Cinta Jessika

Cinta Jessika
Saling terbuka


__ADS_3

Endah dan Anna terlihat begitu bahagia mendapatkan barang-barang kesukaan mereka secara cuma-cuma. Begitu pula dengan Jessica yang begitu bahagia bisa menyantap dua porsi gado-gado buatan Mpok Eha.


Di dalam perjalanan menuju apartemen Louis Endah dan Anna sibuk membicarakan barang-barang belanjaan mereka, sedang Jessica sudah masuk ke alam mimpi.


Sesampainya di apartemen Bowo segera menggendong Nyonya mudanya itu masuk hingga kedalam unit Apartemen Andre. Bi Lastri segera membukakan pintu kamar Nyonya mudanya itu, membiarkan Bowo membaringkan Nyonya mudanya yang masih terlelap itu.


"Silahkan Bi, Bi Lastri sudah bisa menggantikan pakaian Nyonya muda, saya akan keluar mengambil barang-barang Nyonya muda yang masih ada di mobil." Ucap Bowo pada Bi Lastri yang langsung di balas anggukan kepala oleh Bi Lastri.


Tak lama dari Bowo yang keluar untuk mengambil barang-barang Jessica yang masih tertinggal di mobil, Angela pun datang dengan membawa tas kuliah milik Jessica ke dalam kamar pribadi Nyonya mudanya itu. Melihat Bi Lastri yang kerepotan mengganti pakaian Nyonya mudanya, Angelapun akhirnya ikut menolong Bi Lastri.


"Sepertinya bajunya sudah mulai tidak muat Bi, makanya sulit di pakaikan, saya akan lapor pada Tuan Muda mengenai pakaian yang mulai kekecilan ini." Ucap Angela yang di jawab senyuman dan anggukan dari Bi Lastri.


"Kayanya Nyonya hamil anak kembar, baru beberapa minggu perutnya sebesar ini. Porsi makannya juga banyak, belum ngemilnya padahal sebelum menikah makannya sedikit sekali cuma kalau makan kroket kentang, baru dia makan banyak." Ucap Bi Lastri yang menduga Jessica hamil anak kembar.


"Betul Bi, saya pun menduganya seperti itu, karena baru saja Nyonya muda menghabiskan dua porsi gado-gado di dekat tempat kerjanya yang dahulu habis tanpa tersisa." Balas Angela sembari tersenyum menatap Bi Lastri. Keduanya saling melempar senyum setelah menceritakan Jessica.


Bi Lastri kemudian mengusap perut Jessica yang sudah terlihat membuncit dan berdoa agar anak dalam kandungan Jessica diberi kesehatan dan keselamatan.


Setelah menyelesaikan mengganti pakaian Jessica, Bi Lastri dan Angela pun keluar dari kamar pribadi Nyonya dan Tuan mudanya itu. Membiarkan Jessica melanjutkan istirahatnya.


Sedang di parkiran mobil Bowo sedang sibuk mengirimkan rekaman suara perbincangan Jessica dengan kedua teman kerjanya kepada Andre.


Andre yang mendapatkan kiriman rekaman suara percakapan Jessica dan kedua teman kerja Kessica saat bekerka di perusahaan .ikik Fabian pun segera mendengarkan rekaman itu. Ia mendengarkan dengan serius rekaman suara percakapan itu.


"Lagi-lagi Fabian, separah itukah kondisinya hingga semua orang meminta tolong pada istriku untuk membangunkannya? Sepertinya aku perlu cari tahu kondisi Fabian yang sebenarnya." Ucap Andre pada dirinya sendiri.


Pukul 17.00 Andre sudah tiba di apartemen Louis dilihatnya Angela sedang duduk memainkan ponselnya di sofa ruang tamu. Begitu seriusnya Angela dengan ponselnya hingga tak menyadari kedatangan Andre.


"Ekhem..." Andre berdehem memecahkan konsentrasi Angela yang sedang bermain game on line. Angela terlonjak kaget melihat kedatangan Tuannya.


"Maaf Tuan, saya tidak tahu Tuan sudah datang." Ucap Angela yang langsung berdiri dari duduknya dan sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Tuannya.


"Dimana istriku, Angela?" Tanya Andre dengan wajah datarnya.


"Masih tidur di kamar Tuan," jawab Angela yang masih menunduk kepalanya.


"Kalau begitu kau boleh pulang sekarang Angela, kembalilah lagi esok hari!" Ucap Andre yang sudah mengizinkan Angela untuk kembali ke unit apartemennya.


