Cinta Jessika

Cinta Jessika
Hamil bayi kembar


__ADS_3

Siang ini kedua saudara wanita beserta calon kakak iparnya berangkat kerumah sakit Central Kusuma diantar oleh Angela dan para bodyguard yang mendampingi mereka.


Penjagaan pada mereka diperketat karena Melani, Suci dan Ferry sudah bertolak dari kota J menuju kota D.


Ketiga wanita itu berjalan menuju ruang salah satu Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn serta dokter kandungan adalah seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause. Yang sudah di tunjuk khusus oleh Andre untuk memeriksakan kondisi kehamilan Jessica dan juga Kakak iparnya Endah.


Mengenai konsultasi yang dilakukan Anna nanti, Andre belum mengetahuinya karena Jessica tidak memberitahukan pada sang suami mengenai niat saudari sepupunya itu.


Tok Tok Tok..


Pintu di ketuk oleh Anna yang berada di depan pintu. Sedang Endah sedang memegangi lengan adiknya yang dikhawatirkan akan kabur atau akan membuat kegaduhan.


Hanya perlu satu kali pintu diketuk, seeorang yang menggunakan pakaian serba putih langsung membukakan pintu.


"Nona Anna." Panggil sang suster yang sudah mengenali Anna, cucu dari pemilik rumah sakit ini.


"Ya suster, apa Dokternya sudah ada di dalam?" Tanya Anna dengan senyum ramahnya.


"Ada Nona, kami sudah cukup lama menunggu Nyonya Jessica dan Endah datang,mari silahkan masuk." Jawab Suster Miranda yang kemudian membukakan pintu dengan lebar dan mempersilahkan ketiga wanita ini masuk.


"Lama sekali kalian, aku sudah jenggotan di buat menunggu seperti ini. Gak suami dan gak istrinya sama-sama lelet." Ucap Leon yang duduk di sofa dengan muka menyebalkan dan nada sinisnya.


"Eh, Abang singa ada disini mau lihat calon keponakan-keponakannya ya?" Jawab Endah dengan nada meledek.


"Hah, buat apa aku membuang waktu berharga ku hanya untuk melihat titisan menyebalkan yang sedang kalian kandung, aku kesini itu hanya untuk menemani Anna konsultasi agar cepat hamil ketika kami menikah nanti." Jawab Leon yang langsung mendapat tatapan tajam dari kedua pria yang duduk di samping kanan dan kirinya.

__ADS_1


"Sembarangan sekali kau bicara Leon, sudah bosan hidup kau Leon." Ancam Jimmy dengan suara pelan bicara dengan mulut dan giginyang ia rapatkan.


"Ingatlah Jim, kamu itu bukan malaikat pencabut nyawa ku, jadi jangan berani-berani mengancamku." Ucap sinis Leon yang membalas ancaman Jimmy.


Mendengar apa yang dikatakan Leon, Endah langsung mengusap perutnya yang masih rata itu dan berkata, "Anakku sayang, jadilah anak yang paling menyebalkan untuk Pamanmu ini. Ibu dan Ayah merestui kenakalan mu nanti padanya."


Ucapan Endah yang absurd pada perutnya yang masih rata itu langsung mendapatkan pukulan dari Anna di lengannya.


"Udah mau jadi Ibu kalau ngomong waras dikit Ndah! Didik anak jangan begitu!" Anna mengingatkan Endah setelah memukul calon adik ipar yang merupakan sahabatnya itu.


Kata-kata yang Endah ucapkan hampir ditiru sang adik, hanya saja saat Jessica ingin mulai berbicara sambil mengusap perutnya yang membuncit, Andre segera berdiri dan membungkam mulut istrinya dengan telapak tangan kanannya dan berkata, "Jangan coba-coba bicara sembarangan istriku sayang! Tidak semua hal boleh ditiru." Bisik Andre yang langsung dijawab anggukkan kepala sang istri.


Andre langsung merangkul sang istri mendekat ke meja Dokter yang tengah menunggu sejak tadi.


"Dok tolong periksa kondisi kehamilan istri saya!" Pinta Andre yang langsung di jawab oleh sang Dokter wanita yang tersenyum ramah pada Andre namun langsung mendapat teguran dari Endah.


