
Pagi hari di gedung apartemen Louis Apartemen yang diperuntukkan untuk golongan atas di unit 701 milik Andre. Jessica sudah terbangun dari tidurnya. Jessica terbangun karena pancaran Sang Fajar di pagi hari yang masuk dari tirai jendela. Tirai jendela yang dibiarkan terbuka oleh Andre semalam.
Tubuh Jessica menggeliat, Jessica berusaha melepaskan secara perlahan pelukan Andre. Jessica melihat Andre yang tengah tertidur pulas di sampingnya. Jessica memandangi wajah Andre, jemarinya yang lentik meraba seluruh wajah tampan Andre, Jessica mengagumi ketampanan yang Andre miliki.
"Kau begitu tampan tuan, betapa Tuhan begitu baik padamu memberikan wajah yang tampan dan begitu teduh dipandang mata, rahang tegasmu, Alis matamu yang tebal, hidung mancung yang kau miliki, serta bibir mu yang merah ini sungguh Tuhan memahat wajahmu dengan baik dan sempurna." ucap Jessica dengan suara yang begitu pelan.
Andre yang sebenarnya juga sudah terbangun namun ia masih pura-pura tidur pun mendengar apa yang dikatakan Jessica.
"Kau mulai mengagumiku, sayang" batin Andre.
Jessica masih asyik memainkan jemarinya di wajah Andre yang tengah memejamkan matanya. Jessica menggerakkan jemarinya meraba bibir Andre.
" Tuan, Bibirmu ini adalah bibir yang nakal bagiku, karena bibirmu ini sudah mencuri ciuman pertamaku, yang seharusnya aku berikan nanti pada suamiku bukan pada dirimu tuan, Kasihan sekali yang akan menjadi suamiku nanti, karena ciuman pertamaku sudah diambil orang lain, bibirku ini sudah jadi bekas karenamu tuan." ucap Jessica seakan kesal dengan apa yang pernah Andre perbuat. Andre mendengar ucapan Jessica rasanya ingin sekali tertawa namun ia tahan.
"Akulah yang akan menjadi suamimu nanti, tak perlu kau mengasihani aku karena aku adalah orang yang beruntung mendapatkanmu nanti, Kau adalah wanita yang baik dimata ku, aku akan menjagamu hingga kau halal untukku nanti, tunggulah saat itu tiba sayang." batin Andre.
Jessica juga meraba luka di sudut bibir Andre. Ia ingat luka itu belum diobati dari semalam. Akhirnya ia pergi meninggalkan Andre, Jessica pergi mencari keberadaan Bi Lastri di dapur. Ia meminta bantuan Bi Lastri untuk mengambilkan kotak P3K untuk mengobati luka di bibir Andre. Setelah mendapatkan kotak P3K Jessica kembali ke ruang tv. Jessica masih melihat Andre yang tengah tertidur. Padahal Andre sudah bangun dari tadi hanya saja ia pura-pura tidur. Dia sengaja melakukannya. Andre ingin tahu apa yang ingin Jessica lakukan padanya ketika ia masih terlihat tertidur seperti ini.
Jessica membersihkan darah yang mengering di sudut bibir Andre dengan cairan alkohol, hingga membuat Andre meringis perih dan kesakitan.
"Huft... Semalam kau begitu sombong tuan, kau bilang luka mu ini tidak sakit tapi sekarang meskipun kau tidur tetap saja kau meringis kesakitan bukan, makanya jangan suka sok kuat tuan, kau ini bukan superhero jadi jangan sombong." ucap Jessica mengumpat.
"Beraninya kau mengumpati ku sayang, Awas saja nanti ketika nanti kau sudah menjadi istriku aku akan memberikan hukuman untuk mulutmu yang sudah mengumpat calon suami mu ini, saat ini kau sedang menabung hukuman mu padaku." batin Andre, ia mulai berpikir mesum membayangkan hukuman yang akan diberikan kepada Jessica.
Jessica sudah selesai mengobati luka-luka di wajah Andre, ia memandangi lagi wajah namum kali ini Ia memandang wajah Andre penuh arti. Ia sedang memikirkan apa yang dikatakan Nico dan juga Sisil.
