
Seminggu sudah Jimmy berada di kota J, sampai saat ini dia belum menemukan titik terang siapa dalang pembunuhan Margareth meski pihak kepolisian sudah menyimpulkan bahwa kecelakaan yang terjadi hanyalah kecelakaan tanpa disengaja namun Jimmy tetap pada pendiriannya. Sampai saat ini pula pelaku pengendara mobil truk yang melakukan tabrak lari pada Margareth belum di tangkap.
Pembunuhan Margareth sungguh sangat rapih dan terencana dengan baik. Sudah banyak rekan-rekan Jimmy sesama Mafia dan juga kenalannya yang berprofesi sebagai detektif membantu memecahkan kasus ini namun belum ada hasilnya. Semua jalan seakan buntu tapi hal ini tak membuat Jimmy menyerah.
Andre yang melihat sahabat, assiten sekaligus kakak iparnya dalam kesulitan tidak lantas begitu saja meninggalkan Jimmy seorang diri di kota J. Ia terus menemani Jimmy kemanapun Jimmy pergi. Meskipun istrinya sudah merengek memintanya untuk kembali karena rasa rindu dan rasa khawatirnya yang besar terhadap sang Suami.
"Jim, bagaimana jika kita mencari supir truk itu diperkumpulan mereka? Mereka pasti tahu diana kita bisa menemukan pelaku penabrakan Margareth pastinya kehidupan pelaku itu berubah drastis karena mereka menerima uang yang sangat banyak sebagai bayaran sudah menabrak Margareth hingga tewas." Ajak Andre dengan ide yang begitu saja terlintas dipikirannya.
"Aku setuju Ndre. Aku harus membawa uang yang banyak untuk membeli informasi dari mereka." Jawab Jimmy yang mengiyakan ajakan Andre.
Keduanya akhirnya mendatangi tempat perkumpulan supir mobil truk dengan ukuran besar seperti yang di ceritakan para saksi ditempat kejadian. Andre menggunakan jaket dan topi serba hitam lengkap dengan pistol kecil dibelakang pinggang untuk berjaga-jaga. Begitu pula dengan Jimmy ia menggunakan pakaian senada dengan Andre dan tak lupa pistol dengan peredam suara ada di belakang pinggangnya.
Mereka datang tak hanya berdua, melainkan datang bersama dengan teman-teman mafia Jimmy yang sudah lengkap dengan senjata apinya.
"Jim, ingat kita selesaikan dengan cara baik-baik terlebih dahulu, jangan sampai masalah ini kecium oleh publik. Kita ambil pelakunya kita habisi ditempat lain." Ujar Andre mengingatkan Jimmy yang sudah bernafsu ingin menghabis orang tersebut ketika sudah mendapatinya.
"Ya. Ingatkan saja aku lagi! Jika aku lupa." Jawab Jimmy.
Andrepun mendengus. Ia tahu betul emosi Jimmy sudah di ubun-ubun, akan sulit untuk mengingatkannya jika sudah turun dari mobil dan menemukan orang tersebut.
Kedatangan ratusan mobil sedan mewah ke perkumpulan para supir truk besar yang sedang berpesta miras mengundang perhatian para supir truk itu. Apalagi saat kedua pria kaya turun dari sebuah mewah datang menghampiri mereka dengan sebuah tas berisi uang miliaran rupiah.
Brakkk!! Jimmy meletakkan tas berisi uang ratusan juta rupiah di atas meja dengan kasar.
"Permisi Tuan-tuan, kedatangan saya kesini ingin mengajak kalian bekerja sama. Di dalam tas ini ada uang sebesar dua setengah milyar, cukup untuk kalian bersenang-senang selama tujuh hari tujuh malam." Ucap Andre dengan suara lantangnya.
__ADS_1
"Wihhhh.... Dua setengah milyar coy." Suara riuh dari para supir yang mendengar dihadapan mereka ada nominal uang yang sangat besar.
"Kerja sama apa Tuan?" Tanya Pria bertubuh tinggi besar dan bertato yang sedang digelayuti seorang wanita seksi.
"Kami hanya butuh informasi akurat tentang seseorang dan uang ini akan jadi milik kalian." Jawab Andre kemudian yang langsung di anggukan kepala oleh Pria itu.
"Kalian pasti sedang mencari Jamal, supir truk yang sudah menabrak model cantik itu bukan?" Tanya Pria itu yang menebak kedatangan mereka.
"Oh... Rupanya namanya Jamal." Sahut Jimmy yang begitu senang mendapatkan informasi yang ia dapatkan.
