
Ketiga pria yang memiliki paras yang begitu tampan dan tubuh proposional memasuki ballroom hotel. Netra mereka mengedar melihat kesuluruh penjuru ballroom yang sudah di penuhi para tamu undangan.
"Jim, bantu akau mencari calon istriku!" Perintah Andre meminta Jimmy mencari keberadaan Jessica. Jimmy segera pergi meninggalkan Andre dan Leon untuk mencari Jessica dan kedua sahabatnya.
"Aghhh... aku sudah salah menyuruhnya masuk terlebih dahulu, aku jadi sulit menemuinya diantara tamu undangan seperti ini, aku seperti mencari jarum ditumpukan jerami saja." keluh Andre kesal pada dirinya sendiri dengan suara pelannya yang di dengar oleh Leon yang sedang berdiri disampingnya. Yang Netranya juga tengah sibuk mencari Ana.
"Hei Andre, kita sudah berada disini katakan apa kau sudah punya ide untuk ku melamar adik sepupumu itu? Jangan kau lupakan perkataanku tadi pada mu, jika kau tidak mau membantu ku, akan aku jadikan hari ini pertemuan terakhir kalian berdua." tanya Leon dengan mata yang menatap Andre seperti tatapan mengintimidasi
"Aku baru saja menyadari satu hal yang sangat menonjol dari diri mu wahai calon kakak ipar ku, kau itu sama saja dengan Kakek Abraham ternyata. Suka mengintimidasi seseorang, Kenapa jadi aku yang harus kau pusingkan? Kenapa tak kau pikirkan sendiri caranya hah? Yang mau melamarnya itu kau bukan aku. Dan perlu kau ingat wahai calon kakak ipar ku, Aku ini Andreansyah Brata Kusuma tak seharusnya kau perlakukan aku seperti ini Leonardo Adijaya aghhhh..." umpat Andre kesal pada Leon dengan tangan yang sudah mengepal sempurna karena ingin rasanya Andre memberikan bogem mentah orang yang ada di hadapannya.
"Aku tak perduli siapa dirimu Ndre, yang pasti aku ini adalah calon kakak ipar mu dan kau yang meminta ku untuk datang kesini bukan? Jadi ikutlah andil dalam hal ini. Sekarang aku mau cari calon istriku dulu, sekarang dia sudah menjadi aset berharga bagi ku mulai hari ini, yang harus ku jaga baik-baik jangan sampai hal yang tak di inginkan terjadi, disini banyak pengusaha muda yang tampan dan kaya aku takut dia tergoda dan berpaling dari ku sebelum jadi milikku. Kau harus ingat kata-kata ku barusan Ndre dan kau harus camkan kata-kata ku baik-baik ya Ndre! Aku pergi dulu." ucap Leon cuek kemudian pergi berlalu begitu saja.
"Aishhhh.... Dia benar-benar menyebalkan, tidak bisa kah sehari saja tidak marah atau pun tidak mengancam ku. Baru kali ini seorang Andreansyah Brata Kusuma diperlakukan seperti ini. Kalau saja kau bukan calon kakak ipar ku sudah ku tenggelamkan kau ke laut, agar aku tidak melihat orang macam dirimu yang merepotkan ku." umpat Andre dengan wajah kesalnya menahan amarah.
Andre berjalan mencari Jessica kemana-mana sampai akhirnya ia menemukan Ayumi.
"Hai Mam, apa kau melihat Jessica?" tanya Andre pada Ayumi yang sedang berbincang dengan teman sosialitanya.
"Dia sedang ke stand makanan Ndre, kau habis darimana? Kasian sekali calon mantu mami kau tinggalkan bersama kedua sahabatnya yang tak berhenti meledeknya sepanjang waktu itu, lain waktu kau jangan tinggalkan dia dengan mereka ya." ucap Ayumi pada Andre.