"Baik Tuan, terimakasih sudah mengizinkan saya untuk pulang dan beristirahat." Sahut Angela yang tak lagi di tanggapi Andre karena Tuannya tersebut sudah melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya tanpa memperdulikan lagi tanggapan Angela.


Sesampainya di kamar, Andre memandangi wajah istrinya yang tengah tertidur begitu nyenyak dari muka pintu kamar pribadinya itu. Dihampirinya istrinya yang tengah tertidur itu.


Andre duduk di tepi ranjang menghadap wajah sang istri, Andre mengelus pipi putih mulus Jessica yang kini terlihat cubby karena porsi makannya yang sangat banyak semenjak kehamilannya. Dengan jemarinya Andre menyusuri bagian wajah sang istri dari kening hingga ke dagu Jessica. Saat ia ingin meraba bibir merah muda Jessica yang menggoda tiba-tiba saja Jessica membuka mulutnya dan menggigit jemari Andre.


"Auu...sakit sayang lepas," rintih Andre yang kesakitan karena jari telunjuknya masih digigit oleh Jessica.


Jessica melepaskan gigitannya kemudian tersenyum senang melihat suaminya kesakitan karena ulahnya.


"Apa sekarang kamu sudah berubah jadi kanibal humm? Menggigit jariku sampai sekuat ini." Tanya Andre yang menunjukkan jari telunjuknya yang tadi di gigit oleh Jessica.


Terlihat sekali jiplakan gigi-gigi Jessica di jari tulunjuk Andre itu, karena gemas melihat ekspresi Jessica yang sedang melihat jarinya yang digigit oleh istrinya itu, Andre pun kemudian mencubit gemas pipi sang istri.


"Deddy sakit, jangan kenceng-kenceng nyubitnya!" Ucap Jessica dengan suara manjanya sembari mengusap pipinya yang baru saja di cubit gemas oleh suaminya itu.


"Sakit ya sayang, aduh maafin Daddy ya Mommy sayang, sini mana yang sakit, Daddy obatin sini sayang." Ucap Andre yang merentangkan tangannya, meminta Jessica datang kedalam pelukkannya.


"Daddy belum ganti baju darimana-mana, gak mau peluk dulu, mandi dulu sana!" Tolak Jessica yang seketika membuat Andre kecewa.


Melihat suaminya kecewa, Jessica malah memeluk suaminya dari belakang.

__ADS_1


"Dad, mandi bareng yuk, aku juga belum mandi." Bisik Jessica di telinga Andre yang membuat Andre langsung menggendong tubuhnya.


"Argghh... sekarang tubuhmu mulai berat sayang, berapa ton beras yang kamu habiskan hari ini?" Tanya Andre meledek Jessica.


"Mau tau aja apa mau tau banget?" Jawab Jessica dengan pertanyaan yang meledek balik suaminya.


"Mau tau bangetlah sayang," sahut Andre dengan ekspresi pura-pura penasaran.


"Berapa ya? Kayanya aku lupa saking banyaknya...hehehehe..." balas Jessica dengan tawanya.


Andre menurunkan Jessica di depan bathtub.


"Kamu mau berendam atau langsung mandi dengan shower humm?" Tanya Andre yang mulai membukakan pakaian yang dikenakan Jessica.


"Main kuda-kudaan dulu boleh?" Pinta Jessica yang juga mulai membuka pakaian kerja suaminya itu.


"Tidak disini sayang, aku takut membahayakan calon anak kita yang ada di dalam kandunganmu, kita mandi saja dulu ya, setelah makan malam bersama ibu dan yang lainnya, aku janji akan main kuda-kudaan sampai kamu puas. Bagaimana kamu mau?"


"Ok Daddy." Jawab Jessica dengan menirukan suara seperti anak kecil.


Mereka pun akhirnya hanya saling memandikan satu sama lain di kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian. Keduanya memilih duduk di ruang televisi sembari menunggu jam makan malam.


Saat Andre sedang fokus dengan berita saham yang di siarkan salah satu siaran televisi swasta, tiba-tiba saja Jessica mematikan televisi itu begitu saja. Membuat Andre menatap penuh tanya pada wajah istrinya.


"Kenapa dimatikan sayang, aku lagi nonton?" Tanya Andre yang sedikit kesal dengan apa yang dilakukan istrinya.


"Serius banget nonton berita saham sampai lupa ada aku disini yang kamu anggurin Dad. Kerjaan terus yang di urusin, akunya enggak." Jawab Jessica yang merajuk.


"Oh ya ampun sayang maafkan aku yang sudah mengabaikan mu ya? Ok..ok sekarang katakan aku harus apa hum? Jangan cemberut dong nanti cantiknya aku luntur nih." Ucap Andre yang menarik tubuh Jessica dalam dekapannya.