"Ya, namanya Jamal, mobil yang dia gunakan untuk menabrak ada di belakang dan orangnya juga ada di belakang. Kami menyembunyikan dia dengan bayaran dua ratus juta tapi bayaran itu lebih sedikit dari uang yang ada di hadapan kami." Ucap Pria itu lagi sejujurnya.
"Bawa orang itu hidup-hidup pada kami, sekarang! Kami akan memberikan kalian uang dua setengah milyar lagi, jika kalian mau memberikan dia pada kami dan setelah ini kalian harus tutup mulut atau kalian lihat kumpulan pria berjas hitam di depan mobil sana! Mereka tak akan segan-segan menghabisi kalian berserta keluarga kalian, jika kalian sampai buka mulut kepada siapapun." Ucap Jimmy lagi yang menjanjikan uang dengan nominal besar membuat mereka hijau akan uang dan mengiyakan perintah Jimmy meskipun Jimmy juga memberikan ancaman yang mengerikan pada mereka.
"Itu gampang diatur Tuan, Anda tak perlu repot-repot memberikan kami uang lagi, jumlah uang dihadapan kami sudah lebih daripada cukup untuk kami. Kami ini hidup hanya untuk mencari makan untuk keluarga kecil kami di rumah dan sedikit untuk bersenang-senang tanpa ingin mencari uang lebih dan mencampuri urusan orang lain." Jawab pria itu yang menatap penuh arti wajah Jimmy yang di tutupi masker dan kacamata hitamnya.
Tak sampai sepuluh menit Andre dan Jimmy menunggu. Seorang Pria hitam bertato datang bersama kedua orang yang bernama Paijo dan Tarman. Pria itu tak menaruh curiga sedikitpun dengan kehadiran Andre dan juga Jimmy di hadapannya.
"Boss mana barang baru yang harus gue coba?" Tanya Pria itu yang tak lain adalah Jamal, si Pria eksekutor dalam rencana pembunuhan Margareth.
"Nih barang barunya ada di hadapan Lo,Jamal." Tunjuk Pria yang di panggil Boss oleh Jamal kepada Andre dan juga Jimmy.
Mendengar nama Jamal disebut Jimmy memberi isyarat kepada rekan-rekan sesama Mafia untuk mendekat. Jamal tertawa saat melihat dua Pria tampan yang di tutup kacamata dan Masker yang disebut Bossnya adalah barang baru yang harus dia coba.
Saat ia tertawa, ratusan orang berjas hitam dengan pistol ditangannya berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
Glek!! Seluruh supir disana sampai sulit untuk menelan salivanya karena merasa ngeri dan takut.
"Tamat riwayatmu Jamal." Gumam kecil dari kalangan para supir truk itu.
"Kau sudah tak bisa lari dari kami Jamal." Ucap Andre yang menatap tajam Jamal yang seketika pucat melihat kumpulan pria berjas hitam makin mendekatinya dengan pistol di tangan mereka.
"Katakan siapa yang membayarmu untuk menabrak Kakakku?" Tanya Jimmy yang sudah menodongkan pistol di kepala Jamal.
Jamal terdiam, ia ketakutan hingga terkencing-kencing dibuatnya.
"Jawab!!! Jangan kau diam saja Brengsek!!" Pekik Jimmy yang menoyor kepala Jamal dengan pistol yang menempel di kepala Jamal.
"Cepat Jawab atau peluru dari pistol ini bersarang di kepalamu!" Jimmy kembali meminta Jamal untuk menjawab pertanyaannya.
"A-ampun Tuan, saya ini hanya orang bayaran." Jawab Jamal dengan rasa takutnya, suaranya begitu gemetar menjawab pertanyaan Jimmy.
"Saya sudah tahu kau itu orang bayaran. Yang jadi pertanyaan saya, siapa yang menyuruhmu dan membayarmu?" Tanya Jimmy dengan suaranya yang naik satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya.
"Nyo-nyonya Suci, Tuan." Jawab Jamal yang membuat Jimmy dan Andre mendengus.
"Sialan wanita tua itu ternyata. Baiklah aku akan memberikan tiket kematian lebih cepat untuk wanita tua itu." Ucap Jimmy yang kemudian menurunkan senjatanya.
"Bawa dia kemarkas!" Perintah Jimmy kepada teman-temannya.
"Terimakasih atas kerjasamanya, tunggulah disini uang yang kami janjikan akan segera dikirim oleh orang-orang kami setelah kami meninggalkan tempat ini." Ucap Jimmy yang tak mendapatkan jawaban dari para supir truk besar itu yang terkesima dengan apa yang terjadi di hadapannya.
__ADS_1
"Jamal cari mati sendiri." Ucap pria yang di sebut Boss oleh Jamal ketika Jamal di bawa paksa dengan diseret oleh orang-orang Jimmy.