Cinta Jessika

Cinta Jessika
Menjemput


__ADS_3

Jessica menjemput kedua Putri Fabian di sekolah mereka. Jessica menunggu mereka di ruangan tunggu yang disediakan pihak sekolah.


" Ting" Suara notifikasi pesan di ponsel Jessica berbunyi. Ia mengambil ponsel di dalam tasnya. dan kemudian ia membuka pesan di ponselnya yang ternyata dari Fabian.


" Terima kasih sudah mau menjemput anak-anakku, rasa terimakasih ini aku ucapkan untukmu, dari aku yang mencintaimuđź’“. Fabian." tulis Fabian dalam pesannya kepada Jessica.


Jessica tersenyum tersipu malu saat membaca pesan dari Fabian.


"Apa sih nih Om duda bikin gue GR aja, kemarin nolak - nolak sekarang bilang cinta, ternyata dia dicuekin bikin dia klepek-klepek sama aku hahaha, ngomongnya juga udah gak formal lagi pakai aku - akuan segala biasanya juga saya-sayaan. Tapi kok jadi lucu ya hehehe..." ucap batin Jessica yang tersenyum senang perasaannya terbalas oleh Fabian.


Jessica lebih memilih mengabaikan pesan dari Fabian dan dia tidak membalas pesan yang dikirim Fabian padanya. Jessica ingin tahu seberapa besar Fabian berusaha meyakinkan Jessica dengan perasaan cinta yang Fabian rasakan pada Jessica. Jessica juga takut kecewa seperti kejadian kemarin dimana Fabian menyangkal perasaannya dan mengatakan pada Jessica jangan salah paham dengan semua hal yang dilakukannya pada Jessica. Apalagi Fabian melarangnya mengharapkan status hubungan dengan Fabian. Fabian memang orang yang sangat membingungkan menurut Jessica.


"Ting." suara notifikasi pesan di ponsel Jessica berbunyi kembali. Jessica melihat di layar ponselnya ternyata Fabian kembali mengirimkan pesan.


" Kok pesan aku nggak dibales sayang... Kamu masih marah padaku? Sekali lagi maafkan aku Jessica ku sayang. Kamu maukan memaafkan aku." tulis Fabian dalam pesannya. Jessica kembali dibuat tersenyum saat membaca pesan dari Fabian.


" Ini si Om Duda panggil gue sayang- sayang segala hahaha... Kocak nih berubahnya kebangetan. Dia lagi ngerayu gue beneran atau lagi kayak kemarin nih dia terbangin gua tinggi-tinggi dengan kata-kata manisnya buat gue ngira dia itu mau benar-benar suka dan cinta sama gue tapi ujung-ujungnya dia jatuhin dan hempasin gue begitu aja?" tanya Jessica pada dirinya sendiri.


Jessica kembali memilih mengabaikan pesan dari Fabian tidak sedikitpun keinginan Jessica untuk membalas pesan dari Fabian. Beberapa saat kemudian bel pulang sekolah berbunyi, Jessica bersiap untuk menyambut kedatangan Hana dan Hani di ruang tunggu.


Dia memasukkan handphone ke dalam


tasnya kemudian menggendong tas gemplok miliknya itu. Jessica melihat kedatangan Hana dan Hani ke ruang tunggu, mereka terlihat berjalan lesu tidak bersemangat tidak seperti anak-anak yang lainnya yang terlihat masih semangat dan ceria.


" Nah itu mereka, Duh lemes banget sih mereka jalannya, kayak orang lagi males dan gak bersemangat." Jessica berdecak pelan.


" Hana Hani ... Sayang tante di sini!" teriak Jessica memanggil Hana dan Hani sambil melambaikan tangannya, memberitahukan keberadaan Jessica di tengah kerumunan orang-orang.


Hana dan Hani mendengar seseorang memanggil nama mereka. Pandangan mereka mencari sumber suara orang yang memanggil nama mereka. Hana dan Hani berlari ke arah Jessica ketika mereka mengetahui Jessica lah yang memanggil mereka. mereka berlari berhamburan ke pelukan Jessica. Jessica pun menciumi kedua anak itu. Dalam lubuk hati terdalam Jessica juga merasakan kerinduan kepada kedua anak Fabian itu.

__ADS_1


" Tante aku kangen." ucap Hana lirih, Ia pun meneteskan air mata kebahagiaan.


" Aku juga kangen sama tante." ucap Hani.


Jessica melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata di pipi cabi Hana dan Hani.


" Aduh anak-anak tante kok jadi nangis sih.. Hemm sini kalau kangen tante peluk lagi." ucap Jessica kemudian Jessica merentangkan tangannya, Hana dan Hani masuk dalam dekapan Jessica. Jessica menghadiahkan ciuman yang bertubi-tubi kepada mereka, membuat mereka berdua tersenyum bahagia.


" Tante jahat!! Tante ke mana aja sih? Jangan menghilang lagi tante! Aku kangen sama tante sampai nggak bisa bobo kalau malam karena kangen dan mikirin tante." ucap Hana dengan suara manjanya.


"Kok bilang tante jahat sih. Tante nggak gak jahat sayang dan tante juga gak menghilang sayang, Tante cuma lagi sibuk banyak pekerjaan, kalau tante gak sibuk tante pasti jemput kalian, buktinya sekarang tante jemput kalian kan? Kalau Hana nggak bisa bobo pasti Hana lupa baca doa mau bobo ya?" ucap Jessica sambil mengusap-ngusap rambut panjang Hana dan juga Hani.


