Cinta Jessika

Cinta Jessika
Saling khawatir


__ADS_3

Cynthia di buat terheran-heran dengan sikap Viona dan Vioni ketika berada bersama Milea dan Dewi. Dia tampak seperti putri kerajaan yang menjaga sikapnya dengan begitu anggun dan elegan.


Beberapa kali Viona menawarkan dan mengambilkan makanan untuk Cynthia dengan alasan makanan ini baik untuk ibu hamil. Ia melayani Cynthia dengan senyum yang terlihat begitu ramah, sampai-sampai Cynthia tergagap di buatnya.


"Pandai sekali wanita ini bersandiwara, apa sebenarnya dia sangat baik padaku tapi Endah dan Anna-lah yang datang dan meracuni pikirannya agar membenciku?" Tanya Cynthia di dalam hatinya sambil menatap aneh wajah Viona.


"Hahaha sepertinya, kamu sedang mencurigai kebaikan yang ku berikan Cynthia. Tenanglah Cynthia aku akan selalu terlihat menjadi kawanmu didepan semua orang tapi tidak jika mereka tak ada. Kau akan tetap menjadi musuhku karena keluarga mu adalah biang keladi dari semua penderitaan kami berasal." Batin Viona yang membalas tatapan aneh Cynthia dengan senyuman yang manis dan begitu hangat.


Di lain sisi Melani yang nerada di Villa Fabian sedang merasa khawatir dengan kondisi putrinya. Sudah dua malam dia terus bermimpi buruk tentang sang putri hingga membuatnya tak enak makan.


"Tante, bantulah aku untuk keluar dari sini, aku ingin menyusul keberadaan putriku di sana, sudah dua malam aku bermimpi buruk tentangnya. Aku khawatir anggota keluarga Abraham menjahati putri ku yang sedang hamil." Pinta Melani sambil merengek kepada Suci.


"Kamu jangan minta yang macam-macam Mel! Diamlah disini atau kamu mau bernasib sama seperti mantan kekasih mu itu?" Jawab Suci yang mengundang rasa ingin tahu Melani.


"Mantan ku siapa yang Tante maksud?" Tanya Melani.


"Ferry siapa lagi mantan pacar mu yang kau libatkan dalam permasalahan ini." Jawab Suci dengan memandang sinis keponakannya itu.


"Kenapa dengan Ferry, Tante apa ada sesuatu yang buruk terjadi padanya?" Tanya Melani dengan rasa khawatir dan keinginan tahuannya.


"Tante tak sengaja melihat Ferry saat pintu kamar rawatnya terbuka. Dia mengalami luka tembak di kedua kakinya dan juga lengannya. Sekarang dia dan istrinya mengalami kelumpuhan Mel. Dan lebih parahnya lagi dia dan istrinya juga sudah tak lagi bisa bicara karena lidah mereka sudah di potong." Jawab Suci yang membuat Melani bergidik ngeri.


"Tante, jika mereka saja bisa diperlakukan sekejam itu oleh mereka, bagaimana dengan putri ku? Dia anakku satu-satunya yang tersisa Tante." Ucap Melani yang makin mengkhawatirkan kondisi putrinya.


"Tenanglah Mel, Nico belum mengetahui Cynthia bukanlah putrinya. Mereka tak akan berani memberitahu pada Nico kalau putri mu itu bukan putri kandungnya. Karena Nico bukan orang yang mudah percaya tanpa bukti apalagi keluarganya pernah melakukan kesalahan memaksa dirinya untuk menikah dengan mu. Tante yakin dia juga tak akan mudah percaya pada keluarganya meskipun mereka memberikan bukti - bukti yang kuat pada Nico. Nico akan menganggap semua ini manipulasi keluarganya." Sanggah Suci menanggapi kekhawatiran Melani yang berlebihan.


"Tapi tetap saja aku khawatir Tante, aku ingin dekat dengan putri ku. Apalagi sekarang nomor ponselnya sudah tak bisa lagi di hubungi, aku khawatir sesuatu yang buruk sudah terjadi padanya."


"Dengar Melani, kamu harus bersabar! Tunggulah sampai Fabian sadar dari komanya. Baru Tante akan membawa mu ke kota D."


"Kenapa harus menunggu Fabian sadar Tante? Itu pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untukku menunggu."


"Karena sekarang keuangan ku menipis Mel, suamiku sudah tak lagi mengirimkan aku uang setelah kami pulang dari Mansion iblis itu." Jawab Suci dengan tatapan penuh kebencian jika mengingatkan kejadian di Mansion Abraham pada waktu lalu.


"Jika karena uang, tolong bawa aku bertemu dengan Ferry Tante! Ferry akan memberikan uangnya pada ku jika aku memberi tahukan pada dirinya jika Cynthia adalah putri kandungnya." Ujar Melani yang seketika membuat Suci terkejut.


