Cinta Jessika

Cinta Jessika
Terusir


__ADS_3

Sudah beberapa hari Cynthia tinggal bersama kedua orangtua kandungannya. Tak ada raut kebahagiaan di wajahnya. Hatinya menolak mengakui Ferry yang notabenenya adalah Ayah kandungannya.


Bagi Cynthia meskipun Ferry kaya raya tapi akan nampak tak berguna, menyusahkan dan memalukan dengan kondisinya yang seperti sekarang ini. Ferry yang hidup harus bergantung dengan orang lain dalam melakukan kegiatan sehari-harinya membuat Cynthia merasa ketakutan akan di repotkan hidupnya oleh sang Daddy. Apalagi jika ia harus berkomunikasi dengan sang Daddy, ia sangat memerlukan pendengaran yang baik dan memutar otaknya dengan keras untuk mengerti apa yang Ferry bicarakan padanya.


Meskipun hatinya menolak namun pada kenyataannya dia harus menerimanya dengan terpaksa, bagaimana tidak karena Suci sudah mengancamnya. Jika dia sampai membuat Ferry marah, sakit hati dan kecewa yang akhirnya meninggalkan mereka, Suci berkata pada Cynthia tak akan segan-segan membuangnya ke rumah bordil. Suci berniat menjual cucu dari mendiang Kakaknya itu jika tak mau menuruti semua keinginannya.


Bagi Suci Ferry adalah orang yang sangat penting dan berharga karena Ferry adalah sumber keuangannya saat ini. Dimana saat ini ia tak lagi mendapatkan suntikan dana baik dari suami ataupun anak-anaknya. Semenjak perusahaannya dijatuhkan oleh Andre pada waktu lalu.


Pagi ini setelah menghabiskan sarapan pagi, Cynthia diminta kembali melancarkan tugasnya oleh Suci. Ia diminta kembali tinggal ke Mansion Abraham, Suci ingin Cynthia kembali menjadi mata-mata disana. Suci masih berkeyakinan Nico belum mengetahui bahwa Cynthia bukanlah putri kandungnya.


Menurut Suci menghilangnya Nico saat Cynthia terkulai lemah di rumah sakit bukan karena ia mengetahui Cynthia bukanlah anaknya tapi kecewa karena kehadiran Berry yang mengakui menghamili Cynthia.


"Rayu ayah kesayangan mu itu seperti yang biasa kau lakukan padanya! Dan ingat Cynthia kau harus mendapatkan alamat tempat tinggal Jessica bersama Andre. Setelah kau dapatkan, tentunya kau sudah tahu bagaimana tugasmu selanjutnya, kau harus bisa memisahkan Jessica dan Andre. Karena selagi Andre bersama anak itu. Rencana ku menghancurkan Dewi tak akan pernah berhasil." Perintah Suci yang menurunkan Cynthia di dekat pagar Mansion Abraham yang mendulang tinggi.


Cynthia mendengarkan baik-baik perintah yang diberikan Omma Sucinya itu padanya. Ia hanya bisa menuruti semua perintah Suci karena dia tak ingin hidupnya berakhir sebagai wanita malam di rumah bordil seperti yang di ucapkan Suci saat mengancamnya. Karena dia wanita yang tak memiliki skill apapun di dunia kerja hanya bersolek mempercantik dirilah dan menggoda kaum lelakilah keterampilannya.


"Baik Omma." Jawab Cynthia yang mengangguk patuh.

__ADS_1


Cynthia pun turun dari mobil Suci, ia berjalan mendekati pagar yang dijaga ketat oleh pihak keamanan yang sudah mengenalinya.


"Buka pintunya Pak, saya mau masuk!" Perintah Cynthia pada petugas keamanan yang sedang berjaga.


"Maaf Nona, Nona sudah tidak diperkenankan untuk masuk ke Mansion ini lagi." Jawab salah satu petugas keamana yang berjaga tanpa bergerak membukaan pintu untuknya.


"Siapa kau yang berani-beraninya melarang ku untuk masuk ke Mansion Kakekku? Apa Jessica dan Endah yang menyuruh mu untuk melarangku masuk ke Mansion Kakek, hah! Aku ini Nona di mansion ini, Endah itu bukan siapa-siapa, dia hanya menumpang tinggal di Mansion Kakekku. Seharusnya kalian semua jangan menuruti perintah dari mereka berdua. Dan jangan berani-beraninya sembarangan bicara dengan ku! Aku pasti akan adukan ucapanmu ini pada Ayah dan Kakek." Sarkas Cynthia yang tidak terima dengan ucapan salah satu petugas keamanan yang berjaga. Ia berbicara sambil menunjuk - nunjuk wajah mereka satu persatu dengan jari telunjuknya.


"Maaf Nona jika Nona tersinggung dengan ucapan saya, tapi saya ini hanya menjalankan perintah dari Tuan Besar Abraham dan juga Tuan Nico bukan menjalankan perintah dari Nona Jessica ataupun Nona Endah." Bantah pihak keamanan yang di tuduh menjalankan perintah dari kedua Nona mudanya oleh Cynthia.


