Cinta Jessika

Cinta Jessika
Memilih untuk pergi


__ADS_3

Fabian menatap sedih punggung Jessica yang pergi meninggalkannya seorang diri disana. Ia menjatuhkan tubuh kekarnya itu begitu saja di kursi yang tadi ia duduki. Ia menopang kepalanya yang menunduk diatas meja dengan kedua tangannya.


“Pak..” suara Clara yang memanggil Fabian sembari menyentuh pundak Fabian. Sentuhannya seakan menggoda Fabian.


“Pergilah Clara saya sedang tidak mau diganggu!” pinta Fabian masih dengan posisinya yang tadi. Ia sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Clara.


Clara tidak juga pergi meskipun Fabian memintanya untuk pergi. Ia malah menarik kursi di sebelah Fabian. Ia duduk di samping Fabian menemani pria yang tengah rapuh hatinya.


Sedang di luar Alan tengah sibuk mencoba menghubungi seseorang  dari masa lalu Fabian setelah ia menyaksikan kepiluan hati Fabian dan Jessica dari luar café. Alan merasa tidak akan mungkin lagi Fabian bersatu dengan Jessica. Belum lama setelah Angela keluar dari Café. Para Bodyguard segera memasuki café seakan siap menghabisi Fabian jika melakukan sesuatu pada Jessica.


Ya sekarang Alan sedang mencoba menghubungi Margaret. Bagi Alan di kondisi Fabian yang seperti ini Fabian sangat membutuhkan Margaret wanita yang selama ini selalu bisa mengerti dan memahami Fabian. Menurut Alan jika Fabian tidak bisa bersatu dengan Jessica lebih baik Fabian kembali lagi dengan Margaret dan Margaret harus bisa menjelaskan dengan jujur alasan kenapa ia pergi meninggalkan Fabian 6 tahun yang lalu.


Di sisi lain Jessica yang berada di dalam mobil bersama Angela terus saja menangis merasa bersalah pada Fabian.


“Maafkan aku yang egois… maafkan aku...Maafkan aku yang menjadikan mu pelarian ku dari rasa sakit hati ku hingga membuat mu dan kedua anakmu sakit hati karena keegoisan diriku…Maafkan aku… Aku salah… tidak seharusnya aku melibatkan kalian hingga akhirnya aku menyakiti hati kalian.” pekik Jessica dengan tangisnya.  Angela dibalik kemudi hanya mendengar dalam diam jerit tangis penyesalan Jessica.


“Oh Tuhan aku tidak mau semuanya jadi begini…Aku tidak mau orang lain sakit hati seperti ini karena ulah ku… Kak Andre aku membutuh dirimu saat ini Kak…” pekik Jessica lagi. Jessica menghabiskan waktu dalam perjalanan pulang hanya dengan menangisi kesalahannya yang sudah menyakiti Fabian dan kedua anaknya.


Apa yang dilakukan Fabian di cafe, keterpurukan Fabian yang seperti itu membuat Jessica menjadi merasa bersalah.


Saat ini mobil yang di kendarai Angela sudah masuk ke pekarangan rumah Jessica setelah seorang Bodyguard lain membukakan pintu pagar rumah Jessica.


“Nona kita sudah sampai di rumah.” ucap Angela dibalik kemudinya. Ia memberitahukan Jessica yang masih saja menangis di kursi belakang.


Jessica segera menghapus air mata yang membasahi pipinya setelah mendengar ucapan Angela. Jessica berusaha bersikap baik-baik saja seakan tak terjadi apa-apa. Ia keluar dari mobil setelah Angela membukakan pintu mobil untuknya.


Jessica melangkahkan kakinya memasuki rumah tak lupa ia memberi salam ketika memasuki rumah. Ia mengucapkan salam dengan suara yang begitu lemas tak bergairah. Tidak ada satu orang rumah yang menjawab salam yang diberikan Jessica. Suasana rumah nampak sepi. Mungkin semua orang ada di dalam kamarnya masing-masing sehingga tak mendengar salam yang di ucapkan Jessica dan mungkin saja Leon dan Nico belum pulang.


