ia sudah mendapatkan izin dari kedua orang tua Jessica, kemudian matanya melirik Jessica yang duduk di sampingnya.


" Apa kau sudah mandi?" tanya Andre pada Jessica.


" Kau ini bicara apa Kak? Tentunya aku sudah mandi mana mungkin aku ikut sarapan pagi tanpa mandi terlebih dahulu" jawab Jessica dengan menggerutu.


" Tanganmu seperti ini apa kau sudah mandi dengan benar?" tanya Andre lagi.


" Ihhhh... aku benar-benar sebal dengan pertanyaanmu, tentunya Aku mandi dengan benar karena Ibu membantu memandikanku tadi pagi-pagi sekali" jawab Jessica sebal.


" Kau seperti bayi besar rupanya sekarang ya?!" ucap Andre yang membuat seisi ruangan tertawa terkecuali Cynthia.


"Ihhh... kenapa kata-katamu pagi ini sangat menyebalkan sih Kak? Kau mempermalukan ku dihadapan keluarga ku" ucap Jessica dengan wajahnya yang kesal


" Segeralah bersiap-siap, kita akan segera pergi sayang" ucap Andre dengan mengusap bahu Jessica yang duduk di sampingnya, menenangkan Jessica yang sudah merasa marah dan kesal karenanya.


" Ayo Jessica, ibu akan membantumu bersiap-siap" ajak Lestari pada anaknya.


Jessica dan lestari pun masuk ke dalam kamar pribadi Jessica. Jessica dibantu Lestari bersiap-siap mengganti pakaiannya. Lestari memakaikan pakaian yang pantas dan sopan untuk Jessica menemui dua orang tua Andre.


"Nak, bersikaplah sopan santun dan ramah kepada kedua orang tua Andre nanti, Ibu berharap kau bisa menjaga nama baik keluarga kita" ucap Lestari kepada putrinya.


" Iya Bu aku akan berusaha menjaga nama baik keluarga kita dan bersikap seperti yang Ibu pinta padaku" ucap Jessica kepada ibunya.

__ADS_1


" Bawa obatmu ini jangan sampai kau lupa meminumnya dan lupa mengolesi obat luarnya" ucap Lestari yang memasukkan obat Jessica ke dalam tas yang akan dibawa Jessica.


" Aku akan pulang sangat malam hari ini Bu, karena pestanya diselenggarakan malam hari" ucap Jessica pada ibunya.


" Iya Nak, Ibu tidak akan merasa terlalu khawatir Jika kamu pergi berdua bersama Andre, Dia pria yang baik dia juga terlihat sangat mencintaimu. Ibu berharap kamu tidak mengecewakan pria sebaik dia" ucap Lestari kepada anaknya.


" Iya Bu, Tuhan begitu baik menghadirkan dia di dalam hidupku, setelah semua yang terjadi membuat hatiku terluka dan sakit, Tuhan memberikan dia sebagai pengobat hatiku dan pelindungku." ucap Jessica dengan raut sedih namun bahagia.


" Berbahagialah nak Jika dia adalah sumber kebahagiaanmu, Lupakan semua luka itu, melangkahlah maju ke depan bersamanya tanpa harus menoleh luka lamamu lagi." ucap Lestari kemudian memeluk tubuh putrinya itu.


" Berjanjilah untuk berhenti menangis, sungguh Ibu tidak ingin melihat kau terus bersedih, seorang ibu selalu menginginkan melihat anaknya bahagia." ucap Lestari ketika ia memeluk putrinya itu.


" Iya bu semoga aku tidak akan lagi menangis karena terluka dan dia akan terus membuatku bahagia, semoga Andre tidak sama seperti Diego dan juga Pak Fabian ya Bu" ucap Jessica di dalam pelukan ibunya.


" Ibu percaya Andre tidak seperti mereka sayang" ucap Lestari melepaskan pelukannya kemudian menatap putrinya.


" Hapus air matamu sayang, kau harus terlihat cantik di hadapan Andre dan juga kedua orang tuanya nanti, Tersenyumlah nak!" pinta Lestari dengan tangannya yang membantu menghapus air mata yang menetes di pipi Jessica.


Mereka berdua pun keluar dari kamar pribadi Jessica. Terlihat Andre sedang duduk di sofa ruang televisi seorang diri. Jessica menghampiri Andre dan duduk di sofa di samping Andre. Sedang Lestari masuk ke kamar pribadinya.


" Leon dan Ayah mu sedang bersiap-siap berangkat ke kantor, sedang Kakak perempuanmu aku tidak tahu dan aku tidak peduli" jawab Andre.


