
Fabian memasuki gedung perusahaan Batara. Kedatangannya disambut baik oleh karyawan perusahaan Batara. Setelah Clara selesai mengisi buku tamu. Mereka ditemani seorang staff resepsionis yang mengantarkan mereka ke ruang meeting. Beberapa orang sudah nampak menunggu kedatangan Fabian di ruang meeting. Mereka mempersilahkan Fabian dan karyawannya untuk duduk.
"Silahkan duduk Pak Fabian! Kita masih harus menunggu Tuan Andre yang sebentar lagi akan tiba di ruangan ini." ucap salah satu karyawan Batara Group yang bernama Dimas.
Fabian hanya menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Bayu. Dua orang office girl membawakan minuman dan makanan untuk di suguhkan kepada tamu mereka ini. Seorang office girl berdiri di samping Jessica meletakkan segelas susu coklat dan dua kroket kentang di dalam piring kecil.
"Tolong di minum dulu susunya Nona!" pinta office girl yang menatap wajah Jessica penuh arti.
"Iya terima kasih ya mbak. Nanti susunya saya minum." jawab Jessica tersenyum ramah pada office girl itu.
"Maaf Nona bisakah diminum sekarang! Saya harus memastikan Anda meminum susu ini, atau saya bisa dipecat oleh Tuan Andre." ucap Office girl itu dengan nada memaksa.
Ucapan office girl itu menarik perhatian empat orang yang duduk sejajar dengan Jessica. Karena merasa seluruh mata memperhatikannya. Akhirnya dengan berat hati Jessica menenggak habis segelas susu coklat yang ada di hadapannya tanpa tersisa dalam satu tenggukan.
"Sudah." ucap Jessica menatap wajah office girl itu.
"Makanlah kedua kroket ini nona sebelum tuan datang!" pinta office girl itu lagi.
"Aku sudah kenyang sekali. Bisakah nanti saja aku memakannya?" Jessica mengeluh dengan suara yang tinggi membuat orang seisi ruang kembali memperhatikannya.
"Mbak dia sudah kenyang. Tolong jangan memaksanya!" ucap Lina pada office girl itu.
"Tolonglah Nona... Makanlah satu saja jika Anda merasa kenyang!" pinta office girl itu dengan wajah memohon.
Karena kesal Jessica akhirnya memakan satu kroket itu. Ia menggigit kroket itu dengan kasar memasukkan seluruh bagian kroket itu kemulutnya dengan kesal. Hingga membuat mulutnya penuh terisi kroket dan terlihat menggembung.
Saat mulut Jessica tengah mengunyah. Tiba-tiba Andre datang bersama dengan Jimmy yang berjalan di belakangnya.
__ADS_1
"Selamat pagi." sapa Andre pada seisi ruangan.
"Selamat pagi Tuan Andre." jawab seisi ruangan terkecuali Fabian dan Jessica. Jessica tidak bisa menjawab sapaan Andre karena mulutnya tengah penuh kroket didalamnya. Sedang Fabian sangat malas membalas sapaan rivalnya itu.
Netra Andre langsung mengarah pada Jessica yang tengah mengunyah makanannya diujung sana. Andre duduk dikursi yang disediakan Jimmy. Dia terus memandangi Jessica dengan senuyum mengembang di wajah tampannya itu hingga Jessica menghabiskan makanan di dalam mulutnya. Andre tidak mengizinkan Jimmy memulai meeting sebelum Jessica menghabiskan makanan di mulutnya. Semua orang disana memperhatikan Andre dan juga Jessica. Hati Fabian terasa panas melihat ini semua. Darahnya seakan mendidih karena api cemburu.Melihat cara Andre memandang Jessica dengan penuh cinta.
Sisil dan Lina juga menaruh rasa curiga pada Jessica. Ada hubungan apa Jessica dan Andre hingga Jessica mendapatkan perlakuan yang berbeda di Perusahaan Batara Group? Serta sikap Andre dan cara Andre yang terus memandangi Jessica menambah rasa curiga pada diri mereka. Mereka juga memperhatikan wajah Andre dan Fabian yang sama-sama terlihat ada luka-luka baru yang masih basah seperti baru saja terjadi perkelahian di antara mereka berdua.
"Apa mereka baru saja berkelahi lagi?" tanya batin Clara Sisil dan juga Lina ketika memperhatikan wajah keduanya.
Tidak hanya mereka yang bertanya-tanya dengan penampilan wajah Andre dan Fabian. Seluruh karyawan Batara Group yang berada diruang meeting juga bertanya-tanya pada diri mereka masing-masing. Apakah kebetulan atau memang benar mereka berkelahi? Tapi jika benar mereka berdua berkelahi, apa penyebabnya? Mereka tidak mengerti dan mengetahuinya. Mereka juga takut untuk mencari tahu karena mencampuri urusan pribadi atasan mereka sama saja menggali kuburan mereka sendiri.
Andre sudah melihat Jessica menghabiskan kroket di mulutnya. Office girl itu dengan sigap memberikan air mineral kepada Jessica ketika melihat Jessica menghabiskan kroketnya.