Jessica tidak ambil pusing akan hal itu dan hari ini dia pulang tidak seperti biasanya yang selalu mencari keberadaan ibunya, ketika pulang darimanapun dengan alasan rindu Ibu, setelah menghabiskan waktu seharian di luar. Hari ini Ia memilih untuk segera memasuki kamarnya saja untuk menenangkan fikirannya yang mulai kacau seperti benang kusut. Sebelum ia memasuki kamar miliknya. Jessica memberitahukan dan menunjukkan Angela tempat untuk Angela beristirahat.


Ceklek.


Jessica membuka pintu kamarnya. Ia begitu terkejut melihat Cynthia tengah mengobrak-abrik lemari pakaian miliknya. Meletakkan hampir semua pakaiannya di atas tempat tidur.


“Kak Cynthia apa yang kakak lakukan di kamar ku? Kenapa kau mengeluarkan pakaianku dari dalam lemari?” pekik Jessica dengan menatap tajam Cynthia.


“Oh, kamu sudah pulang. Tadinya aku fikir aku ingin meminta beberapa pakaian baru yang kekasihmu belikan, tapi setelah aku fikir-fikir sebaiiknya aku ingin pindah kamar saja. Kau gunakan saja kamar ku itu dan baju-baju milikku itu jadi milik mu  dan aku akan pindah ke kamar mu ini dan semua baju dan seisi kamar ini terkecuali sampah piala-piala tak berguna itu akan jadi milikku.Ku harap kamu tak akan keberatan Jessica.” ucap Cynthia dengan santainya. Ia berjalan menghampiri Jessica yang tengah diam menahan emosinya di muka pintu.


“Kenapa kamu diam? Oh aku tau diam mu itu pasti setuju dengan apa yang ku ucapan barusan ya kan? Mungkin anak ku dan Diego yang masih ada di dalam kandunganku ini sedang ingin suasana baru. Jadi ia ingin tidur dengan nyaman di kamar yang baru di renovasi ini hemm apalagi baju-baju milikku itu sudah lama dan kusam. Aku sudah bosan dan ingin yang baru.” ucap Cynthia sembari mengelus perutnya yang masih rata itu seakan ingin menunjukkan anak yang dikandungnya itu .


“Kenapa kau selalu merebut apapun yang menjadi milik ku kak?” tanya Jessica yang masih setia memandangi tingkah Cynthia yang menyebalkan baginnya.


“Aku tidak pernah merebut apapun dari mu adikku. Aku hanya mengambil apa yang seharusnya jadi milikku.” ucap Cynthia yang menatap Jessica dengan tatapan tidak sukanya.


“Apa maksud ucapan mu Kak?”


“Hah…Kau tidak mengerti juga maksudku. Apapun milik mu adalah milikku Jessica. Kau tak pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari ku termasuk Diego dan selanjutnya Andre.”


“Apa kau sudah tidak waras Kak? Kenapa kau selalu seperti ini pada ku? Kau selalu menganggap hidup kita ini sedang berkompetisi.”


“Hahaha… itu karena aku tidak menyukai mu. Aku tidak mau melihat mu melebihi diriku.”


“Aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan hubunganku dengan Kak Andre seperti yang kau lakukan sebelumnya. Sadarlah kak, kau ini sedang hamil!”


“Memang kenapa jika aku sedang hamil. Kehamilan ku ini tidak akan menyurutkan niat ku untuk merebut Andre dari mu. Ingatlah Jessica aku ini lebih cantik dan seksi dibadingkan dirimu. Siapapun akan tergoda dengan tubuh ku ini. Buktinya saja Diego tergoda bukan? Begitu pula selanjutnya dengan Andre. Aku harap kau siapkan mental mu untuk di tinggalkan kembali oleh orang yang kau cintai.”


