
"Memangnya gue harus apa menurut lo?" Tanya Anna yang memasang wajah pasrah tak berdaya.
"Harus apa kata lo Ann?" Endah merespon dengan mata yang membola.
Tanggapan yang Anna berikan tidak mencerminkan sikap Anna yang Endah kenal.
"Iya gue harus apa Ndah?" Tanya Anna kembali yang memancing emosi Endah.
"Aishhh... Cinta bikin lo jadi bodoh dan lemah." Endah berkata sembari membuang pandangannya.
"Gue gak bodoh Ndah." Sangkal Anna yang menatap tajam manik mata Endah.
"Hanya cewek bodoh yang membiarkan pelakor datang di hubungan yang sebentar lagi akan masuk ke jenjang pernikahan." Seru Endah dengan berkacak pinggang.
"Gue gak sebodoh itu, gue gak membiarkan dia datang begitu saja untuk merusak hubungan gue dengan Abang Lo Ndah." Balas Anna.
"Terus Lo gak biarin dengan cara diem aja disini?" Tanya Endah lagi.
"Gue percaya sama kesetiaan Abang Lo sama gue tanpa harus gue bersikap bar-bar Ndah."
"Ahhh.... Bagi gue lelaki manapun gak bisa di kasih celah sedikitpun Ann, sesetia apapun dia kalau lo lengah dan pelakor lebih agresif, itu singa pasti tergoda apalagi mereka berdua punya masa lalu yang indah dan berakhir karena restu bukan karena cinta mereka pudar Ann. Pokoknya sekarang Lo harus ikut gue." Tutur Endah yang kemudian menarik paksa tubuh Anna untuk beranjak pergi bersamanya.
"Gue ikut... Jangan di tinggal! Pelan-pelan sedikit woy jalannya!... Gue bawa gendang nih." Pekik Jessica yang berusaha mengejar langkah keduanya dengan langkahnya yang cepat penuh kehati-hatian.
Benar dengan firasat yang dirasakan oleh Endah. Pelakor akan bersikap agresif untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.
Endah dan Anna yang berjalan lebih dahulu menyelonong masuk kedalam ruang kerja CEO muda yang tengah di goda oleh sang mantan kekasih yang menjadi sekertarisnya di kantornya cabang perusahaan Adijaya yang Kakek Abraham percayakan padanya. Leon memang sedang berkantor sementara waktu di kantor cabang, karena ia sedang menangani sebuah masalah di kantor itu.
__ADS_1
Anna dan Endah begitu terkejut dengan posisi Kiara yang mencondongkan wajahnya mendekati wajah Leon yang tengah menatap intens manik mata Sang mantan kekasih.
Tanpa kata-kata Endah menarik rambut Kiara hingga Kiara mengerang kesakitan.
"Auuu... Sakit lepaskan! Siapa kamu hah? Beraninya kamu melakukan kekerasan padaku." Rintih Kiara dengan siara memekik.
Disaat Endah menarik rambut Kiara, Anna langsung menghampiri Leon yang terperangah dengan kelakuan adiknya yang begitu mengejutkannya. Anna langsung saja duduk di pangkuan Leon.
"Bagian mana yang sudah sundal bolong itu sentuh Bang?" Tanya Anna yang menatap tajam wajah sang kekasih.
"Belum ada." Jawab Leon singkat apa adanya.
"Belum ada apa Belum hah?" Tekan Anna yang memcubit area ************ Leon.
Seketika mata Leon membola, ia ingin teriak, mengerang kesakitan dengan perbuatan calon istrinya itu padanya, tapi ia urungkan karena menjaga imagenya di depan kedua adiknya. Ia tak mau terlihat lemah di hadapan kedua adiknya yang akan mengadukan hal itu pada para suaminya. Yang akan berakibat ia akan di tertawakan habis-habisan oleh kedua adik iparnya yang menyebalkan dimatanya.
"Kalau belum berarti mau ya humm?" Tanya Anna lagi tanpa mengurangi tekanan capitan tangannya.
"Tidak sayang, tidak mau... Aku cuma mau sama kamu. Jangan sakiti aset masa depan kita sayang!" Ucap Leon dengan suara yang pelan dan berbisik di telinga Anna. Leon menggigit lembut daun telinga Anna membuat aliran darah Anna berdesirr.
