Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kabar yang tak enak didengar


__ADS_3

Kedua anak Fabian telah sampai di kediaman Fabian. Fabian yang sudah pulang sejak sore tadi menyambut kedatangan kedua anaknya di teras rumah.


" Papi..." panggil Hana dan Hani ketika sudah turun dari mobil Iya terlihat gembira melihat Papinya menunggu kehadiran mereka di teras rumah. Mereka pun berlari ke pelukan Fabian.


" Oh anak-anak Papi.. Sepertinya kalian senang sekali hari ini" Fabian memeluk kedua putrinya


" Iya senang dong Pih" jawab Hana dan Hani


" Oh ya...??"


"iya dong pih...Papi kaya nggak percaya sih." ucap Hana


Toto yang terlihat sibuk menurunkan banyak mainan dari mobil mencuri perhatian Fabian.


" Toto mainan siapa yang kau turunkan itu banyak sekali?" tanya Fabian keheranan.


" Punya Nona Hana dan Hani Pak, Tadi baru beli di supermarket." jawab Toto sekenanya.


" Siapa yang membelikan mainan sebanyak itu apa Jessica yang membelikannya, seperti tidak mungkin?" tanya Fabian lagi.


" Memang bukan Pak, teman pria Nona Jessica yang membelikan semua ini pak." jawab Toto sejujurnya. Jawaban Toto seketika itu juga membuat suasana hati Fabian memanas.


" Teman pria?" tanya Fabian penasaran memandang tajam wajah Toto mengharapkan penjelasan lebih.


" Iya pih temennya tante Jessica namanya Om Andre, orangnya ganteng deh pih, udah gitu orangnya baik banget deh pih, semuanya dibeliin Om Andre" ucap Hani memuji Andre dengan polosnya. Dia tidak mengetahui betapa Papinya saat ini terbakar api cemburu.


" Om Andre?" tanya Fabian masih penasaran.


" Iya apa Papi mengenal Om Andre?" tanya Hana.


" Mungkin Papi mengenalnya sayang" jawab Fabian mengira-ngira Andre yang dimaksud adalah Andre dari Batara Group.


" Papi tahu nggak sih tadi tante Jessica dipeluk loh sama Om Andre romantis banget seperti Prince and Princess" ujar Hani polos. Membuat suasana hati Fabian makin panas ia menahan emosi dan kecemburuannya di hadapan anak-anaknya.


" Iya Pih, apa Om Andre pacarnya tante Jessica ya, karena mereka terlihat cocok" Hana menimpali perkataan Hani. Jantung Fabian makin bergemuruh menahan rasa kecemburuannya.


" Om Andre bukan pacar tante Jessica sayang" Jawab Fabian, ia berusaha tenang menjawab pertanyaan kedua putrinya.


" Tapi kelihatannya Om Andre sayang banget sama tante Pih, selesai belanja di supermarket Om Andre antar kita ke parkiran bantu tante bawa barang-barang belanjaan." ujar Hana.


" Iya Pih, habis itu Om minta hadiah dari kita karena sudah membelikan kita mainan. Terus Hani kasih hadiah ciuman aja untuk Om Andre, eh Om andrenya senang, pintarkan Hani pih" ujar Hani polos. Fabian menanggapi perkataan Hani dengan senyuman.


" Iya Hana juga kasih ciuman untuk Om Andre Pih, Hana juga pintarkan pih?" ucap Hana tak mau kalah.

__ADS_1


" Terus habis itu Om Andre bisik-bisik sama tante Jessica juga loh Pih, terus habis itu tante Jessica di cium juga sama Om Andre." ucap Hani polos.


" Tante Jessica dicium, di mana??"tanya Fabian penasaran.


"Di sini Pih di sini." jawab Hani menunjukkan keningnya.


Fabian terdiam mendengar kedua anaknya menceritakan kejadian di supermarket, Fabian menahan emosi dan rasa cemburunya di depan anak-anaknya. Dia merasa Mengapa Jessica begitu gampangnya dicium oleh Andre berkali-kali. Sedangkan dirinya selalu gagal ketika ingin mencium Jessica.


" Sayang Apa kalian sudah mandi?" tanya Fabian kepada kedua anaknya, ia mengalihkan pembicaraan yang membuat hatinya makin panas.


" Sudah Pih, kita tadi dimandikan tante Jessica." jawab Hani.


" Seru deh pih, kita main air bareng tante waktu kita mandi bareng, Coba kita punya mami pasti kita tiap hari mandi bersama mami" ucap Hana lirih.


" Iya-iya, Coba kita punya Mami tapi kalau boleh Hani mau punya Mami seperti tante Jessica boleh tidak Pih?" Hani mengutarakan keinginannya pada Fabian.


" Boleh sayang nanti Papi akan minta tante Jessica untuk menjadi Mami kalian Kalau kalian mau" jawab Fabian menyenangkan hati putrinya yang sedih karena tidak memiliki seorang mami.


"Mau...mau...mau pih." jawab mereka bersamaan,mereka begitu senang mendengar perkataan Fabian.