"Mereka memang seperti itu Mam, Jessica juga sama seperti mereka tidak ada bedanya. Mungkin karena di depan Mami dia tidak membalas kejailan sahabatnya Endah dan Ana keponakan mu yang usil itu Mam, Aku susul Jessica dulu ya Mam" ucap Andre pada Ayumi kemudian mencium pipi kanan kiri Ayumi lalu berlalu pergi meninggalkan Ayumi dengan teman-teman sosialitanya. Andre hanya melempar senyum keterpaksaan kepada teman -teman sosialita Maminya itu saat pergi meninggalkan mereka.
Disisi lain Jessica sedang disuapi makanan oleh Endah dengan Jimmy yang setia memegangi piring dan gelas ditangannya.
"Hai Cinderella jadi-jadian, kenapa makan lu banyak tapi nggak gemuk-gemuk hah?" ucap Endah yang sudah lelah menyuapi Jessica sejak tadi yang masih tidak ingin mau berhenti menyicipi makanan. Sedang Anna ditemani Leon yang kini setia berdiri disampingnya seperti Bodyguard, Ia mengambilkan berbagai jenis makanan untuk di coba Jessica.
"Ini tuh kebiasaan Jessica Bang, kalau ke pesta nyoba semua makanan walau porsi yang diambil sedikit tapi lumayan banyak jenisnya, Yang penting dia bisa tester rasa masakan chefnya. Dan nanti dia akan praktek buat memasak menu yang dia coba hari ini untuk kita bertiga dirumah aku Bang." ucap Anna pada Leon yang berjalan disampingnya. Yang kini selalu setia menanggapi ucapan Anna walaupun hanya dengan berdehem ria.
Dengan sikap Leon yang seperti ini sudah membuat hati Anna berbunga-bunga seakan membuka kesempatan untuk Anna masuk kedalam hati dan hidupnya.
Andre akhirnya dapat menemukan Jessica yang sedang asyik mengunyah makanan di mulutnya. Andre memeluk Jessica dari belakang dengan wajah yang berada disamping wajah Jessica, tindakan tak terduga Andre membuat Jessica terkejut dan menoleh kebelakang hingga membuat Jessica tak sengaka mengecup pipi Andre.
Cup!
"Makasih sayang ciuman mu sudah mengobati rasa kesal ku hari ini." ucap Andre pelan, berbisik di telinga Jessica yang membuat Jessica meremang karena hembusan nafas Andre di telinganya.
"A...ahhh... Kak Andre kau mengagetkan ku." ucap Jessica kemudian mencubit pinggang Andre dengan tangan kirinya.
"Akhhh....au...au...au...sakit sekali cubitan mu sayang" Andre pura-pura sakit dan membuat Jessica khawatir. Ketika wajah Jessica sudah mulai panik. Andre langsung tersenyum dan memeluknya.
"Aku bercanda sayang, cubitan mu tak sakit sama sekali, aku tadi berbohong." ucap Andre lalu memeluk tubuh mungil Jessica. Jessica yang berada di pelukkan Andre berusaha memukul dada bidang Andre dengan tangan kirinya dan Andre terus memeluknya tanpa melepas tubuh mungil Jessica dalam dekapannya itu. Netra Andre bertemu pandang dengan netra Fabian yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Interaksi Jessica dan Andre itu tidak luput dari pandangan Fabian. Ia memandang dari kejauhan dengan rasa amarah yang meradang, rasa cemburu yang tak bisa diungkapkan oleh sang pemilik hati yang sudah menjauhinya. Kini yang bisa dia lakukan hanya diam menahan segalanya seorang diri.
Andre berjalan menghampiri Jimmy yang tengah sibuk memegangi piring dan gelas dihadapannya.
"Apa kau punya ide yang cermelang untukku Jim? Aku sungguh dibuat tertekan dan pusing oleh calon kakak ipar ku itu Jim." tanya Andre berbisik pada Jimmy.
__ADS_1
"Ide ku untuk masalah ini hanyalah menjebak Anna untuk naik ke atas panggung, Dengan Tuan menyanyikan sebuah lagu cinta yang romantis untuk Nona Jessica di atas panggung, Anna pasti akan mengantarkan Jessica ke atas panggung untuk mendekati Jessica dengan mu Tuan, aku akan menahan burung pipit ini untuk tetap bersama ku agar tidak mengikuti Nona Jessica dan Anna, Suruh Leon ikut naik ke atas panggung dan melamarnya jika mereka berdua sudah ada dipanggung." ucap Jimmy berbisik pada Andre. Membuat Andre manggut-manggut.
