Cinta Jessika

Cinta Jessika
Panggilan yang manis


__ADS_3

Mereka kini sudah berada di luar butik. Andre sedang mengantar Jessica dan kedua temannya ke mobil mereka. Jessica berjalan beriringan dengan Andre. Mereka berjalan dibelakang Ana dan Endah. Sesekali Andre melihat Jessica yang berjalan sambil menunduk. Andre menyadari Jessica malu dan gugup berada disampingnya. Andre yang melihat Jessica seperti itu dengan sigap meraih tangan Jessica kemudian menggandeng tangan Jessica itu, apa yang dilakukan Andre membuat Jessica terkejut dan menatap wajah Andre yang sedang tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya sendiri, Andre terlihat tak memperdulikan tatapan Jessica padanya, dia tetap menatap kearah depan masih dengan senyum yang merekah diwajahnya, tanpa menoleh kearah wajah Jessica. Andre yang menyadari Jessica menatapnya malah mempererat genggaman tangannya.


"Duh, gue makin deg deg kan jadinya kalau dia kaya gini." batin Jessica.


"Tanganmu begitu dingin, sepertinya kamu benar-benar gugup didekatku, gengam tangan ku dengan erat sayang, aku akan menghangatkan mu dengan cara ku." batin Andre.


Mereka sudah berada didepan mobil Anna. Ketika Jessica, Ana dan Endah ingin masuk mobil, tiba-tiba Jimmy datang menghampiri.


"Tuan, maaf mobil Anda sudah penuh dengan belanjaan mereka, Anda tidak bisa naik mobil bersama saya Tuan." ucap Jimmy pada Andre.


Andre tersenyum mendengar perkataan Jimmy dan menatap wajah Anna penuh arti, rupanya Ana sudah merampoknya tanpa ia sadari. Anna yang ditatap Andre hanya senyum cengengesan karena apa yang dilakukannya itu diketahui kakak sepupunya.


"Baiklah Jim, aku akan ikut mobil mereka. Kau ikuti kami dari belakang." ucap Andre pada Jimmy. Anna yang mendengar ucapan Andre langsung meleparkan kunci mobil pada Andre.


Anna dan Endah segera berlari dan segera masuk ke kursi belakang mobil. Mereka sengaja melakukannya agar Jessica duduk berdua didepan bersama Andre.


Apa yang dilakukan kedua sahabatnya tidak luput dari pandangan Jessica.


"Kalian berdua benar-benar mengesalkan, tidak tahukah kalian rasanya jantung ku ini mau copot kalau terus berdekatan dengan dia." ucap batin Jessica.


"Ayo Jess, mau sampai kapan kamu berdiri terus disini? Lihatlah mereka sudah masuk kedalam mobil!" Andre menarik tangan Jessica menggadengnya berjalan mendekati mobil Anna, ia membukakan pintu mobil untuk Jessica dan membiarkan Jessica masuk lalu menutup pintu mobil dengan pelan hampir nyaris tak berbunyi.


"Uh... So sweet... Gila Ann so sweet banget kakak sepupu lu Ann memperlakukan Cinderella kita, bikin gue kepengen aja." celoteh Endah.


"Endah bisa diem gak lu! Lu udah pernah ngerasain di tabok pake sepatu kerja gue belum?" omel Jessica pada Endah.


"Belum kenapa?" balas Endah.


"Sini kalau belum, gue tabok, mana muka lu?" ucap Jessica tubuhnya sudah menghadap ke kursi belakang dengan sapatu ditangannya.


"Eh udah... Kenapa sih ribut mulu nih kalian berdua kalau deketan." Anna coba melerai keributan diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Ini nih si Cinderella bar-bar yang duluan ngajakin berantem Ann." ucap Endah membela dirinya dengan suara manja seakan mengadu pada Anna.


"Hai kalian kenapa?" tegur Andre ketika masuk kedalam mobil ketika ia melihat dan menyadari ada keributan didalam mobil. Teguran yang diberikan Andre mengagetkan Jessica. Jessica segera melepaskan sepatu di tangannya hingga membuat sepatunya terjatuh ke kursi belakang.


"Eh enggak kok" jawab Jessica kikuk.


"Itu kak, Jessica mau nabok muka ku pakai sepatu kerjanya. Ini buktinya" adu Endah pada Andre dengan menunjukkan bukti sepatu Jessica yang ia jatuhkan tadi.


"Yeah dasar tukang ngadu." timpal Anna.


Andre hanya tersenyum memandang Endah dan Jessica bergantian.