"Apa kamu tidak salah bicara Mel?" Tanya Suci yang terkejut. Kedua tangannya sedang memegangi kedua dadanya ia khawatir jantungnya berhenti berdetak saat mendengar pernyataan Melani, keponakannya itu.

__ADS_1


"Aku tidak salah bicara Tante, aku masih berhubungan dengan Ferry saat aku sudah menikah dengan Almarhum Nino. Nino mati di penjara karena aku meracuninya, ia ingin membeberkan semua kejahatan kita kepada Abraham setelah mengetahui Cynthia bukanlah putrinya."


"Kau benar-benar sudah gila merahasiakan semua ini dariku Mel, baiklah tunggulah keadaan aman terkendali dan kedua tanganmu benar-benar telah pulih aku pasti akan membawa mu secepatnya menemui Ferry untuk mengeruk harta pengusaha tambang itu hahahaha...." Ucap Suci yang di akhiri tawanya yang lebar.


"Baguslah jika Cynthia adalah putri dari Ferry, setidaknya aku tak akan mengalami krisis keuangan berkepanjangan seperti ini setelah suamiku dan kedua putraku yang lain berhenti mengirimi aku uang. Sekarang aku yakin rencana ku untuk menghancurkan keluarga Dewi akan berjalan lancar dengan uang yang nanti diberikan Ferry kepada Melani." Batin Suci yang bersorak kegirangan.


.........


Di kamar Cynthia yang berada di Mansion Abraham. Ia tengah sibuk berusaha menghubungi ponsel sang Mommy dan Ommanya. Namun tak juga bisa dihubungi. Suara operator selalu berakhir di nada panggilan teleponnya.


"Kenapa nomor Mommy dan Omma sudah tak bisa dihubungi lagi. Ada apa dengan mereka? Apa sakit Mommy bertambah parah? Oh ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang?" Ucap Cynthia yang mulai mengkhawatirkan kondisi sang Mommy yang ia ketahui sedang sakit karena di tembak kedua tangannya oleh Adam.


Adam yang sudah membajak nomor ponsel serta akun media sosial Cynthia, mendapatkan notifikasi Cynthia sedang berusaha menghubungi Suci dan Melani di ponselnya. Ia membuka notifikasi itu dan membacanya sambil tersenyum penuh arti.


"Kau tak akan berhasil menghubungi anggota keluargamu anak rubah, terima saja nasibmu kini yang akan menerima balasan dari perbuatan mu dan keluarga mu pada keponakan ku. Tak akan ada satupun yang akan menolong mu." Ucap Ferry dengan senyum seringai liciknya.


......


Di perusahaan pusat Batara Group, Jimmy tengah di sibukkan dengan tumpukan dokumen yang harus ia periksa satu persatu hingga ia melupakan istrinya dan jam makan siangnya.


Endah yang sudah menghubungi Jimmy berkali-kali dibuat kesal karena sang suami tak juga mengangkatnya. Tidak perlu menunggu-nunggu Endah langsung menyusul keberadaan suaminya itu di perusahaan setelah ia menghubungi Angela dan Bowo yang berada di Mansion Andre.


Endah sudah sangat paham pastilah suaminya itu sedang kerja Rodi di perusahaan karena ulah sang adik ipar yang mangkir dari pekerjaannya.


"Angela, Bowo cepat kesini atau aku akan kesana membangunkan Tuan muda kalian itu dan meremukan tulang belulangnya karena sudah membuat suamiku kerja rodi sendirian di perusahaan." Ancam Endah yang membuat Angela dan Bowo langsung ngacir ke Mansion Abraham demi kenyamanan sang Tuan Muda.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Endah untuk sampai di perusahaan. Ia dengan langkah cepat yang di ekori oleh Angela dan Bowo masuk ke perusahaan tanpa permisi terlebih dahulu.


"Angela jangan berjalan dibelakang ku, cepat tunjukkan dimana ruang kerja suami ku!" Pekik Endah dengan suara lantangnya.


Membuat semua karyawan Batara Group mendengarnya.


"Siapa wanita ini? Ruang suaminya yang mana yang ia maksud? Kenapa Angela dan Bowo seperti takut padanya? Apa di itu istri Tuan Muda Andre?" Begitulah pertanyaan karyawan perusahaan Batara Group saat melihat Endah untuk pertama kalinya.


Beberapa pihak keamanan perusahaan menghampiri mereka yang sedang ingin masuk kedalam lift khusus Presdir.


"Selamat siang Nona, Maaf Nona, jika kami boleh tahu Anda ini siapa? Apa ada yang bisa kami bantu? Maaf jika kami tidak mengizinkan Anda menggunakan lift khusus ini. " Sapa salah satu pihak keamanan yang menghampiri Endah dengan sopan.