“Kau jangan banyak bermimpi kak! Kau tidak kenal siapa Kak Andre ku itu. Aku sangat percaya padanya, dia tidak akan pernah tergoda dengan WANITA MURAHAN SEPERTI MU.” ucap Jessica yang di hadiahkan sebuah tamparan dari Cynthia yang tidak terima di sebut wanita murahan oleh adiknya.

__ADS_1


Plak!!


“Jaga ucapan mu!” pekik Cynthia.


“Kenapa aku harus menjaga ucapanku pada seorang kakak yang tega menghancurkan kebahagiaan adiknya. Tidak cukupkah kau curi semua perhatian ayah dari ku? Bahkan kau tidak pernah memberikan kesempatan ayah untuk memberikan aku sesuatu yang ku inginkan. Sekarang kau dengan teganya ingin merebut orang yang mencintaiku dengan berniat menggodanya. Kau benar-benar wanita murahan yang tidak bisa mencari mangsa lain hah. Kau sudah hamil di luar nikah masih tidak punya rasa malu bicara ingin menggoda kekasih adikmu sendiri. Seharusnya kau fikirkan saja bagaimana cara ayah dari bayi itu mau bertanggung jawab bukan sibuk menjadi wanita penggoda.”


Plak! Kembali Cynthia menampar pipi Jessica.


“Kau… beraninya kau mengguruiku. Aku ingatkan pada mu Jessica. Aku sudah tidak berminat menjadikan Diego ayah dari bayi yang ku kandung. Sekarang aku sangat berminat menjadikan Andre kekasih mu yang kaya raya untuk menjadi ayah dari bayi yang ku kandung.”


“Kau benar-benar tidak waras. Aku tidak akan membiarkan kau merebut orang yang aku cintai dan merebut apapun milikku lagi Kak.” Jessica menarik tubuh Cynthia dan mendorong tubuh Cynthia untuk keluar dari kamar miliknya.


Saat Jessica mendorong tubuh Cynthia ternyata Nico baru saja masuk kedalam rumah dan melihat apa yang di lakukan Jessica pada Cynthia tanpa mengetahui apa yang terjadi sebelumnya. Cynthia yang menyadari kehadiran Nico pura-pura terjatuh dan kesakitan.


Apa yang dilakukan Jessica pada Cynthia membuat Nico geram. Nico menatap tajam wajah Jessica yang sudah terlihat malas melayani drama Cynthia di hadapannya. Jessica sudah tahu pasti ayahnya akan marah padanya seperti biasanya. Anak kesayangan ayahnya itu tidak boleh tersakiti sedikitpun.


“Ayah…sakit…ah bayiku.” rengek Cynthia yang pura-pura terjatuh daan kesakitan di lantai.


“JESSICA APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAKAK MU HAH.” pekik Nico yang kemudian menghampiri Cynthia. Pekikan suara Nico membuat Angela dan Lestari keluar dari kamar. Angela yang baru selesai membersihkan diri menatap keherenan apa yang tengah terjadi saat dia tidak bersama calon Nyonya mudanya itu.


Nico segera membantu Cynthia untuk bangun. Setelah membangunkan Cynthia Nico berjalan menghampiri Jessica yang berada di muka pintu kamarnya. Tanpa aba-aba Nico segera menampar pipi Jessica. Jessica tersenyum getir mendapatkan tamparan dari Nico.


“Apa yang kau lakukan Jessica. Dimana fikiranmu hah? Kakak mu ini sedang mengandung kenapa kau dorong dia seperti itu?” tanya Nico dengan raut wajah yang begitu marah pada Jessica.


Bukannya menjawab Jessica hanya memberikan senyum getir kepada Nico, senyum yang diberikan Jessica makin membuat Nico makin kesal dan berniat menampar Jessica lagi. Lestari yang melihat Nico ingin memukul putrinya segera mencegah Nico dengan menarik tangannya yang sudah ia layangkan ke udara.