"Daripada kamu ribut dengan temanmu sendiri sebaiknya kamu pakai seatbelt, kamu harus memperhatikan dan mementingkan kesalamatan mu sendiri Jessica." ucap Andre saat memasangkan Jessica seatbelt. Wajah Andre begitu dekat dengan dada Jessica. Suara detak jantung Jessica yang bergemuruh terdengar jelas di telinga Andre. Membuat Andre menatap wajah Jessica. Jessica pun juga menatap wajah Andre.


Andre memberikan kecupan singkat di bibir Jessica. Membuat mata Jessica seketika membola.


"Kak, jangan lupakan kami ada dibelakang!" tegur Anna pada Andre saat melihat Andre mencium Jessica sekilas.


"Emang lu doang yang pengen, gue juga pengen Ndah... Begini ya Ndah nasib jadi jomblo akut kaya kita" ucap Anna pada Endah.


"Hooh Ann, Ayo kita semangat cari jodoh An. Mustahil gak ada satupun kaum Adam yang gak tertarik sama kita. Muka kita juga gak jelek-jelek amat ya kan?" ajak Endah pada Ana.


"Iya Ndah, ayo kita cari biar kita ngerasain enaknya berduaan kaya mereka! hahaha..."ucap Ana dengan tawanya.


Mobil yang di kendarai Andre pun melaju menuju Warteg Lestari sesuai arahan Jessica yang berada di depan. Karena Andre tidak mengetahui lokasi dimana Warteg Lestari berada.


Kini mobil yang di kendarai Andre sudah sampai di depan Warteg Lestari, namun sayang mereka harus gigit jari karena Warteg Lestari tutup.


"Kok tutup sih ayang Jono jahat nih gak ngasih tau klo pulang kampung" ucap Endah kesal karena melihat tulisan


"Tutup sedang Pulang Kampung."

__ADS_1


"Hahahaha.... Si Jono lu panggil Ayang, kocak lu Ndah." ucap Ana pada Endah.


"Biarin kenapa si Ann, gue panggil dia kaya gitu biar porsi buat gue dikasih lebih banyak sama dia hehehe..." jawab Endah.


"Hahaha... cewek komersil lu Ndah." umpat Ana pada Endah. Umpatan Ana pada Endah membuat tiga wanita itu tertawa lepas. Andre menatap penuh cinta ketika melihat Jessica tertawa lepas seperti itu. Tawa yang membuatnya jatuh cinta.


"Hahahahaha..." tawa mereka bertiga.


Jessica yang merasa di tatap seperti itu oleh Andre. Segera menghentikan tawanya dan mereka saling bertukar pandangan.


Andre tersenyum begitu manis membuat hati Jessica berdesir.


"Ya Tuhan, indah banget si senyumnya." batin Jessica.


"Kenapa berhenti tertawa hemmm? Aku suka melihat mu tertawa seperti itu, kamu terlihat lebih cantik saat kamu tertawa." puji Andre pada Jessica. Ucapan Andre membuat Jessica tersipu malu. Ia tersenyum dan menundukkan wajahnya. Andre pun ikut tersenyum melihat Jessica yang tersipu malu.


"Kak Andre sudah dong jangan merayu Jessica terus, perut ku sudah sangat lapar." ucap Endah yang merusak suasana romantis mereka.


"Ya baiklah... Bagaimana kalau kita makan di Restauran Mutiara saja ya? lokasinya juga tidak terlalu jauh dari sini." Andre memberikan saran pada mereka.


"Aku ikut saja mau makan dimana yang penting perutku ini segera terisi." jawab Endah.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana menurut mu Ann?" Andre menanyakan pendapat Anna tentang saran yang ia berikan.


"Aku ikut apa kata mu saja Kak, aku yakin Jessica juga sependapat dengan ku." jawab Ana pada Andre.


"Betulkah itu Jess?" Andre bertanya pada Jessica.


"I...iya kak...kak Andre, aku sependapat dengan Ana dan juga Endah." jawab Jessica ragu karena ikut memanggil Andre dengan sebutan Kakak seperti Ana dan Endah.


Andre tersenyum mendengar jawaban Jessica. Untuk pertama kalinya Jessica memanggil Andre dengan sebutan Kakak. Andre begitu senang mendengarnya. Menurut Andre jika Jessica yang memanggilnya seperti itu terdengar lebih manis. Hari ini jadi hari yang indah untuk Andre dari awal dia membuka mata hingga saat ini. Jessica berhasil mengukir hari yang indah di hati Andre. Sesekali Andre melirik Jessica yang terus mengelus-elus jari manisnya yang tersemat cincin pemberian Andre.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2