Cinta Jessika

Cinta Jessika
Memergoki Rania


__ADS_3

Jimmy dan Nayna yang sedang menggendong Kenzo sudah berada di Bandara kota D. Nayna mengikuti langkah Jimmy dari belakang. Dibelakang Nayna sudah berbaris pria perjas hitam dengan perawakan yang menyeramkan tengah menjaga dirinya dan Kenzo.


"Berapa menit lagi pesawatku siap Jok?" tanya Jimmy pada anak buahnya.


"Dalam waktu kurang dari lima menit sudah siap pak." jawab anak buahnya yang bernama Joko.


"Apa pasangan yang menyebalkan dan merepotkan itu sudah dalam perjalanan kesini?" tanya Jimmy lagi dengan wajah datarnya.


"Sudah Pak."


"Apa anak buah mu sudah menjemput Hana dan Hani di kediamannya?" tanya Jimmy lagi pada Joko.


"Sudah Pak, bahkan Tuan Bagas ikut bersama anak buah kita. Setelah anak buah kita menceritakan keinginan putranya untuk rujuk dengan Nona Margaret."


"Bagus kalau dia ikut serta apa Nenek tua itu ikut juga?"


"Tidak Pak, Nyonya Suci menghilang sejak pertemuannya dengan Tuan Abraham."


"Menghilang??? Apa kau sudah selidiki kenapa nenek tua itu menghilang?"


"Maaf belum pak." ucap Joko dengan menunduk.


"Jika belum selidiki kemana dia menghilang dan alasan apa yang membuatnya menghilang. Pasti ini ada kaitannya dengan keluarga Nyonya muda kita Jok." pinta Jimmy pada anak buahnya.


"Siap Pak." sahut Joko.


Tidak kurang dari 5 menit pesawat Jet milik keluarga Brata Kusuma yang di pinjam oleh Jimmy sudah berada di landasan parkir. Jimmy dan Nayna yang menggendong Kenzo segera menaiki pesawat. Mereka menunggu kedatangan Margaret dan juga Fabian.


Setelah beberapa menit menunggu Fabian dan Margaret pun tiba di atas pesawat. Margaret dan Fabian menatap penuh arti Jimmy yang tengah duduk di salah satu kursi penumpang pesawat.


"Duduklah!! Apa kalian mau terus berdiri seperti itu?" pinta Jimmy yang tidak memandang satupun lawan bicaranya.


"Kau mau membawa kami kemana Jim?" tanya Margaret yang kesal dengan tindakan adik sepupunya.


"Pulang ke Kota J. Kalian ingin rujuk bukan?" jawab Jimmy dengan santainya.


"Iya kami ingin rujuk tapi tidak harus pulang ke kota J juga kan?! Kami ingin menikah di kota D bukan di kota J Jimmy." sahut Margaret.


"Apa kau mau rujuk dengan menikah sirih dengan manusia ini?Bukankah kau ini manusia yang masih memiliki kedua orang tua Kak? Begitu juga kau manusia Bre.ngsek. Apa kalian mau menikah kembali tanpa restu dari orang tua kalian? Apa kalian juga mau menikah tanpa di saksikan kedua putri kalian yang sudah mengerti keadaan kalian? Aishhhh... Egois sekali kalian ini...." ucapan Jimmy membuat Margaret dan juga Fabian terdiam dan berfikir.

__ADS_1


"Menikah secara sirih hanya menguntungkan manusia bre.ngsek ini saja Kak. Aku sudah putuskan kalian akan menikah secara resmi dikota J. Aku sudah menyiapkan dan mengatur segala sesuatunya dengan baik. Namun sebelum kalian menikah, manusia ini harus menyelesaikan hubungannya dengan kekasihnya Rania terlebih dahulu."ucap Jimmy lagi sembari menatap tajam dan menunjuk wajah Fabian dengan jemarinya.


"Aku akan ikuti apa kata mu Tuan Jimmy asal aku bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecil ku." sahut Fabian seakan menerima apapun yang dilakukan Jimmy padanya.


"Bagus kalau kau mau mengikuti kata-kata ku. Seharusnya sejak dulu saja kau memiliki keinginan untuk rujuk dengan kakak sepupu ku ini. Dan semoga kau tidak menjadikan Margaret pelarianmu. Jika itu terjadi aku tak akan segan-segan melakukan hal buruk padamu." sahut Jimmy dengan nada kesal dan mengancam tanpa memandang wajah Fabian yang menelan salivanya dengan kasar mendengar ancaman Jimmy.


Jimmy sengaja tidak menatap wajah Fabian karena dia masih enggan memandang wajah pria yang lembek dalam mengambil keputusan namun terlihat bar-bar di setiap tindakannya.


