Cinta Jessika

Cinta Jessika
Mendapat perlakuan dingin


__ADS_3

Di kota D, kondisi Nico yang makin hari makin memburuk karena tidak mau makan karena mulai depresi di acuhkan istri dan kedua anaknya pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit oleh Abraham. Di rumah sakit Nico di tinggalkan hanya dengan Cynthia, perang dingin antara Nico dan Abraham masih terlihat jelas. Di rumah sakit Nico mendapatkan perawatan yang intensif dari para medis, dengan masuknya cairan infus kedalam tubuhnya setidak tubuh Nico sedikit memiliki tenaga.


Terlihat Cynthia yang sibuk mengurusi keperluan Nico di ruang rawat VVIP di rumah sakit pusat milik keluarga Kusuma di kota D. Kesibukan itu ia lakukan semata-mata karena kedatangan tamu agung baginya. Tamu agung bagi Cynthia tak lain dan tak bukan adalah kedua mertua Jessica.


Saat mengetahui besannya dirawat di rumah sakit miliknya, Brata dan istrinya pun datang untuk menjenguk sang Besan. Brata dan Ayumi begitu sedih melihat kondisi Nico yang begitu lemah dan tak bertenaga karena tidak mau makan karena tak enak makan sejak di tinggalkan Lestari ke kota J dan tak kunjung kembali.


Dari awal Brata dan Ayumi datang menjenguk Nico, Cynthia terus mencari perhatian keduanya dengan pura-pura mengurus Nico dengan begitu telaten, Cynthia seakan ingin terlihat baik dimata kedua mertua Jessica, namun apa yang dilakukan Cynthia sama sekali tidak menarik perhatian kedua mertua Jessica itu, bagi mereka baik buruknya Jessica akan tetap menjadi menantu yang sangat di cintai putranya.


"Apa anak dan istri mu sudah tahu keadaanmu Nic?" Tanya Brata yang duduk di samping pembaringan Nico.


"Bagaimana aku bisa menghubungi mereka Brat? Mereka bertiga sudah memblokir nomor diriku, mereka bertiga menutup komunikasi dengan ku." Jawab Nico dengan suara yang begitu lemah dan lirih.


"Apa kau sudah mencoba menggunakan nomor lain untuk menghubungi mereka Nic?" Tanya Brata lagi yang malah membuat Nico meneteskan air mata.


"Sudah, setelah mendengar suaraku mereka malah diam membisu dan menutup panggilan telepon ku begitu saja. Aku sudah tak tau lagi bagaimana caranya menghubungi mereka. Mereka menjauhi dan membenciku Brat atas kesalahan yang tak sepenuhnya aku mengerti" Jawab Nico dengan meneteskan air mata.


"Aku akan membantumu berkomunikasi dengan mereka, aku akan menghubungi anakku, apa kau mau bicara dengan menantuku saat aku menelepon anakku Nic?" Tanya Brata lagi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Nico.


"Aku sangat mau Brat, aku sangat ingin bicara dengan putriku yang sangat sulit ku hubungi itu. Putriku jika sudah merajuk sangat sulit di bujuk rayu apalagi memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah padanya terlebih menyakitinya. Tak ku sangka aku mengalaminya sendiri sampai terbaring lemah seperti ini."


"Seharusnya sebagai orang tua, kau bersikap adil Nic, jika sudah tahu sifat buruk menantu ku seperti itu, kau harusnya berhati-hati dalam mengambil sikap padanya. Sekarang menantuku itu sedang hamil, bersabarlah menghadapinya Nic, kau tahu sendiri bagaimana hormon ibu hamil itu seperti apa? Tolong jangan memaksakan kehendak mu lagi padanya nanti!" Ucap Brata yang mencoba menasehati Nico.


"Iya Brata aku tahu aku telah salah selama ini padanya. Sekarang yang ada pada diriku hanya sebuah penyesalan karena telah mengabaikan putri bungsu ku itu terlebih dia sudah dimiliki oleh putramu sekarang, putri sudah benar-benar pergi dari genggamanku." Ucap Nico dengan deraian air mata penyesalan.


Saat Nico dan Brata sibuk berbincang, Cynthia terlihat sedang berusaha melakukan pendekatan dengan Ayumi yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Tante silahkan di minum teh hangatnya,mumpung masih hangat tante," ucap Cynthia berbasa-basi membuka percakapan.


