
Di kota J.
Fabian dan keluarga kecilnya baru saja menyelesaikan sarapan pagi mereka. Fabian terlihat tengah sibuk dengan ponselnya. Dalam ponselnya ia memerintah Alan untuk tetap melaksanakan liburan untuk karyawannya yang sudah direncanakan sedari awal.
Tadinya liburan yang direncanakan Fabian itu bertujuan untuk mendekatkan dirinya kembali pada Jessica namun suratan takdir berkata lain.
Memang benar kita hanya bisa merencanakan sesuatu dan hanya takdir dan Tuhanlah yang menentukan.
Ketika Fabian tengah sibuk membalas chat WhatsApp dari Alan, tiba-tiba masuk notifikasi pesan Whatsapp dari Tuan Adam. Fabian pun membukanya.
Tuan Adam.
Selamat menempuh hidup baru Pak Fabian. Semoga Anda tak lupa akan janji Anda terhadap saya tentang Melani.
Fabian mengerutkan kedua alisnya saat membaca pesan WhatsApp dari Tuan Adam.
'Pria tua bangka ini tahu darimana aku menikah? Tidak bisakah dia menunda menagih janjinya padaku? Benar-benar menyebalkan orang ini.' rutuk Fabian dalam hatinya.
Fabian pun segera membalas pesan dari Tuan Adam.
Fabian.
Terimakasih atas ucapan Anda Tuan. Hari ini setelah jam makan siang saya akan mengantarkan Anda ketempat dimana kemungkinan besar Melani berada. Saya akan menunggu kedatangan Anda di Apartemen Louis.
Di kota D tepatnya di Mansion Adam. Adam tengah duduk memperhatikan asistennya memberikan makan tiger fish kesayangannya.
Tak lama dari dia mengirimkan ucapan pada Fabian. Fabian membalas pesannya. Ia pun segera membaca dan menjawab pesan dari Fabian.
Adam.
Ok...Saya akan datang ke apartemen Louis tepat waktu.
Setelah mengirimkan jawaban pesan singkat kepada Fabian. Adam segera memanggil Ferdy.
"Ferdy... siapkan pesawat untuk kita ke kota J. Kita akan ketempat persembunyian Melani." pekik Adam kepada Ferdy yang tengah asyik memberikan makan tiger fish kesayangan Tuannya.
"Baik Tuan." sahut Ferdy. Ia segera menghubungi staffnya untuk menyiapkan pesawat Jet pribadi milik keluarga Abraham Adijaya yang akan mengantarkan mereka.ke kota J.
*
*
*
Di Mansion Andre.
Empat jam sudah Jimmy dibuat menunggu oleh pasangan pengantin baru. Ia duduk sambil menekuk wajahnya. Benar kata Endah kini wajah Jimmy sudah terlihat seperti kanebo kering. Ia duduk berpindah-pindah dari ruang ke ruang untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
Sedangkan di kamar sepasang pengantin baru. Jessica tengah mengomel-ngomel dengan Andre.
"Kan aku bilang apa tadi kalau kak Andre ikut mandi bareng aku jadinya lama. Aku cape nih kak... Kaki aku kaya gak ada tulangnya melehoy... Semua ini gara-gara Kak Andre. Sebel aku jadinya." cerocos Jessica sambil memoles wajahnya dengan cream pelembab wajah.
"Sebel itu singkatan dari senang betul, bukan begitu sayang? Tadi kamu kelihatan senang di dalam kamar mandi bersama ku. Buktinya kamu minta lagi dan lagi, tapi kenapa sekarang kamu malah marah sama aku? Apa durasi yang tadi masih kurang hemm? " sahut Andre yang tengah menyisir rambutnya di depan meja rias. Ia tak terlalu menanggapi omelan istrinya.
"Aku ngomel karena ngerasa lemas dengkul aku Kak, aku mau istirahat tidur aja rasanya tapi harus pergi perjalanan jauh lagi huuhh..." keluh Jessica.
"Ok maafkan aku ya? Aku terlalu bersemangat dan terkesan menyiksa mu. Nanti di pesawat aku akan menemani kamu istirahat ok?" sahut Andre sembari memeluk tubuh istrinya dari belakang kemudian Andre mencium pipi istrinya dan ia sedikit berbisik di telinga istri tercintanya.
__ADS_1
"Jangan make up terlalu cantik ya sayang! Ingatlah selalu sayang cantiknya kamu hanya untuk aku seorang hemm." bisik Andre ditelinga istrinya.
"Iya Kak, aku cuma pakai cream pelembab wajah supaya gak kering wajah aku kak." balas Jessica.
"Ok baiklah sayang... Sayang, aku keluar duluan menemui Jimmy ya? Aku akan menunggu mu di bawah. Aku tidak enak dengan Jimmy yang sudah terlalu lama menunggu kita."
"Ya pergilah temui Jimmy aku akan menyusul."
Andre pun keluar dari kamarnya untuk pergi menemui Jimmy di lantai bawah. Andre berjalan menghampiri Jimmy yang duduk sembari memainkan ponselnya di ruang tamu.
"Jim... maaf sudah membuat mu menunggu lama." ucap Andre saat berdiri tepat di hadapan Jimmy.
"Tidak apa-apa Tuan, aku sangat mengerti dan harus mengerti kondisi Anda." sahut Jimmy dengan tatapan tak bersahabat.
"Sepertinya kau kesal sekali pada ku Jim?" tanya Andre seakan tak berdosa.
"Ya begitulah Tuan." sahut Jimmy sekenanya.
Andre mulai merasa Mood Jimmy sedang tidak baik karenanya.