“Biarkan Ayah memukul ku bu. Jangan halangi Ayah yang ingin mengukir gambar tangannya diwajah ku ini! Aku tahu diri siapa aku ini bagi Ayah. Biarkan Ayah memukul ku hingga hatinya puas dan membuat Kak Cynthia bahagia dengan apa yang Ayah lakukan padaku. ” ucap Jessica pada Lestari dengan air mata yang sudah jatuh dari pelupuk matanya.


“Kenapa kamu selalu membuat kegaduhan dirumah ini hah? Kenapa kamu tidak bisa tidak menimbulkan masalah di rumah ini? Ayah bingung dengan kalian berdua yang tidak pernah bisa akur. Sebenarnya apa yang kamu ributkan dengan kakak mu hah?” tanya Nico pada Jessica.


“Apa dengan aku menjelaskan Ayah akan percaya padaku, bukannya selama ini ayah selalu tidak percaya dengan kata-kata ku. Sebaiknya ayah tanyakan saja pada Kak Cynthia apa yang aku ributkan dengan kak Cynthia barusan.” Jawab Jessica.


“Apa yang terjadi Cynthia katakan yang jujur nak?!” pinta Nico dengan suara yang biasa-biasa saja tidak seperti saat bertanya pada Jessica Nico bertanya dan berbicara dengan nada yang meninggi dan menekan.


“Itu ayah tadi aku ingin meminta baju baru yang dibelikan Andre padanya yang ada di lemari Jessica. Tapi setelah berada di kamarnya aku merasa nyaman berada dikamar Jessica yang baru di renovasi oleh Andre. Aku berniat bertukaran kamar dengan Jessica. Mungkin ini bawaan bayiku tapi Jessica tak terima dan marah pada ku hingga akhirnya dia mengusirku dan mendorongku keluar dari kamarnya.”  terang Cynthia dengan berpura-pura sedih dan menangis.


Penjelasan Cynthia membuat Nico makin marah dengan Jessica. Sedang Jessica yang mendengar penjelasan Cynthia hanya tersenyum lebar penuh arti. Angela dan Lestari menatap bingung mengapa Jessica tersenyum begitu lebar namun air matanya sudah terjun bebas.


“Ayah tidak menyangka kamu begitu keterlaluan Jessica. Tidak bisakah kamu mengalah sedikit saja. Kakakmu ini sedang hamil. Suatu saat kamu juga akan merasakannya. Apa salahnya pindah kamar sementara waktu saja.” ucap Nico yang menatap putrinya dengan penuh rasa amarah.


“Bereskan semua barang-barangmu dari kamar mu ini. Cynthia akan menempati kamar mu untuk sementara waktu.”pinta Nico pada Jessica. Senyum kemenangan terukir di wajah Cynthia.


Tanpa  memberi  jawaban  Jessica segera masuk ke kamarnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam koper. Ia keluar kamarnya dengan membawa koper kecil miliknya. Alih-alih masuk kamar Cynthia yang berada di samping kamarnya. Ia malah berjalan melalui kamar Cynthia begitu saja ia berjalan keluar rumah. Angela yang melihat Jessica keluar rumah dengan membawa koper segera mengambil kunci mobil di kamar belakang.


“Sayang kamu mau kemana Nak?” pekik Lestari dan berusaha menyusul langkah kaki anaknya.


“Pergi bu. Aku mau memcari tempat tinggal yang menerima kehadiranku dan tidak menganggapku sebagai biang masalah.” ucap Jessica sembari berlalu tanpa menoleh kebelakang.


Mendengar perkataan Jessica Nico bukannya menahan kepergian Jessica. Malah menambah keyakinan Jessica untuk keluar dari rumah.


“Pergilah yang jauh dan jangan pernah kembali lagi kerumah ini!” pekik Nico.


“AYAH APA YANG KAU KATAKAN?? Anak perempuan kita mau pergi bukannya menahan malah menyuruhnya pergi seperti ini.” Pekik Lestari yang kesal dengan suaminya.


“Ah.. terserahlah dia sudah besar sudah bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.”


“Tapi dia anak gadis kita ayah, kalau terjadi apa-apa dengan dia bagaimana?’