"Jim, aku sangat berterima kasih pada mu. de mu sangat cemerlang. Maafkan aku Jim seharusnya aku tidak bertanya seperti ini pada mu, Dan maafkan aku Jim bukannya aku tak mengerti perasaanmu tapi ketahuilah hanya kau yang selalu ada untuk membantuku disegala kondisi." ucap Andre dengan suara yang berbisik merasa tak enak hati dengan Jimmy.
"Tenanglah Tuan, aku ini Pria sejati, pantang bagi ku terpuruk hanya karena kasih yang tak sampai, Aku memang mencintainya tapi cinta itu tidak harus saling memiliki. Membantunya menemukan sumber kebahagiaannya sudah membuat ku ikut bahagia Tuan." ucap Jimmy pada Andre. Jawaban Jimmy membuat Andre memukul bahu Jimmy berkali-kali.
"Kau memang luar iasa Jim,aku salut dengan ketegaran hati mu." puji Andre pada Jimmy.
"Dimana Leon?" tanya pada mereka bertiga.
"Abang sedang bersama Anna mengambil makanan untukku." jawab Jessica. Jawaban Jessica membuat Andre meliriknya.
"Sayang sudah cukup jangan makan lagi, nanti perut mu bisa sakit karena kepenuhan" ucap Andre yang segera menghampiri Jessica kemudian mengusap perut Jessica dengan tangannya.
"Hmmmm.... Ya sudah jika tidak boleh aku tidak akan memakannya lagi" ucap Jessica dengan mengerucutkan bibir mungilnya itu.
"Jangan mengerucutkan bibir mu seperti itu, aku bisa saja mencium bibir mu yang menggemaskan itu disini, dihadapan banyak orang hmmmm" Bisik Andre ditelinga Jessica yang lagi-lagi membuat tubuh Jessica meremang karena hembusan nafas Andre di telinganya. Andre menyadari kondisi tubuh Jessica yang meremang karena perbuatannya itu, Membuat Andre ingin memberikan kecupan lembut di leher Jessica. Dengan cepat Andre mengecup leher Jessica dan berdiam sejenak disana menghirup aroma tubuh Jessica disana.
"Ahhhh" d3sah*n Jessica keluar begitu saja.
"Kak stop malu dilihat Endah dan Jimmy" ucap Jessica kemudian mengerak-gerakkan bahunya agar Andre menghentikan perbuatannya.
Dari kejauhan Fabian yang sedang berkumpul dengan rekan bisnisnya terus memperhatikan apa yang dilakukan Andre pada Jessica yang mampu memompa emosinya yang kini sudah meradang di atas ubun-ubunnya. Rania yang berdiri disamping Fabian memperhatikan gestur tubuh Fabian yang terlihat sedang menahan emosinya.
"Bie, are you ok?" tanya Rania pada Fabian yang hanya di jawab anggukan dan senyum keterpaksaan oleh Fabian.
Andre melepaskan aksinya pada Jessica ketika ia menyadari Leon dan Anna menghampirinya. Ia mendapati tatapan tajam dari Leon. Leon segera menghampiri Andre dengan melangkahkan kakinya lebih cepat dari langkah kaki Anna dan Andre pun ikut menghampiri Leon meninggalkan Jessica. Melihat mereka saling menghampiri dan saling melempar tatapan tajam membuat Jimmy, Endah dan Jessica khawatir, takut mereka berkelahi disini.
"Aku hanya sedang mencari ketenangan dari calon istri ku karena tekanan yang kau berikan pada ku calon kakak ipar" ucap Andre pada Leon.
"Aaakhh.... itu hanya alasanmu saja" ucap Leon yang tak menerima alasan Andre.
"Sudahlah jangan marah pada ku, aku sudah menemukan cara untuk mu melamarnya" bisik Andre di telinga Leon.