"Hahaha... Jim, maafkan aku sobat. Aku janji tak akan membuat mu menungguku selama ini lagi kedepannya." Andre terus meminta maaf karena merasa tak enak hati dengan sahabat sekaligus assistennya itu.
"Sepertinya janjimu padaku akan jadi omong kosong Tuan. Kau akan terus membuat ku menunggu lama seperti ini kedepannya." balas Jimmy yang masih kesal pada Andre.
"Janji siapa yang omong kosong?" sahut Jessica yang tengah berjalan menghampiri suaminya dan Jimmy. Membuat kedua pria ini menghentikan pembicaraannya.
Jessica sedikit mendengar pembicaraan suaminya dan Jimmy. Dari pembicaraan yang sedikit ia dengar. Ia bisa menyimpulkan Jimmy tengah kesal pada suaminya karena telah membuat dia menunggu lama.
Jessica langsung menggandeng tangan suaminya dan menatap tajam wajah Jimmy yang terlihat ditekuk itu.
"Tuan Jimmy yang terhormat, kamu tidak boleh marah dengan suami tercintaku, kamu bisa menunggu lama seperti ini karena ulahku pada suami ku dan perlu diingat mulai saat ini waktu suamiku adalah milikku. Jadi dilarang kompline jika suamiku sedang bersama ku apalagi marah padanya. Jika aku tau kamu marah pada suamiku karena ulahku, aku pastikan Papi akan mengirim mu ke Planet Pluto."
"Mari Tuan dan Nyonya kita berangkat, mobil sudah saya siapkan dari empat jam yang lalu." ajak Jimmy dengan menyindir pasutri yang ada di hadapannya.
"Jimmm...."panggil Andre namun di abaikan oleh Jimmy.
"Dia masih ngambek ya kak?" tanya Jessica dengan suara yang begitu pelan.
"Sepertinya begitu."
"Aku laper kak belum makan."
"Makan di mobil ya, aku sudah minta Mbok Tina menyiapkannya di mobil."
"Hemm... tapi susunya gak lupa kan?"
"Tenang saja susu coklat hangat pasti selalu ada untuk mu." Andre menoel hidung istrinya.
Sepasang suami istri ini pun mengakhiri pembicaraan mereka kemudian berjalan mengekori Jimmy.
*
*
*
Bandara.
__ADS_1
Endah mulai bosan karena sudah hampir tiga jam dia duduk di dalam pesawat Jet bersama dengan sepasang kekasih yang tengah kasmaran.
"Aisss lama banget si pasangan keong racun datangnya. Gue udah lumutan nungguinnya nih... Bener-bener deh mau ikut jalan-jalan gratisan begini amat ya nasib-nasib dijadiin obat nyamuk dikacangin pula sama pasangan ulet keket Arghhhh...." pekik Endah.
Namun pekikan Endah yang sudah puluhan kali itu tidak ditanggapi oleh Leon dan juga Anna. Mereka malah terlihat asyik membahas rencana pernikahan mereka yang akan dilangsungkan 6 bulan ke depan.
"Sahabat - sahabat lak.nat arghhh..." pekiknya lagi.
"Endah brisik... ganggu aja." sahut Anna dengan mata yang memelototi Endah.
"Biarin brisik... gue bosen di kacangin mulu."
"Ya udah makanya sini nimbrung!" ajak Anna pada Endah.
"Males... bahas kawinan mulu bosen..." sahut Endah.
"Ya udah mau bahas apa sini?!" ajak Anna lagi.
"Pasangan keong racun lama banget si datangnya. BT gue nungguinnya. Jadi ke Paris gak si nih?" omel Endah tak karuan di penghujung pintu pesawat.
"Pasti jadi kan Kak Andre ada janji bisnis sama Koleganya disana." balas Anna.
"Tapi lama banget Ann, karatan ini gue nungguin dia."
"Besi kali karatan." sahut Anna.
"Jadi laperkan nih gue kelamaan nungguin pasangan keong racun."
"Laper ya makan lah Ndah... makan tinggal makan."
"Kita di dalam pesawat Ann bukan di dalam Bandara mana ada tukang jajanan. Gue rasa nih pilot di dalam udah pada bejamur nungguin keong racun gak dateng-dateng."timpal Endah.
"Bang... Abang gak denger Endah bilang laper dari tadi?Abang kok diem aja sih gak respon nyebelin deh." tanya Endah pada Leon.
"Denger." jawab Leon singkat.
"Terus..??" tanya Endah lagi.
"Terus apa??" jawab Leon.
"Ahh...bolot deh ahhh nasib - nasib..." ucap Endah kesal.
"Kamu mau makan apa? Kalau cuma bilang laper tapi gak bilang mau makan apa terus Abang harus apa Ndah?" Leon sewot karena Endah menyebutnya bolot.
"Harus apa ya harus pesen makananlah Bang masa pesen sepatu." sahut Endah.
"Ya makan apa maunya?" tanya Leon.
"Makan apa aja asal jangan keong racun." jawab Endah dengan muka di tekuk.
"Ban pesawat bakar mau?" tanya Leon meledek.
"Mau asal Abang dulu yang makan." jawab Endah sambil menatap kesal kedua orang dihadapannya.
"Hahaha...hahahaha..." Anna tertawa terbahak-bahak mendengar perdebatan antara Leon dan Endah.
"Kenapa ketawa?Apanya yang lucu?" tanya Leon dan Endah bersamaan sembari menatap sinis Anna. Leon dan Endah sama-sama melipat kedua tangan di dadanya. Yang berbeda hanya Leon dalam posisi duduk sedang Endah berdiri.
__ADS_1
"Hah..." Anna melirik wajah Endah dan Leon bergantian.
"Mirip" batin Anna.