Setelah kepulangannya ke Negri ini dan bertemu Margaret yang tanpa sengaja sama-sama tinggal di Apartemen Louis dalam kondisi hamil tanpa seorang suami membuatnya mencari tahu siapa Ayah dari bayi yang di kandung Margaret.


Setelah mengetahui anak yang dikandung Margaret adalah anak Fabian mantan suami Margaret sendiri. Membuat Jimmy penasaran dan mencari tahu lebih dalam semua tentang kehidupan Margaret selama ia tinggal di luar Negri bersama Andre.


Selama ini tanpa sepengetahuan siapapun Jimmy dibantu anak buahnya selalu mengawasi gerak-gerik Fabian. Tidak ada satu hal pun yang tidak ia ketahui tentang Fabian.


Maka dari itu saat Andre menceritakan tentang Jessica yang mengalihkan rasa cintanya pada Bossnya yang bernama Fabian. Jimmy segera membeberkan pada Andre siapa Fabian yang dia kenal melalui penyelidikan rahasianya.


Andre pun dengan segera melaporkan kepada Kakek Abraham apa yang ia ketahui dari hasil penyelidikan Jimmy. Ternyata apa yang dilaporkan Andre sama dengan apa yang dilaporkan anak buah Abraham sendiri. Hingga akhirnya mereka memiliki kesepakatan bersama untuk mempercepat pernikahan mereka tanpa menunggu Jessica lulus dari kuliahnya. Karena khawatir Jessica akan dirusak oleh Fabian jika harus menunggu Jessica lulus kuliah.


Pesawat yang di tumpangi mereka telah mendarat sempurna di kota J. Sebelum turun dari pesawat Jimmy memberikan Fabian sebuah masker, kacamata hitam dan topi hitam.


"Pakailah ini, aku tidak tahu siapa karyawanku yang berkhianat denganku. Yang akan membocorkan kedatanganmu nanti pada wanita J@l@ng itu." ucap Jimmy ketika memberikan Fabian masker dan yang lainnya.


Angel membawa mobil yang berisikan Margaret, Nayna dan Kenzo. Sedang di mobil Bowo berisikan Jimmy dan Fabian. Didalam perjalanan menuju Apartemen Louis tidak ada percakapan diantara mereka. Suasana begitu sepi dan menegangkan. Bowo saja tidak berani untuk melihat kebelakang dengan menggunakan spion.


Bowo yang tengah menyetir selalu bertanya-tanya didalam benaknya sendiri. "Siapa pria misterius yang bersama Tuan Jimmy ya? Apa ini pria yang akan menikah dengan Margaret kakak sepupu Jimmy? Tapi kenapa aku seperti mengenal pria tersebut? Dari postur tubuhnya mirip sekali dengan Tuan Fabian boss Nona Jessica."


Mobil iring-iringan merekapun telah sampai di lobby apartemen Louis. Dengan pengawalan ketat anak buahnya Jimmy, Fabian berhasil masuk tanpa dikenali karyawan Apartemen Louis.


Jimmy khawatir jika salah satu karyawan resepsionis Apartemen tau keberadaan Fabian bersamanya akan membocorkannya kepada Rania. Jimmy ingin menunjukkan apa yang selama ini Fabian tidak ketahui apa yang dilakukan Rania di Apartemen Louis. Hari ini adalah hari yang sangat tepat untuk menangkap basah apa yang dilakukan Rania selama ini.


Jimmy membawa Fabian ke unit apartemennya. Tak berapa lama Manager Apartemen datang membawa sebuah laptop dan menyalakannya di hadapan Fabian dan Jimmy.


Mata Fabian membola seketika melihat tayangan CCTV yang menayangkan kelakuan Rania yang sangat membuatnya marah dan tertipu.


"Kapan kejadian ini terjadi?" tanya Fabian dengan emosi yang meledak-ledak.


"Apa kau cemburu? Jika kau masi memiliki rasa cemburu padanya. Sebaiknya urungkan niat mu untuk rujuk dengan Margaret!" sahut Jimmy yang tidak menjawab pertanyaan Fabian. Ia malah memberikan pertanyaan lain pada Fabian


"Aku tidak merasa cemburu sedikitpun padanya Tuan Jimmy. Aku marah karena aku merasa tertipu olehnya. Aku sudah berkali-kali mengungkapkan keinginanku untuk mengakhiri hubunganku dengannya, namun ia selalu tidak mau dan menggunakan kesalahanku sebagai kunci kelemahan ku. Bahkan ia selalu mengancamku ingin bunuh diri jika aku meninggalkannya. Sekarang tolong jawab pertanyaan ku Tuan Jimmy! Kapan kejadian ini terjadi?" terang Fabian dengan menarik nafasnya kasar.

__ADS_1


"Hari ini, mungkin pesta mereka belum selesai." Jimmy menjawabnya dengan santai.