"Saya tidak berbohong Nona. Sebaiknya Anda segera pergi dari sini sebelum kami berbuat kasar untuk mengusir Anda pergi." Balas pihak keamanan itu kali ini dengan nada bicara yang meninggi dan sedikit mendorong pagar yang Cynthia pegangi sejak tadi.


Rasa sesak di dadanya begitu membuatnya sulit bernapas, air mata Cynthia menetes tak tertahankan saat mendengar kembali pihak keamanan yang berjaga meyakinkan dirinya bahwa mereka melarangnya masuk karena perintah sang Kakek dan Ayah yang sangat ia sayangi.


"Ayah, kenapa ayah tak mengizinkan ku masuk dan tinggal bersamamu, apa semua ini karena Berry, ayah jadi kecewa padaku atau ayah sudah mengetahui aku bukanlah anak kandung ayah. Ayah aku sangat menyayangimu, aku hanya mau Ayah yang menjadi Ayahku bukan pria cacat itu yang tinggal bersama Mommy." Ucap Cynthia di dalam hatinya, ia berjalan mundur ketika petugas keamanan mulai mengeluarkan anjing herder untuk menakutinya agar segera pergi.


Suci yang masih berada di tempat yang sama terus memperhatikan Cynthia. Dia tak dapat mendengar apa yang Cynthia dan petugas keamanan itu bicarakan, karena posisinya yang tidak begitu dekat dengan posisi Cynthia saat ini. Suci menyuruh sang sopir menghampiri Cynthia ketika Cynthia berjalan mundur dengn tubuh yang limbung membekap kedua mulutnya dan terdengar gonggongan suara anjing yang begitu keras dan nyaring terdengar sampai di telinga Suci.

__ADS_1


Suci keluar dari mobilnya dan merangkul Cynthia yang berdiri ketakutan sembari menangis histeris meneriakkan nama Nico. Ia masih berharap Nico keluar dan membawanya masuk kedalam Mansion untuk tinggal kembali bersamanya.


Sedang di dalam Mansion, Abraham dan Dewi menyaksikan kedatangan Cynthia mulai dari mobil yang di tumpangi Cynthia datang dari awal ia memasuki jalan utama menuju Mansion Abraham melalui kamera CCTV.


Dewi lagi-lagi terlihat terkejut mengetahui sahabatnya adalah dalang dari semua permasalahan yang ada di keluarganya. Bahkan ia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat Suci merangkul Cynthia untuk masuk kembali ke dalam mobil bersama dengan dirinya.


"Aku selalu menganggap mu sahabat baikku. Aku selalu memaafkan kesalahanmu bahkan kau menipuku tentang kehamilan Melani yang kau tutupi saat perjodohan Nico dan Melani sekalipun aku selalu memaafkan kesalahan mu. Sedang diriku, Apa salahku pada mu Suci hingga kau setega ini padaku? Kau antarkan kembali anak Melani ke keluarga ku dan entah apa yang kau rencanakan lagi untuk membuat keluarga ku hancur berantakan? Kau sudah membuat kami menderita Suci terlebih Nico, Nico sangat menderita karena ulah mu Suci. Nico sudah menderita karena mu, dia ditinggalkan istri dan ketiga anaknya karena mu. Karena kamu Suci." Jerit batin Dewi yang kemudian memeluk tubuh tua Abraham yang masih terlihat kekar dan menumpahkan air mata kesedihannya disana.


"Sabarlah Mom, tenangkan hati dan pikiranmu. Jangan sampai kamu depresi lagi seperti dulu! Kita sudah berkumpul kembali dengan anak cucu dan menantu kita. Kita hanya tinggal menunggu bagaimana perjuangan anak kita mendapatkan maaf dari istri, ketiga anaknya dan menantunya yang keras kepala itu." Ucap Abraham yang mengusap lembut punggung sang istri yang tengah memeluknya.


"Aku kasihan dengan Nico Dadd, dia sangat menderita dan terus menyalahkan dirinya." Ucap Dewi yang masih dalam pelukan Abraham.


"Kau jangan terlalu mengkhawatirkan putra bungsumu itu. Yakinlah dia bisa melewati semua ini dengan mudah. Aku yakin Brata sebagai Besan sekaligus sahabat baik Nico tak akan tinggal diam, dia pasti membantu putramu untuk mendapatkan maaf dari keluarganya dan kembali hidup harmonis seperti yang kita inginkan sebagai orang tua." Ucap Abraham yang menenangkan Dewi.


"Ya Dad, aku berharap dan terus berdoa Brata akan terus membantu Nico setulus hati sampai mereka bisa berkumpul bersama lagi sebagai keluarga yang utuh tidak terpecah belah seperti ini." balas Dewi dengan penuh harapan.


"Ya, kita doakan saja semuanya bisa kembali bersama ya Mom." Ucap Abraham yang kemudian mencium lembut kening sang istri.

__ADS_1


__ADS_2