"ihhhh.... Kenapa kau bicaranya seperti itu? Dia itu kakak perempuanku" ucap Jessica tidak terima ketika Andre mengatakan ia tak peduli pada Cynthia.


" bagiku di dunia ini Wanita yang patut aku pedulikan adalah Ibuku, Nenek ku, saudara perempuanku, kamu dan ibumu. Selain itu aku tidak peduli. Itu prinsipku dan aku tidak akan merubahnya" ucap Andri dengan menatap bola mata Jessica.


" Terserah apa katamu Kak, tapi hargailah dia karena dia itu adalah kakakku" ucap Jessica dengan menatap balik wajah Andre.


" Aku tidak ingin ribut ataupun berdebat denganmu sayang karena membicarakan wanita lain, lebih baik kita bicarakan hal yang lain saja" ucap Andre yang melihat wajah Jessica yang sedikit kesal dengannya.


" wanita yang lain yang kau maksud itu adalah kakakku Kak, Ya Sudahlah kau ini seperti batu yang sangat keras, sulit sekali merubah cara berfikirmu" ucap Jessica kesal membuang pandangan wajahnya ke arah televisi.


" Jangan kau coba-coba merajuk padaku ya!" ucap Andre berbisik di telinga Jessica, Andre berbicara dengan bibir Andre yang menyentuh daun telinga Jessica hingga membuat aliran darah Jessica berdesir.


"Ahhh... kak kau membuatku geli" ucap Jessica kemudian menjauhkan wajah Andre dari wajahnya dengan tangannya.


" Jika kau merajuk padaku, aku akan membuatmu lebih merasakan geli dari ini sampai kau akan berteriak minta ampun pada ku" ancaman Andre pada Jessica dengan senyum mesumnya.

__ADS_1


" Sepertinya kau mulai mesum pada ku, Coba saja Jika kau berani melakukannya aku pastikan aku akan mematahkan leher mu Kak" Jessica balik mengancam Andre


" Hahaha kau sedang mengancamku Sayang?" Andre tertawa mendengar ucapan Jessica.


" Hai kalian sudah menertawakan apa?" tanya Leon yang menghampiri mereka, penampilan Leon sudah rapi dengan setelan jas yang Ia kenakan.


" Tidak ada, aku hanya menertawakan adik mu yang terlihat sangat menggemaskan" jawab Andre berbohong.


" hah.... Kau sudah menjadi budak cinta rupanya... geli sekali aku mendengarnya" ucap Leon kepada Andre.


" Bukannya Abang lebih dahulu menjadi budak cinta oleh Kak Kia?" tanya Jessica pada Leon.


" Jangan sebut nama perempuan itu lagi dihadapanku! Hubunganku dan dia sudah berakhir." ucap Leon wajahnya berubah menjadi datar dan dingin.


"Upsshhh" Jessica menutup mulutnya karena salah bicara.


" Sampaikan salamku pada ayah dan ibu aku berangkat terlebih dahulu, aku tak sempat pamit pada mereka jika aku menunggu mereka aku bisa terlambat datang ke kantor" ucap Leon sambil berlalu meninggalkan Jessica dan Andre di ruang televisi.


Tak berapa lama Lestari dan Nico keluar dari kamar pribadinya.


"Mana Leon? tadi ibu mendengar suaranya" tanya Lestari pada Jessica


" Dia sudah berangkat bu, katanya jika menunggu untuk berpamitan dengan ibu dan ayah dia bisa telat datang ke kantor." ucap Jessica pada Lestari.


" Bu tadi kata Abang Leon, hubungannya dengan Kak Kiara telah berakhir, apa Ibu mengetahuinya?" tanya Jessica pada ibunya.


" Ya Ibu dan Ayah mengetahuinya, Jangan bahas masalah ini sekarang, karena masalah ini begitu sensitif" ucap Lestari pada Jessica.


" Baiklah Bu" ucap Jessica menuruti apa kata orang tuanya itu.


" Ibu Ayah kami pamit dulu. Mungkin aku akan mengantarkan Jessica sangat larut malam nanti. Aku harap ibu dan ayah tidak perlu khawatir, aku akan menjaga kepercayaan ibu dan ayah kepadaku" ucap Andre ketika pamit kepada kedua orang tua Jessica.


" Iya nak kami percayakan Jessica kepadamu. Semoga kamu tidak mengecewakan kami" ucap Nico kepada Andre.


Andre pun menghampiri kedua orang tua Jessica untuk mencium telapak tangan kedua orang tua Jessica. Jessica pun mengikuti apa yang dicontohkan Andre kemudian mereka pergi meninggalkan kediaman Jessica menuju apartemen Andre.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2