Cynthia nampak begitu ramah pada Ayumi namun sikap ramahnya tak disambut hangat oleh Ayumi. Ayumi terlihat mengabaikannya, seakan menganggap Cynthia tidak ada diantara mereka.


"Saya sedang tidak haus,kalau kamu mau minum saja sendiri." jawab Ayumi ketus tanpa menatap wajah Cynthia sedikitpun, ia malah menyibukkan diri berbalas pesan dari menantunya Jessica.


Saat ini Ayumi sedang mengomentari foto yang Jessica kirimkan padanya, Ayumi meminta Jessica mengirim foto perutnya yang sudah mulai membuncit seperti yang dilaporkan Angela padanya, sebab ibu mertuanya itu begitu penasaran dengan cerita yang disampaikan Angela dan menantunya tersebut, bahwa Angela dan Jessica merasa usia kandungan Jessica yang baru menginjak beberapa minggu namun perutnya sudah sangat terlihat membuncit dan rasa lapar yang hampir tak pernah hilang jika ia tidak memejamkan mata.


Cynthia yang mendapat perlakuan dingin dari Ayumi pun mencoba untuk bersabar dan menahan emosinya demi tujuannya untuk merebut Andre dari Jessica. Ia akan menjadikan Andre ayah dari calon anak yang ia kandung dan menyingkirkan Jessica dan calon anak yang sedang ia kandung.


Sedangkan Berry ayah biologis dari bayi yang sedang dikandung Cynthia pun saat ini sudah berada di Lobby perusahaan Batara Group, ia yang sudah salah paham setelah menyaksikan konferensi pers yang dilakukan Abraham dan di siarkan seluruh stasiun televisi pada saat itupun mengira Andre telah menikahi mantan kekasihnya itu.


Andre yang tidak jadi ke kediaman Santoso karena Santoso sudah pergi ke kantor lebih awal karena ada meeting penting bersama karyawannya pun akhirnya memilih untuk langsung datang ke perusahaan Batara Group cabang kota J dan menjadwalkan makan siang bersama Santoso untuk membicarakan mengenai Anna adik sepupunya itu hari ini juga.

__ADS_1


Saat Andre dan Jessica berjalan masuk ke dalam lobby perusahaan dengan bergandengan tangan dengan sang istri, Berry yang sudah lama duduk di sofa menunggunya langsung saja menghampiri Andre ketika melihat bayangan orang yang ia tunggu melintasinya, semula ia mengira wanita yang digandeng oleh Andre adalah Cynthia karena dilihat dari postur tubuh yang menyerupai wanita hamil pada umumnya apalagi Jessica dan Cynthia memiliki tinggi badan yang hampir sama persis.


"Tuan Andre... maaf boleh saya mengganggu waktu Anda sebentar." Sapa Berry yang berjalan mengejar langkah kaki Andre menuju lift.


Mendengar namanya di sebut dan permintaan seseorang yang mengejar langkahnya, Andre pun menghentikan langkahnya begitupun dengan Jessica. Jessica hampir saja tidak mengenali Berry karena sudah lama tidak bertemu dengan kekasih kakak palsunya itu, berbeda dengan Berry yang masih mengenali adik dari mantan kekasihnya yang ia kenal.


"Jessica," panggil Berry yang terkejut melihat Jessica-lah wanita yang di gandeng oleh Andre.


"Kak Berry," panggil Jessica saat ia yakin yang mendatangi suaminya adalah Berry mantan kekasih Cynthia.


"Maaf Anda siapa dan ada perlu apa?" Tanya Andre pada Berry yang masih memandangi Jessica penuh keterkejutan.


"Perkenalkan saya Berry Tuan, tadinya saya ada perlu dengan Anda untuk menjelaskan bahwa saya adalah ayah biologis dari bayi yang di kandung oleh Cynthia. Saya sudah salah mengira Tuan, saya kira Anda menikahi mantan kekasih saya itu ternyata perkiraan saya salah. Yang dinikahi oleh Anda adalah Jessica, adik dari mantan kekasih saya." Jawab Berry yang langsung menjelaskan tujuannya mendatangi Andre.


"Jika aku yang menikahi mantan kekasih mu itu, untuk apa kau repot-repot memberitahukan ku mengenai hal ini?" Tanya Andre lagi dengan menatap penuh arti wajah Berry.


