
Disebuah Cafe tengah duduk seorang wanita cantik dengan menggunakan dress mini berwarna merah. Ia sedang menunggu seseorang yang akan ia ajak kerja sama untuk mencapai tujuannya memisahkan dan menghancurkan rumah tangga Jessica.
Ya wanita itu adalah Cynthia yang sedang menunggu kedatangan Diego. Dia sudah membuat janji pada pria dimasa lalunya itu. Pria yang pernah ia jebak saat ia menjadikan Diego sebagai target untuk menyakiti Jessica.
Hampir satu jam ia menunggu kedatangan Diego yanh tak kunjung terlihat batang hidungnya. Ia hampir saja ingin meninggalkan cafe itu dan membatalkan pertemuannya dengan Diego.
Tapi saat ia ingin beranjak pergi dari tempat duduknya. Sebuah tangan menepuk bahunya yang terekspos itu.
"Mau kemana humm? Tak sesabar itu lo nunggu gue Cyn?" Tanya Diego yang baru saja tiba.
Diego menarik kursi yang ada di samping kursi Cynthia yang tadi ia duduki, kemudian tangan Diego menarik lengan Cynthia untuk kembali duduk bersamanya.
"Duduklah! Gue baru aja samapi Lo udah mau pergi aja." Pinta Diego pada Cynthia yang masih saja berdiri.
"Lama banget sih Lo! Niat ketemu gue gak sih?" Tanya Cynthia yang akhirnya duduk di samping Diego.
"Niatlah makanya gue udah ada disini. Tadi gue harus nganter nyokap dulu ketempat arisan emak-emak sosialitanya." Jawab Diego santai dengan apa adanya.
"Ohhhh...." Cynthia hanya menanggapi dengan membentuk huruf O di bibirnya.
"Hari ini Lo seksi banget Cyn. Ibu hamil yang seksi." Puji Diego dengan tangan yang mengelus punggung dan bahu Cynthia yang terekspos.
"Ya kan mau ketemu loh, harus cantiklah. Gue udah gak hanil Die, gue keguguran." Sahut Cynthia dengan tatapan genit menggoda dan suara manjanya.
"Keguguran apa lo gugurin Cyn?" Tanya Diego yang menatap serius manik mata Cynthia.
"Gue benaran keguguran Die,gue gak bohong." Jawab Cynthia yang tangannya mulai nakal menggerayangi kembali pangkal paha Diego.
__ADS_1
"Duhh...lo mancing gue terus Cyn, Kayanya Lo udah kangen ya sama permainan gue?" Tanya Diego kepada Cynthia dengan tatapannya yang tergoda.
"Ya bisa di bilang begitu. Tapi sebelum kita ngomongin ada hal penting yang mau gue bicarain sama Lo Die." Jawab Cynthia sambil meremas pangkal paha Diego.
"Hemmm hal penting apa? Lo mau ngobrol disini apa kita ke hotel Cyn?" Tanya Diego lagi yang mulai terangsang dengan remasan yang dilakukan tangan Cynthia pada pangkal pahanya.
"Disini dulu aja, kalau Lo setuju dengan ajakan gue, baru kita ke hotel hum." Jawab Cynthia yang memasang wajah ingin mendapatkan belaian dari Diego.
"Hahahhaha... Sepertinya ada bisnis besar nihh. Ya udah cepet lo omongin deh! Biar kita cepet ke hotel, soalnya junior gue udah ngeras nih liat lo kaya gini. Gak tahan gue..." Balas Diego yang mengusap punggung Cynthia dengan penuh hasratnya.
"Dulu aja Lo nolak gue Die, sekarang aja..." Ucap Cynthia dengan mulutnya yang mencebik namun ucapannya terhenti karena Diego segera memotong ucapannya.
"Ya beda dong Cyn dulu dan sekarang, apalagi Jessica udah ninggalin gue dan nikah sama cowok lain." Potong Diego dengan raut wajahnya yang berbeda.
"Nah, ini alasan kenapa gue mau nemui Lo Die. Gue mau ngajakin Lo kerja sama buat misahin Jessica sama suaminya." Cynthia berkata dengan menatap serius wajah Diego.
