Cinta Jessika

Cinta Jessika
Sepakat berjuang bersama


__ADS_3

Margaret terlihat sedang berbincang penuh ke akraban dengan Endah di ruang televisi. Margaret menceritakan sosok Jimmy di waktu kecil yang membuat Endah tertegun.


Saat Margaret dan Endah tengah membicarakan Jimmy pintu apartemen Jimmy terbuka. Nampak terlihat sosok Leon berjalan masuk kedalam unit apartemen. Leon menghampiri Endah yang tengah duduk berdua bersama Margaret


"Apakah kalau sudah merasa baikan Endah?" Tanya Leon yang masih setia berdiri menatap sang adik.


"Ya aku sudah merasa baikan Bang Leon, seperti yang Abang lihat sekarang." Jawab Endah.


"Bisa kita bicara empat mata Ndah?!" Leon mengajak Endah bicara empat mata.


Mendengar ajakan Leon kepada Endah, Margaret yang sadar diri pun akhirnya pamit undur diri, setelah bayangan Margaret menghilang barulah Endah menjawab ajakan Leon.


"Tentu bisa Bang, tapi bisakah Abang berlaku sopan dengan menyapa calon kakak iparku terlebih dahulu? Aku tidak suka sikap Abang yang seakan menganggapnya tidak ada. Memangnya apa sih yang ingin abang bicarakan pada ku?" Ucap Endah menjawab ajakan Leon dengan omelannya.


"Aku memang seperti ini dingin pada setiap wanita terkecuali Ibu ku, adikku dan kekasihku."sahut Leon.


"Hah dasar manusia kulkas bisa-bisanya Anna memcintai pria macam ini. Eh tapi begini-begini dia itu Abang kandungku loh...hehehe..." batin Endah.


"Ya sudah cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan pada ku Bang?"


"Tentunya kau sudah tahu kalau kau adalah adik kandung ku yang telah ditukar oleh mantan calon istri ayah kita bersama Nyonya Suci yang merupakan ibu dari mantan bos adik kita itu."


"Iya aku tahu itu."


"Lalu apa tanggapan mu?"


"Tidak ada... aku tak tahu harus bagaimana menanggapi akan hal itu. Yang aku bingung kan sekarang aku harus pulang kemana? Ke rumah orang tua angka aku atau ke rumah kedua orang tua kandung ku?"


"Kau akan tinggal bersamaku. Kedua orang tua kita sedang tinggal di mantion kakek kita Kakek Abraham bersama Cynthia. Mereka belum mengetahui akan hal ini. Kakek juga melarang ku untuk memberitahukan akan hal ini pada mereka. Entah apa yang sedang di rencanakan Kakek, kita hanya bisa menuruti saja perintahnya."


"Itu tidak jadi masalah bagiku Bang, yang jadi masalah bagiku jika urusan percintaanku ada yang ikut campur baik oleh kedua orang tuaku, diri mu atau pun kakek. Aku tidak ingin seperti Jessica menikah karena perjodohan Jessica hanya bernasib beruntung saja bisa menikah dengan Andre pria yang dicintainya sekaligus pria yang dijodohkan kakek padanya. Dan kau juga pastinya kau melamar Anna saat itu atas permintaan kakek bukan?"


"Ya kau benar aku melamar Anna atas permintaan kakek tapi jauh sebelum itu aku sudah memiliki rasa pada sahabat mu itu hanya saja saat itu aku sudah memiliki kekasih dan saat aku melamar Anna aku sudah mengakhiri hubunganku dengan mantan kekasih ku itu. AKu ke sini selain ingin melihat kondisimu aku juga akan membahas hal penting ini pada mu."


"Hal penting Apa?"


"Tentang kau dan Jimmy."


"Aku tekankan padamu Bang aku tak mau dipisahkan oleh Jimmy!" Pekik Endah.


"Aku tak akan memisahkan dirimu dengan Jimmy. Malah aku akan menikahkanmu dengan pria Kanebo keringmu itu."


"Benarkah?"


"Iya benar,orang tua angkatmu meminta saham perusahaannya yang dimiliki Andre sebesar 30% sebagai ganti rugi telah membesarkanmu Andre mau memberikan saham itu secara cuma-cuma tapi dengan syarat kau harus menikah dengan Jimmy."


"Matre sekali mereka pantas saja aku matre ternyata mereka menurunkannya pada ku." Batin Endah.


"Baik dan royal sekali adik ipar sengke ku itu ya Bang? Mau merelakan hartanya untuk diri ku.Aku sangat menyetujui syarat yang diberikan oleh Andre adik iparku itu,nanti setelah Jimmy pulang aku akan memberitahukan akan hal ini pada Jimmy."


"Syarat yang menguntungkan ku hahahaha..." batin Endah bersorak senang.


"Memangnya Jimmy kemana?" Tanya Leon.


"Sedang pergi ada urusan penting." Jawab Endah.