"Saya hanya tidak ingin Tuan menjadi korban ketamakan dia seperti Diego. Dia menjebak Diego di klub malam dengan berpura-pura mabuk seakan saya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya dan membuat Diego tergoda dengan kemolekan tubuhnya dan berakhir tidur bersama dengannya. Sejujurnya dialah yang meninggalkan saya setelah mengetahui dirinya telah hamil, dia menolak saya yang ingin bertanggung jawab dengan calon bayi yang ia kandung dan dari kehamilannya itu dia berharap bisa mendapatkan Diego lebih mudah karena dia berniat menuntut tanggung jawab dari Diego dan keluarganya yang kaya itu." Jawab Berry yang membuat Jessica terbelalak karena terkejut dengan penuturan Berry.


"Kak Cynthia kau benar-benar wanita ular. Kau ingin hidup enak tanpa bekerja keras rupanya. Pantas saja jika sekarang kau mengincar suami ku. Kau jadikan suamiku mangsa baru setelah gagal mendapatkan Diego." Umpat Jessica di dalam hatinya.


"Fokuslah pada kehamilan mu adikku, biarkan Cynthia akan menjadi urusanku. Jangan pernah khawatirkan suamimu, dia akan tetap menjadi milikmu selamanya." Tiba-tiba Endah menepuk bahunya dan berbisik di telinga Jessica. Endah seakan mengerti apa yang ada di dalam pikiran adiknya itu.


"Jangan panggil dia Kak Cynthia lagi, karena dia bukan kakak lu, gue ini kakak lu dan lu gak perlu kotori tangan lu hanya untuk menghadapi wanita ular seperti dia adikku sayang, percayakan semuanya pada gue dan suami gue, adikku sayang." Balas Endah lagi dengan senyum Devilnya.


"Ok Ndah, gue ikut apa kata lu." Sahut Jessica yang dibalas ciuman basah di pipinya dari Endah.


"Begitu dong, jadilah adik yang penurut." Ucap Endah yang kemudian kembali berdiri di samping suaminya.


"Terimakasih atas niat baik mu pada ku Berry, sayangnya aku tidak menikahi mantan kekasihmu itu, aku menikah dengan Jessica wanita yang sangat aku cintai. Jika kamu ingin mencari keberadaan mantan kekasihmu itu, dia sedang berada di Kota D."


"Sama-sama Tuan, maaf jika saya sudah salah paham pada Anda. Terimakasih telah memberitahukan keberadaannya oada saya Tuan, namun sayangnya saya tidak ingin tahu dimana keberadaannya, Tuan. Saat ini dalam doa yang saya panjatkan, saya ingin Tuhan segera mengambil kembali benih yang saya tanam di rahim wanita seperti Cynthia. Saya tidak sudi wanita seperti Cynthia melahirkan darah daging saya hanya untuk sebagai alat ketamakannya untuk menjerat pria kaya untuk bertanggung jawab. " Ucap Berry yang penuh rasa kecewa dalam hatinya pada Cynthia.


"Maaf Tuan jika saya sudah mengganggu waktu Anda yang berharga karena kesalah pahaman saya ini. Kalau begitu saya pamit undur diri." Ucap Berry lagi yang kemudian menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Andre dan juga Jimmy lalu kemudian ia berlalu pergi meninggalkan mereka.


Kembali ke kota D, Brata sedang berusaha menghubungi putra bungsunya namun belum juga tersambung. Dia menghubungi Jimmy, assiten sang anak yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri pun juga sama.


"Apa mereka sedang meeting jadi sulit di hubungi seperti ini? "Batin Brata yang bertanya pada dirinya sendiri.


Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi kantor cabang perusahaannya yang ada di kota J. Untuk memastikan kedua orang yang sulit di hubungi olehnya itu.

__ADS_1


Seorang resepsionis senior yang menerima panggilan telepon dari Brata di pagi itu memberitahukan padanya bahwa putranya baru saja tiba di perusahaan


"Selamat pagi PT. Batara Group bisa di bantu." Sapa staff resepsionis senior dengan ramahnya itu menerima panggilan telepon yang ternyata dari Tuan besarnya.


"Pagi, apa Tuan mudamu sudah datang?" Jawab Brata yang langsung menanyakan keberadaan sang anak.