__ADS_1


“Kamu tidak lihat dia pergi sudah diikuti oleh orang suruhan Andre. Pasti dia akan baik-baik saja bu. Yang harus ibu fikirkan bukan Jessica bu. Ibu harus lebih memperhatikan Cynthia. Ingat dia sedang hamil cucu pertama kita.” ucap Nico kemudian masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Jessica yang kini sudah berada di dalam mobil meminta Angela membawanya ke apartemen Louis. Ia ingin tinggal di unit apartemen Andre.


Tak lama dari kepergian Jessica nampak Leon baru kembali dari perusahaannya. Ia sempat melihat mobil Jessica keluar dari kediamannya di ikuti mobil para Bodyguard.


“Mau kemana lagi anak itu? Apa dia sekarang begitu sibuk dan tidak mau lagi makan malam bersama keluarganya sendiri sekarang?” batin Leon.


Leon melangkahkan kakinya memasuki rumah, baru saja ia ingin mengucapkan salam. Ia sudah mendengar suara isak tangis Lestari yang duduk di ruang tamu. Leon mengurungkan dirinya untuk mengucapkan salam. Ia mendekati Lestari yang tengah menangis itu.


“Ibu ada apa? Kenapa ibu menangis?” tanya Leon yang merangkul tubuh ibunya yang tengah menangis itu.


“Adikmu…Adikmu pergi dari rumah. Dia bertengkar dengan Cynthia dan Ayah mu lagi-lagi membela Cynthia.”


“Apa yang mereka ributkan bu? Apa yang baru saja terjadi bu? Ceritakan padaku bu!”


“Cynthia menginginkan kamar Jessica dan baju-baju pemberian Nak Andre, Nak. Jessica tidak mau memberikannya dan mendorong Cynthia keluar dari kamarnya hingga membuatnya Cynthia tejatuh. Saat Cynthia terjatuh ayah mu melihatnya. Ayah mu marah pada adikmu Jessica. Ayah memintanya kembali mengalah. Jessica di minta mengemasi barang-barangnya keluar dari kamarnya dan pindah ke kamar Cynthia, adikmu Jessica menuruti perintah ayahmu mengemasi barang-barangnya dan Jessica adikmu keluar dari kamarnya membawa koper kecil berisi barang-barangnya. Tapi nak… adik mu bukannya masuk kamar Cynthia dia malah pergi keluar rumah. Ayah mu melihat adikmu pergi bukannya menahannya malah mengusirnya pergi dari rumah dan meminta adikmu tak usah kembali lagi kerumah ini.” Lestari menjelaskan pada Leon sembari menangis.


“Tenanglah bu aku akan mencari tahu dimana Jessica pergi setelah kita makan malam nanti. Aku pasti akan mengajak Ibu untuk menemuinya setelah aku tahu keberadaanya. Sekarang ibu jangan menangis lagi. Lagi pula cepat atau lambat Jessica memang tak akan kembali lagi kerumah ini bukan. Biarkan dia pergi lebih awal mungkin dia sudah tidak kuat dan tak sanggup hidup bersaudara dengan kakak macam Cynthia.” ucap Leon kemudian meninggalkan Lestari diruang tamu. Ia pergi ke raung makan. Ia mengisi perutnya yang sudah sangat lapar tanpa menunggu keluarganya berkumpul.


Nico yang terlihat begitu segar keluar dari kamarnya karena habis membersihkan dirinya itu berjalan menghampiri Leon di meja makan.


“Kenapa kau makan tanpa menunggu keluarga berkumpul terlebih dahulu Leon?”tanya Nico pada Leon yang tengah menyantap makanan masakan ibunya dengan lahap.


“Aku lapar. Lagi pula keluarga kita tak akan lagi berkumpul bukan? Bukannya ayah sudah mengusir Jessica dari rumah ini?” ucap Leon sinis. Ia sama sekali tidak menatap Nico saat bicara.


“Jaga kesopanan mu Leon!”