"Dad...," panggil Jessica yang bersandar di dada Andre.


"Boleh gak aku cuti kuliah?" Tanya Jessica yang membuat Andre terkejut.


"Kenapa mau cuti kuliah tiba-tiba sayang, bukannya kamu ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliah mu?" Andre menanggapi pertanyaan Jessica dengan pertanyaan lagi.


"Aku sepertinya tak sanggup jika kuliah dalam keadaan hamil seperti ini, duduk lama rasanya pegal sekali pinggangku Dad." Jawab Jessica dengan keluhannya.


"Tanggung loh sayang kuliah kamu tinggal tiga semester lagi."


"Aku gak perduli sama kuliah aku sekarang, yang lebih aku perdulikan itu calon anak kita."


"Ok baiklah, kalau kamu ingin cuti kuliah artinya kamu akan lebih banyak waktu di apartemen, aku khawatir kamu akan jenuh jika terus tinggal di apartemen. Jadi menurut aku bagaimana kalau kita tinggal di kota D saja? Disana kita akan tinggal di mansion pribadi kita. Disana kamu bebas melakukan apapun di mansion kita itu. Kamu bisa berkebun untuk mengisi waktu kosong kamu atau melakukan apa saja yang kamu mau di mansion kita, kalau kamu jenuh kamu bisa ke mansion utama untuk bertemu dengan Mami, menghabiskan waktu untuk belajar memasak bersamanya atau kamu bisa ke Mansion utama Kakek Abraham bertemu dengan Kakek Abraham dan Nenek Dewi. Jadi bagaimana kamu mau?"


"Aku takut kalau tinggal disana kamu di rebut Kak Cynthia." Jawab Jessica dengan wajah sedihnya.


Mendengar jawaban dari istrinya Andre rasanya ingin tertawa sekeras mungkin melihat kelucuan dan kepolosan dari rasa takut berlebihan yang istrinya tunjukkan itu namun ia urungkan karena takut istrinya merajuk nantinya.


"Sayang dengarlah aku ini hanya mencintaimu, tidak ada wanita lain di hatiku terkecuali kamu dan Mami. Jadi jangan pernah takut aku akan direbut siapapun kareba hatiku sudah kau miliki sepenuhnya ok."


"Baiklah aku tak akan takut kamu direbut siapapun termasuk Kak Cynthia itupun jika aku selalu ikut kemanapun Daddy pergi." Jawab Jessica dengan sikap posesifnya.


Andre yang mendengar jawaban Jessica langsung menepuk jidatnya.


"Ok sayang, kamu akan ikut kemanapun aku pergi." Jawab Andre yang membuat senyum terukir di wajah cantik istrinya itu.


"Jadi mulai besok aku ikut Daddy pergi ya, karena mulai besok aku sudah berhenti kuliah." Ucap Jessica dengan senangnya.


"Ya salam," gumam Andre dengan suara pelan hampir nyaris tak terdengar.

__ADS_1


Andre hanya menanggapi keinginan sang istri dengan menganggukan kepalanya.


"Dad.." panggil Jessica lagi.


"Hum... apalagi sayang?" Tanya Andre yang sedang membalas pesan Clientnya.


"Tadi aku bertemu dengan Mbak Lina dan Mbak Sisil teman kerja ku di perusahaan Nagaswara saat aku pergi ke toko sepatu." Ucap Jessica yang membuat Andre meletakkan ponselnya dan mengabaikan pesan penting dari Clientnya itu.


"Aku kira kamu tak akan menceritakannya padaku sayang, ternyata perkiraanku salah. Ayo ceritakan apa yang kalian bahas saat kalian bertemu tadi, aku ingin tahu seberapa terbukanya dirimu padaku, sayang." ucap Andre di dalam batinnya.


"Teruss???" Tanya Andre yang meminta Jessica melanjutkan pembicaraannya. Ia memandangi wajah istrinya yang bersandar di tubuhnya.


"Mereka banyak menceritakan tentang Pak Fabian." Jawab Jessica yang terlalu singkat menurut Andre.


"Lalu, mereka menceritakan apa tentang Fabian???" Tanya Andre lagi yang meminta Jessica melanjutkan pembicaraannya.


"Mbak Sisil bilang Pak Fabian koma di rumah sakit karena di tusuk Rania dan katanya dia sudah rujuk dengan istrinya makanya Rania nusuk Pak Fabian karena kecewa ditinggalkan Pak Fabian begitu saja, serem banget kelakuan Rania ihh....aku jadi takut." Ucap Jessica yang kembali terhenti sejenak , ia sedang mengingat kembali mimpinya yang telah lalu tentang Fabian yang datang meminta maaf padanya dalam kondisi perut yang berdarah-darah.