"Baru saja tiba bersama istrinya Tuan Besar," jawab resepsionis yang mengenali suara Brata di sambungan teleponnya.


"Tolong sambungkan ke ruangannya!" Perintah Brata yang langsung dilaksanakan karyawannya.


Andre yang baru saja masuk keruangan mendengar telepon interkom yang ada di atas mejanya berbunyi segera mengangkatnya.


"Hallo..." sapa Andre yang langsung dibalas makian dari sang Papi.


"Kemana ponsel mu Hah? Sulit sekali menghubungi mu sekarang ini! Sudah merasa jadi orang penting kau sekarang Nak?" Cerocos Brata yang kesal pada putranya itu.


"Aish Papi, masi pagi sudah marah-marah pada ku. Ponselku dalam mode senyap, aku tak mendengar jika Papi menghubungi ku,maafkan aku Pih." Ucap Andre di sambungan teleponnya.


"Masih pagi katamu? Ini sudah hampir siang Andre. Jawab pertanyaan Papi! Kenapa istrimu ikut ke kantor apa dia tidak kuliah hari ini? Seharusnya jika dia tidak kuliah kau harusnya memintanya untuk istirahat di apartemen bukan membawanya ke kantor." Tanya Brata dengan bonus ceramahnya.


"Dia sudah memutuskan untuk cuti kuliah mulai hari ini, dan dia tak mau istirahat di rumah dia ingin ikut kemanapun aku pergi Pih, jadi jangan salahkan aku." Sahut Andre yang tak ingin disalahkan.


"Jika dia sudah memutuskan cuti kuliah sebaiknya kau kembali saja ke sini nak, kasihanilah Ayah mertuamu yang sekarang sedang terbaring lemah di rumah sakit keluarga kita karena merindukan istri dan anak-anaknya."


"Apa Ayah Nico di rawat?" Tanya Andre yang begitu terkejut mendengar kabar mengenai Nico.


Suara pekikan keterkejutan Andre sama sekali tidak membuat Jessica ingin tahu apa yang membuat suaminya terkejut karena dia tengah sibuk berbalas pesan dengan ibu mertuanya itu. Ia juga sudah menceritakan akan tinggal dan menetap di kota yang sama dengan ibu mertuanya itu pada ibu mertua yang sangat menyayanginya. Ayumi begitu senang mengetahui Jessica akan menetap di kota yang sama dengan meskipun tidak seatap dengannya, makin bertambah antusiasnya Ayumi untuk berbalas pesan dengan menantunya itu setelah mengetahui Jessica dan putranya akan kembali ke kota D. Banyak rencana yang ia buat untuk menghabiskan waktu bersama menantunya itu.


"Ya, dia dirawat karena tidak mau makan dan tidak enak makan karena di lupakan dan diabaikan anak dan istrinya." Sahut Brata pada anaknya.


"Tolong katakan pada Ayah mertua ku,Pih. Malam ini aku akan kembali ke kota D pih, Papi dan ayah tenang saja, mungkin dua hari kedepan aku baru bisa mendatangi dirinya dan bisa ke mansion utama kita untuk mengunjungi mu dan Mami. Karena Jessica masih dalam kondisi hamil muda, aku tidak mau terjadi apa-apa padanya jika dia kelelahan. Aku juga membawa serta bidadari hati Ayah mertuaku yang merajuk padanya untuk kembali kesana." Ucap Andre yang membuat senyum merekah terpancar di wajah Brata.


"Baiklah kami akan menunggu kedatangan kalian Nak, sekarang berikan telepon ini pada istri mu, Papi ingin bicara padanya." Pinta Brata pada putranya.


Andre segera memanggil Jessica dan memberitahukan bahwa Papinya ingin bicara dengannya. Jessica mengambil gagang telepon yang diberikan Andre padanya.


Dilain sisi Brata segera memberikan ponselnya pada Nico.


"Bicaralah baik-baik pada putrimu, aku sudah meminta Andre memberikan teleponnya pada putrimu. Malam ini mereka akan kembali ke kota D bersama bidadarimu kata menantu mu itu." Ucap Brata yang memberikan ponselnya pada Nico.

__ADS_1


Nico begitu senang mendengar ucapan Brata, akhirnya senyum pun terukir di balik wajah pucat Nico. Ia langsung bersemangat mengambil ponsel yang diberikan Brata kepada Nico.


__ADS_2