"Katakan cepat jika kau sudah menemukan caranya!" perintah Leon dengan memukul bahu Andre hingga berbunyi. Andrepun membisikan ide yang diberikan Jimmy tadi pada Leon hingga Leon paham dan membuat Leon manggut-manggut mendengar ucapan Andre di telinganya.
"Kalian sedang membisikan apa sih Kak Andre.... Bang Leon?" tanya Anna yang berdiri di samping Leon dengan tangan yang membawa piring berisikan makanan untuk Jessica. Pertanyaan Anna membuat keduanya menatap Anna. Andre menghampiri Anna dan berbicara pada Anna untuk menjalankan misinya.
"Aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang romantis di atas panggung untuk Jessica Ann, nanti saat aku bernyanyi bawa dia menghampiriku ya Ann. Kira-kira lagu apa ya yang cocok ku nyanyikan untuk Jessica?" ucap Andre dengan suara yang sedikit pelan agar tak terdengar oleh Jessica.
"Nyanyikan saja lagu Admesh Kamaleng yang judulnya Jangan Rubah Takdirku, itu sangat cocok untuk melamar seseorang. Aku juga ingin suatu saat nanti ada seseorang yang melamarku di iringi lagu itu." ucap Anna pada Andre.
"Hahaha.. Calon kakak iparku yang kaku dan dingin seperti kulkas ini ingin melamar mu Ann, dan hahaha...Akulah yang akan menyanyikan lagu impianmu itu saat dilamar nanti olen manusia kulkasmu ini" batin Andre yang menatap Anna.
Andre melangkahkan kakinya menghampiri adik sepupunya itu, kemudian menyium pucuk kening adik sepupunya itu dan berbisik.
"Aku akan mewujudkan impian mu adikku" Ucap Andre kemudian pergi meninggalkan mereka semua, berjalan berlalu begitu saja melewati mereka semua, tak memperdulikan tatapan Jessica yang sedang bertanya-tanya apa yang mereka bicarakan dan membuatnya mencium kening Anna dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Andre berjalan menuju panggung dan meminta Band pengiring untuk mengiringinya bernyanyi. Apa yang dilakukan Andre menjadi pusat perhatian seluruh tamu undangan yang berada di dalam Ballroom. Seorang CEO yang terkenal dingin dan kejam itu naik ke atas panggung seperti ingin menyanyikan sebuah lagu. Semua gadis yang melihat keberadaan Andre di atas panggung segera berjalan mendekat. Mereka ingin melihat lebih dekat apa yang ingin di lakukan Andre di atas panggung.
Jessika, Anna, Endah, Jimmy dan Leon pun berjalan mendekat ke arah panggung. Ingin menyaksikan apa yang dilakukan Andre disana. Begitupula dengan Fabian dan Rania.
"Mam, apa yang ingin dilakukan anak mu itu?" tanya Brata pada istrinya.
"Entahlah Pih, kita lihat saja apa yang ingin dia lakukan" jawab Ayumi dengan sorot mata yang terus melihat ke arah panggung.
"Sepertinya putra mu ingin bernyanyi mam, memangnya pria kaku sepertinya bisa bernyanyi mam?" tanya Brata dengan menatap wajah istrinya yang matanya masih fokus melihat kearah putranya.
"Orang yang sedang jatuh cinta itu bisa saja melakukan apa saja Pih, termasuk bernyanyi." ucap Ayumi.
"Selamat malam tamu undangan, malam ini adalah malam yang begitu spesial untuk Tuan Santoso yang sedang merayakan ulang tahun perusahaannya yang sudah berdiri selama 20 tahun dan malam ini merupakan malam yang spesial untuk saya. Karena untuk kali ini saya datang ke pesta ini tidak seorang diri melainkan bersama dengan wanita yang sangat saya cintai. Dan malam ini izinkan saya menyanyikan sebuah lagu untuk orang yang sangat spesial di hati saya" ucap Andre di atas panggung.
"Prit...prit...prit" Endah bersiul disamping Jimmy.
"Kau memang benar-benar seperti burung pipit" umpat Jimmy dihatinya ketika melihat tingkah Endah.
"Eh Cinderella tuh pangeran lu mau nyanyi buat lu.. hahaha so sweet banget deh ahh" ucap Endah pada Jessica.