"Wahh gila Lo, mau ngancurin rumah tangga adik lo sendiri." Sahut Diego dengan membuang pandangannya pada Cynthia.
"Bukan adik Lo gimana maksud lo?" Tanya Diego yang tak mengerti.
"Iya dia bukan adik kandung gue karena gue bukan anak kandung Ayah Nico dan Ibu. Gue ini anak yang sengaja Mommy gue tukar untuk balas dendam ke keluarga mereka Die." Tutur Cynthia yang raut wajahnya berubah menjadi sedih karena menyebut nama Ayah Nico yang sangat ia sayangi.
"Balas dendam gimana maksudnya? Tega banget si Mommy lo lakuin itu." diego kembali bertanya merespon penuturan Cynthia.
"Mommy gue dan Omma gue sakit hati Die, karena Ayah Nico kabur di hari pernikahannya sama Mommy gue." Cynthia kembali menjelaskan dengan raut wajahnya yang sedih.
"Jadi Lo dijadiin alat balas dendam mereka berdua dong Cyn, pantesan Lo selalu keliatan gak suka sama Jessica karena kalian berdua gak sedarah dan Lo punya misi di keluarga itu." Tebak Diegonyang dijawab anggukan kepala dari Cynthia.
__ADS_1
"Terus buat apa Lo minta bantuan gue untuk misahin Jessica sama suaminya Cyn?" Tanya Diego lagi.
"Gue gak rela dia bahagia dengan Andre. Gue mau Andre jadi milik gue dan gue tahu banget Lo cinta banget sama dia. Pastinya Lo bakal bantuin gue kan Die?" Jawab Cynthia yang menanyakan kesediaan Diego membantunya.
"Gimana caranya gue bantu Lo, Cyn? Lagipula Jessica udah pindah dari kota ini." Tanya Diego yang belum menjawab kesediaannya namun malah bertanya bagaimana caranya.
"Asal Lo mau dan ikut gue ke kota D, Lo akan di arahin bagaimana nanti caranya merebut Jessica kembali sama Omma gue." Jawab Cynthia yang berharap Diego mau membantunya.
"Gue mau aja Cyn, karena gue masih ada rasa sama dia tapi gue harus ambil cuti kuliah gue dulu Cyn." Diego akhirnya menyetujui ajakan Cynthia yang membuat wajah Cynthia berbinar.
"Serius Die?" Tanya Cynthia yang ingin memastikan penuturan Diego.
"Seriuslah, apalagi kalau Lo kasih gue service humm." Jawab Diego dengan wajah menggoda kepada Cynthia.
Keduanya pun pergi ke hotel setelah menyelesaikan pembicaraannya di cafe. Di dalam hotel Cynthia meminta waktu untuk membersihkan diri sebelum mereka memulai permainan mereka.
Sedangkan Diego sambil menunggu Cynthia membersihkan diri, ia hanya memainkan ponselnya. Entah siapa yang sedang ia hubungi di dalam aplikasi WhatsApp di ponselnya itu.
Lima belas menit Cynthia membersihkan diri. Ia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bath robes.
Cynthia berjalan berlenggak-lenggok dari pintu kamar mandi mendekati Diego yang tengah duduk di sofa panjang. Diego yang sedang memainkan ponselnya menyadari kedatangan Cynthia segera menyimpan ponselnya.
Diego merentangkan tangannya membiar Cynthia duduk di pangkuannya. Diego menarik tali bath robes yang dikenakan Cynthia.
Terlihat gunung kembar yang nampak menyundul, sungguh pemandangan yang menggoda. Netra Diego menatap bagian perut Cynthia yang masih diperban.
"Kau belum sembuh Cynthia apa sudah bisa?" Tanya Diego yang meragukan kondisi Cynthia.
__ADS_1
"Lakukan saja Die, aku sudah lama tak melakukannya terakhir hanya denganmu." Jawab Cynthia dengan wajahnya yang sudah di penuhi kabut gairah karena tangan Diego sudah bermain di benda kenyal yang menggoda itu.
"Ok baiklah asal tidak menyakiti mu, aku akan memulai permainan ku degan lembut dan hati-hati Cynthia." Balas Diego yang menyambar bibir merah merona Cynthia dengan rakusnya.