Cinta Jessika

Cinta Jessika
Jimmy 2


__ADS_3

"Tuan Jimmy, kenapa Anda membuat kegaduhan di kediaman kami?" Tanya Bagas yang datang menghampiri Jimmy yang terus memekikkan nama putranya dengan Suci yang mengekori langkah sang suami yang kini tak menganggap keberadaannya.


"Dimana Fabian?" Tanya Jimmy dengan suaranya yang meninggi.


"Ada apa Anda mencari putra saya Tuan Jimmy?" Bagas malah balik bertanya tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan Jimmy yang terlihat marah.


"Jangan coba-coba menyembunyikan Fabian, Tuan Bagas! Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa bukan?!" Jawab Jimmy dengan mengingatkan Bagas dengan siapa saat ini dia berhadapan.


"Kesalahan apalagi yang putra saya lakukan hingga Anda semarah ini, Tuan Jimmy?" Tanya Bagaskara yang pandangannya terpusat pada tangan kanan Jimmy yang menggenggam sebuah pistol.


"Kesalahannya putramu sangat banyak Tuan Bagas. Cepat suruh dia keluar! Jangan bersembunyi dan menjadi seorang pengecut!" Jawab Jimmy.


"Dia masih berduka Tuan Jimmy, bisakah Anda datang lain waktu untuk menemuinya. Berikan dia ruang untuk menenangkan dirinya." Balas Bagas yang malah megundang gelak tawa Jimmy yang menakutkan.


"Dor...dor..." Dua kali suara tembakan terdengar dari pistol yang ada di tangan Jimmy.


"Panggil dia keluar atau peluru ini bersarang di kepala mu dan istri sialan mu ini Tuan Bagas!" Perintah Jimmy yang amarahnya sudah diubun-ubun.


"Ba-baik Tuan Jimmy." Jawab Bagas yang kami bergemetar begitu juga dengan wanita tua yang nampak takut dengan sosok Jimmy dihadapannya.


Belum sempat Bagas beranjak memanggil sang Putra. Fabian sudah datang menghampiri Jimmy. Sosok yang di cari dan ditunggu-tunggu oleh Jimmy datang. Tanpa banyak bicara dan basa-basi Jimmy menghampiri Fabian yang wajahnya terlihat begitu sembab.


Bugh...bugh...

__ADS_1


Jimmy langsung saja menghadiahkan bigem mentah pada wajah sembab Fabian. Fabian tak melawan sedikitpun. Seluruh orang di rumah itu menjerit apalagi Suci saat melihat wajah putranya babak belur.


"Apa yang kau lakukan pada Kakak ku brengsek?" Tanya Jimmy yang terus memukuli wajah Fabian.


"Aku tak melakukan apapun." Jawab Fabian dengan suara lemahnya.


Beberapa kali ia meringis kesakitan tapi Jimmy seakan tak perduli dan terus menghantam wajah Fabian dengan kepalan tangannya.


"Jangan membohongiku Bregsek!" Balas Jimmy yang berada diatas tubuh Fabian.


"Untuk apa kau tampung Cynthia keponakanmu itu unit apartemen milik mu Hah? Apa yang kalian rencanakan Brengsek?" Tanya Jimmy yang membuat Bagas terkejut dan langsung saja menatap tajam Suci sang istri yang tengah berdiri disampingnya. Ia sedang meringis melihat sang putra di pukuli tanpa henti oleh tamu tak diundangnya.


"Mommy, katakan siapa Cynthia yang di maksud Tuan Jimmy?" Tanya Bagas yang mencengkram lengan Suci sang istri.


"Di-dia putri Melani." Jawab Suci yang bibirnya menyengir kesakitan.


"I-iya Daddy." Jawab Suci yang ketakutan mendapatkan amukan dari sang suami.


"Suci, apa yang kau lakukan selama ini dibelakang ku?" Tanya Bagas lagi dengan raut wajahnya yang sulit untuk di gambarkan lagi.


"A-ku tak melakukan apapun dibelakang mu Daddy." Jawab Suci berbohong.


"Aku tak percaya dengan jawaban mu Suci apalagi kau menjawab pertanyaan ku dengan tergagap seperti itu." Balas Bagas yang makin mencengkram tangan sang istri.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau rencanakan dengan Cynthia Fabian? Kenapa Cynthia membayar karyawan apartemen untuk melakukan sabotase pada CCTV apartment? Dan kemana kau saat Margareth membawa ketiga anaknya pergi dari apartemen? Apa kau juga yang membayar supir truk itu untuk menabrak mobil Kakak ku?" Jimmy mencecar pertanyaan pada Fabian.