" Apakah benar kau adalah jodohku Tuan? Seperti yang diucapkan ayah dan juga Mbak Sisil kepadaku tentang apa yang kurasakan, ketika aku akan bertemu denganmu jantungku selalu berdebar dan bergemuruh, jantung ini akan kembali normal jika aku sudah menemuimu dan ketika kau memberikan pelukan kepadaku. Ayah pernah bercerita tentang perasaan yang sama dengan ku, Ayah merasakan itu ketika bersama ibu dulu, sedang mbak Sisil ia mengatakan bahwa ibunya pernah berkata jika yang aku rasakan ini tandanya menemui jodoh ku, Semalam kau juga bilang kau merasakan hal yang sama denganku. apa kita benar berjodoh? kalau kita sampai berjodoh itu artinya aku harus mentraktir mbak Lina bakso segerobak di depan kantor. Huftt... itu sangat mahal aku jadi menyesal sudah asal berjanji saja, aku takut kau mengataiku wanita materialistis. Ini semua karena aku terlanjur berjanji jika aku berjodoh dengan salah satu karyawan di Batara Group pasti aku akan mentraktir mbak Lina bakso dengan gerobak-gerobaknya, jika kau nanti jadi jodohku apa kamu membayar tagihan baksonya tuan? Maafkan aku Tuan jika aku nantinya akan menyusahkanmu karena mulutku ini, oh... aku benar-benar menyesal." ucap Jessica pada Andre yang masih pura-pura tertidur itu.
" Kau ini sungguh lucu, aku akan mentraktir siapapun yang kamu mau sayang, aku bukan karyawan di Batara Group tapi aku adalah pewaris tunggal Batara Group, kau jangan mengkhawatirkan masalah sekecil itu" jawab Andre di dalam hatinya.
Setelah puas berbicara pada Andre yang tengah tertidur menurutnya, Jessica melihat jam dinding, Dia ingat bahwa ia harus segera bersiap ke kantor karena hari ini ia harus masuk kerja. Dia tidak ingin mendapat teguran lagi dari Ibu Lia dan menjadi buah bibir karyawan lain.
" Tuan Aku harus pergi ke kantor sepertinya kau masih mau melanjutkan tidurmu, kau tidak bangun-bangun dari tadi maafkan aku harus meninggalkanmu... Terima kasih untuk semalam kau membuat tidurku nyaman dan nyenyak ...muach muach." entah dorongan dari mana Jessica mencium bibir Andre yang sedang pura-pura tidur itu. Hati Andre berbunga-bunga mendapat mendapatkan ciuman mendadak di bibirnya berkali-kali dari Jessica.
" Leon, kakak iparku, bukan aku yang menciumnya tapi dialah yang menciumku, jadi jangan kau salahkan aku." batin Andre.
"Teruskanlah hatimu berjalan mengarah padaku sayang." batin Andre.
Ketika Jessica sudah masuk ke dalam kamar untuk pergi mandi. Andre pun bangkit dari posisi tidurnya. Andre duduk di sofa, ia menyalakan televisi, ia ingin menyaksikan berita saham hari ini yang biasa disiarkan salah satu televisi swasta milik kerabatnya.
Saat ia sedang menyaksikan berita saham, bel pintu apartemen berbunyi ternyata Jimmy datang ke unit apartemen Andre. Jimmy juga tinggal di Apartemen Louis di lantai yang sama dengan unit yang bersebelahan dengan Andre. Jimmy menghampiri Andre yang sedang serius dengan berita di televisi.
" Tuan ini tas Nona Jessica, saya lupa memberikannya pada anda semalam, karena Anda terlihat kacau sekali tadi malam, Anda berjalan begitu cepat memasuki unit apartemen sehingga saya tidak dapat menyusul Anda." ucap Jimmy sambil memberikan tas milik Jessica.
" Letakkan saja di meja Jim!" pinta Andre pada Jimmy. Jimmy meletakkan tas Jessica di atas meja.
" Dari semalam handphone Nona Jessica terus berdering tuan, sungguh sangat mengganggu."
" Kau sedang mengadu padaku Jim? Siapa yang terus menghubunginya? Bukannya dia sudah izin kepada kedua orang tuanya dan juga Leon? Apa Fabian menghubunginya ?"
" Nona Jessica sudah memblokir nomor Fabian tuan, Leon yang terus menghubungi Jessica."
" Apa kau mengangkatnya Jim?"
" Tentu aku mengangkatnya jika aku tidak mengangkatnya aku mungkin tidak akan bisa istirahat semalam."