Leon menghentikan makannya dengan membanting sendok dan garpu ditangannya, “Ayah membuat ku kehilangan selera makan ku saja.” Leon beranjak dari kursinya.


“Jaga sikap mu Leon!”


“Sepertinya aku sudah pernah memperingatkan ayah untuk berhati-hati dengan Cynthia yang akan menggunakan kehamilannya sebagai senjata untuk menyakiti anak ayah yang lain. Bukannya sekarang ucapan ku ini sudah terbukti dan terjadi?!” Leon pergi meninggalkan Nico dia masuk ke kamar Jessica.


Leon melihat Cynthia tengah berbaring diranjang Jessica. Leon melangkahkan kakinya membuka lemari pakaian Jessica. Ia mengambil seluruh pakaian milik Jessica membawanya ke luar dari kamar. Cynthia melihat apa yang dilakukan Leon hanya bisa diam tanpa perlawanan, namun Ia terus mengekori kemana Leon membawa seluruh pakaian baru milik Jessica itu. Leon melempar pakaian itu ke pekarangan rumahnya. Kemudian Leon kembali lagi ke kamar Jessica dan mengangkat kasur milik Jessica yang tadi di jadikan tempat berbaring oleh Cynthia. Nico dan Lestari hanya diam melihat apa yang di lakukan Leon anak laki-laki satu-satunya itu.


Leon kembali masuk kedalam rumah. Ia berjalan menuju dapur. Ia mencari cairan spirtus miliknya. Setelah menemukannya ia kembali keluar rumah. Ia menuangkan cairan spirtus ke baju dan kasur milik Jessica. Kemudian menyalakan pematik api dan membakarnya.


Seketika mata Cynthia membola melihat semua barang-barang yang diinginkannya di bakar oleh Leon. Setelah membakar semuanya Leon berjalan menghampiri Cynthia.


“Jika Jessica tidak bisa memiliki haknya begitu pula dengan diri mu Cynthia. Kau tak berhak merebut apapun miliknya.Tidak puaskah kau membuatnya sakit hati dan terpuruk? Kakak macam apa kau ini? Jika kau masih mau menyakitinya dan merebut apapun miliknya kau akan berhadapan dengan ku. Bahkan aku tak akan segan-segan menghabisi nyawa mu, aku tidak perduli sekarang kau sedang hamil atau tidak. Aku sudah muak dengan tingkah lakumu selama ini. Camkan kata-kataku baik-baik Cynthia.” ucap Leon dengan mencengkram dagu Cynthia dengan keras.


“Leon lepaskan adikmu!”pekik Nico saat melihat Leon berlaku kasar pada Cynthia adiknya.


Leon melepaskan cengkraman tangannya kemudian berjalan menuju mobilnya dan pergi mencari Jessica. Diperjalanan dia terus mencoba menghubungi nomor ponsel Jessica. Namun nomornya sudah tak aktif lagi. Leon segera menghubungi Andre. Andre begitu terkejut mendengarkan kabar buruk dari Leon. Segera ia menghubungi Angela untuk menanyakan kabar dan kondisi Jessica.


“Angela dimana kau membawa calon Nyonya muda mu pergi?” tanya Andre yang begitu cemas.


“Saya membawanya ke apartemen Anda Tuan. Sekarang Nona sedang ada dikamar Anda Tuan Andre. Nona sedang menangis disana, saya tak berani menghampirinya Tuan.”


“Kenapa kau tidak segera mengabariku Angela? Kau seharusnya segera mengabariku jangan menunggu aku bertanya pada mu!”


“Maaf Tuan, kami baru saja tiba.”


“Suruh orang-orang mu menyiapkan semua keperluan calon Nyonya muda mu itu selama ia berada di apartemen ku. Aku akan segera kembali secepatnya.” ucap Andre sebelum menutup panggilannya.


Andre segera menghubungi Leon memberitahukan keberadaan Jessica. Leon yang sudah mengetahui keberadaan adiknya segera memacu kendaraannya menuju apartemen Louis.

__ADS_1


Bersambung dulu yah


__ADS_2