Cinta Jessika

Cinta Jessika
Terbongkar


__ADS_3

Tiga minggu berlalu begitu cepat. Keluarga Abraham Adijaya kembali memperkuat hubungan persaudaraan mereka dengan keluarga Kusuma dengan menikahnya Leon dengan Anna makin kuatlah hubungan persaudaraan mereka setelah sebelumnya Jessica dengan Andre telah terlebih dahulu menikah.


Dengan satu tarikan nafas Leon membacakan ijab di depan peghulu dan langsung diwalikan oleh orang tua kandung Anna dan di saksikan oleh Paman Adam dan juga Tuan Brata sebagai saksi dari pihak mempelai wanita.


Dalam suasana pernikahan mereka, semua orang begitu nampak bahagia, bagaimana tidak. Keluarga besar Abraham Adijaya untuk pertama kalinya berkumpul secara utuh dari Anak, menantu, cucu, cucu menantu dan sampai ke cicit mereka.


Kebahagiaan yang selama ini di rindukan oleh Dewi dan juga Abraham, yaitu berkumpul bersama dengan suasana suka cita.


Namun dibalik kebahagiaan mereka ada sosok anak manusia yang sedang merasakan kesedihan mendalam. Ia sedang duduk termangu di atas pusara sang Mami yang telah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Ya, sosok anak manusia yang tengah bersedih itu adalah Diego. Wina ditemukan tak bernyawa di dalam kolam renang rumahnya. Ia tak sengaja mengakhiri hidupnya karena pengaruh alkohol yang ia minum. Ia terjatuh ke kolam renang setelah sebelumnya ia tergelincir dan kepalanya terbentur tepian lantai kolam renang rumah mewahnya itu.


Perceraiannya dengan sang suami yang diliar dugaan membuat Wina nampak depresi. Ia sering menghabiskan waktu malamnya dengan bermabuk-mabukan seorang diri, apalagi Diego bukannya menguatkan dirinya malah banyak menghabiskan waktu di apartemen bersama Cynthia.


Tubuh Cynthia yang menjadi candu bagi Diego saat ini, membutakan mata hati Diego, ia melupakan kondisi sang Mami bisa jadi seperti ini karena keinginan dirinya yang menentang sang Papi.


Bukannya menghabiskan waktunya untuk menemani sang Mami, Diego malah memilih menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan Cynthia. Wina membiarkan Diego dengan kesenangannya yang makin membuatnya makin terpuruk karena kesendirian yang menyakitkan.


Ditambah lagi teman-teman sosialitanya yang ia harapkan akan menghiburnya dalam kesepian malah meninggalkannya disaat dia terpuruk seperti saat ini. Penyesalan yang tak ada habisnya selalu membayangi hidup seorang Wina. Ia menangisi hidupnya seorang diri. Merasakan sakit di tinggalkan suami, anak dan juga teman-teman dekatnya.


"Mami, kenapa Mami tinggalin Diego Mih?" Tangis Diego di atas batu nisan sang Mami yang baru saja di kuburkan.


"Diego akan tinggal bersama siap Mi kalau Mami pergi seperti ini? Kenapa semua orang yang Diego sayangi meninggalkan Diego Mih? Kenapa??" Tangis Diego yang tak kunjung berhenti membuat Cynthia yang berada tak jauh dari Diego pun mendekat.

__ADS_1


"Diego, kuatkanlah dirimu! Kamu jangan terpuruk seperti ini! Ingatlah masih ada Jessica yang menunggu kamu menjemputnya!" Ucap Cynthia yang berbisik di telinga Diego, seketika tangis Diegopun berhenti.


"Ya kau benar Cynthia, aku masih memiliki Jessica di dalam hidupku. Aku akan mengambil wanitaku, akan kurebut dia kembali dari tangan siapapun. Meskipun nyawaku taruhannya." Diego berkata dengan rasa penuh optimis.


Ia segera berdiri dan pergi meninggalkan makam Maminya. Langkah yang begitu cepat membuat Cynthia tertinggal. Entah kemana arah tujuan Diego pergi saat ini. Cynthia sama sekali tidak mengetahuinya. Cynthia membiarkan Diego pergi meninggalkannya, dia hanya tinggal menunggu laporan dari anak buahnya apa yang di lakukan Diego dibelakangnya.


Sepeninggalan Wina, Diego nampak terlihat mendatangi Papinya yang tak datang kepemakaman sang mantan istri. Bukan karena tidak ada rasa cinta lagi yang sebagai alasan ketidak hadirannya. Namun ada rasa penyesalan meninggalkan sang mantan istri hingga berujung kepergian selama-lamanya sang mantan istri yang masih sangat ia cintai.


