Cinta Jessika

Cinta Jessika
Di maafkan


__ADS_3

"Anna sayang, sebaiknya kamu ikut aku ke atas sebentar, biarkan mereka menyelesaikan permasalah mereka." Ajak Leon dengan memanggutkan kepalanya agar sang kekasih segera berjalan menghampirinya.


Mendengar ajakan calon suaminya, Anna segera menghampiri Leon dan menggandeng lengan pria yang dalam dua minggu ke depan akan sah menjadi suaminya itu.


Tersisalah dua pasang suami istri di ruang makan yang sedang diam membisu, saling menatap satu sama lain.


Nico memberanikan diri mendekati Endah, ia berjalan dengan langkah yang pasti mendekati putrinya. Ia menghentikan langkahnya tepat dihadapan Endah.


Manik mata Endah menyorotkan aura kebencian dan amarah yang sebentar lagi akan meledak pada pria tua yang berdiri dihadapannya.


"Endah... Tolong maafkan Ayah, berikan Ayahmu ini kesempatan untuk menyayangi mu lebih dekat, berikan Ayah mu ini kesempatan untuk melewati hari yang terlewatkan oleh kita Endah." Nico meraih kedua tangan putrinya saat ia memohon maaf pada putri yang selama ini telah di tukar oleh mantan calon istrinya.


Endah menghentakkan tangannya hingga pegangan tangan Nico pada tangannya pun terlepas, ia membuang pandangannya kearah lain dan ingin melangkahkan pergi meninggalkan Nico namun belum sempat Endah melangkah, Nico menarik tubuh putrinya itu kedalam pelukannya.


Nico memeluk tubuh Endah sangat erat dan kuat, sekeras dan sekuat apapun Endah berusaha melepaskan pelukan Nico, ia tak akan berhasil melepaskan diri.


"Diamlah Nak, jangan memberontak! Kau akan menyakiti calon anakmu jika kau terus berkeras melepaskan pelukan Ayah. Ayah hanya ingin memeluk putri Ayah yang tak pernah merasakan pelukan Ayah ini." Ucap Nico dengan suara lirihnya yang membuat benteng pertahanan Endah runtuh.


Buliran bening dari mata Endah yang lentik berjatuhan membasahi pipi ibu hamil yang sudah terlihat cubby itu tanpa suara.


Begitu pula dengan Lestari yang menangis terharu melihat apa yang dilakukan Nico pada Putrinya yang selama ini menderita karena hidup jauh dari keluarga kandungnya.


"Ayah tahu, Ayah memiliki banyak kesalahan padamu Nak, Ayah memang tak pantas untuk mendapatkan maaf darimu, tapi tolong izinkan Ayah untuk menyayangi mu Nak, dan izinkan Ayah melewati hari-hari ayah bersama mu. Ayah juga ingin seperti Ibumu, mendapatkan kesempatan hidup bersama dengan dirimu Nak, tolong jangan jauhkan dirimu dari Ayah." Ucap Nico yang tak mendapatkan jawaban dari Endah.


Endah tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, karena hatinya makin terenyuh dengan permintaan Nico dengan suara yang begitu lirih.


Lestari yang berdiri tak jauh dari Endah dan Nico datang menghampiri Endah.


"Endah putriku, apa Endah sayang sama Ayah?" Tanya Lestari yang mengelus rambut putrinya yang masih dalam pelukan sang suami.


Endah menjawab dengan menganggukkan kepalanya tanpa berhenti menitikkan air mata.


"Jika Endah sayang ayah, balas pelukkan Ayahmu nak, maafkan dia dan berdamailah dengan dirimu sendiri sayang." Lestari menuntun anaknya untuk memaafkan suaminya.


Sejenak Endah terdiam tanpa respon, ia sedang menimbang ucapan sang Ibu dan tak lama kemudian dengan ragu Endah membalas pelukan Nico. Tangis Endah pecah saat ia membalas pelukan dari sang Ayah.

__ADS_1


"Ayah... Endah sayang Ayah, jangan tinggalkan Endah lagi Ayah! Selama ini aku sudah sangat menderita menjalani hidupku tanpa Ayah. Mereka semua selalu mengabaikan ku dan membiarkan diriku menjadi pengemis kasih sayang dari mereka, Ayah." Ucap Endah lirih di sela tangisannya yang pecah.


"Ayah tak akan meninggalkan mu, Nak. Ayah akan tinggal bersama mu. Jika kamu mengizinkannya." Balas Nico yang sudah berlinangan air mata. Rahangnya yang terlihat tegas sudah banjir dengan air matanya.


"Ya, Ayah memang harus tinggal bersama ku, karena Ayah adalah Ayahku bukan Ayah anak tikus itu." Jawab Endah yang mulai bicara dengan sikapnya yang posesif.


"Anak tikus?" Nico membeo dan melepaskan pelukannya pada Endah.


Dengan memegangi kedua lengan Endah Nico pun bertanya apa yang di maksud dari anak tikus yang diucapkan putrinya itu.


"Endah, putri ku, coba katakan pada Ayah, apa yang kau maksud dengan anak tikus itu Cynthia?" Tanya Nico dengan memandangi wajah putrinya yang sembab karena terlau banyak menangis.


"Iya, kenapa? Apa ada masalah jika aku menyebutnya seperti itu? Atau jangan-jangan Ayah tak menerimanya, jika aku menyebutnya seperti itu? Bukan begitu Ayah?" Jawab Endah dengan tuduhannya dan wajah yang terlihat ia tekuk.