"Ooo.... aku tahu Ndah, kau pasti akan menyetujui syarat itu, Andre pun berkata demikian tapi menurut Andre tidak untuk Paman Adam dan juga Kakek Abraham. Kau harus membantuku meyakinkan mereka tentang hubunganmu dengan Jimmy."


"Itu hal mudah bagiku Bang."


"Kau percaya diri sekali, kau belum mengenal bagaimana Kakek dan Paman bukan?"

__ADS_1


"Ya memang aku belum mengenalnya tapi mereka belum mengenal bagaimana aku kan Bang?" Sahut Endah membalikkan ucapan Leon.


"Ya sudahlah, memang sulit jika bicara dengan mu. Kalau kau menyanggupinya sampai bertemu di makan malam nanti di unit apartemenku. Kita akan makan malam bersama. Ajak Jimmy jangan lupa."


"Ya aku akan datang bersama Jimmy nanti."


"Endah apa kau masih ingin disini?"


"Ya aku akan disini sampai Babang Jimmy ku datang, memangnya kenapa Bang?"


"Endah, apa sebaiknya kau menunggunya di unit apartemenku saja. Tidak baik perempuan dan laki-laki dalam satu unit apartemen bersama tanpa ikatan pernikahan." Leon mengingatkan Endah.


"Kau tenang saja Bang aku tidak akan berbuat yang macam-macam dengan Jimmy. Bagiku ke virginan yang ku miliki adalah harga diri ku yang harus ku jaga. Dan ku ingatkan pada mu jangan samakan aku dengan adik gadunganmu itu yang mau dicelup sana sini." Ucap Endah menekankan di akhir kalimat sembari berkacak pinggang.


"Aku hanya khawatir karena kau adalah adikku. Tolong jaga kepercayaanku, Endah jangan sampai kau melakukan kesalahan seperti Cynthia!" Ucap Leon kembali memperingatkan.


"Baru saja aku katakan jangan sama kan aku dengan si Ulat Derik. Aku ini wanita yang kuat, tanghuh dan berprinsip. Tolong percayalah padaku!" Sahut Endah memohon kepercayaan pada Leon.


"Oke baiklah Aku percaya pada mu. Baik-baiklah disini, aku akan kembali ke unit apartemenku menemui Paman kembali."


"Pergilah Bang! Aku ingin tidur tanpa di ganggu siapapun. Tubuhku lelah karena baru saja melakukan perjalanan jauh."


"Kau mengusir ku Ndah?"


"Nggak, memangnya ada kalimat ku barusan yang mengatakan aku mengusirmu, Bang?"


"Ada."


"Yang mana?"


"Kau bilang, pergilah Bang! Aku ingin tidur tanpa di ganggu siapapun. Berarti kedatangan ku ini sudah menggangu mu?"


"Aishhh Baper sekali Abang ku ini, tadi bukanya kau yang bilang ingin kembali ke unit mu, aku ini hanya menambahkan saja, jika kau pergi aku mau tidur. Ahh...sudahlah pantas saja Jessica suka error jika di kampus. Punya Abang sepertimu membuatku erosi..." ucap Endah kesal.


"Aku maunya bilang erosi, Bang!"


"Bicaralah yang benar jangan seperti Jessica. Kalian ini berdua sama saja."


"Tentu sama kan kita berdua adik kakak."sahut Endah cepat.


"Ah...sudahlah. Mengapa hidupku di takdirkan punya adik yang sama tidak warasnya seperti mereka." Gumam Leon sambil berjalan meninggalkan Endah dengan suara yang sengaja dikencangkan supaya Endah mendengarnya.


"Aishhhh Streesss...."umpat Endah dengan suara pelan namun masih terdengar oleh Leon.


"Kau yang stress bukan aku." Pekik Leon kemudian membanting pintu apartemen Jimmy.


Dua jam kemudian tepatnya pukul 17.30 Jimmy telah kembali ke unit apartemennya.


"Babang Jimmy dari mana sih kau sudah pergi meninggalkanku lebih dari dua jam,"sapa Endah saat melihat Jimmy berjalan menghampitinya yang tengah duduk di sofa ruang televisi.


"Kau sudah sadar dan bangun?" Tanya Jimmy yang membelai rambut hitam panjang Endah yang tergerai.


"Sudahlah, seperti yang Babang lihat aku sudah bangun dan terlihat cantik bukan walaupun belum mandi."


"Ya kamu memang cantik.Apa Kak Margareth tidak memberitahukannya padamu, kalau aku pergi?"


"Ya dia memberitahuku kalau anaknya diculik oleh Rania si wanita sundel bolong itu. Apa kau sudah berhasil membebaskan Kenzo keponakanmu itu?"


"Sudah sayang sekarang Kenzo berada di rumah sakit, dia butuh pemeriksaan dan perawatan karena Rania tidak memberinya susu selama dua hari ini. Dia hanya memberi air mineral dan obat tidur pada Kenzo, agar Kenzo berhenti menangis."


