
Disisi lain.
Setelah menyelesaikan makan siangnya bersama keluarganya, Bagas membawa serta istri dan kedua cucunya untuk bertolak ke kota D tanpa sepengetahuan Fabian, Ia hendak menemui Abraham. Bagas datang menemui Abraham dengan maksud meminta bantuan dari Abraham untuk memperbaiki kondisi perusahaannya yang sudah di gulingkan oleh Andre. Sesuai yang di sarankan oleh Andre padanya.
Beberapa jam sebelum Bagas memutuskan untuk pergi ke Kota D, Bagas di hubungi oleh pihak rumah sakit yang memberikan kabar baik. Jika kondisi Hana sudah stabil dan sehat sehingga diperbolehpulang kerumah hari ini juga. Segera Bagas menjemput Hana di rumah sakit dan membawanya pulang.
Di dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjemput Hana. Bagas menghubungi seorang kerabatnya untuk meminta bantuan. Ia minta salah satu kerabatnya itu untuk membantunya membuat janji pertemuan antara dirinya dan Abraham. Tidak butuh waktu yang lama saat Bagas dalam perjalanan pulang kerumah salah seorang kerabatnya itu berhasil membuat janji pertemuan antara Bagas dan Abraham. Abraham sendiri yang memutuskan untuk pertemuannya dengan Bagas ini di lakukan dikediamannya sendiri sembari menikmati makan malam bersama keluarganya.
Di dalam pesawat.
Bagas terlihat duduk dengan gelisah. Meskipun ia sudah berhasil membuat janji pertemuan dengan Abraham namun hatinya merasa sangat gelisah dan seakan hilang harapan. Hatinya merasa Abraham tidak akan mau membantunya entah karena masalah apa. Ini masih menjadi teka-teki di fikirannya.
Suci yang melihat suaminya duduk begitu gelisah pun akhirnya bertanya.
“Dad, apa kau baik-baik saja? Kenapa kau duduk begitu gelisah?”
“Aku sedang tidak baik-baik saja Mom, Aku sedang berfikir jika Abraham tidak mau membantu ku mengembalikan keadaan perusahaanku. Itu artinya aku harus menjual beberapa aset besar milik ku untuk mempertahankan perusahaan yang sudah ku bangun puluhan tahun agar tetap berjalan. Ini bukanlah hal yang mudah mempertahankan dan menjalankan perusahaan dari nol lagi dengan usia ku yang tidak lagi muda. Aku pasti akan membutuhkan bantuan dari anak-anakku untuk menjalankan perusahaan ini tapi kau tahu sendiri anak-anak kita sudah punya kehidupannya masing-masing dan mendirikan perusahaan mereka sendiri.”
“Kau tenang saja Dad, aku akan membantu mu agar Abraham mau membantu perusahaan kita. Bukankah kau tahu sendiri istri Abraham itu adalah sahabatku dari kecil. Aku akan membantu mu melalui Dewi sahabat ku itu.”
“Aku tak yakin kau bisa melakukannya Mom, sebaiknya kau jangan lakukan apapun. Aku khawatir apa yang kau lakukan nanti hanya akan memperburuk kondisi perusahaan ku atau lebih buruknya lagi akan memperburuk kondisi perusahaan anak-anak kita nantinya. Seperti yang kemarin kau lakukan pada Andre. Ingatlah posisi kita yang hanya butiran debu bagi mereka. Jangan lupakan itu Mom!”
Suci yang mendengar perkataan suaminya hanya dapat diam dan tidak lagi dapat menanggapi perkataan suaminya itu.
Perusahaan Fabian.
Fabian sedang mengelus-ngelus keningnya. Ia sedang berfikir bagaimana cara untuk bisa memiliki kesempatan untuk bicara berdua saja dengan Jessica. Ia sudah mencoba memanggil Jessica ke ruangannya namun usahanya gagal. Karena Jessica datang keruangan Fabian bersama dengan Bowo yang sudah kembali menjaga Jessica setelah menyelesaikan Sholat Jumatnya.
Kehadiran Bowo di ruangannya membuat Fabian menjadi kik-kuk dan bingung mau bicara apa kepada Jessica. Ia memanggilnya karena urusan pekerjaan hanya alasan dan akal-akalannya saja. Agar Bowo tidak mencurigainya. Fabian akhirnya hanya memberikan selembar kertas yang berisi nomor telepon manager artis papan atas kepada Jessica untuk Jessica simpan di meja kerjanya.
Dibalik kursi kebesarannya ia terus berfikir bagaimana cara menyingkirkan Bowo dari Jessica agar dia bisa bicara dengan Jessica dari hati ke hati. Setelah berfikir keras akhirnya dia menemukan sebuah ide yang sangat brilian menurutnya. Segera ia menghubungi Sisil melalui aplikasi pesan Whatsapp di ponselnya.
Fabian
__ADS_1
Sisil apakah pengawal Jessica tidak pernah pergi dari Jessica?
^^^Sisil^^^
^^^Dia sering pergi ke toilet untuk buang air kecil Pak, sepertinya dia tidak cocok dengan suhu Ac yang terlalu dingin di ruangan AE.^^^
Fabian
Sisil pergilah ke pantri dalam waktu 15 menit lagi! Ambillah minuman hangat yang di buatkan Dilla untuknya. Katakan padanya ini untuk menghangatkan badannya yang kedinginan agar tidak bolak balik ke kamar mandi lagi.