__ADS_1


Endah yang sedang emosi, enggan untuk beramah tamah.


"Angela katakan siapa diriku ini!" Ucap Endah sambil menatap tajam Angela yang berdiri di depan pintu lift.


"Sebaiknya kalian jangan banyak tanya jika saya dan Bowo membawa seorang wanita menggunakan lift ini! Kalian tidak memiliki wewenang untuk melarang kami membawa Nyonya Endah dengan lift ini." Tutur Angela yang malah tak menjawab siapa Endah sebenarnya.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka, Angela meminta Endah untuk masuk dan mengabaikan pihak keamanan yang masih berusaha menghalang-halangi mereka.


"Jangan cari masalah! Dia ini istri Tuan Jimmy, Kakak ipar dari Tuan Muda Andre." Ucap Bowo ketika mendorong salah satu pihak keamanan yang ingin ikut masuk untuk menarik Endah keluar.


Mendengar ucapan Bowo, beberapa pihak keamanan yang menghampiri Endah langsung terperangah berdiri mematung. Melihat Endah yang tersenyum sinis ke arah mereka.


Sesampainya di ruang kerja sang suami. Mata Endah membola menatap seorang wanita menggunakan pakaian yang begitu seksi seperti kurang bahan di bagian atas maupun bawahnya tengah berdiri disamping meja kerja sang suami dengan posisi tubuhnya setengah menunduk. Jika suaminya yang tengah sibuk dengan tumpukan dokumen itu menoleh kearah sang sekertarisnya itu dapat dipastikan Jimmy bisa melihat bukit kenyal yang indah milik sang sekertarisnya yang begitu menggoda.


Endah yang berjiwa bar-bar tak bisa membiarkan niat terselubung sang sekretaris dengan pakaian yang dia kenakan saat ini, apalagi sang suami seakan tak menyadari kedatangannya yang sudah berdiri seja tadi memperhatikan mereka.


Dengan cepat Endah melepaskan sepatu high heels yang ia gunakan, dia mengambil sepatu itu dan melemparkan sepatu miliknya itu ke pinggul sekertaris seksi suaminya itu.


"Bugh"


"Auuu...." Rintih Prilly yang memegangi pinggulnya yang sakit di lempar sepatu oleh Endah. Jimmy tak sama sekali menoleh mendengar rintihan Prilly. Ia tetap fokus pada dokumen yang ada di tangannya.


Prilly langsung menatap tajam kepada Endah yang sudah menatap tajam dirinya terlebih dahulu.


Kesal dengan tatapan tajam yang diberikan Prilly padanya. Endah kembali mengambil sepatutnya yang satu lagi. Ia melempar kembali sepatu miliknya itu kali ini ia mengarahkan ke arah kepala Prilly.


"Buang jauh pikiran mu untuk menggoda suami ku." Ucap Endah saat ia melempar sepatu miliknya itu ke arah kepala Prilly.


Suara Endah membuat Jimmy menoleh kearah pintu dimana sang istri berdiri sekarang. Ia terlihat begitu terkejut didatangi sang istri. Ia tersenyum lembar kepada Endah namun senyum itu pudar ketika suara tubuh Prilly jatuh pingsan karena sepatu high heels Endah jatuh tepat mengenai kepala Prilly hingga membuatnya pingsan. Tapi hanya pura-pura.


"Brakkk" tubuh seorang sekertaris bertubuh bak gitar sepanyol itu jatuh.


Alih-alih menoleh Jimmy malah memanggil Bowo.


"Bowo tolong urus!" Ucap Jimmy dengan wajah datarnya tanpa menoleh ke arah Prilly yang sedang pura-pura pingsan. Ia malah beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri istri tercintanya yang sudah menatap kesal kepada dirinya.


"Sepertinya aku melakukan kesalahan, aku harus persiapkan diriku untuk menghadapi amarahnya yang meledak-ledak nanti pada juniorku. Bersabarlah junior nasib mu memiliki Nyonya seperti istri ku." Batin Jimmy yang sudah dapat membayangkan bagaimana nanti Endah akan bermain kasar dan asal-asalan meluapkan amarahnya pada junior milik suaminya itu.

__ADS_1


"Sial, kenapa Tuan Jimmy sama sekali tak menoleh kearah ku malah menghampiri wanita jelek itu. Aku sudah jatuh seperti ini dia juga tak menoleh kearah ku. Sombong sekali dia. Siapa sih wanita yang datang ini? Beraninya ia bersikap kasar padaku." Batin Prilly yang mengintip dari kelopak mata yang terbuka sedikit.


__ADS_2