"Apa??? Jahat sekali dia Babang, benar-benar kejam. Orang seperti dia tak pantas hidup di dunia ini, kalau aku jadi diri mu sudah ku habisi saja dia." Ucap Endah penuh Emosi.

__ADS_1


Jimmy tersenyum mendengar ucapan Endah.


"Sepertinya kamu emosi sekali padanya? Kita lanjutkan ceritanya nanti saja ya? Aku ingin membersihkan diriku dulu, tubuhku sudah dangat lengket. Apa kamu sudah lapar sayang? Kamu mau makan apa? Biar nanti aku pesankan."


"Belum Aku belum lapar, Aku sedang mengosongkan perutku sekarang, karena nanti malam kita akan makan malam bersama di unit apartemen Bang Leon, Babang Jimmy akan datang bersama ku kan?"


"Ya aku akan datang bersama mu. Baiklah aku mandi dulu?"


Endah menganggukan kepalanya dan Jimmy pun meninggalkan Endah yang masih duduk di ruang televisi.


Tiga puluh menit kemudian Jimmy sudah berpenampilan rapi dan segar begitu pula dengan Endah.


Sambil menunggu jam makan malam mereka berdua berbicara serius mengenai perihal yang diberitahukan Leon pada Enda barusan.


"Bagaimana Babang Jimmy ku? Apa kau mau menikahiku?


"Jadi kamu sedang melamarku Dedeku?" Tanya Jimmy dengan senyum menggoda.


"Ya bisa di bilang begitu," jawab Endah dengan tersenyum.


"Ya aku mau menikahimu sayang. Tapi aku tidak yakin dengan paman Adam dan kakek Abraham akan merestui kita pastinya dia sudah menyiapkan jodoh untukmu, sepertinya yang dia lakukan pada Nyonya muda dan Abang Leon mu itu." Tutur Jimmy dengan wajah yang serius.


"Aku tidak perduli mereka itu orang baru dalam hidupku jadi dia tidak berhak untuk mengatur kehidupanku, selama ini aku sudah hidup dalam penderitaan tanpa orang yang menyayangiku dengan kasih sayang secara tulus, sekarang ketika aku menemukannya setelah ada pria yang mencintaiku dengan tulus, kenapa aku harus meninggalkannya hanya demi mereka yang akan menjauhkan pria yang ku cintai?"


"Kamu begitu memiliki pendirian yang kuat sayang. Aku mencintaimu Dede Endahku."


"Sama aku juga mencintaimu Babang Jimmy ku. Jadi bagaimana Babang Jimmy, Apa kau mau berjuang bersamaku?"


"Iya aku akan berjuang bersamamu."


"Janji kau tak akan berubah dan meninggalkanku?"


"Aku berjanji tidak akan berubah dan meninggal kamu Dede Endah ku."


"Soalnya tadi saat aku tertidur ada yang bilang aku mencintaimu tapi tolong maafkan aku jika aku berubah dan meninggalkanmu ada yang bilang seperti itu tadi."


"Hei sayang....Jadi kau mendengarnya?"


"Ya tentu aku mendengarnya dari awal Dokter Gunawan datang Aku sudah mendengar semuanya, aku mendengar kecemasanmu, aku mendengar semua ucapanmu semuanya aku tahu. Terima kasih ya Babang Jimmy kau sudah mencintaiku dengan tulus dan sebaik ini aku belum pernah merasakannya sebelumnya." Ucap Endah dengan wajah berbinar.


"Jadi kau pura-pura pingsan tadi rupanya hemmm?" Ucap Jimmy sembari mencubit pelan pipi kekasihnya.


"Ya begitulah."


"Kenapa kamu lakukan itu? Aku sangat cemas tadi, aku takut kamu kena serangan jantung dan mati."


"Aishhh kau menyumpahi aku mati ya?"ucap Endah dengan mata yang tajam menatap Jimmy.


"Tidak sayang tidak." Jawab Jimmy yang seakan takut dengan tatapan Endah.


"Awas saja kau Babang Jimmy." Ucapa Endah dengan tatapan mata menyeringai.


"Sudah jangan marah,,, sekarang katakan pada ku kenapa kamu pura-pura pinsang hemm?"


"Aku sangat hafal betul kalau Jessica terkejut dia kan pingsan makanya aku ikut-ikutan saja supaya aku lihat Bagaimana reaksimu jika aku pingsan ternyata luar biasa reaksimu begitu so sweet begitu manis buat hati aku klepek-klepek jadinya."


"Benarkah? Tapi lain kali kau jangan melakukan hal ini lagi ya! aku hampir ingin bunuh diri jika kau sampai mati karena mendengar berita yang membuatku sama terkejutnya."


"Oh ya.... Kanebo kering ku mau bunuh diri karena aku, So sweet banget sih jangan-jangan kamu sudah bucin ya sama aku Babang Jimmy?"


"Sepertinya begitu." Sahut Jimmy sembari tersenyum.

__ADS_1


"Hahaha ....senang hati Dede mendengarnya,"


__ADS_2