^^^Sisil^^^
^^^.Baik Pak^^^
Fabian menulis dan membaca pesan WhatsAppnya dengan Sisil sambil tertawa senang. Rencana liciknya akan ia jalankan sesegera mungkin demi waktu berduaan bersama Jessicaa. Segera ia menghubungi Alan untuk membelikannya obat pencahar berbentuk tablet yang akan dia campurkan pada minuman yang akan diberikan Sisil untuk Bowo.
Tidak menunggu waktu yang lama. Alan sudah kembali ke kantor dan memberikan obat pencahar itu kepada Dila office girl yang akan membuatkan minuman Jahe hangat yang sudah di campur obat pencahar dosis tinggi sesuai keinginan Fabian.
“Jess, itu minuman hangat untuk Pak Bowo, supaya dia gak kedinginan dan bolak balik ke toilet terus.” ucap Sisil yang tidak mengetahui minuman yang ia bawa itu sudah di campurkan obat pencahar dalam dosis tinggi.
Jessica segera mengambil minuman itu dan memberikannya kepada Pak Bowo.
“Pak Bowo di minum Pak, ini sepertinya susu jahe. Pasti enak dan hangat di perut biar Bapak gak kedinginan dan masuk angin.Besok-besok pakai baju yang tebal yah kalau ikut aku ke kantor.” ucap Jessica sembari menyodorkan secangkir susu jahe pada Bowo. Bowo yang tidak menaruh curiga apapun pada Sisil segera meminumnya hingga habis.
Fabian yang sudah diberi tahu oleh Dila bahwa Sisil sudah mebawa minuman susu jahe yang sudah di campurkan obat pencahar itu segera menghubungi Sisil kembali dengan pesan WhastAppnya.
Fabian
Apa dia sudah meminumnya Sil?
^^^Sisil^^^
^^^Sudah Pak.^^^
__ADS_1
Fabian
Kalau dia sudah keluar dari ruangan segara hubungi aku melalui pesan WhatsApp saja dan segera kau bawa anak buah mu kecuali Jessica keruang meeting katakan pada Jessica dia bisa keruang meeting setelah pengawalnya itu kembali dari toilet. Dan katakan juga pada anak buah mu yang lain untuk membawa laporan hasil kerja minggu ini untuk di lapor kan kepada ku.
^^^Sisil^^^
^^^Baik Pak.^^^
Beberapa menit kemudian Bowo merasakan perutnya tidak nyaman ia sampai menahan untuk buang angin berkali-kali hingga akhirnya ia tidak tahan karena perutnyaa makin mulas dan melilit dan akhirnya Bowo berlari keluar ruangan menuju toilet untuk membuang hajatnya. Sisil yang sudah melihat Bowo keluar dari ruangan segera menghubungi Fabian memberitahu bahwa Bowo sudah keluar dari ruangannya.
“Tring…tring” suara dering intercom berbunyi di meja Sisil. Sisil segera mengangkatnya. Ternyata Clara yang menghubungi Sisil meminta Sisil meloudspeaker panggilan intercomnya.Ternyata Clara mengintruksi anak buahnya untuk ke ruang meeting membawa laporan hasil kerja minggu ini untik dilaporkan kepada Pak Fabian.
Ketika Jessica ikut melangkah keluar ruangan Sisil menghentikan langkah kaki Jessica.
“Lu disini aja dulu Jes, lu tunggu Pak Bowo kembali dari toilet baru lu ke ruang meeting, gue takut dia bakal bingung nyariin lu nanti.” ucap Sisil pada Jessica seperti yang di perintahkan Fabian pada Sisil.
Jessicapun menuruti apa yang di katakan Sisil padanya. Ia menunggu Pak Bowo kembali dari toilet.
Sedang di ruang kerjanya Fabian sudah di susul oleh Clara. Clara ingin pergi keruang meeting bersama dengan Fabian. Fabian yang mengerti maksud kedatangan Clara langsung berpura-pura sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya.
“Clara sebaiknya kamu pergi duluan saja keruang meeting. Kamu bisa jelaskan poin-poin tambahan yang diminta Client pada kita, yang sudah kamu catat tadi.Jelaskan pada mereka secara detail dan terperinci hingga mereka paham semuanya. Saya akan membalas email dari perusahaan Pratama dulu baru menyusul keruang meeting.” ucap Fabian yang kemudian menggibaskan tangannya meminta Clara untuk segera pergi.
Setelah memastikan Clara sudah pergi Fabian pun melangkahkan kakinya keruang AE dimana Jessica berada. Dia melangkahkan kakinya penuh semangat dan sambil tersenyum senang mendapat kesempatan berdua walau hanya sebentar. Setidaknya dia bisa bicara dari hati ke hati dengan Jessica dan dia berharap Jessica bisa merubah keputusannya dan kembali kepadanya lagi.
Kira-kira apa yah yang di lakukan Fabian pada Jessica nanti?
Kira-kira mereka mau bahas apa yah?
Apa perasaan Jessica akan goyah?
Tunggu episode selanjutnya yah!!
Sekarang bersambung dulu yah semoga kalian gak bosen untuk baca cerita aku yah😋😊😉
__ADS_1