"Bukan begitu Nak, kau sedang hamil, tidak baik berkata yang tidak-tidak bagi ibu yang sedang hamil sayang." Kilah Nico yang sudah takut Putrinya kembali merajuk.


"Hemmmm.... Ku kira di hati ayah masih tersimpan namanya." Balas Endah dengan wajah lesunya.


"Tidak sayang, di hati Ayah hanya ada Ibu dan juga anak-anak Ayah." Ucap Nico sembari mencuri pandang pada Lestari yang berdiri di samping Endah.


"Apa??? Benarkah itu Bu??" Tanya Nico yang terkejut dan langsung termakan api cemburu.


"Ya, dia hanya mendekati ibu dan Mbak Ayumi sebagai langganan dan teman saja kok, tidak lebih." Jawab Lestari apa adanya.


"Bu, tolong maafkan Ayah tapi Ayah mohon jangan ke toko bunga itu lagi, ayah takut Ibu akan tergoda pesona orang itu." Ucap Nico yang tengah cemburu dan membuat tawa Endah pun pecah.


"Bbbbuaaahhhhhaaaaaahahaha...." Tawa Endah begitu keras dan menggema.


Mendengar istrinya tertawa begitu keras Jimmy berjalan menghampiri Endah dan mengingatkan istrinya itu.


"Sayang... Ketawanya jangan keras-keras nanti perutnya keram lagi!" tegur Jimmy yang langsung mendapat sikutan dari Endah.


"Jangan sok perhatian ya! Ingat Babang masalah kita belum selesai! Kamu tetap tidur di luar sampai batas waktu yang tidak ditentukan." Ucap Endah dengan merapatkan gigi-giginya dan suaranya yang pelan namun masih dapat di dengar oleh semua orang.


Lestari yang tahu kemarahan Endah akan berujung perang dunia ke tiga segera memisahkan mereka berdua dan mengabaikan Nico yang sedang memohon maaf padanya namun belum sempat ia jawab.

__ADS_1


"Endah, tolong panggil Abang dan adikmu untuk makan malam, masakan ibu sudah hampir dingin karena kedatangan Ayahmu." Pinta Lestari sambil mengedipkan mata pada Nico agar Nico mau mengerti dia sedang mengalihkan perhatian sepasang suami istri yang ingin memulai peperangan jika tidak dialihkan perhatiannya.


Dengan wajah kesalnya, Endah pergi meninggalkan mereka bertiga, ia berjalan menaiki anak tangga menyusul Leon dan juga Jessica.


Ketika sampai di lorong jalan menuju kamar Utama Mansion ini yang merupakan kamar pribadi Andre dan Jessica. Endah melihat pemandangan langka dimana CEO nomor satu di negeri ini sedang duduk di bawah pintu dengan wajah bertumpu pada kedua lututnya.


"Kak Andre, ngapain duduk disini?" Tanya Endah sambil tersenyum mengejek.


"Cih, jangan pura-pura tidak tahu! Ini semua karena ide suamimu untuk membawa Ayah mertua kesini. Jessica jadi marah padaku. Pasti kau senangkan melihat aku begini?" Jawab Andre dengan mencebik bibirnya.


"Hahahaha tentu saja aku senang, kau itu selalu menjadi biang masalah dari keributan aku dan Babang Jimmy, Kak Andre. Jadi kalau Kak Andre kena masalah seperti ini dengan adikku, akulah orang pertama yang bahagia di atas penderitaan mu Kak. " Sahut Endah dengan tawa mengejeknya.


Andre yang tak terima mendapat tawa ejekan dari sosok kakak ipar yang menyebalkan baginya itu pun akhirnya mengajak Kakak iparnya itu untuk berdebat. Siapa tahu jika ia berdebat dengan Endah, Jessica akan membuka pintu kamarnya.


"Suami mu itu bekerja dengan ku Endah, jadi jika ia di beri tugas oleh ku itu sungguh sangatlah wajar, kenapa kamu marah padanya dan menyalahkan bahkan mengamuk denganku?" Balas Andre.


"Karena tugas-tugas yang Kak Andre berikan itu berlebihan, dia sampai melupakan aku dan mengabaikan aku." Sahut Endah yang menyalahkan Andre.


"Itu salahnya yang tak mengingatmu bukan salah ku. Seharusnya disela waktunya bekerja dia mengabarimu."


"Ya itu karena dia terlalu fokus dengan pekerjaannya Kak Andre."


"Ya bagus dong dia fokus dengan pekerjaannya, suami mu itu bekerja dengan baik dan seharusnya kamu bangga memiliki suami seperti dia."


"Iya bagus untuk perusahaan mu tapi tidak bagus untuk rumah tangga ku."


"Ah... Kamu itu terlalu berlebihan Endah, kalau perusahaan ku untung besar karena suamimu, bukannya kamu jadi bisa belanja barang-barang mahal yang kamu suka itu?"


"Kak Andre yang terlalu berlebihan ngasih pekerjaan sama suami aku. Menguntungkan diri Kak Andre sendiri dan merugikan aku." Ucap Endah yang sudah kesal dan akhirnya memukul lengan Andre dengan kerasnya.


Bugh..bugh


"Au... Sakit Ndah kok mukul sih, penganiayaan nih! Sayang... Aku di pukulin Kakak kesayangan mu nih... Haduhhh sakit sekali." Ucap Andre lirih dengan merintih kesakitan yang sengaja ia dramatisir.


Ia manggil-manggil istrinya berharap mendapat pembelaan dan benar saja pintu kamarpun terbuka. Jessica muncul dari balik pintu.

__ADS_1


__ADS_2