Cinta Jessika

Cinta Jessika
Sekongkol


__ADS_3

Setelah mendapat persetujuan dari Jessica. Anna segera menghubungi Endah untuk menyusul mereka di Mall Grands Adam. Endah yang di iming-imingi Anna akan di traktir belanja sepuasnya oleh Jessica langsung segera menyetujui ajakan kedua sahabatnya itu.


"Ann, gue gak salah denger nih Ann, kalau Cinderella jadi-jadian kita ini mau traktir kita belanja sepuasnya?" tanya Endah tak percaya.


"Iya bener Ndah, gue gak bohong. Makanya cepet jalan! Jangan buat kita menunggu lama! Sebelum tuh Cinderella berubah pikiran." jawab Anna meyakinkan Endah.


"Gue masih nggak percaya Ann. Apa dia menang lotre? Dia-kan hidupnya super hemat alias pelit. Dapat duit dari mana coba Ann?" tanya Endah yang masih tidak percaya.


"Dia dikasih kartu ajaib sama pangeran tampannya Ndah. Kenapa kita tidak manfaatkan kesempatan emas ini? Hahaha... Sesekali kita kerjain dia yang punya sifat super hemat dan pelit itu dengan tagihan belanja kita yang akan membuat dia seketika menjerit. Hahaha..." ucap Anna menjawab pertanyaan Endah dengan niat jailnya.


"Hahaha...  Ide bagus Ann. Jadi penasaran bagaimana tampang dia nanti di meja kasir. Ok gue on the way yah. Sampai ketemu di sana." ucap Endah yang mengakhiri pembicaraan mereka di telepon.


Leon yang sedang mengemudikan mobilnya mendengar pembicaraan Anna dan Endah di telepon hanya bisa tersenyum saja. Ia sama sekali tidak melarang Anna mengerjai adiknya. Karena dia merasa apa yang dilakukan Anna dan Endah nanti tidak akan merugikan dirinya malah membuatnya senang.


"Abang sayang, kamu nggak marah kan kalau aku ngerjain Jessica adik kamu itu?" tanya Anna pada Leon.


"Aku tidak akan marah pada mu Ann." jawab Leon sembari mengemudikan mobilnya.


"Lantas kenapa kamu terlihat senyum-senyum sendiri? Aku khawatir kamu sedang menahan emosimu padaku dibalik senyuman mu itu." ucap Anna yang menatap wajah Leon yang tengah menyetir.


"Aku senyum-senyum sendiri karena aku sedang membayangkan wajah Andre nanti ketika pesawatnya sudah berhasil landing. Dan ketika dia menghidupkan ponselnya nanti dia akan dikejutkan dengan notifikasi pendebetan yang dilakukan Jessica karena ulah kalian. Hahaha...." ucap Leon yang terlihat begitu senang.


"Kau betul sekali Bang hahaha..." Anna ikut tertawa dan membayangkan wajah kakak sepupunya itu. Andre pasti tahu  Jessica tidak mungkin menguras isi ATM yang ia berikan padanya. Kalau bukan karena Anna sepupunya itu yang membuat Jessica melakukannya.


Mobil yang di kendarai Leon sudah tiba di Mall Grands Adam. Untuk kali pertama dalam hidup Leon kedatangannya disambut begitu di segani dan di hormati, di pusat perbelanjaan itu. Petugas keamanan yang melihat kedatangan mobil Leon segera memberitahukan kepada karyawan lain. Bahwa ada salah satu anggota keluarga Abraham yang datang berkunjung. Petugas keamanan dapat mengenali kedatangan Leon dari plat mobil yang digunakan oleh Leon.


Jessica yang sudah turun terlebih dahulu dibuat bingung karena melihat karyawan Mall begitu menghormati kedatangan kakaknya di Mall Grands Adam. Semua karyawan yang dilewati Leon menunduk hormat padanya.

__ADS_1


"Kenapa mereka menyambut kedatangan Bang Leon dan Anna sampai segitunya sih? Apa ini Mall milik keluarga Anna? Perasaan waktu datang kemarin-kemarin bareng Anna gak ada penyambutan kayak gini deh?" tanya Jessica pada dirinya sendiri.


Sedang Anna sangat senang melihat wajah Jessica yang nampak bingung.


"Pasti kau sekarang sedang merasa kebingungan kan Jess. Aku suka sekali melihat mimik wajah mu yang terlihat bodoh itu Hahaha.." batin Anna yang begitu senang melihat Jessica ke bingungan.


Jessica berjalan mendekatkan dirinya pada Anna. Ia ingin menanyakan segala pertanyaan yang akan menjawab rasa kebinguannya.