" Sepertinya kau terlihat kesal sekali Jim?"
" Tidak Tuan itu hanya perasaanmu saja."
__ADS_1
" Jangan terlalu kaku Jim, Ingatlah aku ini juga sahabatmu, kau harus jujur padaku dengan apa yang kau rasakan, Tegur aku jika aku punya salah padamu, Kau bukan hanya sekedar asistenku Kau adalah sahabat dan saudara bagiku."
" Iya aku paham, Aku hanya tidak suka Kau bermain kekerasan kemarin, ingatlah tuan, kau harus menjaga nama baik keluarga besarmu, Aku harap kau tidak akan mengulangi lagi dan sebaiknya kau berfikir dengan matang terlebih dahulu sebelum kau melakukan sesuatu."
" Baiklah Jim, Terima kasih kau telah mengingatkanku. Apa yang Leon katakan pada mu saat kau mengangkat panggilan teleponnya?"
" Dia hanya mengatakan dia akan membunuhmu jika sampai kau merusak adiknya sebelum kau sah menjadi suaminya tuan."
" Hahaha... Dia memang selalu mengancamku, aku suka dia seperti itu, berarti dia turut membantu menjaga Jessica untukku."
" Tolong masukkan nomor Leon di ponselku Jim, Aku ingin menghubunginya sekarang."
" Baik Tuan."
Jimmy memasukan nomor Leon di ponsel Andre, setelah selesai Andre pun menghubungi Leon via video call.
"Tut.. tut...tut..." Beberapa kali terdengar tanda suara memanggil, akhirnya Leon mengangkat panggilan telepon dari Andre.
" Hai kakak ipar Selamat pagi." sapa Andre.
" Selamat pagi Andre, ada apa kau menelponku pagi ini video call pula seperti orang pacaran saja."
" Kata Jimmy kau ingin membunuhku, jahat sekali kau pada calon adik iparmu ini."
" Kau baru jadi calon belum jadi adik ipar sungguhanku bukan?"
" Kau benar-benar jahat Leon, kata-katamu benar-benar menyakitiku, membuatku kecewa saja."
" Sudahlah Andre jangan kau mendramatisir kata-kata aku tadi aku hanya bercanda, Hai Andre ada apa dengan wajahmu?" Tanya Leon pada Andre ketika ia menyadari ada beberapa luka diwajah Andre.
" Ini adalah hasil pergulatan dari perjuanganku mendapatkan cinta adikmu kakak ipar."
" Aku berkelahi dengan Fabian."
" Dengan duda itu?"
" Ya dengan duda itu."
" Hahaha... Kau rupanya harus berjuang begitu berat mendapatkan adikku yang jelek dan cerewet itu."
" Bisa-bisanya mulut mu menghina calon istriku kakak ipar, jahat sekali mulutmu itu."
"Hah... Kau sudah jadi budak cinta rupanya, hingga kau tidak terima aku menghina adikku sendiri, adikku itu adalah adik yang menyebalkan. Kau harus ekstra sabar menghadapinya nanti. Ah... Sudahlah aku malas bicara denganmu, kalian ini sama-sama menyebalkan, bicara denganmu hanya membuang waktuku saja, lagi pula aku harus bersiap untuk ke kantor karena aku sedang sibuk mempersiapkan presentasi Project pembangunan mall, sialnya aku harus presentasi pada calon adik iparku sendiri. Awas saja jika kau menyulitkanku nanti, Aku akan membalasmu dengan mempersulit hubunganmu dengan Jessica jika itu terjadi."
" Hahaha... Kau senang sekali mengancamku. Kau sungguh kejam kakak ipar. Baiklah aku akan mempermudah apapun urusanmu karena kau adalah calon kakak iparku."
" Ya ya ya ya... Kau buktikan saja besok."
" Oke baiklah Kakak ipar selamat beraktifitas, aku akan menutup panggilan telepon ini, karena aku juga harus bekerja."
" Oke Andre sampai jumpa besok siang, jangan lupa kau harus menyambut kedatanganku diperusahaanmu."
" Hahaha... Tentu saja kakak ipar aku akan menyambut istimewa dirimu."
Andre pun menyudahi percakapannya dengan Leon. Dia bersiap menuju kamarnya membersihkan diri untuk pergi ke kantor.