"Maju yuk Jess kita ke atas panggung" ajak Anna.
"gak ah malu" tolak Jessica.
"Lu liat gak nih banyak cewek-cewek yang memuja Kakak gue. Lu mau dia direbut orang?" Tannya Anna yang mendapat jawaban gelengan kepala dari Jessica.
"Ayo naik makanya" ajak Anna lagi. Mereka pun akhirnya naik ke atas panggung hanya berdua. Ketika Endah ingin mengikuti langkah Jessica dan Anna. Tangan kekar Jimmy menahannya.
"Jangan ikuti mereka! Kalau kau ikut kesana, jangan salahkan aku jika aku menciummu di depan banyak orang seperti ini" Ancam Jimmy pada Endah membuat Endah menghentikan langkahnya.
Leon berdiri di samping Jimmy mendengar Jimmy sedang mengancam Endah. Membuatnya melirik kearah Jimmy. Jimmy yang merasa di lirik Leon pun menatap Leon dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Naiklah ke atas panggung ketika Tuan Andre hampir menyelesaikan lagu yang ia nyanyikan, lamarlah dia setulus hati mu Leon" Ucap Jimmy pada Leon. Leon tidak menanggapi ucapan Jimmy, Leon hanya menatap wajah Jimmy dan berusaha membaca arti tatapan yang diberikan Jimmy kepadanya.
Diatas panggung CEO dingin itu mulai menyanyikan bait-bait lagu dengan meresapi tiap bait yang ia nyanyikan. Andre bernyanyi sambil menatap dan menggadeng tangan Jessica di sampingnya. Semua orang di buat terkagum-kagum oleh ke romantisan yang ditampilkan Andre. Banyak hati yang meleleh dibuatnya dan banyak hati yang patah melihat keromantisan mereka seperti yang dialami oleh Fabian sekarang ini. Hatinya menjerit menahan sakit melihat wanita yang dicintainya bersama pria lain. Tampil begitu romatis di atas panggung.
(Author harap kalian baca bab ini sambil dengerin lagunya ya😁😊 di jamin lagunya enak didengar pastinya top markotop deh pokoknya)
Anna tetap berdiri diatas panggung menyaksikan keromantisan kakak sepupunya dengan sahabatnya itu. Tanpa menyadari kehadiran Leon yang sudah berdiri dibelakangnya.
Andre menyanyikan lagunya hingga akhir dengan sempurna, seluruh tamu undangan terkecuali Fabian dan Rania memberikan tepukan tangan yang begitu meriah untuknya.
Setelah Andre mengakhiri lagunya. Leon langsung melancarkan aksinya. Ia menyentuh bahu Anna hingga Anna menoleh ke arahnya. Anna terkejut dengan kehadiran Leon yang tengah berlutut dihadapannya dengan kotak cicin berwarna merah yang terlihat terbuka itu.
" Anastasia, mau kah kamu menikah dengan ku? menjadi istriku satu - satunya untuk selamanya, Menghabiskan waktu mu untuk bersama ku, menemani ku hingga akhir hayatmu" ucap Leon dengan menatap wajah Anna. Anna sangat terkejut di lamar oleh Leon. Hingga membuatnya menutup mulutnya yang sontak terbuka dengan kedua telapak tangannya. Apa yang dilakukan Anna tak jauh berbeda dengan Jessica. Ia juga sama terkejutnya dengan Anna.
Anna memandang ke sana kemari memandang kedua orang tuanya yang berada di kursi mereka yang sedang memandang ke arah panggung. Kedua orang tua Anna mengerti kalau putrinya sedang meminta persetujuan dari mereka. Kedua orang tuanya pun menganggukan kepalanya bersamaan memberikan persetujuan kepada Anna untuk menerima lamaran Leon, Anna juga melirik ke arah Andre meminta persetujuan dan lagi-lagi Anna mendapat jawaban dengan anggukan kepala dari Andre.
__ADS_1
"Aku mau Bang" jawab Anna. Leon segera memakaikan cincin di jari manis Anna. Memeluk tubuh Anna dan mengecup kening Anna.
dan bersambung dulu ya