"Aku tak akan mungkin tega mencelakai ibu dari ketiga anakku Jimmy. Aku tidak merencanakan apapun dengan Cynthia. Aku menampungnya karena dia sudah kalian buang. Dia tidak memiliki siapapun di kota ini selain aku Omnya." Jawab Fabian yang menutupi semua rencananya pada Jimmy.


"Kau tunggu saja waktu dimana aku akan membuatmu berhenti bernafas dengan cara yang lebih menyakitkan dengan apa yang dirasakan Margareth dengan ketiga anaknya." Ucap Jimmy sebelum meninggalkan Fabian yang terkapar dengan luka di sekujur wajahnya.


Fabian berusaha bangun dari posisinya dibantu oleh beberapa ART pria di rumahnya. Fabian di bantu untuk didudukan di sebuah sofa, lalu kemudian ART wanita membantu memperbersihkan luka-luka pada wajahnya.


"Apa jangan-jangan kau adalah dalang dari semua ini Suci? Kau masih saja tak bisa menerima Margareth adalah menantu kita. Jangan bilang kaulah yang menghabisi nyawa Margareth dan ketiga anaknya untuk ambisimu menyatukan Fabian dengan Jessica?" Tebak Bagas yang ada benarnya namun Suci terus menyangkal.


"Aku tak mungkin setega itu menghabisi cucu ku Dad." Sangkal Suci yang tak langsung dipercayai oleh Bagas.


"Perlu kau tahu Suci, Jimmy itu adalah bagian dari keluarga Brata Kusuma. Melukai hatinya sama saja kau melukai hati Brata Kusuma yang menyayanginya seperti anak sendiri. Bukankah aku sudah megatakan padamu terimalah Margareth dengan hati yang terbuka karena dia adalah sepupu dari seorang Jimmy yang lebih menyeramkan dari Abraham ataupun Adam. Sekarang bersiaplah menerima kehancuran mu dan kau perlu ingat Suci aku dan kedua anakku tak ingin ikut campur dengan semua urusanmu yang bisa merugikan kami. Sebelum aku masuk dalam jurang kehancuran mu lebih baik kita berpisah." Bagas berkata dengan menatap tajam dan mencengkram kuat tangan sang istri yang pernah ia cintai setulus hati.


"Daddy..." Pekik Suci memanggil sang suami yang pergi berlalu meninggalkannya setelah mengatakan kata pisah.


Di sudut kota D, dua anak manusia yang baru saja tiba di kota D dan sekarang tengah berada di dalam sebuah apartemen yang baru saja mereka sewa tengah bergelut menuntaskan hasrat mereka di atas ranjang.


Dua anak manusia yang tak lain adalah Cynthia dan juga Diego. Semalam mereka baru saja tiba di kota D. Setelah berpamitan dengan Fabian, Cynthia yang di jemput Diego segera melakukan perjalanannya menuju kota D dengan menggunakan penerbangan terakhir pada malam itu.


Cynthia tidak mengetahui dengan kepergian selama-lamanya dari istri Omnya tersebut. Kemarin pagi, ia hanya di minta Suci untuk merayu Karta kepala tim perawatan CCTV di apartemen Louis dengan tubuh indahnya untuk melakukan sabotase sesuai keinginan Suci.


Kepergian Cynthia dan Diego ke kota D malam itupun sudah direncanakan oleh wanita tua itu yang penuh dengan rasa dendamnya pada sahabat yang selalu berbuat baik pada dirinya.

__ADS_1


Kembali ke kota J, Suci yang tengah duduk di sebuah kursi taman rumahnya. Ia sedang menenangkan dirinya seorang diri. Ia duduk terdiam sambil memikirkan rencana apa selanjutnya yang ingin ia lakukan.


"Andre dan Jimmy sedang berada di kota ini, itu artinya Jessica berada seorang diri di Mansionnya, pasti Andre akan meminta Lestari dan Nico menemaninya bisa juga Jessica di minta tinggal bersama Abraham di Mansion pria tua itu. Itu artinya ada kesempatan untuk Diego dan Cynthia melancarkan aksi mereka." Ucap Suci yang ada di dalam pikirannya.


__ADS_2