Kiara yang melihat apa yang dilakukan Leon terhadap Anna hatinya begitu panas. Api kecemburuan berkobar di hatinya.
"Sial, harusnya aku yang ada di posisi itu! Andai saja dia tidak datang kesini, pasti aku dan Leon bisa mengulang masa-masa itu." Batin Kiara.
"Hai, sundal bolong mulai hari ini kami dipecat!" Pekik Endah yang masih setia berdiri di samping Kiara dengam mencengkram kuat bahu wanita tak tahu diri itu.
"Hei, siapa dirimu? Beraninya kau memecatku?" Sahut Kiara yang tak terima memdengar Endah memecatnya.
__ADS_1
"Hahahaha, kau tanya siapa diriku? Jess jawab pertanyaan mantan calon Kakak ipar lo ini, siapa gue!" Balas Endah yang meminta adiknya menjelaskan siapa dirinya.
Jessica yang sejak tadi hanya berdiri menyaksikan tontonan drama sinetron live didepan matanya dari muka pintu ruang kerja Abang satu-satunya itu, terkejut mendengar perintah sang Kakak yang meminta ia menjelaskan siapa dirinya.
"Ahh iya oke Ndah," jawab Jessica yang berjalan mendekati Kiara dan Endah yang berdiri tak jauh dari meja kerja Leon.
"Maaf Kak Kiara, Endah ini adalah adik Abang Leon dan Kakak perempuan ku. Dia berhak melakukan apapun di kantor ini karena ia memiliki kuasa penuh yang sama dengan Abang Leon sesuai perintah Kakak." Jelas Jessica yang masih berusaha sopan pada mantan kekasih Abangnya itu.
"Apa?!!!" Tanya Kiara yang tak percaya dengan penjelasan Jessica.
"Hallah... Sudah gak usah pakai apa epi opo! Sekarang Lo keluar dari sini sebelum Satpam bawa Lo pergi dari sini dengan tidak hormat!." Ucap Endah yang menyeret Koara keluar dari ruangan kerja mantan kekasihnya itu.
"Leon tolong aku!" Kiara berkata sembari menoleh kearah kursi kebesaran Leon yang ternyata malah membuatnya terpuruk.
Terang saja terpuruk, ia malah melihat mantan kekasih yang sedang ia perjuangkan oleh dirinya hingga rela datang jauh dari Kota J ke Kota D sedang sibuk bertautan lidah dengan calon istrinya tanpa rasa malu dan memikirkan bagaimana perasaannya nanti jika melihat mereka seperti itu.
"Abang gue gak akan menolong Lo perempuan Sundal. Jangan Lo berani -berani lagi muncul dihadapan Abang gue lagi atau Lo akan gue kasih tiket ke alam baka seperti bokap Lo yang udah menghina keluarga gue!" Ucap Endah memperingati Kiara.
"Gue akan balas semua perbuatan Lo, Lo ingat itu!" Balas Kiara yang kembali memberi peringatan pada Endah.
"Silahkan gue tunggu balasan Lo! Gue gak takut. Pergi Lo sana yang jauh! Kalau perlu ke neraka sekalian." Sahut Endah yang mendorong tubuh Kiara dengan jari telunjuknya.
Kiara meninggalkan kantor cabang perusahaan Adijaya dengan rasa malu yang begitu dalam. Bagaimana tidak, ia menjadi pusat perhatian dan tontonan karyawan satu gedung, berita dari mulut ke mulut dengan mudah tersebar. Ia di pecat dan di labrak oleh kedua adik dan calon istri CEO mereka karena berusaha menggoda sang CEO diruang kerja CEO mereka yang dapat di gagalkan oleh kedatangan ketikanya.
"Sadis banget Lo Ndah." Ucap Jessica dengan tatapan penuh arti menatap wajah sang Kakak.
"Lebih sadis mana sama kelakuan pelakor adikku sayang, ga inget Lo dan anak Lo hampir Innalilahi gara-gara anak tikus itu yang mau menggantikam posisi lo dihati Kak Andre." Sahut Endah yang membuat Jessica bergidik ngeri dan langsung mengelus-elus perutnya yang buncit yang sering ia sebut gendang menempel ku.
__ADS_1