" Andai Kau tidak meninggalkan kami Margareth pasti mereka akan bahagia bersama mu, kamu lebih mementingkan duniamu dibandingkan anak-anakmu." batin Fabian.


" Aku akan memanfaatkan anak-anakku untuk mendapatkanmu Jessica." batin Fabian lagi.


" Apa itu Pih?" tanya Hana.


" Kalian harus menjauhkan calon Mami kalian dari semua pria yang mendekati calon Mami kalian termasuk Om Andre." ujar Fabian, ia tersenyum licik.


" Oke Papi Itu sangat mudah bagiku." jawab Hani.


" Tapi Om Andre baik pih." sanggah Hana.


" Hana, Apa kamu mau Tante Jessica mu diambil oleh Om Andre?" tanya Fabian menakut-nakuti Hana dengan menatap serius wajah putrinya itu.


" Tidak Pih Hana nggak mau." jawab Hana ketakutan Jessica diambil oleh Andre.


" Kalau kamu nggak mau kehilangan tante Jessica, Ikutilah apa kata-kata Papi." pinta Fabian


" Iya Pih, Hana akan ikutin apa kata-kata Papi." ucap Hana menurut apa kata Fabian


Fabian bersorak di hatinya rencana liciknya akan dijalankan oleh kedua anaknya untuk mendapatkan Jessica.


Malam hari setelah makan malam Fabian meminta Hana dan Hani untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebelum mereka tidur.

__ADS_1


" Sayang kerjakan pekerjaan rumahmu dulu sebelum tidur Jangan lupa siapkan buku pelajaranmu untuk esok hari, pastikan tidak ada yang tertinggal!" perintah Fabian kepada kedua anaknya.


" Pekerjaan rumah sudah dikerjakan tadi Pih di rumah Tante Jessica, Tante Jessica sudah membantu kami mengerjakan pekerjaan rumah Sedangkan untuk menyiapkan buku, sudah kami lakukan tadi." jawab Hana.


" Kalau begitu kalian Pergilah tidur jangan nonton TV terlalu larut." pinta Fabian lagi.


" Bolehkah Papi bacakan dongeng untuk kami? Seperti tante Jessica tadi siang, sebelum kami tidur siang tante Jessica membacakan kami sebuah dongeng." pinta Hani.


" Tentu sayang, Papi akan bacakan untuk kalian seperti apa yang kalian mau." jawab Fabian.


" Jessica kamu membawa kebiasaan baru untuk anak-anakku, sekarang boleh saja aku yang melakukannya tapi nanti ketika kau sudah menjadi istriku kaulah yang harus melakukannya." batin Fabian.


Mereka pergi ke kamar tidur Hana dan Hani Fabian mengambil kursi dan duduk di tengah-tengah antara ranjang Hana dan ranjang Hani. Fabian membacakan dongeng hingga kedua anaknya tertidur. Fabian memastikan kedua anaknya telah tertidur baru dia menghentikan membaca dongeng, merapikan selimut kedua anaknya dan mematikan lampu kamar tidur anaknya, menggantinya dengan lampu temaram.


Keluar dari kamar Hana dan Hani Fabian menelpon Alan


" Halo Alan, besok datanglah lebih awal tapi tidak seperti tadi pagi." sapa Fabian langsung to the point.


" Baik Pak saya akan datang sesuai dengan apa yang bapak inginkan." jawab Alan. Fabian langsung menutup panggilan telepon setelah mendapat jawaban dari Alan.


" Pasti dia mau menjemput Nona Jessica lagi." batin Alan.


Di sisi lain Jessica yang berada di kamarnya sedang memilih-milih lagu apa yang akan ia nyanyikan di pentas seni nanti.


"Ting." notifikasi pesan di ponsel Jessica berbunyi.


Terlihat nomor asing yang mengirimnya pesan. Ia pun membukanya.


" *S*elamat tidur cinderellaku, dari aku yang mencintaimu Fabian." tulis Fabian pada pesannya.


Jessica tersenyum membaca pesan dari Fabian hatinya merasa berbunga-bunga mendapatkan pesan itu.


" Dia pakai nomor siapa ya dari tadi dia kirim pesan pakai nomor ini nomor dia kan masih gue blokir." ucap Jessica pada dirinya sendiri. Jessica masih enggan untuk membuka komunikasi dengan Fabian.


Selang beberapa lama dari pesan Fabian ada pesan masuk lagi Ia mendapatkan pesan dari temannya Amara.


" Jess, jangan lupa besok kita latihan vocal, datang pagi ya, kita dapat jatah pagi" **t**ulis Amara dalam pesannya.


" Oke say... gue usahain datang pagi tepat waktu." tulis Jessica dalam pesannya.


" Mudah-mudahan nggak sampai siang latihannya, karena besok gue harus jemput Hana dan Hani gue nggak mau buat mereka sedih lagi." ucap batin Jessica.


Setelah menemukan lagu yang cocok untuknya, Jessica pun menyudahi kegiatannya dan pergi tidur.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2