"Terimakasih atas kerja samanya Nona." ucap Office girl itu pada Jessica. Jessica hanya menjawab dengan senyum terpaksa, Andre yang melihatnya ikut tersenyum baginya senyum keterpaksa diwajah Jessica begitu lucu dan menggemaskan.
Kemudian Andre meminta Jimmy untuk memulai meeting pada pagi ini.
Raut wajah Jessica terlihat berubah menjadi sendu karena mengetahui Andre akan pergi. Selama meeting berlangsung tak satu pun pembahasan yang ia catat di buku catatannya. Ia malah asyik dengan lamunannya dengan mata yang terus menatap wajah Andre. Andre terlihat serius mendengarkan diskusi yang tengah berlangsung. Sesekali baik Andre maupun Fabian melirik Jessica yang masih asyik melamun.
"Jess, kok bengong?" tegur Lina. Lina menegurnya karena mendapat kode dari Fabian untuk menyadarkan Jessica dari lamunannya.
"Hah apa Mbak?" tanya Jessica pada Lina.
"Lu ngelamunin apa sih? kerja Jess jangan ngelamun!" tegur Lina.
"Iya Mbak." jawab Jessica.
__ADS_1
Tak terasa meeting pun berakhir, Fabian pun berpamitan menjabat tangan Andre secara profesional. Mereka mengesampingkan masalah pribadi mereka saat bekerja. Kini giliran Jessica berjabat tangan dengan Andre.
"Kenapa melamun hemm? Apa yang sedang kamu fikirkan sayang?" tanya Andre ketika Jessica berjabat tangan dengannya.
"Kamu mau pergi?" tanya Jessica.
"Ya hanya sebentar, kenapa? Kamu sedih? Jika mau ikutlah bersama ku. Maafkan aku ya?! Karena aku kamu jadi kena marah Ayah mu tadi pagi sampai kamu melewatkan waktu sarapanmu. Aku berjanji tidak akan mengulangi kejadian seperti semalam lagi hmmm." ucap Andre pada Jessica dan Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Andre mengecup kilat pucuk kepala Jessica dihadapan karyawannya.
"Pergilah mereka sudah menunggumu!" pinta Andre pada Jessica yang sepertinya berat untuk melangkah pergi dari hadapan Andre, Jessica seakan tak perduli Fabian dan yang lainnya sudah melangkah pergi terlebih dahulu meninggalkannya setelah ia mengetahui Andre akan pergi jauh darinya.
Andre yang melihat Jessica yang tetap berdiri dan terpaku dihadapannya langsung menggandeng tangan Jessica. Ia mengantarkan Jessica menyusul Fabian dan ketiga teman kerja Jessica.
"Ya Tuhan hatiku begitu berat untuk melangkah ketika aku mengetahui dia akan pergi walaupun cuma sebentar kenapa hati ku sesedih ini? Apa aku sudah mulai mencintanya?" batin Jessica.
Terlihat Fabian Clara Sisil dan Lina sedang menunggu pintu lift terbuka. Betapa terkejutnya mereka melihat Andre menggandeng mesra tangan Jessica berjalan menghampiri mereka.
"Ada hubungan apa si bocil sama Tuan Andre? Wah kalau dia pacaran sama Tuan Andre berarti gue bakal kenyang nih. Si bocil udah janji mau traktir makan bakso Pakde depan kantor sama gerobak-gerobaknya lagi."batin Lina senang, membuat Lina senyum-senyum sendiri.
"Ternyata benar Jessica ada hubungan dengan Tuan Andre. Luka-lula pada wajah mereka pasti Jessica-lah penyebabnya. Aku harus berhati-hati denganmu, karena ada Tuan Andre dibelakang mu sekaran. Tapi kau jangan senang dulu Jessica, kau tetap akan dapat pelajaran atas semua ini meski bukan dari tanganku hahahaa..." batin Clara, ia nampak tersenyum licik melihat wajah Jessica.
Jantung Fabian begitu bergemuruh menahan seluruh rasa amarah kecewa kesal dan rasa cemburunya melihat wanita yang dicintainya di gandeng oleh rivalnya sendiri.
"Bersenang-senanglah Tuan Andre sebentar lagi aku akan merebut kembali apa yang telah kau rebut dariku" batin Fabian.
"Pergilah sayang! Hati-hati dijalan ya!" ucap Andre dengan senyum manisnya, ketika pintu lift terbuka. Ia melepaskan genggaman tangan Jessica dan terus meminta Jessica untuk masuk kedalam lift. Jessica dengan berat hati melangkahkan kaki masuk kedalam lift dengan mata yang terus memandangi wajah Andre. Andre tetap berdiri didepan pintu lift memandangi wajah Jessica yang sendu, ia menunggu hingga pintu lift tertutup dan Jessica hilang dari pandangan matanya baru ia akan pergi.
Di dalam lift suasana begitu senyap, tidak ada diantara mereka yang membuka pembicaraan. Fabian melihat Jessica yang kembali melamun dari pantulan pintu lift di hadapannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu menjadi suka melamun setelah mendengar Andre akan pergi ke Paris? Kepergian Andre akan menjadi kesempatan bagi ku untuk merebut hati mu kembali pada ku, Jessica" batin Fabian.
bersambung