"Ann, ini Mall punya orang tua lu ya?" tanya Jessica berbisik di telinga Anna. Anna sudah menduga pertanyaan yang Jessica berikan padanya.


"Bukan." jawab Anna begitu singkat.


"Terus punya siapa?" tanya Jessica lagi yang masih nampak bingung dan penasaran.


"Mana gue tau, ini punya siapa." jawab Anna pura-pura tidak tahu. Padahal ia tahu Mall ini milik Adam, Paman Jessica. Kakak dari Nico ayahnya sendiri.


"Bang ini Mall punya siapa Bang?" tanya Jessica pada Leon. Ia berharap mendapat jawaban dari Leon yang dapat mengusir rasa penasaran dan kebingungannya.


"Kok pada gak tau tapi mereka tuh pada..." ucap Jessica yang belum selesai namun sudah dipotong oleh Leon.


"Mau Mall ini punya siapa itu gak penting Jess. Yang sekarang lebih penting adalah kalian kesini mau ngapain? Abang gak mau jalan gak jelas arah dan tujuannya kaya gini." Leon memotong ucapan Jessica.


"Yang suruh abang ikut siapa? Lagi tumben banget bukannya kerja malah ngintilin kita." ucap Jessica sewot.


"Mulai sekarang kemana pun Anna pergi Abang harus ikut." Leon menanggapi ucapan Jessica dengan menatap wajah Anna. Membuat Anna tersenyum senang mendengarnya.


Mulai hari ini Leon sudah tidak lagi menjadi manager di perusahaan Dahkota dia sudah nenjadi CEO dari semua usaha milik Abraham group. Pengangkatan resmi dirinya menjadi CEO akan dilaksanakan setelah pernikahan Andre dan Jessica di langsungkan.

__ADS_1


"Perasaan Kak Andre gak gitu-gitu amat. Kalau Abang kaya gini sama Anna berarti Abang gak jauh beda sama Pak Bowo yang ngintilin kemana pun aku pergi Hahahaha..." ledek Jessica. Seketika Jessica mendapat tatapan tajam dari Leon.Sedang Anna yang berjalan di samping Leon hanya menahan tawanya dengan menunduk dan membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.


Leon yang sadar Anna ikut menertawainya langsung melirik Anna yang tengah berjalan sambil menunduk.


"Apa kau ikut menertawai ku Ann?" tanya Leon pada Anna.


"Tidak Bang." jawab Anna berbohong.


"Kau sedang membohongin ku Ann. Kau tahu kan hukumannya jika berbohong pada ku?" ucap Leon dengan senyum liciknya.


"Ta..Tau Bang." jawab Anna gugup. Karena dia tahu hukuman dari Leon tak lain dan tak bukan dia harus memberikan ciuman yang agresif untuk Leon.


Mereka bertiga memutuskan menunggu kedatangan Endah di sebuah kedai kopi yang ada di taman mall tersebut.


Anna memesankan minuman untuk mereka berempat. Bowo masih dengan setia melayani keperluan Jessica. Dan Jessica mulai terbiasa dilayani oleh Bowo. Sudah tak canggung lagi semenjak di restoran tadi.


"Gimana rasanya punya baby sister bayi tua?" tanya Anna pada Jessica dengan senyum mengejek.


"Sumpah enak banget Ann, Kak Andre emang the Best. Kalau lu mau coba, lu bisa jadiin abang gue baby sister lu kok. Gue gak keberatan malah seneng." jawab Jessica yang tengah di suapi roti bakar isi coklat kesukaannya oleh Bowo. Ia melirik wajah Leon dan Anna bergantian sembari tersenyum penuh arti.


"Jangan kau dengarkan ide orang sinting di hadapan mu Ann!" ucap Leon menanggapi perkataan Jessica.


"Ann, kau tahu pasti Kak Andre meminta Pak Bowo melayani ku karena rasa cinta terdalamnya pada ku karena dia harus meninggalkan ku demi pekerjaannya. Seandainya dia berada disini pasti dia akan melayani ku seperti Pak Bowo." Jessica berusaha mengompori Anna.


"Hahaha... Kau sepertinya sedang mempengaruhi ku Jess. Sayangnya aku tidak berminat menjadikan Bang Leon itu baby sister ku. Aku hanya berminat menjadikannya guling untuk menemani tidurku tiap malam yang bisa ku peluk dan memberikan kehangatan pada ku." ucap Anna dengan senyuman sembari menatap wajah Leon yang juga menatapnya.


"Ya aku akan menjadi guling mu yang siap membuat mu mendesah sepanjang malam." ucap Leon yang tersenyum mesum pada Anna dan Anna juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Dasar pasangan mesum!" umpat Jessica kesalelihat kedua orang yang betafa di hadapannya.


bersambung


__ADS_2