Dengan penampilannya yang berantakan Diego mendatangi perusahaan sang Papi. Ia datang hanya ingin meminta hak warisnya sebagai seorang anak yang terbuang yang hanya akan hidup terlontang-lantung di luar sana tanpa ada satupun orang yang memperdulikanya apalagi memperhatikannya.


"Mau apa kamu datang kesini, Diego? Bukannya seharusnya kamu ada di acara pemakaman Mamimu?" Tanya Roy menatap tajam pada sang putra.


"Meminta hak ku apalagi? Acara pemakaman Mami sudah selesai." Jawab Diego yang duduk dengan santai di sebuah kursi di depan meja kerja sang Papi.


"Memangnya hak apa lagi yang kamu tuntut dari ku?" Tanya Roy masih dengan tatapan yang sama.


"Aku sudah memberikanmu aset berharga ku, cukup untukmu bertahan hidup hingga tujuh turunan, apa itu masih belum cukup?" Tanya Roy yang nampak begitu kesal.


"Aku tak mau aset aku butuh uang cash untuk aku pergi dari negara ini." Jawab Diego yang makin memancing emosi Roy.


"Jangan berbuat diluar batasanmu Diego! Mereka akan mencari mu hingga kelobang semut sekalipun. Urungkan niatmu membawa lari Jessica! Wanita itu sedang hamil. Kamu tidak boleh bertindak sembarangan!" Sahut Roy dengan suaranya yang meninggi.


"Biarkan aku tak perduli. Kehamilannya adalah bonus bagiku." Balas Diego dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Kamu sudah dibutakan dengan cinta Diego. Kalau kamu masih seperti ini aku tak akan pernah memberikan sepeserpun uangku untukmu. Sekarang kau keluar dari ruang kerja ku! Kembalilah jika kamu sudah berubah pikira!" Dengan nada emosi Roy mengusir putranya dari ruangannya.


Diego menatap wajah Roy penuh dengan kebencian sebelum ia pergi meninggalkan ruang kerja sang Papi.


"Baiklah jika Anda sangat berat memberikan hakku sebagai Anak, aku harap Anda segera menyusul Mami ke alam Baka, agar aku tidak perlu susah payah mendapatkan hakku." Ucap Diego dengan penuh penekanan.


"Dasar anak kurang ajar. Pergi kau dari sini!!" Pekik Roy dengan penuh rasa amarah di dalam dadanya.


Diego akhirnya pergi meninggalkan ruang kerja Roy, ia membanting pintu dengan keras hingga pintu itu terlepas dan membuatnya seluruh karyawan terkejut dibuatnya.


Sekepergian Diego, Roy merasa dada bagian kirinya sakit dan lama kelamaan pandangan matanya buram hingga akhirnya ia pun hilang kesadaran. Ia terjatuh tersungkur dilantai.


Para Karyawan yang melihat Roy terjatuh segera membawa Roy kerumah sakit terdekat namun sayang nyawa Toy tak tertolong. Ia pergi selama-lamanya karena keegoisan putranya.


Diego yang mengetahui berita kematian sang Papi amat sangat bahagia tak ada sedikitpun raut kesedihan terpancar di wajah tampan Diego. Bagi Diego kematian sang Papi akan mempermudah dirinya mendapatkan semua harta yang dimiliki sang Papi, dia tak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan modal untuk dia melarikan diri bersama Jessica keluar Negeri, seperti yang ia harapkan.


Namun harapannya untuk mendapatkan harta warisan dari mendiang Papinya harus ia kubur rapat-rapat karena sang Papi sudah jauh-jauh hari mengubah isi surat wasiatnya. Sang Papi tidak meninggalkan apapun atas nama dirinya semua harta benda peninggalan sang Papi jatuh pada istri keduanya dan juga kedua anaknya terkecuali barang-barang yag terlanjut di hibahkan padanya saat perceraian Roy dengan Wina.


Hal ini membuat Diego terkejut, ia tidak mengetahui kenyataan bahwa Papinya selama ini sudah memiliki keluarga baru dibelakang dirinya dan sang Mami.


Kehancuran Diego sebelum melancarkan aksinya membuatnya kehilangan akal. Tanpa memiliki modal yang cukup banyak untuk membayar orang-orang yang akan melancarkan aksinya, akhirnya ia memutuskan untuk merencanakan penculikan Jessica bersama dengan Cynthia.


Malam sebelum Cynthia pamit dengan Fabian tanpa sengaja Margareth mendengar semua pembicaraan antara Om dan keponakan itu.

__ADS_1


Margareth begitu terkejut mengetahui Fabian akan ikut serta dalam rencana penculikan Jessica. Cynthia dan Fabian begitu licik hanya menjadikan Diego sebagai kaki tangan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau mereka berdua berencana akan melenyapkan Diego.


Hati Margareth begitu sakit, menyadari kebaikan Fabian selama ini hanya sebuah kepalsuan.


__ADS_2