Kini Andre tengah duduk di meja makan ia menunggu kehadiran Jessica untuk sarapan bersamanya. Sedang Jimmy sudah kembali ke Unit apartemennya
" Lama sekali wanita jika mandi dan berdandan, perutku sudah sangat perih karena melewatkan makan malam ku semalam." keluh Andre di dalam hatinya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Jessica datang ke meja makan ia melihat Andre tengah duduk di sana. Andre melihat Jessica tanpa riasan make up, Andre mengira Jessica lama sekali datang ke meja makan karena sedang menggunakan make up seperti wanita-wanita pada umumnya, ternyata perkiraan Andre salah.
" Apa Tuan, sedang menungguku?" tanya Jessica ketika ia ingin duduk di kursi meja makan yang berada tepat berhadapan dengan Andre.
" Duduklah di sampingku, aku memang menunggumu, Aku ingin sarapan bersama denganmu."
" Baiklah tuan, maaf jika aku membuatmu menunggu lama, Ana dan Endah belum juga bangun aku sudah berusaha membangunkan mereka berkali-kali tapi mereka tetap tidak bangun juga."
" Oh ternyata kau lama karena membangunkan mereka." batin Andre.
" Sudahlah jangan terlalu pedulikan mereka, cepatlah makan sarapanmu, Bi Lastri sudah menyiapkan susu coklat dan nasi goreng sosis kesukaanmu."
" Dari mana kau tahu aku suka susu coklat dan nasi goreng sosis tuan?"
" Kau tidak perlu tahu aku tahu dari mana, yang pasti apapun tentang dirimu aku sudah mengetahuinya."
" Issshhh...Sok tahu sekali seperti paranormal saja." batin Jessica.
" Berhentilah sering mengumpati ku, Jessica! Segera habiskan sarapanmu!" perintah Andre.
Jessica menghabiskan sarapan yang telah disediakan. Andre melihat Jessica sudah menghabiskan sarapannya, setalah itu Ia memberikan tas milik Jessica.
" Ini tasmu, handphone dan kunci motormu ada di dalam, kau mau berangkat sendiri atau aku antar?"
" Terima kasih Tuan, biar aku berangkat sendiri saja aku tidak mau merepotkanmu."
" Jangan bicara seperti itu! Aku mengantarmu bukan sesuatu yang merepotkan, jika kau ingin aku antar tunggulah sebentar aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu, tidak lama tunggulah sebentar."
" Tidak Tuan Aku ingin naik motor saja supaya cepat sampai, sebaiknya kau kerjakan saja dulu tugasmu tuan, lain kali kau bisa mengantarku nanti."
" Baiklah jika itu mau-mu hati-hati di jalan dan ingat selalu akan kata-kataku yang pernah aku ucapkan padamu oke."
" Iya Tuan aku akan berusaha mengingatnya aku pergi dulu tuan." Jessica pamit dan mencium punggung tangan Andre.
" Biar Jimmy mengantarmu ke parkiran kau pasti tidak tahu di mana letak motormu di parkir kan, tunggu sebentar aku hubungi Jimmy dulu."
"Baik tuan."
"Bisakah kamu memanggiku Andre saja jangan panggil aku tuan terus. Aku ini bukan majikan mu."
"Baik tu..an. Eh salah baik Andre."
"Good girls... Begitu terdengar lebih manis."
1 menit setelah Andre menghubungi Jimmy, Jimmy pun datang. Kemudian Jimmy mengantar Jessica ke tempat parkiran motor. Jimmy menunjukkan di mana letak sepeda motor Jessica diparkirkan.
" Tuan Jimmy Terima kasih atas bantuannya."
" Jangan panggil saya tuan nona panggil saya Jimmy saja! Senang rasanya bisa membantu Anda."
" Oke Baiklah aku akan memanggilmu dengan Jimmy, tapi kau harus juga memanggilku Jessica saja jangan menggunakan kata Nona."
" Tidak bisa Nona saya bisa dimarahi Tuan Andre."
" Kenapa kau begitu takut padanya kau sungguh tidak asik tidak seperti Alan ah baiklah kalau begitu maumu, apa katamu saja." Jessica berdecak kesal karena sikap kaku Jimmy.
Jessica akhirnya pergi meninggalkan apartemen ia melajukan kendaraannya menuju perusahaan Nagaswara milik Fabian.
kira-kira Apa yang terjadi sama Fabian ya setelah perkelahian dia dengan Andre?
__ADS_1
simak di episode selanjutnya ya!