
Lagi-lagi dalam waktu yang tak lama seorang Dokter Spog datang ke unit apartemen Andre bersama pihak rumah sakit yang membawa peralatan medis untuk memeriksa kondisi Nyonya muda mereka.
Jessica masih belum kunjung sadar dari pingsannya. Dokter Gunawan sebelumnya sudah mengatakan sebenarnya Jessica tidak apa-apa dia hanya kelelahan, dan saat ini dia hanya sedang tertidur saja.
Andre sangat paham dan hafal betul kondisi dan kebiasaan istrinya yang jika tidur sulit sekali untuk di bangunkan. Dalam kondisi tidur seperti ini sangat memudahkan Dokter untuk memeriksa kondisi Jessica pasalnya Jessica memiliki phobia dengan para medis.
Dengan wajah datar dan suaranya yang dingin seakan malas menanggapi seorang Dokter wanita yang meminta izin pada Andre untuk memeriksa rahim Jessica menggunakan alat USG yang di bawanya dari rumah sakit bersama petugas para medis lainnya.
Dokter tersebut mengoleskan gel di kulit perut bagian bawah Jessica kemudian menggerakkan alat pemindai yang biasa di sebut probe pada permukaan kulit perut bagian bawah Jessica. Kedua tangan Dokter wanita yang diketahui bernama Sindy itu begitu sangat lincah, satu tangan kanan memindai dan satu tangan kirinya menggerakkan kursor di papan keyboard USG, sedang matanya fokus menatap layar monitor. Setelah melakukan pemeriksaan USG kepada Jessica, Dokter Sindy mengucapkan selamat kepada Andre.
"Selamat Tuan Muda, istri Anda memang benar-benar hamil, hanya saja usia kandungannya masih terlalu muda sekitar 3 minggu,"
"Bagaimana bisa istriku hamil dengan usia kandungannya 3 minggu sedangkan aku dan dia baru menikah tujuh hari?"
"Tenti bisa Tuan, usia kandungan Nyonya muda di hitung berdasarkan hari pertama haid terakhirnya," terang Dokter Sindy pada Andre.
"Ooo seperti itu... Jangan lupa berikan istriku vitamin dan obat penguat kandungan karena istriku ini pecicilan sekali orangnya."
"Baik Tuan, saya sudah menyiapkan vitamin dan obat penguat kandungan untuk Nyonya muda konsumsi selama satu bulan ke depan, obat yang saya resepkan obat paling bagus dan baik untuk ibu hamil. Kalau tidak ada lagi yang bisa saya bantu, saya pamit untuk kembali ke rumah sakit Tuan Muda,"
"Mulai hari inj kau ku tugaskan menjadi Dokter kandungan untuk istriku, berikan dia pelayanan dan obat terbaik selama masa kehamilannya! terima kasih atas bantuan Anda Dokter, tolong rahasiakan kehamilan istri saya dari siapapun terlebih pada kedua orang tua saya. Ingat hanya saya yang berhak memberitahukan kabar ini pada mereka. Sekarang kau boleh kembali ke rumah sakit!"
"Baik Tuan muda, saya permisi."
Setelah berpamitan Dokter Sindy pun keluar dari kamar pribadi Andre, Andre memastikan pintu kamarnya sudah tertutup rapat kemudian ia berjalan naik ketempat tidur, ia ikut merebahkan dirinya disamping sang istri. Ia mengecup sayang pipi sang istri yang begitu di cintainya.
"Terimakasih sayang, kamu akan segera melahirkan buah hati kita sembilan bulan kedepan nanti, ternyata aku tokcer juga ya hahaha...., ini semua berkat doa Mami dan ramuan jamu tradisional warisan keluarga yang sengaja di buat langsung olehnya hanya untukku kemarin. Mami ku memang Mami terbaik di dunia ini." Ucap Andre dengan senyum yang terus terukir di wajahnya.
*
__ADS_1
*
*
Unit Apartemen Leon.
Unit apartemen yang di sediakan Andre adalah unit yang sudah siap huni, dengan di bantu anak buah Andre dan Leon barang-barang pribadi milik Leon yang semula ada di hotel milik Adam pun sudah di pindahkan ke unit Apartemen Leon.
Kini dua pria beda generasi ini sedang duduk di sofa ruang tamu dengan penuh ketegangan.
"Jangan menatapku seperti itu Leon, tatapan mu seperti mengintimidasi aku,"ucap Adam yang tak nyaman mendapatkan tatapan dari Leon keponakannya.
"Aku butuh penjelasanmu Paman,"sahut Leon masi dengan tatapan yang sama.
"Penjelasan yang mana? Bukankah dibelakang kami kamu melakukan penyelidikan sendiri mengenai Endah?" Tanya Adam pada Leon.
"Bagaimana bisa Paman tahu apa yang aku lakukan di belakang kalian?" Leon malah balik bertanya pada Adam.
"Aku hanya menghilangkan rasa penasaran ku pada Endah, kenapa bisa ia memiliki beberapa kemiripan dengan anggota keluarga ku Paman, apa itu salah?" Jelas Leon pada Adam.
"Tidak salah Leon, apa yang kamu lakukan sudah benar." Adam membenarkan apa yang dilakukan Leon.
"Paman tolong jelaskan bagaimana bisa Endah tertukar dengan Cynthia? Dan bagaiman Paman bisa mengetahui mereka tertukar sedangkan kedua orang tua ku saja tidak mengetahuinya."