Mendengar jawaban Jimmy, Fabian segera meninggalkan unit apartemen Jimmy. Dia melebarkan langkahnya dengan penuh emosi menuju unit apartemen yang ia belikan untuk Rania.


"Untungnya aku tidak bodoh Rania, Aku tidak membeli unit Apartemen ini atas namamu. Aku membelinya atas nama perusahaanku. Kau benar-benar wanita yang menjijikan!" umpat Fabian saat berjalan penuh emosi menuju unit Apartemen Rania.


Fabian segera menekan key password pintu unit Apartemen Rania begitu ia tiba di muka pintu apartemen. Saat sudah masuk kedalam unit apartemen Fabian mendengar de.sa.han dan pekikan kenikmatan dari Rania bersama beberapa lelaki yang berasal dari kamar utama yang berada di lantai atas.


"Dasar wanita ja.lang, kau pergunakan apartemen yang ku berikan untuk pesta Se.ks mu! Entah sudah berapa kali kau pergunakan apartemen ini untuk pesta lak.nat mu ini." umpat Fabian geram saat menaiki anak tangga menuju kamar utama.


Mata Fabian terbelalak melihat Rania bermain dengan tiga pria sekaligus. Pria yang bermain dengannya pun lebih tua dari dirinya. Bisa dikatakan umurnya di atas 45 tahun. Dan diantara tiga pria itu Fabian mengenalinya karena salah satunya adalah Client Fabian, Tuan Gunawan.


"Kau sangat Gi.la Rania. Kau tidak waras!! Aku sungguh tak menyangka, Tuan Gunawan yang sudah memiliki cucu pun kau mau bermain dengannya menjijikan." gumam Fabian dalam hatinya.


Fabian bertepuk tangan melihat Rania meminta salah satu diantara mereka untuk bergerak lebih cepat karena dia sudah hampir sampai dititik pelepasannya.


"Bagus Rania... Bagus... tontonan yang sangat mencengangkan dan mengairahkan bukan?" pekik Fabian sembari bertepuk tangan.


Membuat ke tiga orang yang sedang bermain cocok tanam dalam satu ladang itupun berhenti. Rania tidak jadi mendapatkan pelepasan yang dia inginkan. Rania begitu terkejut melihat keberadaan Fabian di muka pintu setelah salah satu pria mencabut miliknya dari tubuh Rania. Rania segera berdiri dan menutup tubuhnya dengan selimut. Dengan perasaan takut dan malu Ia berjalan menghampiri Fabian yang berdiri di muka pintu.


Rania hendak menyentuh tangan Fabian namun Fabian segera menghindar. Tadinya Ia ingin menggunakan jurus ngeles dan rayuan maut agar Fabian memaafkannya. Namun sayang, keinginannya belum ia lakukan Fabian sudah bersikap dingin padanya.


"Jangan sentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu!" ucap Fabian tegas.


"Bie... Aku bisa jelaskan." ucap Rania yang menangis seakan menyesali perbuatannya karena sudah tertangkap basah.


"Apa yang ingin kau jelaskan lagi Rania? Aku sudah melihatnya dengan jelas. Apa kau akan bilang kau di per.k0.sa oleh mereka? Jika kau di per.k0.sa kau tak akan menikmatinya seperti yang ku lihat barusan. De.sa.han mu itu sangat menikmati permainan mereka bukan?" ucap Fabian penuh dengan emosi.


"Bie... Maafkan aku... Ini aku lakukan karena kau tak pernah lagi menyentuhku. Aku haus akan belaian mu Bie.." Rania terus memohon dan beralasan pada Fabian. Ia mulai merasa Fabian akan meninggalkannya.


"Aku tak akan memaafkan mu Rania. Jangan memberikan alasan lagi pada ku Rania. MULAI HARI INI KITA PUTUS DAN AKU TIDAK PERDULI JIKA KAMU MAU BUNUH DIRI SEKALIPUN. AKU BERI WAKTU 2 JAM UNTUKMU MENINGGALKAN APARTEMEN MILIK KU!" Pekik Fabian di depan wajah Rania.


Fabian melirik ketiga pria yang masih polos tanpa busana didalam kamar utama yang tengah menonton perdebatan diantara dirinya dan Rania. Mereka seakan tak perduli perdebatan itu. Mereka terlihat masih menunggu Rania kembali keposisinya lagi. Melanjutkan permainan mereka.


"Silahkan kalian lanjutkan kembali pesta kalian Tuan-Tuan." ucap Fabian sebelum berlalu pergi meninggalkan mereka.


Fabian melangkah pergi tak lagi memperdulikan Rania yang menangis memanggil-manggil namanya tak terima hubungannya kembali di akhiri oleh Fabian ditambah lagi ia terusir dari apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal satu-satunya untuk dirinya saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2