" Hana nggak lupa baca doa kok sebelum bobo. Cuma Hana mikirin Tante aja. Sebenernya tante sibuk kerjain apa? Apa tante sibuk bekerja di kantor Papi hingga melupakan kami? Ya udah kalau gitu Hana akan minta Papi untuk jangan kasih Tante kesibukan, pokoknya Hana akan minta Papi supaya kasih tante tugas tante jemput Hana dan Hani aja dan ingat Tante kalau bukan tante yang jemput Hana dan Hani nggak mau pulang! ya kan Hani?" tutur Hana menggemaskan. Hani hanya menjawab dengan anggukan kepala mengiyakan apa yang dikatakan oleh Hana.


" Aduh lucunya kalian anak-anak Tante jadi gemes tante sama kalian." ucap Jessica Jessica melihat mereka yang sangat menggemaskan.


Mereka terlihat merajuk, Jessica mencairkan suasana dengan menggelitik Hana dan Hani bergantian dengan menggerak-gerakkan kepalanya di dada mereka. Mereka benar-benar kegelian.


" Oke Sayang sekarang kalian mau ke mana hari ini, waktu tante hari ini untuk kalian, tante akan menemani kalian sampai sore nanti untuk mengobati rasa kangen kalian sama tante" ucap Jessica.


" Apa itu benar tante?" tanya Hana meyakinkan.


" Tentu sayang." jawab Jessica.


" Ayo kita makan siang bersama terlebih dahulu! Kalian mau makan apa hari ini?" tanya Jessica kepada mereka.


" Hani mau makan ayam kecap seperti biasanya aja Tante." Hani menjawab cepat kalau berurusan dengan makanan.


" Kalau Hana mau makan apa?" tanya Jessica pada Hana.

__ADS_1


" Hana mau makan apa aja asal sama tante dan jangan lupa Hana maunya disuapin sama tante." jawab Hana kemudian bergelayut manja pada Jessica.


" Gimana kalau begitu kita makan siangnya di rumah tante aja habis makan kita main sama-sama dirumah tante, dirumah tante banyak boneka loh, nanti tante juga akan masakin kalian ayam kecap, tapi sebelum itu kita ke supermarket dulu beli bahan-bahan untuk masak ayam kecap, Apa kalian mau ke rumah tante" Tawar Jessica kepada Hana dan Hani


" Mau tante mau." jawab mereka serempak.


" Oke tapi nanti kalau sudah sampai di supermarket kalian nggak boleh minta beliin mainan ya!" ucap Jessica dengan menggerakkan jari telunjuknya. pasalnya anak-anak Fabian kalau sudah melihat mainan mereka pasti minta dibelikan.


" Oke Tante kami janji dan gak minta dibeliin mainan" ucap Hana dan Hani.


" Ingat ya sayang janji itu harus ditepati. Pokoknya nggak boleh ngambek ngambek di sana nanti" ucap Jessica.


" Iya Tante kita janji... bener deh janji" ucap Hana.


Toto yang melihat anak-anak Fabian tampak bahagia saat berinteraksi dengan Jessica ikut senang, karena selama Jessica tidak ikut menjemput,Toto tetap diminta menjemput anak-anak Fabian karena Tuan Bagas papinya Fabian hanya bisa mengantar anak-anak Fabian ke sekolah namun tidak bisa menjemputnya karena Tuan Bagas juga punya kesibukan dengan bisnisnya. Tanpa Jessica anak-anak itu terlihat sedih, wajah muram dan tak terlihat bersemangat tidak seperti ketika Toto menjemput anak-anak Fabian bersama Jessica seperti saat ini. Tanpa Jessica sadari Toto sudah mengabadikan momen interaksi Jessica dan anak-anak Fabian menggunakan ponselnya.


" Pak Fabian Harus melihat ini" ucap Toto ketika menyimpan video yang ia rekam.


Jessica dan kedua anak Fabian menghampiri Toto yang berada tak jauh dari mereka.


" Pak Toto tolong kabari Pak Fabian ya anak-anaknya saya mau bawa pulang ke rumah saya, mereka akan makan siang di rumah saya, kabari pak Fabian juga kalau kita sekarang ingin ke supermarket terlebih dulu, kita akan belanja bahan - bahan untuk membuat ayam kecap yang diminta anaknya, dan nanti anak-anaknya akan pulang sore hari setelah makan siang dan bermain bersama saya" ucap Jessica kepada Toto.


"Baik mbak Jessica." Toto menanggapi dengan singkat.


Toto kemudian menelpon Fabian memberitahukan apa yang disampaikan Jessica padanya dan Fabian mengizinkannya. Toto juga mengirimkan Fabian video rekaman Jessica dan kedua anak Fabian yang ada di ponselnya.


"Ting." suara notifikasi pesan di ponsel Fabian berbunyi.


Fabian membuka isi pesan dari Toto, ternyata sebuah video. Ia pun melihatnya. Fabian terlihat tersenyum bahagia dan juga terharu setelah melihat video yang dikirimkan oleh Toto. Video itu menyadarkan dia bahwa anak-anaknya sangat membutuhkan sosok seorang ibu. Sudah saatnya dia berhenti bermain-main dengan wanita dan mencari seorang istri untuk ia jadikan Ibu pengganti untuk anak-anaknya. Ia merasa Jessica lah orang yang cocok untuk menjadi sosok ibu pengganti bagi anak-anaknya.

__ADS_1


"Sabarlah anak-anakku, Papi pasti akan memberikan Ibu pengganti untuk kalian, Setelah Papi mengakhiri hubungan Papi dengan tante Rania. Papi akan menjadikan tante Jessica kalian itu Mami baru untuk kalian." ucap Fabian Sambil memandangi ponselnya yang terlihat di layar sedang memutar video Jessica dan kedua anaknya.


bersambung


__ADS_2