"Jadi mimpi itu nyata adanya." Batin Jessica.


"Terus?" Tanya Andre yang membuat Jessica melanjutkan lagi ucapannya.


"Tadinya aku takut dia masuk rumah sakit karena patah hati sama aku ternyata enggak jadi aku gak perlu merasa bersalah sana dia dan keluarganya." Sambung Jessica lagi yang membuat Andre kesal.


"Ya itu sih harapan kamu sayang. Dia masuk rumah sakit karena patah hati sama kamu terus kamu bangga deh ada cowok yang cinta sama kamu sampai segitunya." Ucap Andre yang terlihat cemburu.


"Ishhh ngapain ngarepin dia, gak deh dan lagian kenapa harus bangga di cintai pria celap-celup kaya dia. Daddy mulai ngeselin ya ngomongnya, siap-siap puasa ya Dad, kalau asal ngomong lagi." Sahut Jessica dengan tampang kesalnya menanggapi ucapan suaminya itu.


"Kalau kamu kasih aku puasa, emangnya kamu kuat ga di sentuh aku. Awas ya meluk-meluk aku kalau mau tidur." Ancam balik Andre pada Jessica.


"Ya udah kalau gitu, mulai malam ini aku tidur sama ibu aja deh." Ancam balik Jessica yang beranjak dari tempat duduknya.


"Ehh...eh... jangan dong! Ya udah Daddy minta maaf ya Mommy, mulut Daddy udah nakal nyinggung perasaan Mommy." Andre mengalah meminta maaf pada istrinya dan meminta Jessica duduk kembali dan memeluknya.


"Ya dimaafin tapi jangan di ulangin lagi ya?!"


"Iya sayang janji gak ulangin lagi. Terus apalagi yang mereka bicarakan sama kamu sayang?" Tanya Andre lagi yang masih merasa penasaran.


"Iya Mbak Sisil tadi ngajakin aku kerumah sakit untuk jenguk Pak Fabian, kata dia siapa tahu kalau aku dateng, dia jadi bangun dari komanya. Katanya dia cuma ngerespon apa saja tentang aku, Dad. Kok aku jadi serem sendiri ya dengernya."


"Kok serem sih sayang?"


"Iya serem dong Dad, berarti dia terobsesi sama aku, aku takut sama tipe cowok yang kaya gitu, aku takut diapa-apain. Kalau diapa-apain sama kamu aku mau, tapi kalau sama orang lain oh nooo...." Jawab Jessica yang membuat Andre kembali tersenyum.


"Yang bener?? Dulu saja kamu cinta sama dia." Ledek Andre pada istrinya.


"Ya kan dulu, bukan sekarang, sekarang cuma kamu cintanya aku, Daddy ku sayang." Ucap Jessica yang kemudian mencium pipi Andre.


"Terus apalagi yang mereka bicarakan hanya itu?"


"Mbak Sisil suruh aku izin sama kamu untuk jenguk Pak Fabian, karena sebelumnya aku menolak ikut karena belum izin sama kamu."


"Memangnya kamu ada niat mau nengok dia hum?" Tanya Andre yang menatap dalam bola mata sang istri.


"Gak sekarang mungkin nanti-nanti, aku masih gak mau lihat dia. Lagi pula sekalipun aku mau jenguk dia, aku maunya di temenin sama kamu, aku takut."


"Ok sayang, katakan saja pada ku jika kamu sudah mau menengok mantan Bos mu itu. Sepertinta kamu memang perlu menengoknya karena tadi setelah aku dan Jimmy pulang dari makan siang bersama kita, istri Fabian datang ke perusahaanku, ia ingin menemuiku namun di cegah oleh Jimmy, ia datang hanya untuk meminta izin untuk membawamu menjenguk suaminya. Dia lakukan itu demi anak-anaknya, harapan dia sama dengan harapan temanmu, dengan datangnya kamu Fabian akan bangun dari tidur dalamnya."


"Ohhh...tapi sayangnya aku belum mau menemuinya, aku takut, aku takut dengannya dan juga takut dengan Maminya yang pemaksa."

__ADS_1


"Ya sudah jangan di paksakan menjenguknya jika masih belum ingin, bagaimana kalau sekarang kita ke apartemen Bang Leon, aku sudah merasa sangat lapar." Ucap Andre di akhir perbincangan meraka berdua.


__ADS_2