"Endah sengaja di tukar oleh Melani mantan calon istri Ayahmu yang di tinggalkan Ayah mu saat hari H pernikahannya. Alasan Ayah mu meninggalkan Melani karena ia tak mencintai Melani ditambah lagi saat itu Melani tengah hamil anak dari pacar gelapnya yang kini sudah meninggal. Melani dan Ayah mu hampir menikah karena perjodohan. Nenek mu menjodohkan Ayahmu dengan keponakan sahabatnya, sahabat Nenek mu tak lain dan tak bukan adalah Nyonya Suci, ibu dari Fabian bos tempat dimana Jessica bekerja. Se....."ucapakan Adam terpotong karena Leon menyelanya dengan keterkejutannya saat Adam menyebut nama Fabian.
"Apa?? Mengapa dunia ini jadi terlihat begitu sempit? Kenapa harus berhubungan dengan mereka sejak dulu dan sekarang? Benar-benar seperti lingkaran setan saja jalan hidup keluarga kita Paman, Paman tolong teruskan lagi cerita mu! Aku ingin mendengar ceritamu dari awal hingga akhir." Potong Leon yang tak habis fikir dengan semua ini.
"Bisakah kamu diam dan menjadi pendengar yang baik dulu Leon?" Protes Adam pada Leon.
__ADS_1
"Baik Paman, silahkan lanjutkan!"sahut Leon.
"Setelah pernikahan mereka gagal di langsungkan Melani kembali pada kekasih gelapnya. Entah dia menikah atau tidak yang pasti hidupnya begitu susah sehingga suaminya mengambil jalan pintas dalam mencari rezeqi, dia menjadi pengedar narkoba dan merampok hingga akhirnya, ia tertangkap, saat ia tertangkap Melani sedang mengandung Cynthia. Menurut infomasi yang paman dapatkan Melani di datangi Nyonya Suci, ia menawarkan bantuan dengan satu syarat, syarat itu yaitu ikut bekerja sama membalaskan dendam kepada keluarga kita dengan menukar Cynthia dengan Endah. Entah atas dasar apa wanita tua itu begitu dendam dengan keluarga kita, menurut Kakekmu sebelum ia menikah dengan Tuan Bagas, Nyonya Suci kerap kali menggoda Kakek mu seakan dia ingin merusak rumah tangga sahabatnya sendiri." Terang Adam.
"Lalu sejak kapan Paman tahu Endah dan Cynthia tertukar?" Tanya Leon.
"Sejak Cynthia hamil, Melani begitu intens menemui Cynthia, dan salah satu mata-mata keluarga kita pernah memdengar Cynthia memanggil Melani dengan sebutan Mami," jawab Adam.
"Apa?? Cynthia memanggil Melani dengan sebutan Mami?" Lagi-lagi Leon dibuat terkejut.
"Iya Leon, sebenarnya kami sudah menaruh curiga ketika Cynthia pernah hilang dan ditemukan oleh Melani saat itu, tapi saat itu kami hanya mengira itu hanya suatu kebetulan tapi ternyata perkiraan kami itu salah."
"Lalu apa langkah kita selanjutnya Paman? Apakah Ayah dan Ibu ku sudah diberitahukan akan hal ini?" Tanya Leon.
"Jangan beritahukan hal ini pada kedua orang tua mu tanpa persetujuan Kakek mu Leon!" Larang Adam pada Leon.
"Tapi Ayah dan ibu ku harus tahu akan hal penting seperti ini,"sangkal Leon.
"Belum waktunya Leon, masi banyak yang harus kita urus terlebih dahulu sebelum memberitahu kedua orang tua mu," sahut Adam memberi alasan.
"Apa yang harus kita urus Paman? Bukankah sudah jelas Endah adalah anak Ayahku?" Tanya Leon lagi.
"Leon meskipun kita sudah memiliki hasil test DNA antara Endah dan Ayah mu tapi tetap saja kita tidak bisa mengambil Endah seenaknya karena Endah itu di adopsi secara sah di mata hukum oleh Tuan Ferry, Tuan Ferry akan memberikan Endah pada kita jika kita bisa meminta Andre melepaskan saham Perusahaan Tuan Ferry yang ada di tangan Andre. Itu semua dia minta sebagai imbalan sudah membesarkan Endah dengan gelimangan harta," Jelas Adam.
"Berapa persen saham yang dia minta Paman?" Tanya Leon begiti serius.
"30%,"jawab Adam singkat.
"Apa?? Dia benar-benar sudah tidak waras, begitu banyak saham yang dia pinta dari kita Paman, berarti kita harus melakukan transaksi pembelian saham dengan Andre, bukan begitu Paman?" Sahut Andre dengan pertanyaannya.
__ADS_1
"Iya, tapi Paman tidak yakin Andre mau menjual sahamnya pada kita, keluarga Kusuma tidak pernah menjual saham yang sudah mereka miliki Leon," jawab Adam yang terlihat patah arang.
"Serahkan pada ku Paman, saham itu akan segera aku dapatkan untuk mendapatkan adikku kembali, aku tak mau terpisah lagi dengan adikku, dia sudah cukup menderita menjalani hidupnya tanpa keluarga kandungnya selama ini, "ucap Leon dengan begitu yakin dengan wajah sendu membayangkan penderitaan Endah selama ini yang sudah diceritakan Anna sebelumnya, Leon kemudian berdiri dari duduknya. Leon pergi begitu saja meninggalkan Adam. Adam hanya bisa menatap punggung keponakannya yang lama-lama menghilang dari pandangannya.