Sengaco apapun ucapan Endah tak membuat Jimmy marah kesal ataupun malu, dia hanya menikmati setiap ucapan sang istri yang tak pernah ia tegur untuk di benarkan sama sekali. Endah dibiarkan menjadi dirinya sendiri oleh Jimmy.


Senyum sang Dokter langsung terlihat pudar setelah mendengar teguran Endah dengan nada yang sedikit mengancam.


Tak perlu berlama-lama sang Dokter yang bernama Fanya meminta Jessica untuk berbaring di ranjang untuk di periksa. Mulanya Jessica langsung terlihat pucat dan ketakutan, Andre yang mengetahui ketakutan istrinya segera menenangkannya namun tak berhasil.


Endah yang melihat ketakutan Jessica langsung berjalan menghampiri sang adik, bukannya menenangkan, Endah malah muncubit paha sang adik.


"Au sakit Ndah,..." Rintih Jessica yang kesakitan karena di cubit Endah.

__ADS_1


"Naik! Cepet! Jangan lebay! Kalau gak mau naik, gue panggil si Cynthia kesini buat priksa hamil ditemenin laki lu ya hemmm." Ucap Endah mengancam dengan wajah yang menakutkan.


"Gak mau! Jangan! Ini naik mau naik kok!" Jawab Jessica yang ketakutan akan ancaman yang di lontarkan Endah.


"Bagus, cepet! Yang periksa gak cuma lu doang masih ada kita berdua yang harus rela mengantri demi lu si bontot kesayangan." Tambah Endah yang membuat Jessica tersenyum mendengar Endah menyebutnya si bontot kesayangan.


"Oke, tapi jangan di tinggalin ya?" Pinta Jessica yang menatap wajah Endah dengan tatapan teduhnya.


"Iya gak di tinggalin tenang aja, udah sana cepet!" Jawab Endah yang mengembangkan senyumnya saat menatap sang adik.


Pemeriksaan pun dimulai, sang Dokter mengoleskan jel di perut bagian bawah Jessica, kemudian menempelkan alat transducer kearea permukaan kulit yang sudah diolesi Jel oleh sang Dokter.


Nampak terlihat jelas janin yang di kandung Jessica dilayar monitor.


"Selamat ya Tuan, sepertinya Anda akan mendapatkan calon anak kembar. Terlihat di layar ada dua kantung kehamilan dirahim Nyonya, ini artinya Nyonya sedang hamil bayi kembar non-identik biasa juga disebut kembar fraternal. Bisa di pastikan jenis kelamin kedua calon buah hati Tuan Laki-laki dan perempuan." Ujar sang Dokter yang membuat seisi ruangan terlihat bahagia tanpa terkecuali.


Andre yang berdiri di samping ranjang pemeriksaan langsung menghadiahkan ciuman pada sang istri.


"Tolong jaga baik-baik kedua calon anak kita ya sayang!" Ucap Andre dengan rasa bahagia pada Jessica.


"Iya Dad." Jawab Jessica yang terlihat menangis bahagia mendengar ia tengah hamil bayi kembar sesuai dengan apa yang diinginkannya.


Setelah pemeriksaan Jessica selesai, Dokter Natalia langsung membuatkan resep yang langsung ia berikan kepada sang suster untuk disiapkan dan diberikan pada Tuan mudanya tersebut. Setelah selesai dengan Jessica barulah sang Dokter melakukan pemeriksaan pada Endah dan juga memberikan konsultasi kesehatan organ reproduksi pada Anna.


Ketiga pria ini memutuskan kembali ke perusahaan mereka setelah menyelesaikan urusan mereka di rumah sakit Central Kusuma. Sedang ketiga wanitanya memutuskan untuk ke Mansion Abraham untuk memberikan kabar bahagia ini langsung pada sang Kakek dan Nenek.

__ADS_1


Meskipun ada rasa enggan dihatinya untuk kesana karena malas berjumpa dengan Cynthia dan juga sang Ayah namun setelah di yakinkan oleh Anna dan Endah yang akan menjaganya dari Cynthia akhirnya Jessica mau datang ke Mansion Abraham.


Dan mengenai sang Ayah, Anna meminta Jessica untuk membuka hatinya untuk memaafkan dan memberikan kesempatan pada sang ayah untuk mengubah keadaan untuk lebih baik lagi. Agar semua perang dingin antara Ayah, dirinya dan Lestari cepat berakhir dan hubungan mereka kembali harmanis.


__ADS_2